menceritakan perjalanan waktu saka,yang berusaha mengubah masa depan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 5 penjaga keseimbangan waktu
Saka mengira hidupnya akan kembali normal sebagai anak SMA biasa setelah "penyatuan jiwa" di rumah sakit. Namun, luka parut berbentuk detak jam di pergelangan tangannya berkata lain. Luka itu berdenyut kencang, memancarkan cahaya biru redup setiap kali ia berada dekat dengan sesuatu yang "tidak seharusnya ada."
Satu bulan setelah kejadian di rumah sakit, Saka mulai menyadari bahwa ia tidak benar-benar sendirian.
Di kelas Geografi, saat Pak Budiman sedang menjelaskan tentang rotasi bumi, waktu tiba-tiba membeku. Kapur yang sedang melayang di udara berhenti, debu-debu diam di tempat, dan suara kicauan burung di luar jendela lenyap seketika. Hanya Saka yang bisa bergerak.
"Sudah kubilang, Saka. Menjadi penjaga keseimbangan itu melelahkan," sebuah suara bergema.
Saka menoleh. Di sudut kelas, duduk seorang siswi baru yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Gadis itu berambut pendek perak, mengenakan seragam yang sama, tapi matanya memiliki pupil vertikal seperti kucing. Di lehernya melingkar kalung dengan liontin jam saku yang identik dengan milik Dokter Aris.
"Siapa kamu? Di mana Dokter Aris?" tanya Saka waspada.
"Namaku Luna. Aris hanyalah salah satu 'kurator' di zona ini, dan dia sudah pensiun setelah memberimu 'hadiah' itu," Luna menunjuk luka parut di tangan Saka. "Aku di sini karena kamu telah merusak jaring laba-laba. Dengan menyelamatkan Anita, kamu menciptakan lubang hitam kecil di masa depan yang kini mulai disusupi oleh 'Parasit Waktu'."
"Parasit Waktu?"
"Orang-orang dari masa depan yang jauh, yang sengaja kembali ke tahun 2014 untuk mencuri penemuan-penemuan yang seharusnya belum ada, demi kekayaan pribadi mereka. Jika mereka tidak dihentikan, tahun 2026 yang kamu kenal tidak akan pernah ada. Dunia akan hancur lebih cepat."
Seketika, waktu kembali berjalan. Crak! Kapur Pak Budiman jatuh ke lantai.
Tugas pertama Saka datang lebih cepat dari yang ia duga. Denyut di tangannya membimbingnya ke laboratorium komputer sekolah pada jam istirahat. Di sana, ia melihat Rian, sahabatnya, sedang memasukkan sebuah flashdisk aneh ke server utama sekolah.
Saka bisa melihat aura hitam pekat menyelimuti Rian. Itu bukan Rian yang asli.
"Rian, berhenti!" teriak Saka.
Rian menoleh, tapi matanya hitam legam. "Saka... kamu seharusnya mati di lorong itu. Kamu mengacaukan rencana kami untuk mengambil alih data riset sekolah ini yang akan menjadi cikal bakal AI di masa depan."
"Rian" itu menerjang dengan kecepatan yang tidak manusiawi. Saka menghindar, namun ia menyadari bahwa ia tidak bisa melawan parasit ini dengan otot saja. Ia menyentuh luka parut di tangannya, dan tiba-tiba, waktu di sekitar radius satu meter darinya melambat.
Saka melihat gerakan parasit itu seperti gerak lambat. Dengan satu pukulan terukur yang dialiri energi dari luka parutnya, Saka menghantam dada Rian. Sebuah bayangan hitam terlempar keluar dari tubuh Rian dan menjerit sebelum akhirnya menguap menjadi debu.
Rian jatuh pingsan. Saka terengah-engah, merasakan energinya terkuras habis.
Sore harinya, Saka bertemu Luna di atap sekolah.
"Itu baru satu, Saka. Masih banyak yang bersembunyi di kota ini," ucap Luna sambil menatap matahari terbenam. "Dan yang paling berbahaya... mereka mengincar Anita."
Saka mengepalkan tangannya. "Kenapa Anita?"
"Karena di garis waktu asli yang kamu ubah, kematian Anita adalah pemicu terciptanya teknologi perjalanan waktu. Dengan membiarkannya hidup, kamu telah menjadikan Anita sebagai 'anomali berjalan'. Selama dia hidup, pintu menuju masa lalu akan tetap terbuka bagi siapa saja."
Saka terdiam. Ia menyelamatkan Anita untuk memberinya kehidupan, tapi ternyata keberadaan Anita justru menjadi magnet bagi bahaya yang lebih besar.
"Jadi, apa yang harus kulakukan?" tanya Saka tegas.
Luna memberikan sebuah koin perak kuno kepada Saka. "Cari Toko Jam Tua di jalan Braga. Di sana, kamu akan mendapatkan 'alat' yang sesungguhnya. Mulai sekarang, kamu bukan lagi sekadar siswa SMA. Kamu adalah The Chrono Guard."
Saat Saka turun dari atap, ia melihat Anita menunggunya di gerbang sekolah dengan senyum manisnya. Saka tersenyum balik, tapi dalam hatinya ia bersumpah. Jika semesta mengirimkan seluruh pasukan masa depan untuk mengambil Anita, maka Saka akan menghancurkan setiap detik dari waktu mereka.