NovelToon NovelToon
ARGADANA

ARGADANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: tiara

Menceritakan mengenai sebuah keluarga yg awal nya keluarga yg utuh, keluarga baik baik tapi seketika berubah menjadi keluarga kejam yg tidak banyak orang tau, kelurga yg penuh cinta dan kehangatan berubah menjadi sebuah keluarga penuh rasa dendam dan kebencian



Dari pembantaian secara tragis itu merubah kehidupan keluarga ARGADANA tidak ada cinta kebaikan maupun kasih sayang




Mampu kah mereka tetap menjaga keutuhan keluarga yg tersisa atau malah mereka semua mati dengan mengenaskan oleh musuh?


Mampu kah cinta mengalahkan rasa benci mereka atau malah kegelapan semakin menutupi keluarga itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar bela diri

Alin setelah membuat sarapan dan membereskan dapur kembali ke kamar untuk berlatih dengan Letta karna Letta juga cuti selama perang itu, Alin menganti baju nya kebetulan Rendra masuk menatap Alin dari atas sampai ke bawah yang meski baju ketat dan seksi karna jika baju panjang Alin akan berkeringat itu tidak nyaman jadi Alin hanya mengunakan baju pendek

"Mau kemana"tanya Rendra datar

"Latihan sama Letta"jawab Alin santai

"Kenapa pakai baju itu kamu seperti kampungan"ujar Rendra datar Alin menatap diri nya di cermin itu baju pemberian Letta kemarin juga Alin memakai nya bahkan Letta memuji nya sangat seksi seperti akan menggoda

"Ini pemberian Letta bahkan dia mengatakan seksi"ujar Alin heran

"Biar aku akan melatih mu hari ini"ujar Rendra

"Tuan kan masih terluka nanti jahitannya terbuka"ujar Alin

"Kamu meremehkan aku , luka ini tidak seberapa meski aku di tembak beberapa kali luka itu tidak membuat aku mati"geram Rendra

"Ya hanya cinta membunuh orang seperti mu"gumam Alin

"Apa yg kamu bilang"geram Rendra mencengkram dagu Alin

"Terus aja sampai aku mati"sinis Alin

"Kamu berani ya"Rendra benar geram dia mencekik Alin

Huuk huuk

"Berani kamu ngedumel seperti itu aku benar cekik kamu sampai mati"geram Rendra

"Aku latihan sama Letta saja"ujar Alin menahan kekesalan nya

"Masih ingin membantah "geram Rendra

"Iya aku akan patuh"ujar Alin

"Bagus itu"Rendra duduk menjentikkan jari nya agar Alin mendekat segera Alin mendekat

"Ayo push up"ujar Rendra

"Push up"ulang Alin

"Kenapa ngak kamu aja"ujar Alin malas

"Aku ini guru mu ayo cepat atau aku hukum"kesal Rendra

"Mending aku sama Letta ngak galak mengajari nya"gerutu Alin

"Ayo cepat"Rendra menarik tengkuk Alin untuk push up Alin segera melakukan itu tapi push up terlalu sulit

"Guru kemarin aku sudah belajar stamina malah aku sudah belajar bela diri sama guru Letta izin aku lanjut belajar bela diri guru"ujar Alin tersenyum menatap Rendra membuat Rendra merasakan jantungnya berdetak cepat

"Ya silahkan mana aku mau lihat"Rendra berdiri berusaha menetralkan jantung nya,Alin berdiri memasang kuda kuda Rendra melihat itu menendang pelan kaki Alin membuat nya terjatuh

"Yang kuat "ucap Rendra membuat Alin berdiri lagi tapi Rendra menendang kaki Alin membuat Alin terjatuh Alin berdiri dengan tegap dan saat Rendra menendang nya kaki Alin tetap berdiri

"Gerakan pertama kamu bisa melakukan seperti ini"Rendra memeluk Alin dari belakang memegang kedua tangan Alin dan memajukan dan memundurkan tangan itu

"Bisa arah kan saja"Alin menghindar

"Ada apa"heran Rendra

"Tidak ada"ujar Alin menepuk pipi yg terasa panas mengulum senyumnya

"Arah kan saja"ujar Alin lagi

"Oke,aku akan coba mengajarkan mu ilmu dasar"ucap Rendra menghadap Alin

"Gerakan pertama biasanya lawan memukul bagian wajah kita perlu menunduk lalu memukul perut nya"ucap Rendra menunduk kan gerakan serangan dengan pelan

"Ayo lakukan"ucap Rendra menatap Alin lalu Alin menunduk mengulang terus menerus

"Sarangan perut"ujar Rendra membuat Alin mengelak lalu mengerak kan sikut nya seperti memukul kepala lawan terus menerus

"Serangan bawah"ujar Rendra membuat Alin melompat lalu menendang terus

"Gerakan apa saja yg di lakukan Letta"tanya Rendra menatap wajah Alin

"Menghindar dan bertahan belum pernah di ajarkan serangan"ujar Alin mengatur nafas nya

"Lihat gerakan aku"ujar Rendra lalu melompat menendang seperti menendang tubuh dan memukul

"Jika beberapa gerakan bisa di hapal maka insting mu akan tajam sendirinya "ucap Rendra

"Kamu hapal dengan baik jurus ku"ujar Rendra lalu memasang jurus nya bergerak Alin menyimak dengan seksama

"Lakukan"ujar Rendra dan Alin mulai meniru seperti Alin belajar dengan seksama sehingga dia bisa menguasai jurus itu

"Ini jurus andalan lakukan jika kamu benar terdesak"Rendra mengeluarkan jurus andalan bisa di lihat Alin lalu mencoba nya

"Semua habis hanya saja pukulan mu kurang kuat usahakan dalam berkelahi tidak hanya kemampuan tapi kekuatan karna jika kamu menggunakan kekuatan memukul lawan dengan sekali pukul dia bisa tumbang"ujar Rendra

"Aku mengerti guru"hormat Alin

"Serang aku"ujar Rendra santai Alin tanpa ragu memukul Rendra tapi tangan Alin mampu di tahan Rendra menendang juga bisa di tangkis Rendra Alin mengayunkan kedua tangan tapi di tangkis oleh Rendra,Alin melompat membuat Rendra mengeluarkan senyum menyeringai dia melompat memeluk tubuh Alin hingga Alin berada dalam gendongannya

"Kamu tidak bisa menyentuh ku apa lagi menyakiti ku"ujar Rendra serius merapikan rambut Alin yg berdegup tidak karuan

"Aku tau itu "ujar Alin mencengkram bahu Rendra lalu Rendra menarik pinggang Alin

"Mau kabur kemana kamu"ujar Rendra serius

"Kamu sendiri tau tuan jika aku pun tidak bisa lari dari mu"ujar Alin

"Bagus itu kamu mulai paham"ujar Rendra menarik tengkuk Alin untuk mendekat lalu mencium bibir itu Alin mengalungkan tangannya di leher Rendra membuat Rendra kaget kenapa malah Alin tidak menolak tapi Rendra tidak peduli itu dia menikmati ciuman lembut mereka

Brak

Suara itu membuat kedua nya melepaskan ciuman itu lalu Rendra menoleh melihat kan adik adik nya Alin membalikkan tubuhnya malu

"Bang"ucap Pandra mendekat

"Kenapa"ucap Rendra datar

"Abang jawab dengan jujur dengan kami abang punya perasaan dengan nya"tanya Pandra dingin

"Perasaan apa,kamu tau aku tidak punya hati cinta dan kasih sayang"ujar Rendra tajam

"Aku kira kemarin itu saat abang melakukan nya di depan Alexa itu hanya untuk membalas Alexa abang melakukan seperti beneran punya cinta sama dia dan sekarang aku paham jika abang beneran cinta sama dia"ucap Pandra

"Cinta apa sih Pandra aku suka sama dia"Rendra menarik rambut Alin membuat Alin meringis

"Tidak sama sekali"ucap Rendra tajam Alin memegang tangan Rendra karna merasa sangat sakit

"Aku lihat bagaimana cara abang mencium nya aku ini seorang pria bang jadi paham betul "ujar Pandra tidak senang

"Kamu mau tau itu"Rendra meletakkan tangannya di leher Alin memeluk dari belakang

"Kamu paham betul Pandra *** adalah kebutuhan seorang pria dia tidak lebih seperti jalang"ujar Rendra mendorong kepala Alin membuat Alin terjatuh

"Sekarang jawab aku apa kah dia masih mencintai bang Rendra"tanya Pandra tajam lalu menginjak tangan Alin

"Aghh sakit Pandra"jerit Alin saat tangannya terus di injak Pandra

"Aku tidak tau aku mana bisa mendengar suara hati orang"Rendra membelakangi mereka semua

"Memang nya kenapa jika aku mencintai kakak mu"ujar Alin memegang kaki Pandra

"Karna aku tidak suka itu"bentak Pandra mencekik Alin lalu mengangkat tubuh Alin membuat Alin tergantung dia memegang tangan Pandra

"Aku tidak menyukai ada cinta di keluarga ini"ujar Pandra lalu melempar Alin membuat Alin menggelinding

"Pandra biarin aja jika dia mencintai bang Rendra"ucap Letta

"Cukup kak"ucap Pandra

"Lihat karna dia kak Letta sudah terpengaruh kalian lihat Alexa yg mencintai bang Rendra apa yg terjadi orang tua kita musnah sekarang dengan cinta nya siapa yg akan hilang "ucap Pandra

"Itu pemikiran yg salah Alexa mencintai Rendra itu suatu kebetulan mengenai ayah nya yg membantai kelurga kalian"ujar Alin

Plak

"Diam,kamu tidak punya hak untuk bicara"bentak Pandra menampar Alin

"Karna kamu semua sudah terpengaruh aku akan melenyapkan mu"ujar Pandra tajam

"Kamu ingin membunuh ku setelah aku menikah dengan Rendra ARGADANA aku sudah mati berkali kali aku berusaha lari tapi aku tidak punya tempat untuk lari dan bersembunyi selain pada Rendra ARGADANA kamu ingin membunuh ku silahkan tapi percayalah Pandra meski kamu memisahkan roh dan badan ku nyata nya kamu tidak mampu melepaskan cinta ku aku pun tidak tau cara nya bagaimana"ucap Alin

Sret

"Kamu kira aku takut melenyapkan mu"ucap Pandra menusuk perut Alin lalu mendorong Alin membuat Alin meringis kesakitan dia menyentuh perut nya yg mengeluarkan darah

"Pisau tidak akan bisa membunuh ku Pandra"ujar Alin berdiri lalu tertatih

"Ayo tusuk aku lagi Pandra aku masih mampu berdiri bila perlu tembak aku "ucap Alin lalu Pandra mengeluarkan pistol nya Rendra menarik Alin lalu mencekiknya

"Aku yg akan melenyapkan nya agar kamu tau jika aku tidak mencintai nya"ucap Rendra tajam lalu mencekik Alin dengan kuat Alin menarik nafas panjang dan terjatuh tidak sadarkan diri

"Mari kita buang dia jika kamu tidak percaya"ujar Rendra menarik tangan Alin yg pingsan Pandra mengikuti kakak nya ke belakang rumah sendiri jauh mereka tidak tau jika ada sungai Rendra melempar tubuh Alin yg mulai hanyut

"Kamu puas aku tidak terpengaruh sama sekali aku tetap Rendra ARGADANA"ucap Rendra tajam berlalu pergi Pandra berlalu pergi

"Mau kemana bang"tanya Letta melihat Rendra akan keluar

"Kantor, beberapa hari aku sudah meninggalkan kantor"ucap Rendra berlalu naik mobil dan pergi Pandra tersenyum puas tapi mereka tidak tau jika Rendra menyembunyikan mobilnya Rendra lari kesetanan menuju hutan dia sudah menelusuri arus sungai ini dulu Rendra ingin mencari tempat persembunyian, Rendra terus menelusuri sungai itu melihat tubuh Alin yg terapung Rendra segera melompat ke sungai menarik Alin ke tepi

"Alin Alin"ucap Rendra menepuk pipi Alin , Rendra memeluk Alin tapi dia percaya jika Alin sangat lah tangguh Rendra segera membawa Alin pergi

###

Alin membuka mata nya pandangan nya serba putih melihat sekeliling putih Alin berfikir apa dia sudah mati lalu pandangan nya tertuju pada mata Rendra menyadarkan nya jika dia tidak mata Alin segera duduk

"Aku di mana"ujar Alin menyentuh perut nya

"Kenapa aku tidak mati bukan kah kamu niat mau membunuh ku"ujar Alin datar Rendra menarik rambut Alin

"Jangan tunjukkan wajah jelek ini"ucap Rendra datar

"Kamu pikir bisa lari dari ku"ujar Rendra

"Aku tidak akan bisa lari sekarang aku serahkan kehidupan ku pada mu tujuan ku hidup hanya untuk mu"ujar Alin melihat peret nya

"Sekarang aku paham kenapa Rendra tidak ingin menunjukkan cinta nya dengan dia menyelematkan aku kali ini aku yakin jika Rendra benar mencintai ku"batin Alin menatap Rendra menatap nya ya saat Letta membisikkan sesuatu pada Alin sebenarnya Letta mengatakan jika Rendra mencintai Alin karna penasaran jadi Alin menemui nya di ruang bawah tanah dan Letta menjelaskan keadaan nya mungkin itu alasan Rendra menahan perasaannya

"Kamu membawa mu kemana"tanya Alin serius

"Ruang bawah tanah"jawab Rendra serius

"Di sini tidak ada orang"Alin mengalungkan tangannya di leher Rendra

"Waw kamu cepat sekali jadi jalang nya"sinis Rendra membuat Alin tertawa

"Aku tau semuanya jika kamu mencintai ku"ujar Alin membalas saat Rendra mengetahui perasaan nya reaksi Rendra sangat terkejut

1
Jeon Clue
Rendra jangan galak galak/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!