Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Solusi terbaik
" Kami benar benar minta maaf... Sungguh ini di luar dugaan. Kemarin sebelum pulang kami sudah siapkan semuanya. Dan semua sudah siap. Tapi pagi ini kami melihat sudah seperti ini. Sekali lagi kami mohon maaf. " Aku mencoba menjelaskan keadaan yang sebenarnya berharap semoga dia bisa mengerti.
Terlihat dia masih mengamati gaun yang telah porak poranda. Seperti hari kami yang juga hancur melihat hasil usaha keras kami harus berakhir seperti ini.
" Mungkin kita bisa bicarakan solusinya. Atau biar kami perbaiki gaun itu jika kamu tidak keberatan. ". Kali ini Bu Zahira mencoba menengahi.
Mbak Sofia tetap di. Membuat hati kami semakin ketar ketir tak menentu. Dalam hati aku benar benar berharap dia mengucapkan sesuatu yang tidak menyakitkan.
" Bagaimana mbak Sofia". Bu Zahira mencoba bertanya walau suaranya agak ragu.
Mbak Sofia mengedarkan pandangannya. Mengamati kami satu persatu seperti seekor elang yang sedang bersia menyerang mangsanya.
" Ini benar benar hancur. Lalu aku harus bilang apa? Sementara aku akan menggunakannya lima hari lagi. Apa aku masih bisa percaya pada kalian? ".
Nada suaranya penuh amarah. Kami pin tak berkutik di buatnya.
" Saya benar benar minta maaf.". Bu Zahira terlihat begitu memelas.
" Maaf kamu tak akan berarti. Kecuali jika semua bisa kembali". ucap mbak Sofia tegas.
" Biarkan kami memperbaikinya mbak". Mbak Nayla akhirnya mengeluarkan sepatah kata.
" Apa kalian bisa memperbaiki semua ini dalam empat hari. Aku ingin semua ini selesai pada h-1 pertunangan ku Kalian sanggup?. Jujur aku sangat kecewa. Acara ku terancam gagal." Dia masih terlihat mencoba menahan emosi.
" Kami akan usahakan"
" Aku hanya ingin kalian membuktikannya. kalau kalian gagal, kalian akan tahu akibatnya. Aku tidak ingin acara ku kacau hanya karena gaun yang tak jadi. ".
" Akan kami lakukan yang terbaik".Bu Zahira mencoba meyakinkan.
" Saat aku datang nanti semua harus sudah beres. Ketiga gaun nya harus selesai. Dan yang pasti harus luar biasa. Tanpa ada cacat sedikitpun.".
Gleeek..
Aku menelan saliva dengan susah payah. Seperti akan menghadapi pertempuran sengit.
"Baik mbak. Kami tidak akan mengecewakan."
" Tidak mengecewakan apanya? lalu ini apa?. Sudahlah buktikan omongan kalian. Tunjukan kalau butik ini memang terbaik. Padahal selama ini aku selalau merasa puas pada butik ini. Tapi ini? Ya sudahlah jangan buang buang waktu kalian. Selesaikan segera. ".
Dia melangkah meninggalkan butik dengan langkah anggun walau terlihat tidak bersemangat. Aku mbak Nayla juga bu Zahira bernafas lega karena masih di beri satu kesempatan lagi. Walaupun ini akan semakin berat.
" Alhamdulillah". ucap kami serempak.
" Saya harus cari tahu alasan dari semua ini. Siapapun dia yang telah mengacaukan harus terima akibatnya. Segera"Terlihat mata bu Zahira penuh kilatan api amarah.
" Maaf bu tapi sekarang yang lebih penting adalah memperbaiki semua ini dulu. Agar selesai tepat waktu." Aku mencoba meredam amarahnya.
" Benar bu... mari kita segera memulai pertempuran" Mbak Nayla menambahi.
" Kalian benar. Sehelai ini selesai baru akan aku cari pelakunya. Ya sudah apa kalian sudah siap? Kita mulai semua dari nol lagi".
"Bismillah., siap bu". jawab aku dan mbak Nayla serempak.
Dan saat itu juga, kami memulai semuanya. Mulai kembali dari tahap pemilihan kain. Walau pun sudah tahu tahapan dengan jelas tapi ini tetap membutuhkan waktu yang tak sedikit.
Aku dan mbak Nayla sedang fokus mengerjakan pembuatan ulang gaun itu ketika ada suara dari luar memanggilku.
" Maaf Amara ada yang mencari si depan". ucap pak Tono, satpam butik yang membuatku menoleh.
" Siapa ya pak? " Tanyaku penasaran.
" Nggak tahu saya mbak. Dia laki laki masih muda juga. Katanya mbak suruh ke depan menemuinya sebentar".
Aku kok jadi semakin penasaran.
" iya pak, aku akan ke depan segera" Jawabku pada akhirnya.
" Temui aja dulu Ra.. siapa tahu penting. Lagian ini udah hampir masuk jam istirahat. Jadi sekalian istirahat aja dulu. Kamu juga Nay... Jangan sampai kalian kurang istirahat. Nanti malah jadinya kurang sempurna. " Perintah bu zahira segera.
" Ya udah bu .. mbak Aku istirahat dulu". Pamit ku sebelum keluar ruangan.
" Silahkan... kami juga akan segera istirahat." Ba Zahira mempersilahkan.
Aku segera ke depan butik. Langkah kaki ini ku percepat takut ada yang penting sampai dia si suruh keluar di situasi yang genting.
Sampai si depan pintu utama, aku mengedarkan pandangan mencari siapa kiranya yang datang mencari. Tapi yang ku lihat si sana hanya ada Arsaka. Apa dia yang mencari ku? tapi mau apa dia?
" Hai Ra " Sapanya dengan senyum merekah" Aku mau ngomong bentar boleh? ".
" Mau ngomong apaan? "
" ini tentang Mbak Sofia".
" Dia? mbak Sofia kenapa? ".
" Ngomongnya sambil makan yuk. Udah jam istirahat juga. "
Aku masih diam tak menjawab.
" Nggak jauh kok. Tuh di resto depan sana. Bentar doang." Arsaka tampak memperhatikan wajah Amara yang masih ragu.
" Ya udah yuk tapi bentar aja. Aku lagi sibuk banget". Akhirnya aku setuju karena ini menyangkut mbak Sofia.
Akhirnya kami berjalan menuju resto. Tak perlu menaiki mobil karena jarak tak terlalu jauh.
" Aku harap kita tetap bisa berteman Ra Kalaupun akhirnya kamu sama cowok lain aku nggak akan keberatan".
Ucapnya saat kami di tengah perjalanan menuju resto.
" Apa kamu masih marah? ". Tanyanya karena aku masih saja diam.
" Aku masih kesel aja. Mau marah pun percuma kan. Udah berlalu dan udah ku coba melupakannya". jawabku akhirnya.
" Kamu mau lupain aku? "
" Iyalah ngapain di inget inget. Ntar yang ada sakitnya bukannya sembuh malah tambah parah lagi.".
" Jahat banget sih. "
" Emang siapa yang jahat? ".
" Ya aku tahu aku mungkin jahat. Tapi selama ini tak pernah sedetik pun aku lupa sama kamu".
" Terserahlah... "
Akhirnya kami sampai di resto tujuan. Setalah kami duduk si salah satu meja dan memesan makanan, aku langsung menanyakan tujuannya.
" Kamu sebenarnya mau ngomong apa? Mbak Sofia kenapa? ".
" Sebenarnya aku kesini mau jemput kak Sofia tapi sampai disini ia udah nggak ada. Aku telfon katanya udah kembali ke kantor. Nggak jadi ambil baju. Sebenarnya ada apa? Emang bener bajunya rusak? ".
Akhirnya aku ceritakan semua yang terjadi pada Arsaka. Semua ku ceritakan tanpa ada yang ku tutupi.
" Menurutku kayaknya mungkin ini kelakuan salah satu karyawan butik deh". Dia menanggapi setelah aku selesai bercerita.
" Masa iya sih... Itu kan sama aja bunuh diri. Kamu jangan asal musuh deh".
" Dia nggak lagi bunuh diri Tapi bunuh kamu".
" Kok gitu? ".
" Kan kamu penanggung jawabnya".
" Tapi buat apa coba? ".
" Kalo itu aku nggak tahu".
Pesanan kami pun akhirnya datang. Sambil menikmati makan siang, kami lanjut ngobrol.
" Entah apa pun yang terjadi pasti mbak Sofia marah deh., " Aku mulai menggali tentang klien ku itu.
" Nggak marah juga. Cuma kecewa banget kayaknya. Untung aja masih ada sisa waktu. Walau cuma dikit".
" Sisa dikit banget waktunya. Makanya lagi extra banget ini kerjanya. Mungkin nanti akan lembur biar cepet selesai".
" Jangan terlalu si paksa. Waktunya istirahat ya harus istirahat. Kalo kecapekan malah nanti gagal fokus. Hasilnya bisa nggak maksimal nanti".
" Iya bener. Untungnya dia memberi kesempatan kedua Jadi nama butik tetep aman Dan juga kami bisa buktikan kalo kami memang profesional".
" Kak Sofia emang tegas dan kadang ngomongnya pedes, tapi dia baik banget. Selalu ngasih kesempatan orang lain untuk memperbaiki kesalahan".
" Aku bersyukur untuk itu. "
Kami melewati makan siang itu dengan obrolan panjang. Entah kenapa aku mau aja ngobrol banyak sama dia. Rasanya mengalir begitu saja.
Akhirnya akupun kembali ke butik. Setelah tenaga dan pikiranku pulih, kembali aku melanjutkan proyek yang saat ini sedang ki tangani. Tak ingin membuat klien kecewa lagi, kalo ini aku mengerjakan semua ini dengan lebih teliti. Cepat tapi tepat. itulah kuncinya.
( Ra.. ntar pulang ku jemput ya)
Pesan dari Adit menghentikanmu sejenak.
Gimana ya? Aku lagi pengen cepat istirahat tapi kalo sama dia pasti di ajak makan dulu. Mana hari ini mau libur lagi.
( Maaf Dit.. Tadi ayah bilang mau jemput soalnya malam ini aku lembur)
( Ya udah deh... padahal kangen. Tapi nggak papa mungkin besok bisa)
( Aku nggak janji soalnya kerjaan lagi banyak banget)
( ok.. nggak papa. Jangan sampe ke capean. Dan tetep semangat)
( Thanks)
Aku pun lanjut kerja. Tapi sebelum itu aku mengirim pesan kepada ayah lebih dulu.
( Yah... malam ini Amara lembur. apa nanti ayah bisa jemput?)
Beliau langsung membalas.
( Ok nak.. nanti kalau udah mau pulang kasih tahu ayah. Biar ayah jemput. Tapi jangan kemalan)
( Siap ayah....)
Apapun akan ku lakukan agar tugas kali ini selesai tepat waktu dan hasilnya sempurna.