kamu tidak melihatku, tapi aku melihatmu, dari banyaknya manusia kamu yang aku lihat, tetap lah bersinar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kuciang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Zayn yang sudah kenyang habis makan dan menikmatin buah tertidur, bahkan ethan yang sudah sampai dari tadi hanya menatap zayn dalam tidurnya
"tadi nangisnya lama" tanya ethan karna ibu zayn juga sama menatap putranya
"lumayan, sampai enek sendiri dia" ethan menatap anna meminta penjelasan "iya sampai sesak trus huek huek karna saking lamanya nangis"
Ethan tetap diam memilih tidak melanjutkan percakapannya, dan terus memandang wajah zayn, sampai matanya zayn terbuka
"laper~" ujar zayn pertama kali membuka suara
"mau apa" tanya ethan
"mau salmon yang masih fres" ethan juga sama bingungnya seperti anna, zayn itu tidak bisa makan salmon, dulu pernah ethan membawa nya makan di restroan tapi alhasil hanya ethan yang makan, zayn tidak cocok
"oke aku beliin" zayn hanya mengangguk sebagai jawaban
tentu bukan ethan yang membeli, dia menyuruh anak buahnya, sampai sekitar 40 menit akhirnya salmon yang zayn mau sampai juga
"nih makan lah, kalo kurang ibu ada nasi padang"zayn hanya diam tidak menjawab, lalu dirinya memakan salmon, membuat semua terheran
Karna zayn bisa makan-makanan seperti itu, dan habis pula, wow di luar prediksi mata nazwa
"enak" tanya wilson heran, dan zayn hanya menganggukan kepala
"aku pulang ya" ujar ethan pelan sambil mengelus puncak kepala zayn
"ngga nginep" tanya zayn membuat wilson jengah
"punya rumah kali dia boyy, udah besok sekolah, dia juga kaga bawa seragam" kesal wilson melihat drama anaknya
"apa sih ayah ini" kesal zayn
"aku ngga nginep, bener kata ayah kamu, besok sekolah" zayn hanya bisa menganggukan kepala sebagai jawaban
Ethan balik kerumahnya, dan zayn tertidur kembali, sampai jam tiga subuh zayn terbangun karna rasa tidak enak di perutnya
Zayn berlali ke kamar mandi, memuntahkan semua isi di perutnya "hoekk...hoekk"
tidak banyak yang keluar tapi mualnya luar biasa bagi zayn "tau gitu gua kaga makan salmon"
Sudah merasa enak zayn kembali tertidur, sampai jam lima subuh dia terbangun dengan keadaan yang sama, sudah terbilang tiga kali bulak balik zayn kekamar mandi tapi tidak ada yang keluar
Zayn memutuskan mandi dan turun ke bawah, dengan muka pucatnya, anna yang melihat sedikit khawatir
"kamu kenapa zayn, ko pucat" tanya anna
"perut zayn kaga enak, zayn muntah-muntah terus" lemas zayn yang duduk di ruang tamu
"itu tuh kaga bisa makan salmon, malah gaya-gayaan makan" ujar wilson yang membawa nasi goreng di tangannya
"hoek..hoekk" zayn langsung lari lagi kekamar mandi
"udah ngga usah sekolah ya" zayn hanya menggeleng sebagai jawaban
"permisi" suara berat ethan tentu di ketahui semuanya "zayn"
"tuh lagi muntah-muntah gara-gara makan salmon" ethan sedikit heran dan menghampirin zayn
Zayn yang mencium aroma tubuh yang dia kenal langsung berhenti muntahnya "masih muntah"
Zayn diam sesaat sebelum menjawab "udah ngga, gua mau makan dulu" zayn langsung menarik tangan ethan di bawanya kemeja makan
"aku kalo pagi kaga makan nasi" ujar ethan lembut
"tau...tapi temenin gua kaga apa-apa kan" ethan hanya diam memperhatikan zayn makan
Selesai makan zayn dan ethan jalan berangkat kesekolah hening sesaat sampai zayn membuka suara "mommy dokter, luh juga bisa dong jadi dokter"
"aku pernah sedikit belajar, tapi daddy menyuruhku meneruskan perusahaan" zayn hanya menganggukan kepala sebagai jawaban
"gua bingung, masa malam kaga apa-apa gua makan salmon, paginya muntah-muntah" ethan diam sesaat menunggu apakah ada kalimat lagi yang akan keluar dari mulut zayn
"sini tangannya" zayn memberikan tangannya, ethan memeriksa tangan zayn, meriksa denyut nadinya sampai dia memberhentikan mobil secara dadakan
"ehh buset kenapa cok" kaget zayn karna ethan berhenti tiba-tiba, melihat wajah ethan yanh tegang zayn juga ikut tegang "gua punya penyakit yang berat ya"
"ngga ada" ethan melanjutkan perjalanannya lagi, sampai dia di sekolah, tentu kebiasaan ethan adalah membukakan pintu dan membawa tas zayn
"woy zayn" panggil alex yang dari tadi menunggu zayn
"kenapa" kesal zayn karna mengingat kemarin
"hihi jangan marah lah karna gua tinggal, sorry sorry" ujar ervan yang mengikutin langkah zayn
"ehh sini dah" zayn berbisik pada temannya di belakang masih ada ethan, tentu ethan curiga
"oke" jawab mereka bersamaan "kita duluan ya"
"kamu ngomong apa" tanya ethan tentu zayn diam sesaat
"nanti pulang sekolah kita mau main PS" tanpa rasa curiga ethan mengantar zayn kekelas, karna dia juga harus mengurus prekrutan ketua osis baru
Sedangkan zayn dan kawan-kawan sudah berada di lapangan, tentu bukan mau olahraga, kedua temannya bolos jam olahraga
"gimana, kata gua kan apa" ujar zayn yang di balas anggukan kepala
"iya cok gede-gede"
"yuk gas lah"
"luh bawa yang gua suruh kan"
"tenang nih garam dan cabai, yuk mangganya sudah menggoda" zayn dan kawannya naik ke pohon mangga, sebenarnya ini pohon mangga tidak ada yang ambil, biasanya mereka semua kalo mau ya tinggal beli
liam dan daniel berlari keruang ethan, langsung membuka pintu ruang osis "tan zayn bolos lagi"
ethan yanh sudah tau hanya bisa menghembuskan nafasnya, dia mencari bersama osis lain seseluruh sekolah tidak menemukan, sampai suara tawa membuat semua berjalan ke arah suara
"gila luh zayn asem begini luh doyan" tawa alex yang melihat zayn makan dengan santai
"lambung cok" ervan juga ikut tertawa
"lambung luh yang norak" kesal zayn, sampai suara deheman menyadarkan mereka
"ekhm" zayn melihat ethan, bukan ethan doang seluruh anggota osis lainnya "zayn turun"
"ini belum jam masuk sekolah ya, jadi gua kaga bolos" kesal zayn seperti buronan yang di cari satu sekolah
"iya turun dikit lagi masuk" ethan merentangkan tangan untuk menangkap zayn, zayn tentu langsung melompat kepelukan ethan
"woy tangkap gua" teriak alex kepada daniel yang langsung di tangkap daniel
"gua juga" tapi liam langsung menghindari ervan, membuat nya terjatuh, langsung menjadi bahan tawa
"lanjutkan seleksinya, lalu suruh mereka buat misi dan fisi nya" ujar ethan kepada wakil osis
"loh kaga sama kamu" tanya wakil osis aleta
"ngga" ethan membawa zayn kekelas meninggalkan yang lain, liam dan juga daniel mengikutin ethan
Di kelas sudah masuk guru fisika, zayn yang tidak mengerti hanya berdiam, sampai dirinya merasakan perutnya yang tiba-tiba kram
"ethan" ethan yang merasa di panggil melihat kerah zayn "perut gua kram"
Ethan yanh mendengar, mendekatkan bangkunya lalu melingkarkan tangannya di pinggang zayn, mengakat seragam zayn, lalu mengelus perut zayn dengan lembut
Zayn yang kaget ingin marah, tapi merasakan perasaan yang nyaman dia menikmatin setiap elusan yang ethan berikan