ini adalah kisah cinta adik & kakak dengan pasanganan mereka masing-masing, Zayn merupakan seorang Kapten Pilot yang sedang dijodohkan oleh kedua orangtuanya dengan anak sahabatnya padahal saat itu Zayn tau jika salah satu dari anak sahabat kedua orangtuanya tersebut sedang menyukai adiknya, tetapi karena ayah Zayn sedang sakit parah ia terpaksa menerima perjodohan tersebut, ia tak menduga jika ayahnya sebenarnya hanya bersandiwara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viole, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#15
# Abimana Prasetiya
Saat ini dua keluarga masih asik menikmati makan malam bersama tanpa ada singgungan soal rencana perjodohan kedua belah pihak, Abimana & Aidan berencana akan mengatakan rencana perjodohan tersebut setelah makan malam selesai. Malam ini ia cukup mantap dengan pilihannya agar anaknya harus menikah dengan Rindu anak dari sahabatnya, selain Rindu cukup baik perjodohan ini juga akan membuat persahabatannya dengan Aidan akan berubah menjadi ikatan keluarga. Setelah beberapa menit akhirnya makan malam pun telah selesai, ini lah saatnya ia akan memberitahu niat & tujuan makan malam hari ini kepada anak-anak mereka.
" hemmm,...anak-anak papi sama om Aidan mau ngomong serius sekarang, tolong dengar baik-baik ya " (kata Abimana)
Seketika semua terdiam karena kata-kata Abimana, saat ini kedua anaknya beserta anak dari Aidan juga menatap serius kearahnya & Aidan, memang rencana perjodohan ini hanya diketahui oleh mereka masing-masing sebagai kedua orang tua kedua belah pihak sedangkan anak-anak mereka tidak tahu sama sekali dengan rencana perjodohan ini.
# Humaira Shakila Najma
Saat-saat yang ditakutkan oleh Humaira akan terjadi detik ini, ayahnya akan segera memberitahukan niat & tujuannya malam ini, bagaimana mungkin kakaknya dihadapkan dengan masalah yang sepelik ini, disaat ia sedang tertarik dengan seorang wanita justru ia harus menerima berita perjodohan yang Humaira yakin ini tidak pernah ia sangka & tidak ia inginkan.
Ia menatap kearah ibunya & ibu dari sahabatnya, bahkan Humaira sangat yakin jika kedua keluarga memang telah merencanakan ini dengan sangat matang, kedua belah pihak benar-benar menginginkan perjodohan ini terjadi.
Humaira menatap kearah kakaknya, Humaira sangat ingin kakaknya bahagia & mempunyai pasangan hidup, Rindu memanglah wanita yang baik bahkan ia sangat mengenal baik sosok Rindu tetapi kenyataannya kakaknya tak memiliki sedikitpun perasaan dengan Rindu bagaimana mungkin kakaknya akan bahagia bersama Rindu orang yang jelas tak dicintai kakakanya.
Awalnya Humaira berfikir Rindu & Zayn akan menjadi pasangan yang serasi, tetapi pendapatnya itu jauh sebelum kakaknya bertemu dengan orang yang diakuinya mampu membuat hatinya tertarik. Ini benar-benar persoalan yang tidak biasa, bahkan Humaira yakin jika Zayn mengetahui persoalan perjodohan ini pasti ia merasa seperti harus memakan buah simalakama.
" oh kak Lo harus kuat ya, gue yakin Lo bisa lewati ini semua " (kata Humaira dalam hati)
Humaira yakin meskipun kakaknya menolak ayahnya tidak akan tinggal diam begitu saja karena bagi ayahnya apapun yang dikatakan adalah keputusan terakhir & tidak boleh diganggu gugat.
# Bumi Samudera
Saat ini justru hatinya yang bergejolak tak karuan, jantungnya berdebar-debar, suasana makin terasa panas padahal jelas-jelas AC didalam ruangan ini cukup dingin, entah ini karena persoalan perjodohan kakaknya yang akan segera dikatakan kedua belah pihak yang jelas akan segera mengubah segala jalan hidupnya atau karena ia berfikir penolakan yang akan dilakukan oleh kedua pasangan yang akan dijodohkan tersebut.
Bumi refleks mengelap keringat yang tiba-tiba menetes dari keningnya, entah saat ini apakah hanya dia saja yang merasakan suasana panas seperti ini, bahkan ia merasa kerongkongannya terasa kering karena dehidrasi, ia segera menenggak air minum yang berada dihadapannya.
" ah gila sih, ini bener-benar bikin tegang banget kaya disinetron-sinetron, oh Daebak kenapa bisa jadi begini " (kata Bumi dalam hati)
# Aidan
Aidan berusaha tenang agar rencana malam ini berjalan dengan baik, meskipun ia tak bisa memaksakan keinginannya ini kepada anak sulungnya tetapi ia sangat berharap anak sulungnya akan menerima tanpa ada sedikit penolakan mengingat Zayn adalah pemuda baik-baik.
" Rindu, Bumi, tolong dengar apa yang papa sama om Abimana mau omongin ya " (kata Aidan)
Meskipun suasana saat ini makin menegang tetapi terlihat sahabatnya yang ia anggap sebagai keluarganya ini sangat terlihat tenang, tak terlihat sedikitpun di wajah Abimana kecemasan, sepertinya sahabatnya ini sangat percaya diri jika perjodohan ini akan berhasil.
# Abimana Prasetiya
" Zayn, Humaira, kalian tau kan papi sama mami sudah gak muda lagi " (kata Abimana), " malam ini papi sengaja ajak kalian makan malam sama keluarga om Aidan soalnya papi sama om Aidan sudah punya rencana dari jauh hari " (kata Abimana lagi)
Akhirnya ia membuka suara untuk membuat suasana agak lebih mencair, sedari tadi istrinya hanya menggenggam satu tangannya untuk menenangkannya agar tersampaikan niat & tujuannya malam ini.
" Zayn papi sama om Aidan mau jodohin kamu sama Rindu " (kata Abimana mantap)
Setelah ia sampaikan niat & tujuannya malam ini suasana kembali menegang, terlihat anak-anak dari dua belah pihak sangat terkejut, terlebih lagi dengan Zayn & Rindu.
" iya Rindu, papa sama om Abimana berniat menjodohkan kalian berdua, papa harap kalian berdua gak menolak perjodohan ini " (kata Aidan)
" papa apa-apaan sih pa, Rindu masih kuliah pa, Rindu belum mau nikah " (kata Rindu menolak)
" sayang nanti kamu masih bisa kuliah meskipun kamu udah nikah " (kata Risya menenangkan Rindu)
" Rindu papa harap kamu jangan tolak permintaan papa sama om Abimana ya " (kata Aidan)
Tak disangka karena kata-kata sahabatnya Aidan tiba-tiba Rindu justru berlari menjauh meninggalkan tempat tersebut kearah luar, Abimana sangat mengerti ini hanya penolakan sesaat oleh anak-anak mereka & dia yakin setelah itu anak-anak mereka akan segera menerima semua ini.
" Rindu " (kata Aidan mencegah Rindu sambil berdiri)
Abimana menahan Aidan dengan memegang lengan sahabatnya ini, Abimana yakin perasaan Aidan saat ini juga berkecamuk tak karuan.
" sudah Dan, biarin dulu rindu berfikir, gue yakin dia butuh ketenangan sekarang " (kata Abimana)
" pa, kayaknya Bumi susul kak Rindu aja ya, Bumi takut kakak kenapa-kenapa " (kata Bumi berpamitan)
" Bumi tolong bawa kakakmu pulang ya, mama mohon " (kata Risya)
" iya ma " (kata Bumi), " mari om, tante, Bumi duluan ya " (kata Bumi pamit)
Setelah itu Bumi berlari keluar mengejar Rindu, sekarang tersisa hanyalah Abimana beserta keluarganya & Aidan bersama istrinya.
#Abdul Zayn Mikail
Benar-benar tak pernah ia bayangkan ayahnya begitu cepat mencarikan jodoh untuknya setelah beberapa saat lalu menanyakan perihal pasangan hidupnya, ia tak habis pikir bukankah ayahnya memberikan waktu Sampai libur berikutnya untuk dirinya membawakan pasangany kehadapan ayahnya tetapi sekarang kenapa ayahnya mendadak ingin menjodohkan nya dengan Rindu.
" bagaimana Zayn? " (kata Safitri)
" mi, mami dengar sendiri kan Rindu gak mau sama Zayn, begitu juga Zayn gak mau sama Rindu, Zayn cuma anggap rindu kaya adek Zayn mi " (kata Zayn)
" sayang kamu jangan pikirin itu karena mami tau Tante Risya sama om Aidan bakal bujuk Rindu buat terima perjodohan kalian " (kata Safitri)
" tapi mi kenapa harus Rindu? " (kata Zayn)
" apa kamu bakal terima kalau yang papi jodohin sama kamu bukan Rindu?, papi yakin kamu juga gak bakal terima itu, tapi kenapa papi pilih Rindu?, karena kamu tau sendiri kan gadis seperti apa Rindu?, dia gadis baik-baik " (kata Abimana)
" tapi Pi Zayn gak punya perasaan sedikitpun sama Rindu " (kata Zayn)
" perasaan itu bakal tumbuh seiring berjalannya waktu Zayn " (kata Abimana)
" Pi please tolong kasih waktu ke Zayn, ini terlalu mendadak " (kata Zayn)
" tapi papi gak punya cukup waktu Zayn " (kata Abimana)
Ia tiba-tiba terdiam mendengar kata-kata ayahnya yang terakhir, ayahnya nampak serius mengatakan hal tersebut, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan ayahnya.
" maksud papi apa?, kenapa papi bilang papi gak punya banyak waktu? " (kata Humaira)
Suasana makin menegang, entah mengapa ayahnya justru terdiam & tak menjawab pertanyaan dari Humaira, ayahnya seperti menyembunyikan sesuatu darinya selama ini.
" Pi jawab Pi? " (kata Humaira)
" Huma tenang ya, jangan bikin papi panik " (kata Safitri)
# Humaira Shakila Najma
Malam ini benar-benar malam yang penuh kejutan, tak bisa ditebak justru Rindu lah yang benar-benar menolak dengan adanya perjodohan ini, sedangkan Zayn masih berusaha bernegosiasi dengan kedua orangtuanya, tetapi kata-kata ayahnya justru membuat teka-teki alasan perjodohan ini terungkap, Humaira benar-benar mati penasaran kenapa ayahnya mengatakan hal yang tak terduga membuatnya semakin bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan ayahnya.
" papi gak punya banyak waktu Zayn, tolong kamu turutin terima perjodohan ini " (kata Abimana), " papi gak tau bakal hidup berapa lama lagi " (kata Abimana)
" ha......" (kata Humaira menatap mulutnya)
Humaira benar-benar sangat terkejut mendengarkan semua ini, tiba-tiba ia berdiri memeluk ayahnya & menangis, ia sungguh tak menyangka jika ayahnya sebenarnya mengidap penyakit yang mematikan itulah sebabnya tiba-tiba ayahnya merencanakan perjodohan antara kakaknya & Rindu.
" papi,....papi jangan ngomong gitu, tolong papi bilang kalo ini bohong kan?, tolong bilang kalo ini cuman prank aja kan?, papi please Pi " (kata Humaira menangis sambil memeluk Abimana)
" dek udah tenang, biar papi kamu juga tenang ya " (kata Safitri menenangkan Humaira)
" Pi " (kata Zayn terhenti)
" Hem,...yang kamu pikirkan emang bener kak, yang jelas papi gak tau sampai kapan papi bakal hidup, jadi tolong kamu jangan tolak keinginan papi " (kata Abimana)
Terlihat nampak kesedihan di wajah kakaknya juga saat ini, anak mana yang tak akan bersedih mengetahui kenyataan yang tidak terduga seperti ini.
" ok, Zayn bakal terima perjodohan ini demi papi " (kata Zayn menerima)
# Rindu Mentari
Saat ini ia terus berlari menjauh tak tahu arah, baru kali ini ia menentang kedua orangtuanya, bagaimana bisa makan malam yang tenang berakhir dengan pengumuman perjodohan yang dilakukan oleh keluarganya & keluarga Zayn, bahkan ia sama sekali tak memiliki perasaan sedikitpun dengan Zayn, bagaimana mungkin ia bisa menikah dengan orang yang tidak pernah ia cintai.
Rindu benar-benar sangat syok mendengar ini, seharusnya malam ini yang dijodohkan bukan dirinya dengan Zayn melainkan Humaira & Bumi yang jelas-jelas sudah lama adiknya memendam rasa dengan Humaira. Air matanya terus menetes membasahi wajahnya, entah mengapa kedua orangtuanya bisa melakukan hal seperti ini kepadanya, saat terus berjalan tiba-tiba suara klakson motor dari arah belakang terdengar.
***Tit...tit...tit....
Tak menghiraukan suara tersebut ia masih tetap terus berjalan karena merasa sangat kacau, mengapa hidupnya bisa berubah hanya dengan satu malam yang sangat ia tidak duga seperti malam ini.
" kak stop kak " (kata seseorang yang ia yakin itu adalah Bumi)
****tit...tit....
" kak please kak stop " (kata Bumi)
Ia masih terus tak menghiraukan Bumi & terus berjalan dengan penuh amarah.
# Bumi Samudera
Untunglah tadi ia membawa motornya saat akan pergi makan malam, sebelumnya Bumi memang mempunyai firasat tidak enak meskipun ia tak tau jika malam ini akan terjadi hal ini. Sebenarnya ia sangat tak menyangka kakaknya yang begitu penurut justru secara terang-terangan menolak perjodohan antara dirinya dengan Zayn, entah saat ini sedang terjadi perdebatan apa disana ia juga sangat penasaran.
Saat ini ia terus menyusuri jalan untuk mengejar Rindu yang sedari tadi pergi Karena kesal dengan keputusan ayah mereka untuk menjodohkannya dengan Zayn, setelah melewati gang terlihatlah kakaknya yang sedang berjalan dengan pikiran yang sangat kacau, ia membunyikan kelakson motornya agar kakaknya berhenti tetapi bukannya berhenti kakaknya justru terus berjalan tanpa menghiraukannya, ia turun dari motornya & memarkirkan motornya dipinggir jalan lalu menarik kakaknya agar berhenti.
" kak gue bilang stop " (kata Bumi sambil menarik Rindu)
" Bumi lepas Bum, biarin kakak pergi " (Rindu)
" stop kak, Lo mau pergi kemana? " (kata Bumi), " please kak jangan pergi, gue tau Lo kecewa tapi gue mohon Lo harus tenang " (kata Bumi lagi)
Bumi menatap penuh arti kepada Rindu, ia sangat tau jelas bagaimana saat ini perasaan kakaknya, meskipun kakaknya lebih tua darinya tapi tetap saja kakaknya adalah seorang wanita yang jelas lebih lemah darinya. Rindu hanya menangis diperlukan Bumi saat ini membuat Bumi tak bisa berbuat apa-apa menyaksikan kelemahan kakaknya.
" Bumi kakak harus gimana?, kakak gak mau dijodohin, kakak masih mau lanjutin kuliah kakak, kakak juga mau nikah tapi bukan sama pilihan papa mama " (kata rindu menangis).
" kak Bumi tau, tapi papa sama Mama jodohin kakak sama kak Zayn bukan tanpa alasan kan, lagian pilihan papa itu tepat, Bumi yakin papa pilih kak Zayn buat kakak supaya masa depan kakak itu baik " (kata Bumi)
" Bumi,....kamu kok bisa bilang gitu sih, kan kamu suka sama Huma, kok malah kamu dukung papa sih " (kata Rindu memukul lengan Bumi)
Bumi hanya tersenyum kearah kakaknya & menghapus air mata kakaknya yang sedari tadi tak pernah kering.
" kak kadang gue mikir kenapa gue yang lahir sebagai adek kenapa gak Lo yang lahir sebagai adek padahal Lo cewek, Lo lebih baper dari gue " (kata Bumi tersenyum), " gue emang suka sama Huma tapi mungkin sudah takdirnya gue sama Huma cuman ditakdirkan bakal jadi sahabat selamanya " (kata Bumi lagi)
" dek Lo apa-apaan coba, aku gak bakal ya Nerima perjodohan ini " (kata Rindu)
" kakak emangnya bisa nolak kalo udah mama yang minta, apa lagi kalo mama ngomongnya sambil nangis-nangis, emang kakak mau jadi anak durhaka? " (kata Bumi)
Bumi kembali tersenyum karena kakakanya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, biasanya kakaknya ini sangat dewasa dalam menghadapi persoalan tapi tiba-tiba kali ini kakakanya benar terlihat seperti anak kecil.
" hemmmm, ya udah deh, sekarang mending kita cari tempat buat nenangin diri kak " (kata Bumi), " yuk kak " (kata Bumi menggandeng Rindu menuju arah motornya berada)