Arka tak pernah berniat ikut campur dengan kehidupan Alesha. Namun, karena gadis absurd itu adalah sepupu dari sahabatnya sendiri, mereka terus dipertemukan dalam berbagai keadaan. Tingkah Alesha yang tak pernah bisa ditebak sering kali membuat Arka hanya bisa menggelengkan kepala. Mulai dari masalah sepele hingga kekacauan yang menghebohkan sekolah, Alesha selalu punya cara untuk membuatnya ikut terseret. Mau tak mau, sebagai ketua OSIS, Arka harus berkali-kali turun tangan menghadapi ulah gadis yang paling sulit dipahami itu.
Siapa sangka, dari semua kekacauan tersebut, perlahan tumbuh perasaan yang tak pernah mereka rencanakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 07.
Sejak pagi, nama Alesha Wijaya sudah mulai menjadi bahan pembicaraan di beberapa sudut sekolah.
Bukan karena dia melakukan sesuatu yang aneh, melainkan karena fakta bahwa murid baru itu ternyata adalah adik dari Kevin, salah satu siswa yang cukup dikenal di sekolah.
Namun, Alesha sendiri sama sekali tidak menyadari hal itu. Ia hanya sibuk berusaha mengingat nama-nama teman barunya dan memahami suasana sekolah yang berbeda dari sebelumnya.
Saat jam istirahat tiba, Alesha berjalan keluar kelas bersama beberapa teman barunya.
"Les, lo mau ke kantin?" tanya Dinda.
Alesha mengangguk.
"Boleh. Gue juga penasaran kantinnya kayak gimana."
Mereka pun berjalan menyusuri koridor menuju kantin. Sepanjang perjalanan, Alesha masih terlihat antusias memperhatikan lingkungan sekolah barunya.
Sementara itu, di sisi lain sekolah, Kevin sedang duduk bersama Arka, Alvian, dan Reza.
"Jadi adik lo sekarang sekolah di sini?" tanya Alvian.
Kevin mengangguk sambil meminum air mineralnya.
"Iya."
Reza tersenyum kecil.
"Kayaknya sekolah bakal lebih rame sekarang."
Arka yang sejak tadi diam hanya melirik sekilas.
"Dia mirip lo?"
Kevin terdiam sebentar, lalu menggeleng.
"Nggak. Jauh."
Alvian tertawa kecil.
"Berarti lebih cocok dibilang kebalikan lo."
Kevin hanya menghela napas.
"Banget."
Sementara itu, tanpa mereka sadari, Alesha yang sedang menuju kantin mulai membuat cerita baru di sekolah barunya.
Di kantin, Alesha duduk bersama Dinda dan beberapa teman barunya. Tatapannya berkeliling melihat suasana yang jauh berbeda dari sekolah lamanya.
"Seru juga ya kantinnya," ucap Alesha sambil memperhatikan banyaknya pilihan makanan.
Dinda tertawa kecil.
"Baru lihat kantin aja udah seneng?"
Alesha mengangguk tanpa ragu.
"Ya iyalah. Hal kecil juga harus diapresiasi."
Teman-temannya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Alesha yang terlihat santai dan mudah berbaur.
Tiba-tiba, beberapa siswa di meja sebelah mulai berbisik.
"Itu yang tadi bareng Kevin, kan?"
"Iya. Katanya adiknya."
Alesha yang mendengar sekilas hanya menoleh sebentar, lalu kembali fokus pada makanannya.
"Kayaknya kakak gue cukup terkenal, ya," gumamnya.
Dinda langsung tertawa.
"Lo baru sadar?"
"Enggak. Gue cuma baru lihat buktinya."
Sementara itu, dari kejauhan, Kevin yang baru saja masuk ke kantin bersama Arka, Alvian, dan Reza langsung menyadari keberadaan adiknya.
"Kayaknya dia cepat banget dapat teman," ujar Alvian.
Kevin mengikuti arah pandang mereka. Melihat Alesha yang sedang tertawa bersama teman barunya, ia hanya tersenyum kecil.
"Ya, dia memang begitu."
Kevin dan ketiga temannya akhirnya memilih duduk di meja yang tidak jauh dari tempat Alesha berada.
Reza yang melihat Alesha tertawa bersama teman-teman barunya langsung menyenggol lengan Kevin.
"Adik lo ternyata gampang akrab, ya."
Kevin hanya melirik sekilas.
"Iya."
"Berbeda jauh sama lo," tambah Alvian sambil tertawa kecil.
Kevin menatapnya datar.
"Kenapa bawa-bawa gue?"
"Karena fakta," jawab Alvian santai.
Arka yang sejak tadi diam hanya mengambil minumannya.
"Dia lebih berisik."
Kevin mengangguk kecil.
"Memang dari kecil begitu."
Di sisi lain, Alesha yang sedang makan tiba-tiba merasa ada yang memperhatikannya. Ia menoleh dan langsung melihat Kevin bersama teman-temannya.
"Kak Kevin!"
Suaranya cukup keras hingga beberapa siswa di sekitar ikut menoleh.
Alesha langsung berdiri dan menghampiri meja Kevin.
"Kalian makan di sini juga?"
Kevin mengangguk.
"Iya."
"Kenalin dong, gue belum kenal teman-teman kakak."
Reza langsung tersenyum.
"Nah, akhirnya."
Kevin menghela napas pelan melihat tingkah adiknya.
"Ini Reza, Alvian, sama Arka."
Alesha tersenyum ramah.
"Halo, gue Alesha."
"Udah tahu," jawab Reza cepat.
Alesha mengerutkan kening.
"Hah?"
Reza menunjuk Kevin sambil tertawa kecil.
"Sejak pagi nama lo udah jadi bahan pembicaraan."
Alesha berkedip beberapa kali mendengar ucapan Reza.
"Serius? Padahal gue baru masuk hari ini."
"Iya," jawab Alvian sambil tersenyum kecil.
"Soalnya lo datang bareng Kevin. Itu aja udah cukup bikin orang penasaran."
Alesha menoleh ke arah kakaknya.
"Kak, lo sepopuler itu?"
Kevin yang sedang membuka botol minuman hanya meliriknya sebentar.
"Nggak juga."
Reza langsung tertawa.
"Nggak juga katanya. Lo sadar nggak sih, banyak anak sekolah yang kenal sama lo?"
Arka yang sejak tadi diam hanya berkata singkat,
"Memang."
Kevin menatap mereka datar.
"Kalian makan aja."
Alesha menahan tawa melihat kakaknya yang terlihat tidak peduli dengan pembicaraan itu.
"Lucu juga ya, kakak gue ternyata terkenal."
Kevin mengangkat alis.
"Lucu dari mana?"
"Biasanya orang yang terkenal itu suka pamer."
"Terus gue?"
Alesha memperhatikan Kevin sebentar.
"Lo malah kayak orang yang nggak sadar kalau lo terkenal."
Mendengar itu, Alvian dan Reza langsung tertawa kecil, sementara Arka hanya menggeleng pelan.
Kevin hanya bisa menghela napas menghadapi adiknya.
Setelah menghabiskan makanannya, Alesha kembali ke meja bersama teman-teman barunya.
Sebelum pergi, ia sempat melambaikan tangan kecil ke arah Kevin.
"Gue duluan, ya."
Kevin mengangguk.
"Iya. Jangan sampai telat masuk kelas."
"Siap, Kak."
Alesha pun berjalan meninggalkan kantin bersama Dinda dan teman-temannya.
Melihat adiknya yang cepat berbaur, Kevin hanya tersenyum tipis.
"Dia memang nggak pernah kesulitan cari teman," gumamnya.
"Berbanding terbalik sama lo," sahut Reza sambil terkekeh.
Kevin langsung menatapnya datar.
"Lo mau makan atau mau cari masalah?"
Reza langsung mengangkat kedua tangannya.
"Makan, makan."
Alvian tertawa kecil melihat mereka, sementara Arka hanya diam sambil melanjutkan makanannya.
Sementara itu, Alesha yang berjalan menuju kelas masih terlihat bersemangat. Hari pertamanya di sekolah baru ternyata tidak seburuk yang ia bayangkan.
Namun, tanpa ia sadari, tingkahnya yang santai dan berbeda dari kebanyakan murid mulai menarik perhatian beberapa orang di sekolah.
Hari pertama Alesha di sekolah baru berjalan cukup lancar. Ia mulai mengenal beberapa teman sekelasnya dan perlahan merasa lebih nyaman dengan lingkungan yang awalnya terasa asing.
Saat kembali ke kelas, Dinda berjalan di sampingnya sambil tersenyum.
"Lo cepet banget akrab sama orang, ya."
Alesha menoleh bingung.
"Emang kenapa?"
"Biasanya anak baru butuh waktu buat adaptasi. Tapi lo baru beberapa jam udah kayak udah lama kenal."
Alesha hanya tertawa kecil.
"Mungkin karena gue nggak bisa terlalu lama diem."
Dinda mengangguk setuju.
"Kelihatan."
Begitu mereka masuk kelas, beberapa teman langsung menyapa Alesha. Ada yang bertanya tentang sekolah lamanya, ada juga yang penasaran dengan alasan dia pindah.
"Les, kenapa pindah ke sini?" tanya salah satu siswa.
Alesha terdiam sebentar.
"Itu cerita panjang."
"Berarti ada cerita menarik?"
Alesha hanya tersenyum misterius.
"Nanti kalau gue udah kenal kalian lebih dekat, gue ceritain."
Jawaban itu justru membuat rasa penasaran mereka semakin besar.
Di sisi lain, Kevin yang berada di kelasnya sama sekali tidak tahu kalau adiknya sudah mulai menjadi pusat perhatian di sekolah.