NovelToon NovelToon
Jodoh Kok Bikin Emosi

Jodoh Kok Bikin Emosi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Seranovelle

Hari pertama bekerja seharusnya menjadi awal yang sempurna bagi Naira Putri Prameswari. Namun semua rencananya berantakan ketika tanpa sengaja ia menumpahkan segelas kopi ke jas seorang pria asing yang dingin dan menyebalkan. Masalahnya, pria itu ternyata adalah Arga Mahendra Wijaya—CEO perusahaan tempat Naira baru diterima bekerja. Sejak saat itu, setiap pertemuan mereka selalu diwarnai adu mulut, sindiran, dan kekacauan yang mengundang tawa. Naira menganggap Arga terlalu kaku dan perfeksionis, sementara Arga merasa Naira adalah sumber masalah yang tak pernah habis. Takdir rupanya punya selera humor. Sebuah proyek penting memaksa mereka bekerja dalam satu tim. Semakin sering bersama, semakin banyak sisi lain yang mereka temukan. Di balik sikap dingin Arga tersimpan perhatian yang tulus, sementara di balik kecerobohan Naira ada hati yang hangat dan selalu membawa warna. Saat kebencian perlahan berubah menjadi rasa nyaman, masa lalu Arga datang menguji hubungan mereka. Mampukah mereka mengalahkan ego, atau justru kembali menjadi dua orang yang saling menyakiti? Karena terkadang, orang yang paling membuat kita emosi adalah orang yang paling sulit kita lepaskan. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seranovelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 - Lamaran yang Datang Terlalu Cepat

Nadira membeku.

Suara hujan di luar mobil seolah menghilang. Yang terdengar hanya kalimat terakhir dari mamanya.

**"...mereka datang untuk membicarakan perjodohanmu."**

"Apa?"

Suara Nadira bergetar.

"Ma... Mama serius?"

"Iya."

"Mereka sudah di rumah."

"Mama nggak bisa jelasin lewat telepon. Kamu cepat masuk."

Sambungan telepon terputus.

Nadira masih memegang ponselnya dengan tangan gemetar.

"Dir?"

Suara Arga terdengar pelan.

"Kamu nggak apa-apa?"

Nadira memejamkan mata sejenak.

"Lagi ada tamu di rumah."

"Wajahmu bukan wajah orang yang kedatangan tamu."

Nadira tersenyum pahit.

"Mereka datang..."

"...mau menjodohkan aku."

Kalimat itu membuat senyum di wajah Arga perlahan menghilang.

---

Beberapa detik tidak ada yang berbicara.

Hujan masih mengetuk kaca mobil.

Arga menggenggam kemudi sedikit lebih erat.

"Dir."

"Hm?"

"Kamu..."

"...mau dijodohkan?"

Nadira menggeleng cepat.

"Nggak."

"Lalu?"

"Aku bahkan nggak tahu siapa orangnya."

Arga mengembuskan napas panjang.

Setidaknya...

Bukan karena Nadira menginginkannya.

"Masuklah."

"Keluargamu pasti menunggu."

Nadira mengangguk pelan.

Namun sebelum membuka pintu mobil, ia menoleh.

"Gar."

"Iya?"

"Aku takut."

Tatapan itu membuat dada Arga terasa sesak.

Ia ingin mengatakan, *'Aku akan melindungimu.'*

Ia ingin berkata, *'Jangan temui mereka.'*

Namun ia sadar...

Itu bukan haknya.

Belum.

Karena mereka bahkan belum resmi menjadi sepasang kekasih.

Arga hanya tersenyum lembut.

"Kalau ada apa-apa..."

"...telepon aku."

Nadira mengangguk.

"Terima kasih."

---

Begitu memasuki rumah, Nadira langsung melihat kedua orang tuanya duduk di ruang tamu.

Di hadapan mereka ada sepasang suami istri berusia sekitar lima puluhan.

Dan...

Seorang pria berjas abu-abu yang berdiri saat Nadira masuk.

"Nadira."

Pria itu tersenyum sopan.

"Halo."

Nadira membalas senyumnya sekadarnya.

"Halo."

Mama Nadira segera berdiri.

"Dir, sini duduk."

Begitu semua kembali duduk, Ayah Nadira membuka pembicaraan.

"Dir..."

"Ini Om Surya dan Tante Lilis."

"Mereka sahabat lama Ayah."

Nadira mengangguk sopan.

"Salam kenal."

Om Surya tersenyum ramah.

"Kami sudah lama ingin berkunjung."

"Baru sekarang ada kesempatan."

Suasana masih terasa hangat.

Hingga Tante Lilis berkata pelan,

"Sebenarnya..."

"...kami juga membawa satu niat baik."

Nadira sudah bisa menebaknya.

"Kami ingin memperkenalkan putra kami."

Pria berjas itu tersenyum.

"Nama saya Kevin."

"Senang berkenalan."

---

Kevin terlihat tampan.

Rapi.

Santun.

Bekerja sebagai dokter spesialis di sebuah rumah sakit swasta.

Keluarganya baik.

Pendidikannya tinggi.

Nyaris tidak ada kekurangan.

Kalau dilihat dari luar...

Ia adalah menantu idaman.

Namun anehnya...

Saat Kevin berbicara, hati Nadira terasa datar.

Tidak ada rasa gugup.

Tidak ada debaran.

Tidak ada perasaan yang membuatnya tersenyum tanpa alasan.

Yang muncul di kepalanya justru wajah seseorang yang beberapa menit lalu mengantarnya pulang.

---

"Kalau Nadira berkenan..."

kata Om Surya.

"...kami tidak ingin terburu-buru."

"Cukup saling mengenal dulu."

Mama Nadira menoleh kepada putrinya.

"Bagaimana, Dir?"

Semua mata tertuju padanya.

Nadira menarik napas panjang.

Ia tidak ingin mempermalukan kedua orang tuanya.

Namun ia juga tidak ingin memberikan harapan palsu.

"Saya..."

Ia menatap Kevin.

"Terima kasih atas niat baik Om dan Tante."

"Lalu?"

tanya Ayahnya pelan.

Nadira menggenggam kedua tangannya.

"Saya belum bisa memberi jawaban."

Ruangan mendadak sunyi.

Kevin justru tersenyum lebih dulu.

"Tidak apa-apa."

"Saya juga tidak suka memaksa."

Jawaban itu membuat Nadira sedikit lega.

---

Setelah hampir satu jam berbincang, keluarga Kevin akhirnya berpamitan.

Begitu pintu rumah tertutup, Mama Nadira langsung menghampiri putrinya.

"Dir."

"Iya, Ma."

"Apa yang kamu pikirkan?"

Nadira menunduk.

"Mama cuma ingin kamu bahagia."

"Ayah juga."

Ayah Nadira duduk di sampingnya.

"Kalau memang kamu belum siap..."

"...Ayah tidak akan memaksamu."

Mata Nadira mulai berkaca-kaca.

"Ma..."

"Yah..."

"Sebenarnya..."

Ia berhenti beberapa detik.

Lalu mengumpulkan keberanian.

"...aku sudah menyukai seseorang."

Mama dan Ayah saling berpandangan.

Mama tersenyum pelan.

"Laki-laki yang sering mengantarmu pulang itu?"

Nadira langsung membelalak.

"Mama tahu?"

Mama terkekeh.

"Seorang ibu biasanya lebih cepat sadar daripada anaknya."

Ayah ikut tersenyum.

"Namanya Arga, ya?"

Nadira mengangguk pelan.

"Iya."

Ayah menghela napas panjang.

"Kalau begitu..."

"...ajak dia bertemu Ayah."

Nadira terdiam.

"Benarkah?"

"Ayah ingin mengenalnya."

"Tapi ingat..."

Ayah menatap putrinya dengan lembut.

"Kalau dia memang serius, dia harus datang sebagai laki-laki yang bertanggung jawab."

Air mata Nadira akhirnya jatuh.

Bukan karena sedih.

Melainkan karena lega.

Ia memeluk kedua orang tuanya erat.

---

Di sisi lain kota...

Arga masih belum bisa tidur.

Pikirannya dipenuhi wajah Nadira.

Ia berkali-kali melihat layar ponselnya.

Belum ada kabar.

Belum ada pesan.

Tepat pukul sebelas malam, layar ponselnya akhirnya menyala.

**Nadira:**

*"Masih bangun?"*

Senyum Arga langsung mengembang.

Ia segera membalas.

*"Masih."*

Beberapa detik kemudian, pesan berikutnya masuk.

*"Ayahku ingin bertemu denganmu."*

Arga membaca pesan itu berulang kali.

Jantungnya berdegup begitu keras.

Namun sebelum sempat membalas, muncul satu pesan lagi.

*"Tapi... ada syarat yang harus kamu dengar dulu."*

Arga menatap layar ponselnya dengan perasaan campur aduk.

Ia tahu...

Pertemuan dengan Ayah Nadira bisa menjadi awal dari kebahagiaan.

Atau justru ujian terbesar dalam hidupnya.

**Bersambung ke Episode 29...**

1
Dewi Sinta
lusa hari senin dong.. kan mau ngerayain ultahnya mamanya arga hari minggu mesti nya besok😂
Seranovelle: "Ya ampun, bener juga. 🤣 Untung ada Kakak, kalau enggak Arga ngerayain ulang tahun mamanya lompat hari. 😂"
total 1 replies
Dewi Sinta
ayah tiri ya thoor, krn di bab sebelumnya ayah arga udah meninggal
Seranovelle: Cobaa tebak kak, ayah arga sudah meninggal atau belum yaa kak?
total 1 replies
Dewi Sinta
perasaan masih pagi thoor 😂
Seranovelle: Perjalanan dangat jauh ni kak, waktu pagi terasa singkat.. dan tibatiba sudah masuk jam makan siang deh kaa 🤭
total 1 replies
Dewi Sinta
Gar.. apa itu thor.. sy kira arga.. mesti nya bilang Ar..😌
Seranovelle: Btw kak, Gar itu nama panggil argaa yaa kak 😬🤍
total 2 replies
Dewi Sinta
sudah bertemu 3 kali thoor 😂
Seranovelle: Author lagi kena efek butterfly. Pertemuan ketiga tiba-tiba menghilang. 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!