"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 15. Dua kubu yang berbeda.
Di tempat lain, di kediaman Varlian. Zico sedang mengamuk karena tidak ada satu pun yang bisa menemukan jejak Billie, Zico bahkan sudah mengumpulkan semua pengawal nya dan sekarang mereka semua sedang ketakutan karena Zico akan memotong jari mereka.
"Nggak berguna kalian! Apa guna nya punya jari tangan kalo nggak bisa mengotak atik sistem!" Ucap Zico.
Semua hanya bisa menunduk ketakutan, Zico dengan wajah bengis nya sudah memegang belati di tangan nya untuk memotong semua jari bawahan nya. Sampai tiba - tiba pak Irwan datang dengan tergopoh - gopoh.
"Pak Zico, ada kabar tentang Billie." Ucap nya, Zico langsung menoleh dan menghampiri pak Irwan.
"Dimana?! Billie di mana!?" Tanya Zico.
"Rumah sakit, pihak rumah sakit mengabari saya." Ucap pak Irwan.
"Ayo kesana!" Ucap Zico, dia langsung pergi dari tempat.
Semua orang di sana menghembuskan nafas nya lega, mereka lolos setidak nya. Mereka tidak menyangka Billie bisa meninggalkan kesan yang lain di hati Zico, sampai - sampai semua orang di buat heboh karena mencari Billie seorang.
Zico dan pak Irwan pergi ke rumah sakit, tangan Zico gemetar memgingat bagaimana Billie sendirian melawan banyak pria yang bahkan badan nya lebih besar dari Billie sendiri.
"Cepat! Ngebut!" Ucap Zico.
"Pak, pakai masker. Rumah sakit adalah tempat umum, kalau nanti.."
"Aku tau!" Potong Zico.
Dan tak lama Zico sampai di rumah sakit, dia berjalan masuk dengan langkah lebar dengan menggunakan masker hitam yang menutupi wajah nya. Pak Irwan bertanya dimana ruangan Billie lalu mereka langsung masuk ke lift. Saat itu Noah juga masih ada di sana dan Noah bahkan melihat Zico yang tampak nya sangat buru - buru.
Zico masuk kedalam ruang rawat dan ya, di sana ada Billie.. Billie sedang duduk dan dia terkejut karena Zico datang dengan panik dan langsung membuka masker yang menutupi wajah nya.
"Billie! bilang saya kamu mau mati bagaimana!?" Ucap Zico sambil meremas kedua lengan Billie dan Billie meringis kesakitan.
Zico langsung melepaskan tangan nya dari lengan Billie saat melihat Billie meringis kesakitan, dan barulah Zico melihat lengan Billie di perban.
"Kamu luka?" Tanya Zico, BIllie tersenyum canggung.
"Hehehe, dikit pak." Ucap Billie.
"Kamu keras kepala sekali malah kerja sama sama supir itu! Kalo kamu dengar ucapan saya kamu nggak akan luka begini!" Ucap Zico marah.
"Yang di sandera dia itu anak pertama dan satu - satu nya, harapan nya ada sama anak itu. Kalo saya nggak kerja sama sama dia, kemungkinan besar nya dia bisa nekat dan yang ada kita nggak bisa selamat." Ucap Billie, Zico terdiam..
"Tapi kenapa kamu malah tinggal di sana, harus nya kamu ikut pergi." Ucap Zico.
"Saya tinggal buat habisin sisa nya." Ucap Billie, Zico kemudian teringat dengan dua orang lagi yang dia temukan saat dia kembali ke lokasi kejadian.
"Bodoh!" Celetuk Zico.
"Saya nggak akan bertindak sembrono, saya nggak akan melakukan sesuatu yang nggak bisa saya kendalikan. Saya tau dimana saya harus menempatkan diri, toh bapak baik - baik saja seperti yang saya bilang." Ucap Billie.
"Ee, ngomong - ngomong pak.. saya minta maaf sudah bentak - bentak bapak di sana." Ucap Billie, pak Irwan tersedak.
'Habislah kamu BIllie, dalam sepanjang hidup pak Zico mana pernah dia di bentak orang, apalagi bawahan.' Batin pak Irwan.
"Nggak apa - apa, situasi nya genting." Ucap Zico, pak Irwan lalu menoleh menatap Zico seolah tidak percaya.
"Makasih, pak." Ucap Billie dengan senyum bodoh nya.
'Matahari terbit dari barat, pak Zico di bentak bawahan nya dan dia nggak marah. Padahal tadi di rumah sudah hampir bunuh semua orang.' Batin pak Irwan.
"Satu lagi pak, boleh nggak minta permohonan, anggaplah ini bonus karena saya berhasil melawan mereka. Boleh nggak bapak jangan sakiti supir itu sama anak nya, dia juga nggak berniat hianatin bapak," Ucap Billie.
"Permintaanmu kebanyakan! Kamu sudah saya maafkan, beberapa hari ini tidak usah masuk kerja dulu istirahat saja di sini." Ucap Zico lalu pergi.
"Eh, pak!" Ucap Billie.
"Billie, sudahlah. Pak Zico nggak akan semurah hati itu, udah di maafin itu nyawamu sudah selamat. Asal kamu tau, orang - orang di rumah nyaris kehilangan jari mereka kalo nggak dapat kabar darimu." Ucap Pak Irwan, Billie terkejut.
"PAK IRWAN!" Teriak ZIco dari ambang pintu.
"Iya, pak." Sahut pak Irwan dan langsung lari.
Billie menghembuskan nafas, memang Zico tidak pernah murah hati sama siapapun kecuali sama keluarga nya. Tapi Billie juga tidak tega dengan supir itu, anak dan ayah itu pada akhir nya mati juga di tangan Zico. Billie merebahkan dirinya di ranjang, dan memejamkan matanya.
Di luar, Noah melihat Billie yang sudah merebahkan diri, dia hendak masuk tapi mengurungkan niat nya karena ingin Billie istirahat.
"Bos, hasil nya sudah dapat." Ucap bawahan Noah, Noah mengangkat tangan nya agar orang nya diam.
Noah lalu pergi menjauh dari sana dan kini sudah berdiri di titik dimana orang boleh merokok, dia menyalakan rokok nya dan menghisap nya.
"Bilang." Ucap Noah.
"Pelaku nya dari dua tim berbeda, yang menyandera anak supir itu memang mengincar Zico, tapi yang menembak itu mengincar Billie." Ucap bawahan Noah.
"Panggil dia nona." Ucap Noah dengan tatapan tajamnya, bawahan nya mengangguk takut.
"Maaf bos." Ucap nya.
"Lanjut." Ucap Noah.
"Pemimpin kelompok yang mengincar Zico itu adalah orang suruhan anak nya Arga, om nya Zico yang lidah nya di potong Billie, eh.. Maksud saya nona." Ucap bawahan Noah, dia sudah berkeringat dingin.
"Sementara kelompok yang mengincar nona adalah anggota yang baru berdiri beberapa bulan, ketua nya bernama Alex." Ucap bawahan Noah.
"Alex.." Gumam Noah.
"Alex, ketua kelompok pembunuh bayaran juga. Tapi dia juga mantan anggota dari organisasi nona Billie, sepertinya berkhianat dan diam - diam bikin kelompok baru." Ucap bawahan Noah.
"Bapak mau saya apakan mereka? Cctv juga sudah di hapus jadi nggak akan ada yang bisa akses lagi." Ucap bawahan Noah.
"Buat kabar ini bocor ke Billie, dia lebih berhak memutuskan." Ucap Noah, bawahan nya mengangguk.
"Ayo pergi." Ucap Noah, dia mematikan rokok nya lalu membuang nya di tempat sampah.
________________
Ke esokan harinya, Billie sedang di periksa oleh Guntur. Billie juga memohon agar dia di perbolehkan pulang karena tidak betah di rumah sakit, tapi Guntur tentu menahan nya.
"Kata dokter hari ini aku bisa pulang." Ucap Billie protes.
"Iya, tapi lihat ini luka nya berdarah kamu nggak bilang saya." Ucap Guntur.
'Noah, buruan kesini kalo nggak istri masa depanmu bisa kabur.' Batin Guntur.
"Ini cuma ketimpa badanku aja, nggak robek pun." Ucap Billie.
"Kamu ini keras kepala, mana ada perempuan yang kena luka tembak bisa se cerewet kamu." Ucap Guntur, Billie melirik Guntur xan Guntur menelan ludah nya, lirikan mata Billie sama tajam nya dengan Noah.
"Pagi." Noah pun datang dengan senyum nya. Dia membawa bunga dan sekeranjang buah.
"Noah, pagi." Ucap Billie tersenyum.
'Ya Tuhan, aku merinding di tatap gadis ini.' Batin Guntur.
"Gimana kabarmu hari ini, Billie?" Tanya Noah, sambil meletakan buah dan bunga di meja.
"Baik, tapi dokter nggak bolehin aku pulang." Ucap Billie manyun.
"Luka nya masih basah, kamu butuh beberapa hari." Ucap Guntur, dia melirik Noah.
"Dokter bener, nanti kalo kamu kenapa - kenapa gimana?" Ucap Noah.
"Haiya, ini cuma luka kecil doang. Dokter terlalu berlebihan." Ucap Billie
"Gini saja, kamu tinggal sama keluargamu, nggak? Kalo kamu punya anggota keluarga yang bisa bantu kamu ganti perban, kamu boleh pulang." Ucap Guntur, Noah langsung melirik tajam pada Guntur.
'Aku ini lagi bantuin kamu, lho.. tatapan macam apa itu.' Batin Guntur.
"Aman - aman, ada kok hehehe." Ucap Billie berbohong.
"Kamu tinggal sama siapa?" Tanya Noah, karena dia sudah menyelidiki nya dan Billie hanya tinggal sendiri di apartemen itu.
"Eeee, ada kok hehe.. Itu, dia tanteku.. tanteku, hehe." Ucap Billie berbohong lagi.
"Ya sudah, kalo begitu saya buatkan surat nya." Ucap Guntur, dan keluar. Tapi sebenar nya dia ingin cepat - cepat kabur karena kepala Noah sudah keluar asap.
"Kamu memang tinggal sama tantemu?" Tanya Noah, Billie menarik tangan noah dan spontan Noah menunduk di dekat wajah Billie.
"Sshh.. Jangan keras - keras. Bohong dikit lah, aku nggak betah di sini, bau obat." Ucap Billie, Noah nyaris tidak bisa menyembunyikan senyum nya.
"Oke, tapi kamu tinggal sama siapa?" Tanya Noah, menatap Billie dengan jarak dekat.
"Tentu saja sendiri, itu apartemen pak Zico. Fasilitas dari keluarga Varlian buat bawahan nya." Ucap Billie, akhir nya Noah mengangguk.
'Eh, kenapa juga gue jelasin ke dia?' Batin Billie, dia baru sadar.
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅