Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngibulin Abi
Dewi akhirnya memilih untuk mencari tempat lain untuk di tinggal, dia merasa meski dengan sedikit uang namun tempat yang nyaman akan sangat berpengaruh untuknya saat ini.
Setelah berjalan beberapa kilo meter akhirnya Dewi pun menemukan tempat kos yang terlihat bersih dan nyaman.
''Permisi Bu, saya lagi mencari tempat kos apa di sini masih ada kamar kosong, saya lihat di depan tadi masih ada spanduk terpajang?'' tanya Dewi pada pemilik tempat itu.
''Oh iya neng masih ada 3 kamar kosong, kebetulan yang ngekos di sini pulang kampung buat nikah, neng mau?'' jawab ibu kos pada Dewi, Dewi pun langsung mengangguk senang.
''Mau Bu mau, berapa per bulannya?'' tanya Dewi memastikan.
''Murah saja kok, cuma 500 ribu sudah gratis WIFI air dan ada dapur yang tinggal pakai di belakang'' jawab ibu kos dengan ramah.
''Baik Bu saya ambil, kapan saya bisa mulai menempatinya?'' tanya Dewi pada ibu kos.
''Bisa langsung hari ini tapi harus bayar dulu di muka'' jawab ibu kos dengan tegas.
''Baik, saya bayar sekarang'' jawab Dewi dengan yakin.
Dewi mengikuti ibu kos untuk melihat kamar yang akan di tempatinya nanti, setelah puas melihat Dewi pun membayar lunas untuk sebulan kedipan.
''Nama kamu siapa?'' tanya Ibu kos pada Dewi.
''Saya Dewi Bu, saya baru datang dari Jawa kemarin sore'' jelas Dewi.
''Oh jauh juga ya, nak Dewi sudah menikah?'' tanya Ibu kos penasaran, Dewi pun mengangguk.
''Sudah Bu, saya ke sini buat nyari suami saya, sekalian cari kerjaan barang kali ada'' jawab Dewi lirih.
''Yang sabar, jika kita ada kemauan pasti ada jalan'' jawab ibu kos sembari menepuk bahu Dewi, kemudian ibu kos pun meninggalkan dewi di depan kamar kos nya.
Dewi pun membersihkan kamar tersebut dengan bersih dan rapi, setelah itu Dewi kembali ke hotel untuk mengambil barang-barang yang masih di tinggalkannya.
Setelah beberapa lama Dewi sampai di hotel, dia melihat Hp nya penuh dengan panggilan dari Abi.
''Mas Abi, ngapain dia telepon ya, aku telepon balik ah'' gumam Dewi yang kemudian segera menghubungi nomor ponsel Abi.
Di tempat lain Abi yang melihat Hp nya bergetar dan ada panggilan masuk dari Dewi pun segera melipir ke kamar mandi supaya tak ketahuan oleh Wulan.
''Sayang aku ke kamar mandi dulu, mau buang air'' pamit Abi tanpa menunggu jawaban dari Wulan, sesampainya di kamar mandi Abi pun kembali menghubungi Dewi.
''Halo Dewi, kamu ke mana saja baru angkat teleponku!'' oceh Abi yang kesal pada Dewi.
''Aku cari makan, enggak bawa Hp karena habis baterai'' jawab Dewi dengan jujur.
''Ya sudah enggak usah di bahas lagi, sekarang aku mau tanya, apa kamu sudah beli tiket buat balik ke Jawa?'' tanya Abi memastikan.
''Sudah, nanti sore berangkatnya, kenapa mas?'' tanya Dewi pura-pura.
''Ah enggak papa, nanti aku anterin kamu ke bandara lagi'' ucap Abi pada Dewi.
''Ah enggak usah mas, kamu kerja saja dari pada repot-repot nganterin aku'' jawab Dewi dengan yakin.
"Oh gitu, ya sudah kalau gitu, hati-hati di jalan dan kabari aku kalau sudah sampai ya" ucap Abi dengan pedenya, Dewi pun tersenyum kecut mendengar ucapan suaminya tersebut.
"Jangan khawatir, aku ini sudah besar enggak bakal kenapa-napa" jawab Dewi ketus, kemudian mematikan sambungan teleponnya.
"Dasar...di kiranya aku goblok apa,cih...tunggu saja mas aku pasti akan mencari tahu apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku'' gumam Dewi.
Dewi pun segera mengemasi barang-barangnya kemudian di pun segera cek out dari hotel dan kembali ke tempat kos barunya.
Sementara itu Abi merasa bahwa masalahnya telah selesai begitu saja saat mendengar Dewi telah membeli tiket pesawat untuk kembali ke Jawa, dia tak khawatir lagi pernikahannya dengan Wulan akan di ketahui Dewi begitu pula Dewi tak akan tahu kalau Abi sudah menikahi wanita lain yang jauh lebih cantik dan juga kaya dari dia.
''Sayang... apa aku boleh pakai mobil kamu siang ini?'' tanya Abi pada Wulan.
''Pakai saja, memangnya kamu mau ke mana mas?'' tanya Wulan asal.
''Ah enggak kok, aku hanya mau mengunjungi proyek yang lagi kita garap, mau ngecek saja sudah berapa persen pengerjaannya'' jawab Abi jujur.
''Ya sudah pakai saja, tapi jangan di rusak in loh ya, baru selesai aku servis kemarin soalnya'' jawab Wulan sembari menyerahkan kunci mobilnya pada Abi, Abi pun dengan antusias menerima kunci mobil tersebut, setelah itu Abi segera pergi meninggalkan Wulan.
''Ah senangnya punya istri kaya, kalau kayak gini kan aku jadi lebih percaya diri buat pamer ke orang-orang'' gumam Abi dengan senyum puas di wajahnya.
Dengan langkah tegap Abi pun berjalan menuju ke sebuah mobil mewah yang terparkir di halaman, Abi segera memencet remot pada kunci mobil saat sudah dekat dan kemudian Abi pun masuk ke dalam mobil mewah tersebut.
''Hah beginilah rasanya jadi orang kaya, hahahaha...Abi...Abi nasibmu begitu beruntung'' puji Abi pada dirinya sendiri.
Tak lupa Abi pun bergaya dan berfoto di dalam mobil mewah tersebut kemudian mengunggahnya ke sosmed, tentu saja tidak bisa di lihat oleh Dewi karena kontak Dewi tak di ijinkan melihat unggahan Abi.
Setelah puas berfoto Abi pun langsung tancap gas dan pergi meninggalkan kediaman keluarga Safrudin.
''Suami kamu mana?'' tanya pak Safrudin pada Wulan.
''Lagi pergi ninjau proyek katanya'' jawab Wulan tanpa menoleh karena dia masih sibuk dengan sarapan dan juga Hp nya.
''Kok kamu enggak ikut?'' tanya pak Safrudin lagi.
''Ogah banget, tempatnya kumuh dan becek, malas jadinya'' jawab Wulan jujur.
''Astagah Wulan, kalau semuanya kamu serahkan sama Abi terus kamu kapan bisanya, kamu loh yang akan mewarisi perusahaan papa bukan Abi!'' protes pak Safrudin.
''Haiyah papa ini, jangan cemas papa aku masih tahu kok batasannya, mana yang harus aku pegang dan yang tidak, kalau yang kasar-kasar itu biar bagiannya mas Abi saja tapi kalau soal keuangan tentu Wulan yang akan ngehendel semuanya'' jelas Wulan pada sang papa.
''Ya sudah terserah kamu saja asal kamu senang, tapi jangan sampai lalai'' pak Safrudin mengingatkan.
"pasti pa, jangan khawatir!" jawab Wulan sembari tersenyum.
Tak berapa lama kemudian Abi pun sampai di sebuah tempat proyek yang sedang membangun gedung komplek perumahan, dia segera turun dari mobil, tak lama kemudian ada seorang pekerja yang kalah sempoyongan mendekat ke mobil Abi, karena tak bisa menjaga keseimbangan orang itu pun tanpa sengaja berpegangan pada badan mobil yang di kemudikan Abi.
"Eh eh...turunkan tanganmu sekarang!" usir abi pada orang tersebut.
""maaf tu....tuan kami tidak sengaja!" ucap orang tersebut sembari menangkupkan kedua tangannya pada Abi.
"Maaf...maaf, emang ini mobil bakal bersih dengan lo minta maaf, sini bayar ganti rugi!" ucap Abi dengan kasar.
"Hah...ga....ganti rugi, tuan saya tidak punya uang tuan, lagian mobilnya nggak lecet juga nggak kotor kenapa saya harus ganti rugi, uhuk...uhuk!" jawab orang tersebut membela diri.
"Eh malah nyolot, gue tampol lo!" ancam Abi.
Orang itu pun langsung berlari pergi meninggalkan Abi dari pada urusan makin panjang dan runyam, di sana ada beberapa orang yang menonton dan kelihatan enggak suka pada sikap Abi.
"Dasar orang kaya baru punya mobil begitu saja sikapnya sudah kayak yang punya wilayah ini saja!" bisik salah seorang yang melihat kejadian itu.
"Sudah jangan ikut campur nanti kita yang kena imbasnya" sahut orang lain yang juga ada di tempat itu.
"Sialan malah kabur, awas aja kalau ketemu aku hajar kamu sampai mampus!" sumpah serapah Abi yang kemudian berjalan menuju ke lokasi proyek.
Kreeekkkkk!
Kaki Abi tanpa sengaja menginjak ranting, namun di bawah ranting tersebut ada sesuatu yang lembek becek dan bau.
"Eh apa ini, kok bau...loh kok....huuuuueeeeekkkkkkk!, sialan tai...!!!"
cinta boleh wi gobloogg jangan