NovelToon NovelToon
Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhuzhu

Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.

Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.

Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.

Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.

Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"

"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.

Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 32: PUTRI RUOXI

Beberapa hari kemudian, hari ulang tahun Putri Ruoxi sudah tiba. Sejak pagi, sebuah kediaman keluarga kekaisaran yang terletak di sudut timur Shangjing sudah sibuk menyiapkan perjamuan. Ada begitu banyak pelayan yang bekerja dan ada begitu banyak hidangan yang dimasak.

Satu per satu tamu undangan mulai datang memasuki kediaman putri. Mereka adalah para gadis bangsawan terkemuka di Shangjing, juga keturunan keluarga pejabat pengadilan yang berkuasa. Beberapa pemuda penerus gelar bangsawan juga datang meramaikan suasana sekaligus mencoba peruntungan, berharap mendapat wanita yang disukai dan layak dijadikan istri.

Seorang wanita, dengan tubuh semampai yang terlihat sempurna berdiri di paviliun yang terletak di seberang aula perjamuan. Dia memakai gaun sutera merah yang memancarkan aura dingin tak tersentuh. Wajahnya begitu cantik, matanya yang lentik menatap kumpulan orang yang detik demi detik mulai menapaki aula.

“Putri, para tamu undangan sudah datang. Apakah ingin keluar sekarang?” tanya pelayannya.

Wanita itu mengangkat tangannya. Senyumnya yang begitu misterius tersungging di bibir merahnya.

“Tamunya belum lengkap. Apakah Raja Yun sudah tiba?”

“Belum. Saya mendengar kabar kalau beberapa hari lalu Raja Yun ditahan di kediamannya oleh Kaisar karena masuk ke aula rapat tanpa izin.”

“Oh? Bagaimana dengan Ibu Suri?”

“Setelah istananya mengalami kebakaran, Ibu Suri tidak membuat keributan. Mungkin soal penahanan Raja Yun juga belum tiba beritanya ke sana.”

Sudut bibir wanita itu terangkat sebelah. Menarik sekali, pikirnya.

“Benarkah? Ibu Suri bukan orang yang akan tinggal diam melihat anaknya dikurung oleh Kaisar.”

Dia lebih percaya kalau penyebab Ibu Suri tidak membuat keributan setelah putra keduanya dikurung oleh Kaisar adalah karena kebakaran istana itu menyembunyikan sesuatu sehingga dia ingin mencegah penyelidikan. Diam saja bukan gaya Ibu Suri. Dia yakin kebakaran istana hari itu bukanlah masalah sederhana.

“Awasi terus. Laporkan jika semua tamuku sudah lengkap.”

Pelayan itu mengangguk. Wanita tersebut kemudian meninggalkan paviliun dengan langkahnya yang konstan dan anggun.

Di istana, Liu Yan membubarkan rapat pengadilan lebih awal. Hari ini tidak banyak yang perlu dilaporkan. Dia kembali ke Istana Zhaoyang untuk meninjau laporan yang belum selesai. Di sampingnya, Mei Zhiyi menggiling tinta untuknya dan menyiapkan teh panas yang harum.

“Yang Mulia, apakah hari ini pekerjaanmu sangat banyak?”

Omong kosong. Dia seorang Kaisar, kepala negara. Tentu saja pekerjaannya sangat banyak. Tapi pertanyaan bodoh ini tetap saja aku lontarkan.

“Kau tidak lihat aku sedang sibuk?”

“Kapan tepatnya pekerjaanmu ini akan selesai?”

“Tidak tahu. Jika aku sedang mau, mungkin sore ini selesai.”

Sore? Ya ampun, terlalu lama. Kalau aku minta izin, apa dia akan memberikan izin untuk pulang kerja lebih awal? Tapi, aku adalah pelayan. Pekerjaanku tidak akan berhenti sebelum Liu Yan tidur.

“Kenapa?” tanya Liu Yan.

“Apa Yang Mulia punya rencana untuk pergi ke Istana Fengyi?”

Mei Zhiyi agak bosan sekarang. Sehari-hari waktunya dihabiskan berdiri di samping Liu Yan, membantunya membereskan meja, memastikan makanan sudah siap dan aman, menggiling tinta, juga menyuruh orang menyiapkan air. Saat pria itu meninjau laporan, dia diam seperti patung. Sungguh membosankan jika terlalu lama.

Di istana ini selain Liu Yan, mungkin hanya Feng Yuzhen yang bisa diajak bicara. Putri dari Nanyu itu bisa dibilang teman yang satu frekuensi, yang tidak berbicara soal cara menyenangkan Kaisar.

Feng Yuzhen punya pikiran yang lebih maju dan lebih cerdas, tidak kolot dan tidak kaku. Dia tidak terikat oleh perasaan romantis dan hanya fokus pada menjalankan hobinya saja. Orang yang menarik seperti ini pantas dijadikan temannya.

“Kau ingin bertemu dengan Feng Yuzhen?” tanya Liu Yan seolah tahu isi pemikiran Mei Zhiyi.

“Terakhir kali aku membantu Selir Feng memperbaiki sketsa mekanisme yang sedang dikembangkan. Aku penasaran sudah sejauh mana penelitiannya dijalankan.”

“Kau sepertinya sangat tertarik dengan Feng Yuzhen. Apa kau jangan-jangan mau jadi pelayannya dan pergi dariku?”

“Tidak, bukan itu maksudku. Aku sangat setia pada Yang Mulia, mana mungkin pergi ke tempat lain untuk melayani. Kesetiaanku disaksikan langit dan bumi. Yang Mulia juga tidak akan membiarkanku pergi.”

Gaji di sini begitu banyak, juga bisa dapat hadiah secara langsung. Walau Istana Fengyi memang bagus, tapi tidak sebagus di sini.

“Jika kau berani pergi ke tempat lain, kau akan celaka.”

Mei Zhiyi tentu saja tahu. Pengalaman terakhir saat diserang malam itu mengajarkan dia bahwa menjauh dari Liu Yan sangat berbahaya, walau sebenarnya di dekatnya juga berbahaya. Tapi setidaknya orang-orang yang bersembunyi di balik kegelapan itu tidak akan bisa menyentuhnya secara langsung di hadapan Liu Yan.

Berbeda dengan di luar, berbeda jika dia tidak berada di sisi Liu Yan. Lengah sedikit saja dapat membuatnya kehilangan nyawa. Apalagi sekarang daya hidupnya belum mencapai 50%. Dia harus lebih berhati-hati dan lebih cermat memilih jalan untuk dirinya sendiri.

“Aku tahu. Yang Mulia sudah memperingatkanku terakhir kali. Apa Yang Mulia sungguh tidak berniat pergi menemui Selir Feng hari ini?”

“Tidak.”

“Kenapa?”

“Hari ini dia tidak ada di istana.”

Mei Zhiyi mengernyit. “Lalu ke mana perginya Selir Feng? Dia keluar?”

“Hari ini adalah perjamuan ulang tahun Putri Ruoxi. Dia pergi untuk menghadirinya.”

Putri Ruoxi… Dia ingat Liu Yan pernah menyebutkannya saat di taman samping istana pada malam dia kehilangan kendali. Jika tidak salah, Putri Ruoxi itu adalah putri sulung dari mantan Kaisar, kakak perempuan dari Liu Yan dan Liu Cheng.

Nama aslinya adalah Liu Zhao. Lahir dari seorang selir, tapi karena seorang wanita, Ibu Suri tidak menyingkirkannya. Bahkan lumayan memberinya muka karena merupakan satu-satunya putri kekaisaran tingkat pertama di Daqi, keturunan langsung dari mantan Kaisar.

“Yang Mulia tidak pergi?”

Liu Yan menyimpan dokumennya dan matanya menerawang ke masa lalu. Sepertinya tidak ada yang perlu dibicarakan dengan kakak perempuannya itu.

Walau mereka bersaudara, tapi persaudaraan di keluarga kekaisaran itu baginya seperti seutas tali yang bisa putus kapan saja. Seperti es yang bisa pecah kapan saja, seperti benang yang bisa terurai kapan saja.

“Walau dia kakakku, kami tidak akrab. Cukup Feng Yuzhen saja yang pergi.”

Benar juga. Liu Yan sudah menjadi sandera sejak usia lima tahun dan baru kembali ke Daqi lima tahun setelahnya. Dia langsung naik takhta, tentu tidak akan punya waktu untuk mengenal saudara perempuannya sendiri. Melewatkan waktu untuk memupuk rasa persaudaraan dan menumbuhkan kasih sayang. Bahkan mungkin dia bisa saja lupa kalau dia masih punya seorang kakak perempuan.

Liu Yan memejamkan matanya. Rasa sakit itu tidak lagi terasa, tapi semua kenangan yang begitu mengerikan itu masih melekat erat dalam ingatannya.

Tidak akan pernah lupa, juga tidak akan pernah hilang selamanya. Terkadang dia sendiri juga bingung, apakah semua yang dia alami itu benar-benar nyata atau hanya bagian dari ilusinya saja?

Sudahlah, tidak perlu dibahas lagi, pikirnya. Masih ada hari yang panjang untuk dihadapi.

Li Dezai yang sedang merapikan dokumen kemudian berkata, “Yang Mulia, Ibu Suri juga pergi. Raja Yun juga pergi.”

Mengherankan, pikir Liu Yan. Ibu Suri pasti pergi karena putra bungsu kesayangannya juga pergi. Beberapa waktu ini Liu Yan mengirim orang untuk menyampaikan pesan agar Liu Cheng tetap diam saja di kediaman sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Karena Putri Ruoxi adalah kakak perempuannya juga, dia pasti menggunakan kesempatan ini untuk keluar. Liu Yan tidak akan bisa mencegahnya karena akan dianggap tidak menghargai saudara dan tidak membiarkan orang bertemu saudara kandung.

“Tampaknya, kediaman Putri Ruoxi hari ini benar-benar ramai,” ujar Liu Yan. “Siapkan kereta. Pergi ke kediaman Putri Ruoxi.”

“Baik, Yang Mulia,” ucap Li Dezai.

“Yang Mulia, sungguh ingin pergi ke kediaman Putri Ruoxi?”

“Bukankah kau ingin bertemu Feng Yuzhen? Aku membantumu menemukannya. Siapa tahu kau juga akan bertemu dengan orang yang mengutus pembunuh yang menyerangmu malam itu.”

Mei Zhiyi tentu sangat tertarik untuk pergi keluar. Dia juga penasaran seperti apa sosok Putri Ruoxi itu. Katanya dia seorang gadis anggun yang lembut dan pengertian, juga sangat cantik. Tapi belum menikah sampai sekarang. Liu Cheng sudah dia tahu sosok dan tampangnya, sekarang tinggal melihat Liu Zhao.

Namun, kenapa Liu Yan malah mengatakan dia mungkin akan bertemu dalang yang mengutus para pembunuh itu? Mungkinkah dalangnya ada di antara tamu perjamuan? Kenapa dia merasa sepertinya Liu Yan tahu sesuatu soal para pembunuh itu?

"Yah, semoga saja apa yang dikatakan olehmu itu benar. Akan sangat bagus jika bertemu dengan orang sial yang mengirim pembunuh untuk menyerangku."

1
Ai
sekejam kejamnya ibu kandung tdk mgkn mencelakai anaknya sendiri meski anak itu ada dari seorg laki2 yg tdk dia suka.. klo cuma mengacuhkan msh bisa ditoleransi tapi ini keterlaluan, klo aku jg akan benci setengah mati sama ibu yg spt itu
Ai: banget banget banget 🤭
total 2 replies
Biyan Narendra
Sempet khawatir banget td sama Mei..
Takut knp knp sama Liu yan
Sun Flower: tenang pemirsa
total 1 replies
Imas Fatimah
kayaknya mereka ini satu ibu beda ayah 🤭😉
Sun Flower: hmmmmmm
total 1 replies
Dyana
bgus ibu suri ni d apa in y... Liu cheg jg mnding d buang jauhhh.. putri ruoxi d nikahnya aj k tmpat jauh ga bs balik lg.... huhhhhhb
Sun Flower: digoreng rame-rame
total 1 replies
Dyana
mg aj putri ruoxi ini bknsahabat zhiyi yg brkhianat... mg aj org baik
Sun Flower: baik gak yaaa
total 1 replies
Ai
tenang mei zhiyi tdk akan mati semudah itu😄
Ai: 🤣🤣🤣🤣lanjut yg bnyk thor
total 2 replies
vivi oh vivi
🤭🤭
Sun Flower: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Biyan Narendra
Semoga Mei baik baik saja
Sun Flower: baik-baik kok
total 1 replies
Biyan Narendra
Makin gondok dong ibu Suri
😁😁😁😁
Sun Flower: darting gak tuh
total 1 replies
Biyan Narendra
bakalan rame nih pestanya
Sun Flower: mau ikut?
total 1 replies
Imas Fatimah
wah...penasaran nih kelanjutannya,up lg thor..
Sun Flower: siappp
total 1 replies
Machsunatul Istianah
hmmm.... mencurigakan putri ruoxi ini🤔
Sun Flower: kenapa hayooo
total 1 replies
Libra
Putri Ruoxi itu musuh Zhiyi di dunia modern ya kk author?
nebak" aja dulu
Sun Flower: coba tebakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
🤣🤣🤣🤣🤣
Emang enak di ghibahin sama Mei
Sun Flower: gibahin dalam hati lebih seru, apalagi kalau bisa didengar, mau kesal pun tak berdaya🤣
total 1 replies
Ai
apakah penyerangan mei zhiyi ada hubungannya dg putri ruoxi.. tp knp dan apa alasannya? penasaran ini thor
Ai: ada hubungannya ini pasti soale klo ibu suri ndak mgkn
total 2 replies
Ai
andai kaisar daqi tau yg sebenar nya kampung halaman yg diceritakan mei zhiyi berasal dari dunia yg jauhhh di masa depan gimana respect ya
Ai: klo kaisar daqi ikut pantes klo jd ceo keren pasti y thor😄
total 2 replies
Machsunatul Istianah
Liu zhao atau putri ruoxi itu perpindahan jiwa yao shu🤔
Sun Flower: ayoo tebakkk
total 1 replies
Imas Fatimah
mungkinkah yg menyerang Mei itu putri Ruoxsi?🤔
Sun Flower: apa alasannya cobaa
total 1 replies
Imas Fatimah
kaisar bisa membaca pikiran org lain?atau khusus Mei saja yg bisa dibaca pikirannya?
Sun Flower: cheat khusus untuk Mei Zhiyi
total 1 replies
Machsunatul Istianah
pujian yang ber bahaya 😁
Sun Flower: berbahaya untuk jantung dan hati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!