NovelToon NovelToon
Perjalanan Pendekar Naga

Perjalanan Pendekar Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Musang Bulan

10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Situasi Benua Suci Tianwu

Sementara itu pada jarak ribuan kilometer dari Kota Changyun, sebuah kereta kuda melaju perlahan di tengah keramaian Kota Xianyang.

Di dalamnya seorang wanita paruh baya dan seorang gadis berparas anggun tampak berbicara dengan penuh keakraban, mereka adalah ibu dan anak yang secara kebetulan tengah membicarakan hubungan pernikahan.

Di balik ketenangannya, sekilas tidak ada yang menyangka jika wanita paruh baya itu memiliki kekhawatiran mendalam terhadap masa depan putrinya.

"Seperti kata pepatah, waktu tidak mengenal belas kasihan" Ujar wanita paruh baya yang bernama Wu Xuening itu.

Disampingnya, Lin Shuting tampak menggigit bibirnya sambil memikirkan perkataan ibunya. Ia yang sejak kecil hidup dalam kemewahan Istana, pada akhirnya tidak lebih seperti burung kecil yang terkurung dalam sangkar emas.

Posisinya sebagai putri mahkota adalah idaman setiap wanita di seluruh Benua suci Tianwu, tetapi tidak ada yang memahaminya jika posisinya tersebut telah menggiring hatinya pada kegelisahan yang tidak berujung.

Keadaan ini, telah mengikis semangat hidup dan gairahnya sebagai penerus tahta Kekaisaran Lin atas Benua suci Tianwu.

"Ibu, apakah ayah harus tetap memaksakan kehendaknya untuk menikakah aku dengan putra Patriark Klan Xiao?" Tanya Lin Shuting dengan ekspresi cemas.

Sebagai seorang wanita ia tentu ingin memiliki pasangan hidup berdasarkan perasaan saling menyayangi satu sama lain. Namun mendengar rencana dirinya akan dinikahkan dengan pewaris Klan Xiao, hatinya seperti tersayat sembilu.

Xiao Bao, pemuda yang dimaksudkan tidak lain adalah sosok yang congkak dan terkenal sebagai pemain wanita di Kota Xianyang. Dengan memanfaatkan statusnya, ia sering menekan para wanita untuk takluk dibawah kehendaknya.

"Putriku, jangan bersedih. Apa yang kamu lakukan adalah pengorbanan besar bagi keberlangsungan Kekaisaran" Ucap Wu Xuening sambil menyentuh punggung tangan putrinya yang sehalus giok.

"Tapi, ibu..." Suara Lin Shuting menggantung di udara, tampak penuh keraguan.

"Ibu tahu kegelisahan mu, tugas ini tidak mudah. Bahkan jika hubungan pernikahan itu tidak menghadirkan putra mahkota maka pengorbananmu akan sia-sia, pada akhirnya tahta Kekaisaran Lin akan diteruskan oleh Keluarga Xiao" Wu Xuening berbicara dengan nada berat.

"Namun, hal itu juga tidak terlalu buruk. Dengan ancaman pihak luar yang berakibat kehancuran rakyat secara keseluruhan, keluarga Xiao tetap layak menjadi pahlawan" Wu Xuening melanjutkan perkataannya.

Sebagai seorang permaisuri agung, jelas ia mengetahui kondisi Kekaisaran Benua Suci Tianwu yang kini tengah menghadapi tekanan. Bangsa barbar yang berhasil bekerja sama dengan Sekte Iblis telah berulang kali melakukan serangkaian serangan di wilayah perbatasan. Sementara Akademi Tianwu yang sudah banyak mengirimkan murid terbaiknya, pada akhirnya memiliki keterbatasan.

Hal ini telah memaksa Kaisar Lin memeras otak, satu-satunya jalan tersisa adalah membujuk Klan Xiao yang merupakan Klan terkuat di Ibukota Kekaisaran untuk bergabung. Hanya saja cara yang dilakukan adalah dengan mengorbankan perasaan putri mahkota Lin Shuting, jika Kaisar Lin masih memiliki putra yang lain maka situasinya tidak serumit ini.

Kaisar Lin adalah sosok pria yang hanya memiliki seorang anak dari permaisuri. Berbeda dengan para Raja pada umumnya yang memiliki banyak selir untuk memperoleh keturunan, Kaisar Lin justru bertahan hanya pada seorang wanita karena alasan kesetiaan.

Kini, permaisuri agung Wu Xuening hanya bisa menahan keluhan tanpa bisa mengungkapkannya. Dengan pendirian Kaisar Lin itu, entah ia merasa senang atau ingin menangis pada akhirnya. Tidak ada yang menyangka jika Benua Suci Tianwu yang semula berjalan damai akan dihinggapi permasalahan serius yang berujung pada kehancuran.

Kereta kuda yang membawa ibu dan anak itu akhirnya berhenti di depan sebuah kuil, hari ini mereka berencana untuk berdoa kepada leluhur agar diberikan jalan keluar bagi negeri ini.

Gerbang Kuil Jiguan masih berjarak beberapa puluh meter, namun kondisinya yang merupakan jalan berundak membuat kereta kuda tidak bisa melintasinya. Selain itu, Kuil Jiguan merupakan rumah leluhur keluarga Kekaisaran, sehingga terdapat aturan ketat bagi para penziarah yang ingin berkunjung ke dalamnya.

Permaisuri agung Wu Xuening dan juga putra mahkota Lin Shuting harus memberikan contoh, meski sebatas formalitas belaka namun hal ini dianggap sebagai bentuk ketaatan pada leluhur.

Memperhatikan kebimbangan di wajah putrinya, Permaisuri Wu Xuening pun menarik tangan Lin Shuting dengan lembut sambil berkata, "Mari kita masuk"

Putri Lin Shuting mengangguk lalu berjalan di samping Permaisuri Wu, di depannya sudah beriringan rombongan dari kementerian upacara yang mengatur sesuai tradisi.

Tidak seperti hari biasanya yang dipenuhi oleh penziarah yang datang dari berbagai negeri, hari ini Kuil Jiguan ditutup untuk umum demi menyambut kedatangan keluarga utama Istana Kekaisaran.

"Amitabha! Sungguh suatu kehormatan besar atas kunjungan permaisuri agung ke kuil Jiguan hari ini" Ucap kepala kuil yang sudah siap menyambut.

Dari sikapnya, ia tampak seorang biksu yang terlihat tulus dengan tidak terpengaruh pada urusan duniawi.

Permaisuri agung yang sudah mengenal sosok Kepala kuil berkata dengan tenang, "Terimakasih atas penyambutan dari Biksu kepala, hari ini aku datang bersama Putri mahkota untuk berdoa demi keselamatan negeri"

Mendengar hal itu, kepala kuil mengulurkan tangannya dan mempersilahkan rombongan permaisuri untuk menuju altar suci.

"Silahkan Permaisuri agung..."

Detik selanjutnya ia memimpin rombongan Permaisuri untuk menuju bagian terdalam Kuil Jiguan yang selama ini memang dikhususkan untuk keluarga inti kerajaan.

Saat Permaisuri agung dan putri mahkota bersiap memasuki Aula Utama untuk berdoa, beberapa orang dengan mengandalkan kode mulut tampak bergerak menjalankan rencana.

Lin Shuting yang tidak mengetahui tentang skenario buruk yang akan menimpanya, tampak serius memandang papan arwah milik leluhur mendiang Kaisar sebelumnya.

Putri Lin Shuting kemudian menyalakan lilin, membakar dupa dan membungkuk beberapa kali sebagai penghormatan pada para leluhur. Dalam hatinya ia berbisik, "Aku putri mahkota Lin Shuting tidak akan membiarkan Kekaisaran Benua suci Tianwu hancur, namun aku hanya seorang wanita yang lemah dan perkenankan lah kekuatan para leluhur untuk melindungiku"

"Aku berjanji akan melindungi tanah Benua Suci Tianwu dari serangan bangsa asing, aku bersumpah untuk melindungi setiap tetes darah rakyat Benua Suci Tianwu"

"Jika kalian bisa mendengar isi hatiku, tolong kirimkan seorang pendamping hidup agar bisa menjaga dan mewarisi tahta Kekaisaran dengan baik. Pemuda yang tampan, kuat, gagah berani serta memiliki kepribadian luhur yang mampu menjaga segenap tanah air"

Tubuh Lin Shuting tampak bergetar, hanya pada kekuatan leluhur ia menyandarkan harapannya. Jelas ia secara terang-terangan menantang tradisi kepercayaan pada garis keturunannya, jika itu tidak berhasil maka kemungkinannya ia hanya akan menyerahkan hidup tanpa memikirkan keberlangsungan tahta Kekaisaran yang berada di genggaman tangannya.

Setelah mengutarakan maksud dan tujuannya, Lin Shuting menancapkan dupa ke dalam tempat pembakaran.

Sejujurnya Lin Shuting tidak terlalu percaya dengan apa yang ia lakukan, namun kali ini ia tidak memiliki jalan lain selain menyerahkan urusannya kepada takdir. Sebagai putri mahkota yang berbakti ia akan menjalani rencana ayahnya selaku Kaisar, namun sebagai wanita yang memegang prinsip kehidupan ia juga akan menempuh jalur bunuh diri demi menjaga kesuciannya.

1
Someone
Up
Qisya Zahra12
Baru baca novel kultivasi, langsung cocok pas baca yang ini.
Werkudara
Menanti serunya perjalanan panjang sang legendaris... 👍
Werkudara
Ini sebuah karya tulis yang sangat menarik, tentang perjalanan hidup seorang kultivator mencari hakekat kehidupan... lanjut... 👍
Freddy Suwindi
y
Oe Din
Poko'e semangat berkarya...!!!
Oe Din
Luar biasa
Ernest T
upupupupupuppppppp thor
Someone
Seru diawalnya
Someone
Jadi penasaran dengan identitas gurunya xiao tian
Someone
Mulai suka
Ismaeni
coba jaga kepercayaan para reader ya thor,jangan ketika sudah banyak yang suka karyamu tiba-tiba terhenti tanpa ada pemberitahuan. ..
Ismaeni
tidak asing dengan alur ceritamu...
Ismaeni
sepertinya aku tau siapa kamu thor.../Facepalm/
Zainal Tyre
lanjut thor
Musang Bulan
Yang minta update, ditunggu ya. Jangan lupa like dan komentarnya ya supaya karya ini tetap eksis. Banyak karya di NT tidak berlanjut karena kurangnya dukungan berkarya dari pembaca.

Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...
PAIZ 0507: gas tor
total 1 replies
Ismaeni
sepertinya pernah baca cerita yang agak mirip-mirip yaa,cuma sayang tidak berlanjut padahal sangat bagus menurutku ...semoga cerita ini bisa sampai tamat sebagai penggantinya. ..
Iwa Siaga purna
Diawalnya bagus, nyimak terus
Iwa Siaga purna
Nama Li Mochou jadi inget ma tokoh dlm kisah Yoko.
Iwa Siaga purna
Nyimak dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!