NovelToon NovelToon
When Mafia Fall In Love

When Mafia Fall In Love

Status: tamat
Genre:Tamat / Mafia
Popularitas:685.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Puput

Setelah gagal berjodoh dengan Ustaz Ilham, tanpa sengaja Zahra bertemu dengan pria yang bernama Rendra. Dia menolong Rendra saat dikejar seseorang, bahkan memberi tumpangan pada Rendra yang mengaku tak mempunyai tempat tinggal.

Rendra yang melihat ketulusan hati Zahra, merasa jatuh cinta. Meski dia selalu merasa kotor dan hina saat berada di dekat Zahra yang merupakan putri pertama pemilik dari pondok pesantren Al-Jannah. Karena sebenarnya Rendra adalah seorang mafia.

Apakah Zahra akan ikut terseret masuk ke dalam dunia Rendra yang gelap, atau justru Zahra lah penerang kehidupan Rendra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

"Tuan Rendra saya menemukan titik lokasi Nona Zahra."

Rendra tersenyum mendapat informasi dari anak buahnya itu lewat panggilan selularnya. "Dimana?"

"Dia tinggal di sebuah rumah yang dekat dengan masjid besar di jalan Kaspia. Menurut info rumah itu milik Bu Titik, Ibu dari sahabat lama Nona Zahra."

Rendra teringat dengan masjid besar yang kemarin sempat ingin dia singgahi. Ternyata Zahra ada di tempat itu. Padahal dia sudah sangat dekat dengan Zahra tapi takdir memang belum mempertemukannya.

"Ya sudah kamu awasi dia terus. Pastikan dia aman dan jangan sampai dia kabur lagi." perintah Rendra lewat panggilan teleponnya.

"Baik Tuan."

Setelah penggilan terputus, Rendra membuka laptopnya dan menyelesaikan pekerjaannya yang kian menumpuk. Meski lengannya masih terasa sakit, tapi dia tak peduli. Dia mengecek satu per satu video dari cctv yang berhasil dia sadap di markas Elang Hitam.

"Gila!! Dia lebih kotor daripada aku! Alex!" Rendra berusaha mencari celah untuk menyerang markas Elang Hitam. Dia sedang mengumpulkan kekuatan dan mencari titik lemah Alex. Dia tidak akan membiarkan siapapun mengusik hidupnya.

"Sepertinya lebih dari satu kwintal narkoba yang ada di markas itu." Kemudian Rendra menyimpan semua video itu dalam flashdisk nya.

Bruakk!!

Rendra dikejutkan dengan suara pintu yang terbuka dengan keras. Terlihat salah satu anak buahnya dengan wajah yang serius dan napasnya yang ngos-ngosan sedang berdiri di depan pintu.

"Maaf Tuan, polisi sedang menuju pabrik teh kita!"

Seketika Rendra berdiri dan melepas flashdisk yang sudah berhasil menyimpan semua barang bukti.

"Kenapa polisi bisa ke pabrik kita?! Cegah mereka semua!" perintah Rendra.

"Kami sudah mencegah tapi mereka terlalu banyak, dan mereka berhasil menggerebek pabrik teh lalu menemukan satu kardus narkoba yang terbungkus teh."

"Sial!! Siapa yang berani menyusup dan memasukkan barang itu ke pabrik!" Rendra memasukkan flashdisk itu ke dalam tas selempangnya lalu dia memakai tas itu dan berjalan menuju pintu belakang.

"Semua jalan telah dikepung. Hanya ada satu jalan yaitu lewat utara perkebunan. Nanti di sana ada tukang ojek." tunjuk anak buahnya.

"Kamu urus mereka di sini. Jangan melakukan perlawanan selama mereka tidak membuat ulah, karena di sini banyak pekerja yang tidak bersalah. Aku tidak mau mereka ikut terlibat. Aku akan pulang ke rumah dan minta bantuan penguasa hukum Papa." Rendra berjalan jenjang melewati pintu belakang rumahnya lalu berjalan melewati jalan setapak di antara perkebunannya.

Tidak ada pilihan lain, dia harus segera menyelesaikan masalah ini. Hanya Papanya yang mempunyai lembaga bantuan hukum yang hebat dan sudah pasti bersih dan membela kebenaran. Dia tidak mau masalah ini terus berlarut karena mereka sudah berani menyentuh para pekerjanya yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia hitamnya.

Setelah berjalan jauh, akhirnya Rendra sampai di pinggir jalan. Dia segera menuju pangkalan ojek yang berada di pertigaan. "Antar aku ke terminal yang ada di kota." kata Rendra sambil naik ke motor salah satu ojek itu.

"Mobil kemana bos? Tumben naik ojek." tanya tukang ojek itu yang memang telah mengenal Rendra sebagai pemilik perkebunan teh.

"Lagi ada masalah, aku harus cepat-cepat ke terminal." kata Rendra. Lalu dia segera menghubungi anak buahnya agar menjemputnya di terminal.

Setelah setengah perjalanan, tiba-tiba ada mobil polisi yang mengejarnya. "Sial!! Mengapa mereka tahu keberadaanku!"

Mobil itu semakin dekat. "Berhenti di sini saja!" Dia tidak mau orang lain terlibat dalam masalahnya. Dia turun dan membayar tukang ojek itu lalu segera berlari ke gang sempit.

"Kejar dia!" Seorang polisi memerintahkan yang lainnya untuk mengejar Rendra.

"Kamu anak buahnya!!"

"Bu-bukan saya hanya tukang ojek." tukang ojek itu menunjukkan uang yang diberikan Rendra beserta logo ojek di motornya.

"Dia pemilik pabrik teh yang ada di bukit?"

Tukang ojek itu menggelengkan kepalanya, "Saya tidak tahu. Saya tidak mengenal dia. Permisi Pak." Tukang ojek itu segera pergi dari tempat itu.

Rendra terus berlari melewati gang-gang sempit. Dia tidak tahu lagi harus bersembunyi dimana. Tapi langkahnya membawanya menuju tempat Zahra.

Zahra, iya, hanya Zahra orang yang bisa aku percaya. Kalau aku memang tertangkap, barang bukti itu harus aman berada di orang yang tepat.

Rendra semakin menambah kecepatan berlarinya karena polisi itu semakin dekat.

Rendra bersembunyi sesaat di dekat gerobak sampah. Dia mengambil buku kecil dan bulpoinnya yang berada di dalam tas lalu menulis sebuah alamat dan pesan singkat.

Kedua matanya kini sesekali melirik polisi yang kian mendekat.

"Sedang apa kamu di sini?" Pemilik gerobak sampah itu membuat polisi itu mengetahui keberadaannya.

Seketika Rendra memasukkan buku catatan dan bulpoinnya ke dalam tas. Dia segera berlari. Tinggal sedikit lagi dia sampai di masjid itu.

Memang kalau jodoh tak akan kemana, dia melihat Zahra yang baru saja keluar dari masjid dan memakai mukenanya. Dia melepas tas kecilnya lalu menghampiri Zahra.

"Tolong bawa tas ini, dan baca catatan aku di dalamnya." Bisik Rendra sambil memberi kode agar Zahra tidak bersuara.

Zahra melebarkan matanya menatap Rendra. Tapi tangannya kini menerima tas kecil dan langsung dia sembunyikan di balik mukenanya. Dia mengerti kode dari Rendra. Dia hanya diam dan berpura-pura seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Rendra segera berlari melewati Zahra.

"Jangan bergerak!!!"

Beberapa polisi sudah menodongkan pistol ke arah Rendra.

Rendra berhenti sambil mengangkat kedua tangannya.

Polisi itu segera menarik kedua tangan Rendra lalu memborgolnya. Mereka membawa paksa Rendra ke kantor polisi.

Beberapa jama'ah yang baru keluar dari masjid seketika berkerumun melihat penangkapan itu.

Zahra memegang erat tas yang berada di balik mukenanya lalu dia segera kembali ke rumah Bu Titik. Dia tidak tahu masalah apa yang menimpa Rendra, tapi hati kecilnya ingin menolong Rendra.

Mungkin ini maksud dari mimpi aku kemarin. Apa isi dari tas ini?

Zahra menatap tas kecil berwarna hitam itu, lalu dia membukanya secara perlahan dan mengambil sebuah buku catatan. Dia mengernyitkan dahinya membaca isi catatan itu...

💞💞💞

.

Like dan komen ya...

1
nuraeinieni
ceritanya bagus dan luar biasa
Anjelie Sharma
di tunggu cerita azam nya
jgn lama2
critanya bnyk bngt cobaan nya
Anjelie Sharma
seorang ustad tp ngerti ga di pake
Nifatul Masruro Hikari Masaru
muncul lagi musuhnya
Surati
bagus
kristi hartati
Luar biasa
kristi hartati
Lumayan
afifah aefa
Luar biasa
Ina Karlina
wah sepertinya tanda tanda Hamidin Alhamdulillah 🥰🥰🌹🌹🌹
Ina Karlina
semoga aja ga ada ulat bulu yang menggangu mereka
Ina Karlina
beruntung nya Zahra mendapatkan laki laki sebaik Rendra.. semoga bahagia
Hani hana
Lumayan
Hani hana
Kecewa
Ina Karlina
ha ha ha ayooo siapa cepet dia dapet... semangat ya kalian 🤣🤣🤣🤣
Ina Karlina
idih seorang kiyai tapi pikiran nya sangat picik ..tidak bisa menilai ..dan berpikir bijak😡😡😡
nada Tsani
Luar biasa
RossyNara
ustad cuma gelar tetap dia cuma manusia biasa yang bisa egois, tapi sangat di sayangkan abi husen seperti lilin bisa menerangi org lain tapi tak bsa menerang diri sendiri.
RossyNara
Zahra trauma sama perjodohan abi, ilmu. yang terbaik menurut orang tua belum tentu terbaik bagi si anak.
Aize Ze🗝️🥀°_°
kak buat cerita anaknya Zahra Ama Rendra donk Thor penasaran sama kelanjutan nya
MPit Mpit MPit
Iyah ih inih pak ustad bikin kesel meresahkan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!