NovelToon NovelToon
Bos, I Love You

Bos, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:264.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: della meyna

Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.

Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.

Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Episode : 15] Alissa sadar dirilah!

Ke esokan harinya, mereka pergi ke perusahaan cabang, bahkan Alissa yang saat itu mengunakan pakaian kantoran merasa tidak nyaman, tentu saja pakaian itu di siapkan oleh Alrescha sebagai penunjang harga dirinya.

Pria dingin itu mengatakan "Jika kau mengunakan bahan murah itu untuk berdiri di sampingku, maka kau sama sama melemparkan kotoran ke wajahnku" bahkan cara bicaranya saja mampu membuat Alissa murka, namun ia sadar jika Alrescha adalah orang yang mengangkat keadaan ekonominya saat ini, untuk itulah Alissa mengalah.

Hanya saja Alissa merasa jika pria itu tengah menyiksa dirinya, bagaimana tidak, rok ketat yang di kenakan dengan sepatuh hak tinggi yang hampir sejengkal itu, sungguh membuat Alissa tersiksa setengah mati, bahkan pria kejam itu membuat Alissa menjadi pribadi yang berbeda, sungguh keadaan sial bagi Alissa sebab telah mengenal Alrescha Nero.

"Selamat datang Tuan Nero" ucap seorang gadis cantik yang bertubuh indah dan proposi tubuh sempurna. Membuat Alrescha memalingkan wajah melirik kearah Alissa yang merengut di sisinya. "Silahkan masuk Tuan Nero" sambungnya dengan mimik wajah penuh anggun untuk menarik pintu yang ada di ruang rapat tersebut. Membuat Alrescha dan Alissa memasukinya hingga keheningan membentang di seluruh penjuru ruangan.

*

Alissa tengah melakukan rapat bersama Alrescha dan beberapa orangnya disana, bahkan Alissa terlihat begitu fokus dan amat serius dalam pekerjaan, sehingga membuat beberapa orang sangat terintimudasi oleh tingkahnya, wanita itu sedari tadi selalu mencerca mereka dengan pertanyaan, untuk mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

Namum sayangnya apa yang Alissa harapkan tidak sesuai dengan kinerja kariyawan, membuat semua orang bungkam tanpa bicara dan beberapa pemaparan yang Alissa pelajari tadi malam membuat semuanya sesak nafas, gadis itu begitu disiplin dan juga tegas, hal yang paling menyebalkan adalah Alissa orang yang sangat teliti, setiap kesalahan saja di protes dan di berikan intervensi lebih lanjut, dan mereka harus sesuai dengan standar perusahaan tanpa ada kelonggaran seperti sebelumnya.

Bahkan membuat mereka bertanya, dari mana gadis itu berasal, ia terlihat amat muda namun caranya bersikap amat luar biasa ganasnya, tentu Alrescha Nero selaku orang yang menarik Alissa bekerja di perusahaanya amat puas dan sedari tadi tidak mengalihkan pandagan darinya, Alrescha tentu saja masih menatap panjang kearah Alissa seolah pemikiranya bukan tentang materi rapat siang ini, melainkan bagaimana gadis itu masih mau menjalani kehidupan miskin jika otaknya itu amat mahal dan cemerlang.

“Aku rasa hanya sampai disini saja rapat kita, karna itulah aku berharap kepada seluruh ketua tim untuk benar-benar memperhatikan tiap progress yang kalian buat, jangan hanya melaporkan hasil progres daur ulang, jika saja aku masih melihat hal ini lagi, maka aku tidak akan segan-segan untuk membuat keputusan” tegas Alissa ketika merapikan lembaran kertas yang ada di tanganya, bahkan pukulan kertas kearah meja saja mampu membuat mereka tersentak.

“Tapi Nona Alissa, kami sungguh meminta waktu untuk membuat progres baru” ujar seseorang dengan lirih.

“Maka akan aku berikan waktu 24 jam!” tukas Alissa dengan sorot mata tajam.

Tentu membuat mereka begitu tak berdaya atas kelonggaran waktu yang sebentar itu, tidakah wanita itu amat keterlaluan. “N-Nona waktu 24 jam itu tidak akan mungkin—“

“Maka kembali saja kedalam keputusanku diawal, jika dalam 16 jam aku sudah menerima laporan progres kalian"

“T-Tidak nona, 24 jam saja” bantah semuanya seolah benar-benar tidak memiliki pilihan, bahkan rasanya wanita itu tidak memiliki hati nurani sama sekali.

“Apa alsanmu untuk meminta mereka membuat progres dalam waktu 24 jam?” timpal Alrescha dengan sikap tegas, sekalipun ia setuju akan sikap Alissa, tapi Alrescha ingin mengetahui isi kepala gadis itu.

Mendapatkan pertanyaan tersebut dari Bos-nya, membuat Alissa tersenyum kecut sambil melirik kearah orang-orang yang selalu sibuk menunda pekerjaan, mereka hanya mampu mendaur ulang hasil temuan sebelumnya tanpa memikirkan sesuatu yang baru. “Karna aku ingin melihat apakah puluhan otak yang perusahaan bayar ini memiliki isinya atau tidak, bahkan aku tidak menyangka hasil materi dan progres yang di laporkan hanyalah daur ulang dari tahun ke tahun. Sekarang sebagai pembuktian, mari kita lihat siapa yang bisa membuat progres dan benar-benar mengunakan otak di dalam pekerjaan mereka. Aku bahkan tidak meminta kalian satu persatu membuat progres, aku hanya meminta Per-divisi membuat progres terbaru mereka, dan sudah di pastikan setiap anggota Divisi berjumlah puluhan orang, mari kita gunakan seluruh otak mereka untuk waktu 24 jam” sontak ucapan Alissa tersebut membuat Alrescha bersusah payah menahan tawanya, ia bahkan tidak menyangka jika kalimat yang Alissa jabarkan adalah hinaan yang ia selipkan paling elegan, jika memang begini kemampuan Alissa, kenapa baru saat ini Alrescha menemukanya.

*

Semua orang keluar dengan penuh jengkel, bahkan dari tatapan mata semuanya Alissa melihat bagaimana mereka mengumpat dirinya di belakang, bahkan sampai Alissa tersedak saat melihat hal itu, rasanya Alissa benar-benar akan pusing jika terus melihat masa depan dari seluruh mata yang menatapnya, dan anehnya kenapa masa depan yang Alissa lihat tidak pernah baik, bahkan yang ia lihat adalah hal menyebalkan.

Gadis itu duduk di luar ruangan Alrescha sesuai dengan tempatnya, pria itu menyibukan diri di dalam sana, tentu ini sudah hampir sore hari dan membuat Alissa sungguh lelah sebab ia sudah melakukan semua pekerjaan, ternyata dengan kemampuan yang ia miliki membuat Alissa merasa bosan jika mengerjakan sesuatu tepat waktunya.

Pintu ruangan Alrescha terbuka, membuat Alissa berdiri degan penuh sopan, ia melihatkan wajah formal hingga tatapan mereka saling bicara satu sama lain. “Kenapa dengan wajahmu” ketus Alrescha saat sikap wanita itu terkesan amat formal padanya.

"Memangnya ada apa di wajahku?” tanya Alissa dengan binggung, ia bahkan menyentuh permukaan wajahnya ketika perkataan Alrescha begitu menghina, bahkan Alissa tidak mengunakan riasan menor, ia hanya mengunakan bedan dan setipis mungkin mengaplikasikan lipstik, lalu kenapa Alrescha menghina wajahnya, jika ia mengatakan wajah Alissa jelek, memang sudah dari dulu wajahnya sejelek ini.

“Apa kau bodoh!!” bentak Alrescha saat pertanyaanya tidak tersampaikan dengan benar, gadia iti bahkan amat pintar ketika presentasi, dan berubah dungu setelahnya. Bukankah wanita itu selalu saja mencari gara-gara untuk membuat Alrescha marah.

“Memangnya ada apa dengan wajahku, aku bahkan tidak mengunakan polesan Make-up hari ini” ucap Alissa dengan kalimat tenang.

“Oh begitukah, pantas saja wajahmu sejelek itu” hina pria itu dengan jengkel.

“Aku sudah tahu. Bahkan sedari dulu aku sadar wajahku begini. Bukankah sudah aku bilang semalam, aku tidak bisa menjadi sekretaris mu yang berbadan aduhai dengan polesan Make-up tebal, jika kau mau seperti itu carilah orang lain” balas Alissa ketika melawan perkataan Alissa, membuat Alrescha amat geram ingin menjambak rambutnya.

“Lupakan saja, gadis gila sepertimu tidak akan bisa aku lawan dengan diriku yang waras”

“Siapa yang gila!!” degus Alissa dengan nada meninggi ketika menajamkan mata kearah Alrescha. “Kau saja yang tidak waras” ucap Alissa dengan suara pelan, namun mampu terdengaar oleh telinga Alrescha.

“Apa kau mengatakan diriku gila!!!” geram Alrescha saat mendekati gadis yang kala itu berada di balik meja kerjanya, hingga langkah Alissa terlonjak kebelakang sembari membuat pertahanan diri.

“Tidak bos, aku mana berani. Kau benar!! Aku gila dan kau waras, bagaimana bisa aku mengatakanmu tidak waras, itu tidak mungkin” ucap Alissa dengan sungguh-sungguh, rasanya Alrescha akan mencengram dirinya hidup-hidup, bahkan Alrescha akan siap menjambak rambutnya, untuk itulah sebagai orang waras, Alissa perlu mengalah.

"Jika kau berani mengumpat diriku, maka akan aku potong gajimu sebanyak 50%"

"Apa kau tengah merampok orang miskin Tuan Alrescha Nero"

"Tentu saja tidak, tapi setiap kesalahan harus ada hukuman, dan memotong gajimu adalah hukuman paling terbaik yang bisa aku lakukan"

"Terbaik apanya. Kau bahkan menelantarkan diriku jika mengambilnya 50%"

Sungguh Alissa tidak percaya jika pria kaya itu akan memotong gajinya, bahkan rasanya itu tidak memiliki kemanusian sama sekali.

“Terserah kau saja, aku tidak mau berdebat denganmu. Ikut aku” perintah pria itu, ia sungguh malas untuk bicara, namun rasanya dengan wanita itu tidak pernah habis pembicaraan, sungguh Alrescha amat lelah sekali, tapi rasanya ia tidak bisa melepaskan Alissa lantaran gadis itu amat berguna untuk perkembangan bisnisnya, dan sepertinya bisa ia manfaatkan untuk mengetahui akan Arabella.

*

Alissa duduk tenang dengan sikap sopan, bahkan membuat Alrescha melirik kearah gadis itu, meskipun Alrescha amat menyukai Alissa bersikap patuh, namun melihat gadis berisik itu tidak membuat keributan, kenapa Alrescha ingin sekali mengagunya, ia merasa tidak nyaman dengan Alissa yang banyak diam tanpa bicara.

“Bos, kita mau kemana? Ini bukan jalan untuk ke Hotel?” tanya Alissa seketika, sedari tadi ia sudah menganggap mereka akan kembali ke kasur empuk dan uring-uringan sampai besok pagi, tapi siapa yang menyangka jika mereka tidak lewat jalan sebelumnya.

“Ke kediaman Nero”

“Apa!!” teriak Alissa dengan tidak percaya.

“Kenapa kau berisik sekali!” dengus pria itu dengan jengkel, baru saja ia berfikir tentang Alissa yang selalu ribut, tapi setiap kali gadis itu membuat keributan ia juga di buat amat kesal, sungguh apapun yang Alissa lakukan selalu saja salah di matanya.

“M-Maafkan aku bos, tapi kenapa kau membawaku ke kediaman Nero?” tanya Alissa pada pria itu.

Apakah dirinya akan di buat sebagai wanita yang diakui sebagai pacarnya kepada keluarga Nero, tentu saja kesimpulan itu Alissa dapat melalui tragedi yang sering terjadi di novel-novel romansa, untuk menutupi tentang kehidupan pribadi pemeran pria, ia membuat pemeran wanitanya berpura-pura pada keluarga.

“Jangan terlalu banyak berfikir, aku membawamu karna aku ingin kau melihat seseorang” ucap Alrescha dengan nada santai.

“Maksud mu?” balas gadis itu ketika menyipitkan matanya penuh bingung.

“Arabella” sontak saat nama itu keluar dari mulutnya, dan kedua mata mereka saling bertatapan membuat Alissa terdiam, bahkan Alrescha juga bungkam sambil menatap dua bola mata polos di hadapannya, dengan segera Alissa mengalihkan pandagan sebab ia cukup gugup dan berdebar. “Aku ingin kau melihat seseorang, apakah ia berkaitan dengan Arabella atau tidak” sambung Alrescha ketika menatap panjang kearah Alissa.

“O-Oh begitu” ucap Alissa seolah mulai sadar diri, entah kenapa hatinya terasa sakit dan ia merasa sedikit kecewa, memangnya ada apa dengan Alissa, kenapa ia malah kecewa jika sebenarnya ia hanya di bawa ke kediaman Nero untuk memastikan tentang kekasihnya Arabella. “Alissa, kau sadar dirilah sediki” ucap Alissa pada dirinya sendiri.

Hingga membentang di sepanjang jalan mereka, hanya suara angin yang membelah kesunyian itu, dan hiasan jalan yang menjadi mata keduanya menatap, bahkan sebuah gerbang di buka untuk mobil Alrescha Nero memasuki kediaman mewah dan besar itu, sungguh rumah di Inggris ini amat luar biasa dan menabjubkan sehingga Alissa tidak bisa mengatupkan mulutnya akibat kagum.

“Apakah ini rumahmu?” tanya Alissa dengan lirih sambil melihat keluar jendela, bahkan ia tidak bicara menghadap Alrescha Nero lantaran perhatianya tersita kepada rumah berlatar putih dengan gaya amerika-moderen namun di padukan dengan beberapa ukiran arab di pilar-pilar tingginya.

“Tidak!! Itu adalah rumah selingkuhan ayahku” sontak perkataan Alrescha menarik perhatiaan Alissa, bahkan membuatnya terpaku saat melihat kearah pria itu, sekalipun Alissa tidak bisa melihat apapun semaunya dari ingatan Alrescha, namun Alissa dapat melihat bagaimana besar kebencian yang Alrescha rasakan saat inj, namun ia pendam dengan begitu dalam. “Turunlah..” sambung Alrescha kepada gadis di sisinya, membuat Alissa menganggukan kepala untuk berjalan formal di samping pria itu.

1
DeRe
thor balik dong
DeRe
bagussss
Yatie Triesye
ceritanya bagus.... tapi koq tak ada kelanjutannya
Devy ZoviaCarissa
Ni novel masih lanjut atau da END ksini thor? Q kangen tauuuuu plus penasaran dg kelanjutan ni novel.
Up dong thor🙏🙏🙏
Devy ZoviaCarissa
Baru kali ini q baca novel yg penuh sejuta misteri.susah banget untuk menebak akhir cerita novel ini. Semangat ya thor, q Sukaaaaaaaaaa banget dg novel mu in.
Flrna Rina
Thor ceritanya ni seruu, Misteri dan kisah Roman ya menyatu🥰
semangat Thor aku padamu🤗
arin
ngga tersa air matku ngalir...Rsnya nysek?
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
alisha
2 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Martina Alfarizqi
4 like semangat up
alisha
3 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like🤗
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Cindy Wulandari
semangat
Ika NcOm Ajee
apa kabar thor'y...ga up" kok udh lama penasaran
Shopee Hartono
kok lamaaaaaa
ety_
semngat
KHARDHA LOVE
Setulus itukah Alresca🙄 lanjut semangat terus ya salam dari Dokter Cinta Spesialis Hati"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!