NovelToon NovelToon
365 Day

365 Day

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Murni
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Kau tidak punya pilihan lain selain menikah dengan ku Embun."ucap Alfaro.

Sementara gadis yang kini tengah menundukkan kepalanya itu tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Hanya karena satu peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya gadis itu harus terjebak bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Maaf mengganggu mu, tapi kamu tau sendiri anak-anak tidak bisa jauh darimu."ucap Embun yang kini meminta maaf pada Hugo.

"Tidak masalah, justru aku senang setidaknya ada mereka yang selalu merindukan ku dan menganggap ku sebagai manusia."ucap pria itu terlihat tersenyum dipaksakan.

"Hugo tidak ada yang membenci mu, semua hanya perasaan mu saja bukankah berdamai dengan diri sendiri adalah obat dari segala rasa sakit?"ucap Embun yang lagi-lagi mengingatkan bahwa dia harus bisa memaafkan masalalunya yang kelam dimana dia mendapatkan kekerasan seksual saat dia masih sangat kecil dan itu dilakukan oleh orang terdekat nya yaitu pemilik panti asuhan yang sudah seperti ayah baginya.

Sejak hari itu dia menyimpan dendam keramat dan dia pun terjerumus kedalam dunia gei tersebut.

Sejak dulu yang dia rasakan adalah kehampaan, tidak ada support keluarga atau teman yang bisa membuat dia terlepas dari trauma berat yang ia alami, dia hidup dalam bisikan iblis yang membuat dia semakin mendendam dan Hugo akhirnya membunuh pria itu dengan tangan nya sendiri.

Jika orang lain mengenalnya sebagai Hugo yang saat ini adalah warga negara tempat dimana Embun dan pria kemayu itu bertemu, maka semua orang salah besar.

Hugo berasal dari negara lain, dan dia berada di sana setelah lolos dari hukuman mati, lebih tepatnya buronan atas kasus pembunuhan tersebut yang sudah mengubah ciri fisik dan juga identitas nya.

Hanya dengan Embun pria itu bisa jujur, Hugo sangat percaya bahwa Embun bisa memegang kepercayaan nya dan tidak hanya itu Hugo juga sudah menganggap Embun sebagai saudara nya.

Embun pun tak peduli Hugo seorang kriminal karena selama dia bersikap baik terhadap nya dan anak-anaknya maka Hugo akan tetap menjadi sahabat terbaik nya.

Jika Hugo selalu bersikap kemayu di hadapan Embun, maka tidak di depan anak-anak, dia akan bersikap layaknya pria normal yang tidak punya cacat sedikitpun.

Panggilan antara Hugo dan Embun pun berakhir, dan Embun pun bisa istirahat bersama kedua anaknya yang kini sudah berada di alam mimpi.

Sementara itu di tempat lain Alfaro kini tengah berusaha untuk mencari cara agar dia bisa menemui Embun di saat dia sendiri berada di dalam pengawasan.

Jika Embun berfikir bahwa Alfaro sudah benar-benar melupakan nya maka Embun keliru, Alfaro tidak menunjukkan rasa peduli nya di hadapan semua orang tapi tidak saat dia tengah sendiri.

Sampai hari peresmian EDD boutique Alvarez itu di gelar, Embun dan kedua anaknya tampil menjadi pusat perhatian.

Acara syukuran kecil-kecilan itu diadakan di butik itu sendiri meskipun saat ini orang membeludak karena diskon khusus yang diberikan oleh Embun sebagai cuci gudang. Karena setelah ini Embun akan memajang barang-barang limited edition dari hasil karya nya itu.

Alfaro dan asisten pribadinya pun sempat hadir untuk menawarkan kerja sama karena itu adalah satu-satunya cara supaya Embun dan didinya bisa bertemu sesering mungkin untuk membahas bisnis sekaligus untuk membahas masalah rumah tangga mereka.

Alfaro yang melihat kedua buah hatinya yang begitu tampan dan cantik itu pun langsung mendekat kearah Embun yang kini tengah berjongkok di hadapan mereka berdua.

"Damian tunggu didalam bersama adik Mama sedang ada banyak pekerjaan ok"ucap Embun.

"Tapi mam, daddy belum telpon kita."ucap mereka.

"Oh ya ampun sayang daddy sedang bekerja mungkin sebentar lagi dia akan menghubungi kalian sekarang bawa handphone Mama kedalam dan kalian bisa tunggu di sana."ucap Embun yang membuat langkah Alfaro terhenti.

"Ok mam."ucap Damian dan Dilara.

Embun pun menghela nafas lega dan kini dia bangkit berdiri kemudian berbalik dan.

Deg....

Jantung Embun seakan berhenti berdetak saat bertemu tatap dengan pria yang selama ini coba ia lupakan.

"Siapa yang berani menggantikan posisi ku di antara kalian?"ucap Alfaro yang kini menatap datar kearah Embun.

"Maaf tuan maksud anda?"ujar Embun yang seolah-olah tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Alfaro saat ini.

"Kenapa mereka tidak mengenaliku saat kita bertemu apa yang kamu lakukan pada mereka hingga mereka melupakan ku?"ucap Alfaro lagi.

"Apa seorang anak bisa mengenali siapa ayahnya disaat ayahnya bahkan tidak pernah ada untuk nya, bahkan sejak mereka lahir."ucap Embun.

"Kamu tidak tau bagaimana berada di posisi ku selama ini babe,"ucap Alfaro.

"Aku sangat tau Al, aku bahkan tau segalanya tentang mu! Itulah kenapa aku melakukan semuanya itu, seharusnya kamu bersyukur karena kebahagiaan mu tidak terganggu oleh kami bertiga, dan seharusnya kamu tidak usah menemui kami lagi agar tidak ada lagi beban dalam dirimu."ucap Embun tegas.

"Babe, apa kau pikir semua seperti yang kamu lihat dan kamu dengar hmm... tidakkah kamu mengenal ku setelah kebersamaan kita dulu?"ucap Alfaro yang kini terlihat putus asa.

"Cukup Al, tolong hentikan semua ini. aku sedang bekerja keras untuk masa depan anak-anak ku, jika kamu tidak bisa mengakui mereka sebagai anak mu setidaknya jangan menghambat acara yang ku adakan saat ini karena ini adalah satu-satunya sumber kehidupan mereka."ucap Embun pelan.

"Apa nafkah yang selama ini aku berikan masih kurang."ucap Alfaro yang menghentikan langkah Embun yang hendak menyambut pelanggan setia nya.

"Apa kamu kira aku akan menggunakan semua itu untuk menghidupi anak-anak ku, disaat rasa sakit yang kamu torehkan di sini begitu dalam. Bukan karena pernikahan mu dan kebahagiaan mu yang membuat ku ingin menghapus mu dari memori ku, tapi kepedulian mu terhadap mereka. Bahkan satu kali saja saat mereka terlahir ke dunia kau tidak datang untuk memberikan tanggung jawab mu sebagai seorang ayah yang sangat dibutuhkan saat mereka akan lahir kedunia. Kau bahkan tidak pernah peduli dengan itu bukan? Aku bahkan harus menggunakan identitas pria asing yang rela menggantikan posisi mu demi mereka yang hampir mati karena terlambat ditangani."ucap Embun.

"Alfaro seakan di timpuk batu besar dadanya terasa sesak,air mata itu menetes begitu saja mengetahui fakta bahwa Embun begitu terluka dan sangat menderita disaat dia dalam keadaan bahagia menyambut kehadiran putra pertama dari pernikahan kedua nya itu.

"Maafkan aku babe, aku sangat bersalah padamu dan anak-anak kita."ucap Alfaro.

"Tidak ada lagi kita Al, semua sudah berakhir sejak saat itu. Sekarang kamu hanya harus fokus pada masa depan mu yang penuh dengan kebahagiaan itu dan aku akan tetap berjuang untuk masa depan anak-anak ku."ucap Embun.

🧸🧸🧸🧸🧸

Alfaro pun pergi meninggalkan boutique tersebut, dia tidak lagi berdebat dengan Embun saat ini karena dia tidak ingin merusak acara Embun.

Tapi pria itu sedang merencanakan sesuatu saat ini untuk bisa mendapatkan kembali cintanya.

Dua hari telah berlalu sejak hari itu, Alfaro tidak lagi datang ke rumah ataupun boutique milik Embun, dan Embun pun terus memikirkan apa yang terjadi pada pria itu.

Hati Embun terus berada dalam dilema karena lagi-lagi Embun gagal untuk melupakan pria yang lagi-lagi mendatangi dirinya.

Entah itu kekuatan cinta atau rasa bersalah karena telah membuat pria itu tidak bisa bertemu dengan anak-anak mereka.

Hari ini Embun tengah sibuk mengurus barang-barang jualannya yang dipajang di patung manekin dan yang ada di deretan gaun pengantin produksi nya sendiri tersebut.

Embun mengisi setiap sudut dan deretan etalase boutique tersebut dengan barang-barang baru sebelum hari esok ia membuka boutique tersebut dengan nama yang baru.

Damian dan Dilara pun membantu sang mama yang kini membawakan baju-baju yang masih berada di bungkusan plastik yang akan disimpan sebagai stok di etalase ruangan penyimpanan itu.

Semua itu didatangkan dari Paris karena Embun akan kembali mengurus boutique nya itu dengan tangan nya sendiri meskipun selama ini baju dan yang lainnya masih hasil kerja keras Embun, namun Embun tidak mengelola boutique tersebut secara langsung.

Saat semua selesai, Embun pun memutuskan untuk membawa anak-anak nya pulang, tapi saat mereka berempat keluar, termasuk asisten pribadi Embun yang kini mengantar mereka keluar, Alfaro sudah berdiri di samping mobil nya.

"Hi... Sayang kemari lah daddy datang untuk menjemput kalian semua."ucap Alfaro.

"Mam."ucap keduanya kebingungan.

"Masuk kedalam mobil bersama aunty Nana, Mama akan temui beliau."lirih Embun yang membuat keduanya mengangguk faham.

Embun pun langsung bergegas menghampiri Alfaro yang kini terlihat kecewa dengan keadaan itu."Al jangan buat mereka bingung dengan keadaan ini mereka bukan orang dewasa yang bisa menerima semua itu dengan cepat."ucap Embun.

"Tapi aku berhak atas mereka."ucap Alfaro.

"Aku tidak bodoh dan aku tidak lupa akan hal itu Al, tapi kamu hanya akan membuat mereka shock dan bingung mengertilah."ucap Embun.

"Aku harus mengerti sampai kapan lagi babe."ucap Alfaro.

"Al seharusnya kamu bisa sadari semua kesalahan mu dan introspeksi diri bukan malah menyalahkan ku atas keadaan ini."ucap Embun yang tidak terima karena Alfaro seolah-olah menyalahkan dirinya atas sikap yang ditunjukkan oleh kedua anaknya yang benar-benar tidak mengenali dirinya.

Embun sudah melakukan hal yang tepat untuk semua itu, dia tidak ingin memberikan harapan palsu terhadap anak-anak nya jika dia memberitahu tentang siapa ayahnya, karena Embun sadar sampai kapan pun dia tidak akan pernah diakui oleh Alfaro atau pun keluarga besar pria yang pernah menjadi suami kontrak nya itu. bagaimana jadinya jika embun memberitahu anak-anak nya saat itu mungkin mereka akan meminta bertemu dan tinggal bersama Alfaro sementara Alfaro tidak akan pernah memberikan hal itu. Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya jadi mereka, karena Embun sudah mengalami semua itu sejak kecil.

Jadi lebih baik mereka tidak tau siapa ayah kandung mereka yang sebenarnya, daripada rasa sakit yang embun rasakan dulu terulang kembali.

Alfaro pun langsung bergegas pergi mengikuti mobil yang kini ditempati oleh Embun, dia tidak ingin menyerah sampai dia tiba di rumah mereka, Alfaro pun masuk seperti biasanya.

"Ini buku nikah kita babe,"ucap Alfaro.

Embun langsung mematung di tempatnya saat melihat dua buku nikah suami dan istri yang kini ada di tangan Alfaro.

Embun masih belum merespon perkataan Alfaro bahkan dia tidak mempedulikan buku nikah yang menurutnya itu palsu karena biar bagaimanapun untuk mendapatkan itu semua harus melewati proses ijab kabul dan tanda tangan wali juga saksi.

Sementara mereka tidak melakukan ijab kabul sama sekali."Apa pernikahan itu seperti lelucon bagimu."ucap Embun yang kini menatap datar kearah Alfaro.

"Terserah kamu mau percaya atau tidak tapi ini adalah buku nikah asli dan aku sudah melakukan ijab kabul dengan daddy mu satu hari yang lalu kamu hanya perlu tandatangan semua berkas itu babe."ucap Alfaro dengan gamblang nya.

Tapi tetap saja Embun tidak percaya dengan itu, hingga Alfaro menghubungi ayah kandung Embun.

Pria itu memang bukan wali yang sah karena dia menikahi Delima saat Embun sudah hadir dalam kandungan nya.

Meskipun secara biologis dia tetap ayah Embun tapi untuk menjadi wali pernikahan tuan Nelson tidak sah.

Yang menjadi wali Embun adalah wali hakim namun tuan Nelson ikut serta menjadi saksi berikut sepupu Alfaro meskipun wanita itu terpaksa melakukan nya karena dia berhutang janji pada Alfaro dulu, bahwa saat Alfaro menikah dengan wanita yang sangat ia cintai dia akan menjadi saksi pernikahan itu.

Semua itu dilakukan karena bagi wanita bernama Serena Wijaya Alfaro tidak akan pernah menikah dan punya anak dengan wanita yang ia cintai, karena cinta itu adalah hal yang mustahil di keluarga nya.

Semua menikah atas dasar perjodohan, dan kalaupun ada wanita yang keluarga Wijaya cintai maka mereka harus puas menjadi wanita simpanan saja.

Embun pun hanya bisa menangis sesenggukan saat tuan Nelson meminta maaf dengan tulus karena selama ini ia adalah ayah yang tidak baik bagi Embun karena tidak bisa memberikan nafkah maupun kasih sayang seperti yang dibutuhkan layaknya seorang anak.

Tapi tuan Nelson tidak ingin kedua cucunya itu mengalami hal yang sama itulah kenapa dia akan memohon pada kedua orang tua Alfaro untuk bisa menerima Embun di keluarga itu meskipun dia harus bersujud di kaki tuan Wijaya.

Tapi Embun menolak seburuk apapun perlakuan tuan Nelson padanya dia tidak ingin orang tuanya itu sampai memohon dan bersujud di kaki orang lain.

"Tidak daddy jangan lakukan itu, Embun lebih baik tetap seperti ini tapi hidup Embun damai bersama dengan anak-anak. Daripada dapat pengakuan tapi anak-anak menderita karena dicemooh orang lain. Karena meskipun hanya ayah angkat Hugo mampu menggantikan sosok ayah yang mereka butuhkan."ucap Alfaro yang kini langsung melempar ponselnya karena merasa tidak dihargai dan dibakar api cemburu.

"Sebaiknya anda pulang tuan sebelum mereka mengetahui keberadaan anda saat ini."ucap Embun.

"Babe kamu itu sungguh keterlaluan!"bentak Alfaro.

"Mam daddy ingin bicara."ucap Dilara.

"Tunggu di kamar sayang, bilang sama daddy nanti hubungi mama lagi setelah urusan mama selesai."Ujarnya.

1
partini
berbakti pada orang tua tapi bikin orang lain sengsara hah ada gitu yah apa itu ga dosa ,busehhhhh gampang amat
ajaran dari mana itu ????????
Erny Su: Itulah ciri-ciri orang yang keliru.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!