Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.
CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.
Ig : @reinata_r
Untuk readers tersayang
Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...
Gomawo chingu 💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memandikan Bayi Besar
°°°~Happy Reading~°°°
Marcel membangkitkan tubuhnya dari sofa, namun masih belum sekalipun melangkahkan kakinya ke depan. Matanya mulai mencari Karin yang masih berada di ruang pakaian untuk mengambilkannya pakaian ganti.
Karin yang dicarinya pun keluar dari ruangan itu dengan menenteng pakaian ganti ditangannya, kemudian berjalan mendekat ke ranjang untuk meletakkan pakaian-pakaian itu.
" Ikut aku.... "
" Kemana... " Jawab Karin tanpa menolehkan wajahnya ke asal suara, matanya masih saja fokus dengan pakaian-pakaian itu dengan tangan yang sibuk meletakkannya di tepi ranjang.
" Ikut saja.... "
Marcel melajukan kakinya menuju kamar mandi yang berada di samping kirinya, sekilas Karin melihat tempat tujuan Marcel adalah kamar mandi, membuatnya mengernyitkan dahi karena masih tak paham dengan ucapan Marcel yang ingin ia ikut dengannya. Benarkah Marcel ingin mengajaknya masuk kamar mandi? Mau ngapain? Itulah yang sedang berkecamuk dalam benaknya.
" Kamar mandi? " Tanyanya memperjelas.
Marcel diam membisu, masih meneruskan langkahnya sehingga membuat jarak keduanya semakin melebar.
" Ngapain...? " Karin bertanya ulang dengan soal berbeda, karena soal pertama yang diberikannya pada Marcel tak di respon sedikitpun.
" Mandikan aku... "
Karin yang mendengarnya sontak membelalakkan matanya tak percaya. Ia menelan ludahnya berat, ludahnya bagai telah membatu dan tersangkut di kerongkongannya yang sempit.
" Apa...., Jangan ngelawak. Cepatlah mandi, aku sudah lapar " Karin terkekeh.
" Cepat atau mau ku seret... " Marcel membalikkan badannya menatap Karin tajam.
" Kamu kan bukan bayi, mandilah sendiri, aku akan menunggu "
Karin seolah dirasuki oleh hantu dengan nyali besar. Bisa-bisanya ia menghiraukan perintah Marcel dan memilih duduk dengan nyaman di sofa empuk, menyenderkan kepalanya dengan mata yang mulai terpejam. mulai muak dengan Marcel yang selalu menyebalkan.
" Wah, sekarang kau punya nyali besar ternyata... " Ucap Marcel sembari mengembangkan senyum sinis. ia menatap Karin tajam, menelungkupkan kedua tangannya dan menyenderkan tubuhnya di pintu kamar mandi. mulai jengah dengan Karin yang kian memabangkang.
" Kuhitung sampai tiga, satu.... ''
Ancaman itu berhasil menusuk gendang telinganya. memaksa perempuan itu untuk segera bangkit dari duduknya.
Apa-apain ini, apa yang akan dia lakukan? Leluconnya benar-benar tidak lucu.
Mereka pun sudah sampai di kamar mandi mewah itu. Marcel yang sudah tak tahan dengan keringat yang menempel di tubuhnya, segera melucuti pakaiannya, membuat Karin seketika itu memalingkan wajahnya. Kesal.
Sial, kenapa nasibku sesial ini. Rutuknya.
" Apa yang kamu lakukan, cepat gosok punggungku... " Titah Marcel yang sudah memasukkan tubuhnya ke dalam bathtub yang penuh dengan busa.
Apa dia benar-benar tidak tahu malu, untung busanya tebal, fiuuuh
Karin pun bisa bernafas lega setelah mendapati Marcel yang sudah terbenam di dalam bathtub, busa-busa itu telah menjadi penyelamatnya malam ini dari pemandangan yang lebih menyeramkan dari pada kuntilanak, pocong dan kawan-kawannya seperguruan.
Karin mendekati Marcel perlahan, mulai menggosok punggungnya yang kekar dengan wajah mulai memerah karena malu.
" Cuci rambutku... "
Karin langsung memindahkan tangannya ke rambut Marcel, memberikannya sedikit shampoo dan mulai mencuci rambutnya dengan sedikit pijatan.
Ritual memandikan pun selesai, Karin masih harus menunggu Marcel untuk memijat badannya. Sedang Marcel menyelesikan ritual mandinya seorang diri tanpa Karin, membuat Karin selamat untuk yang kedua kalinya.
Beberapa menit setelahnya, Marcel akhirnya keluar dari kamar mandi itu, langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dengan jubah mandi yang masih melekat sempurna di tubuhnya.
" Pijat aku... "
" Gantilah pakaianmu dulu... " Perintah Karin.
Karin seperti tak sadar siapa yang ada dihadapannya, seenaknya saja memerintah orang yang paling anti untuk diperintah.
" Kamu berani memerintahku? " Ancam Marcel dengan sorot mata membunuh.
Ancaman itu membuat Karin terdiam, bukan karena takut, melainkan karena malas berdebat di malam hari dengan perutnya yang kosong. Kalau perutnya penuh dengan makanan, ia akan langsung mencabik-cabik mulut Marcel yang bisanya hanya mengancam dan memerintah itu.
Karin mulai melingkarkan tangan mungilnya di lengan atas Marcel, lengan yang sangat kekar bahkan sampai tak mampu mempertemukan ujung jarinya saat melingkarkannya. Jemarinya mulai menari-nari di lengan Marcel dengan sedikit menekan untuk membuang semua rasa pegal dilengannya.
" Apa dulu kamu tukang pijat? " Tanya Marcel dengan mata terpejam.
" Apa hobimu menghina orang? '' Karin menghentikan pijatannya.
" Lanjutkan... " Titah Marcel setelah merasakan tangan Karin yang mogok tak lagi bergerak di area tangannya.
Ahhhh, ide akhirnya kau muncul disaat yang tepat....
Karin mulai menyeringai, membuat bibirnya mengembang sempurna dengan tatapan mencurigakan, dan tiba-tiba...
'' Awwwww.... " Marcel menjerit kesakitan setelah mendapatkan sebuah cengkraman yang kuat dari tangan Karin dengan sedikit cubitan.
" Apa kau gila... " Ketus Marcel sembari menyingkirkan tangan Karin dari lengannya dan mengusap lengannya yang merasa kesakitan.
" Aku hanya memijitmu kan? " Karin menunjuk sebelah tangannya yang kembali memijit lengan kanan Marcel.
___________
Hiiii readers terluph luph😘
Selalu dukung author yah, dengan like, rate, vote dan masukkan ke daftar favorit kalian.
Kalau nggak ada readers, pasti nggak ada writers, betoool?
Love You All....💞💞💞
Gomawo Chingu 😉
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏