"Saat kesetiaan hanyalah topeng dan kasih sayang adalah alat untuk merampas, Karin memilih untuk tidak menjadi korban."
Karin mengira hidupnya sempurna dengan suami setia bernama Dirga, sahabat sejati seperti Laura, dan kasih sayang Mama Mona. Namun, dunianya runtuh saat ia menemukan Laura hamil anak Dirga. Kehancuran Karin memuncak ketika Mama Mona, ibu yang sangat ia cintai, justru memihak Laura dan memaksanya untuk dimadu.
Di balik pengkhianatan itu, terbongkar rahasia besar: Karin bukanlah anak kandung Mona. Sebaliknya, Laura adalah putri kandung Mona yang selama ini dirahasiakan. Mona sengaja memanfaatkan kekayaan keluarga Karin untuk masa depan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
KArin menatap layar ponselnya lama, napasnya terasa berat. “Kenapa aku bisa sebodoh ini? Kenapa aku begitu mudah percaya padanya, padahal dia sama sekali tidak memberikan bukti yang jelas?” gerutunya, menyesali dirinya sendiri karena terlalu gegabah mempercayai pria misterius itu.
Meski begitu, Karin merasa informasi yang diterimanya masih belum cukup kuat untuk membongkar semua kejahatan Mona.
Perlahan rasa curiga muncul apakah pria itu hanya ingin memerasnya demi uang, tanpa benar-benar memberi bukti yang jelas?
Jari-jarinya bergerak cepat membuka riwayat chat pria misterius itu. Rahangnya mengeras. Ia menarik napas dalam sebelum mulai mengetik.
“Aku harus menanyakannya lagi. Aku tidak mau uang seratus jutaku hilang begitu saja.”
Dengan tangan sedikit gemetar, Karin menekan tombol panggil. Telepon berdering beberapa detik sebelum tersambung.
“Halo, Karin… ada apa? Kamu menghubungiku lagi?” suara pria itu terdengar di ujung telepon, santai tapi waspada.
“Hey, jangan pura-pura lupa! Aku sudah membayar mu mahal, tapi informasi yang kamu berikan sedikit dan belum cukup!” seru Karin, nadanya tegas dan meninggi.
“Lalu, apa yang kamu inginkan lagi, Karin?”
“Kamu gila, ya? Berikan aku semua bukti itu! Dan aku mau kamu menjadi saksi nanti saat Mona benar-benar masuk penjara!” ucap Karin, suaranya bergetar karena amarah.
Pria itu hanya terkekeh, bahunya sedikit terangkat. “Apa untungnya aku membantumu, Karin? Apalagi kamu minta aku jadi saksi,” ujarnya sinis.
Karin menekankan telapak tangannya di meja. “Apa maksudmu? Bukankah sejak awal kamu yang memberiku informasi itu tanpa aku minta, tapi sekarang kenapa malah mempermainkan ku?”
“Aku memang sengaja memberimu informasi itu, Karin, bahkan tanpa kamu minta. Tapi itu bukan berarti aku akan memberitahumu semuanya secara penuh,” jawab pria itu dingin.
Kemarahan Karin langsung memuncak. Tubuhnya maju sedikit ke depan, tangan mengepal, napasnya cepat. “Kurang ajar! Beraninya kamu mempermainkan ku!” serunya.
Pria itu menarik napas panjang, tenang tapi dingin. “Tenang dulu, Karin. Jangan marah-marah. Aku hanya bisa membantumu sedikit. Aku akan memberimu sebuah rekaman, tapi rekaman itu belum cukup membuktikan Mona bersalah secara langsung.”
“Apa maksudmu? Kenapa rekaman itu tidak bisa membuktikan Mona bersalah?” tanya Karin, matanya menatap tajam, campur penasaran dan marah.
“Di rekaman itu, Mona tidak terlihat melakukan apa pun secara langsung. Dia hanya menyuruh seseorang merusak rem mobil Bu Sinta. Jadi akan sulit menuduhnya secara langsung,” jelas pria itu.
“ Dasar bodoh! Kalau Mona menyuruh orang mencelakai ibuku, dan rekamannya jelas, kenapa harus ribet? Tinggal cari orang suruhannya saja!” seru Karin, suaranya bergetar karena amarah dan frustrasi.
“Masalahnya, orang suruhan Mona itu sudah menghilang. Aku sudah mencoba menyelidikinya, tapi tetap belum menemukannya,” jawab pria itu, nada serius tapi datar.
Karin menahan napas, hatinya panas oleh rasa frustrasi dan ketidakberdayaan. “Jadi maksudmu aku tidak bisa memenjarakan Mona atas apa yang sudah dia lakukan pada ibuku?” tanyanya, suaranya bergetar karena emosi.
“Tentu bisa, Karin. Kita bisa memeriksa lokasi kecelakaan, dan kamu juga bisa bertanya pada polisi tentang kecelakaan 25 tahun lalu,” jawab pria itu.
“Kenapa bukan kamu yang menyelidiki? Kalau aku harus menyelidiki sendiri, untuk apa aku membayar mu mahal?” ucap Karin, nadanya penuh sindiran.
Pria itu diam sejenak, lalu berbicara. “Aku tahu kamu marah, Rin, tapi aku bukan orang jahat dan tidak berniat menipumu. Aku akan mengirimkan rekaman orang suruhan Mona saat merusak mobil Bu Sinta, dan juga foto saat Mona memberikan uang muka kepadanya.”
Tanpa menunggu jawaban, Karin memutuskan sambungan telepon. Napasnya masih berat, matanya menatap tajam, rasa muak dan frustrasi jelas tergambar di wajahnya.
Beberapa detik kemudian, ponselnya berdering. Sebuah pesan masuk dari pria misterius itu berisi video dan beberapa foto.
Karin membuka video itu dan menatap layar. Matanya membesar, mulutnya ternganga, tubuhnya membeku saat melihat seseorang sedang mencoba merusak mobil ibunya, yang akhirnya menyebabkan kematian tragis ibunya.
Namun, di akhir video, ia melihat Mona berada di lokasi sebelum polisi datang. Hatinya sedikit lega; bukti itu kini cukup untuk menunjukkan keterlibatan Mona dalam tragedi yang menimpa ibunya.
Dengan video dan foto tersebut, Karin akhirnya memiliki cukup bukti untuk memasukkan Mona ke penjara.
“Tapi kalau aku langsung memenjarakan Mona, itu terlalu mudah! Aku ingin membalas semua perbuatan yang telah dia lakukan kepada Mama Sinta dulu,” ucapnya tegas, sorot matanya tajam.
“Aku tidak mau orang yang sudah merampas kebahagiaan Mama Sinta hidup tenang dan bahagia. Aku berjanji akan membalas semuanya… untuk Mama,” ujar Karin, suaranya dingin, penuh dendam dan tekad yang mengeras.
“Aku… tidak bisa tetap diam. Aku harus melakukan sesuatu… tapi apa?” gumamnya pelan
\*\*\*\*Bersambung\*\*\*\*\*
Jangan lupa like komen dan subscribe ya kak 🙏 supaya aku bisa tambah semangat lagi😁🙏
Dirga nikah siri sama Laura?
status belum cerai kan ya sama Karin
berarti Karin ijinin poligami apa bagemane kak
Dirga nikah pas status masih resmi sama Karin
kalau sama penghulu berarti Siri? Tapi itu sama aja Dirga poligami sementara dong ya
kalau secara hukum jelas gak bisa kan belom cerai
dan itu gak pake wali gak sah...
ku cuma bingung pas baca chapter 23-24 cuma mau mastiin nikahnya itu gimana maksudnya
maap banyak tanya, bingung beneran soalnya 🙏
pria itu kan menawarkan sebuah informasi
apalagi dibayar mahal
tapi di bawahnya kemudian dia malah gak gak kasih tahu, padahal yang menawarkan informasi itu si pria bukan Karin yang tanya
jadi ada inkonsistensi di sini
kalau aku jadi Karin, ku bakal tabok si informan dan ngomong
"Hei, aku sudah bayar kamu 100 juta untuk informasi receh?
Kamu tau info itu gak lapor polisi dan malah minta uang dariku? aku bakal laporin kamu ke polisi sebagian pemerasan! sekarang kasih tau aku siapa atau polisi akan datang, oh ya aku sudah rekam pembicara kita 🤣"
Karin bakal jadi the winner
keep update kak
semangat 💪
apakah ini cerita panjang??
semangat terus ya kak