Terbiasa hidup dijaga oleh pengawal pribadinya yang tampan, membuat Ellena diam-diam menaruh hati pada pria itu. Namanya Marco, dan usianya jauh lebih matang dari Ellena.
Saat tahu pengawalnya sudah dijodohkan, Ellena menyusun rencana licik untuk menjebak Marco agar menikahinya. Akankah Ellena berhasil menjerat Marco dengan tali pernikahan impiannya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSP # Bab 15
Pagi-pagi sekali Ellena sudah bangun, bahkan sebelum Marco terbangun. Wanita itu sudah bersih-bersih dan melakukan aktivitas yang tidak pernah dilakukan oleh gadis itu sebelumnya.
Marco membuka mata dan melihat istrinya sudah menyapu dan mengepel lantai, piring-piring kotor juga telah dicuci bersih.
“Kak Marco udah bangun?” tanya Ellena sambil mengelap keringat yang mengucur di keningnya. Gadis itu menyekanya sambil tersenyum manis dengan gagang sapu yang masih dipegang erat.
“Emm, kamu yang ngerjain semua ini, El?” tanya Marco sembari mengucek mata, mencoba mengumpulkan kesadaran yang belum sepenuhnya kembali.
“Iya. Hari ini aku libur, bangun pagi-pagi bingung mau apa, ya udah aku bersih-bersih yang bisa aja. Waktu itu Kak Marco kan udah ajarin aku,” jawab Ellena dengan santai.
“Oh iya aku juga libur,” gumam Marco yang bisa tidak jelas oleh Elena.
Gadis itu lalu mendekati suaminya dan memasang raut wajah semanis mungkin. Dia ingin merayu suaminya tapi bingung bagaimana cara memulainya, walau Sendy sudah mengajari teknik-teknik merayu lelaki padanya.
“Kak Marco, ajakin aku jalan-jalan dong. Ke mana gitu, keliling naik motor aja tanpa tujuan juga nggak apa-apa,” kata Ellena sampai makin ke bibir bawahnya.
Tujuan Ellena hanya ingin membuat suaminya sedikit melupakan masalah Naina. Apa pun yang diderita oleh gadis itu, yang paling penting sekarang mereka sudah menjadi suami istri.
Melihat wajah istrinya yang terlihat sedih, Marco jadi tidak tega dan teringat janjinya pada Tuan Aland untuk membuat putrinya itu selalu bahagia.
“Oke, kita jalan-jalan. Aku mandi dulu, kamu juga siap-siap ya!” putus Marco sebelum akhirnya mengusap lembut rambut sang istri dan berjalan cepat menuju kamar mandi.
Baru diperlakukan seperti itu saja, Ellena sudah terbang ke langit. Dia merasa Marco sangat tulus memperhatikannya. Rona merah di wajahnya sudah membuktikan bahwa Ellena begitu berharap perhatian-perhatian kecil seperti ini dari suaminya.
***
Marco akhirnya membawa Ellena jalan-jalan dengan motor milik Marco. Mereka tidak menggunakan mobil karena Ellena ingin menikmati rasanya seharian penuh naik motor bersama seseorang yang dicintai.
Gadis itu sangat berharap jika Marco bisa melupakan Naina dan mengusir nama itu dari hati dan pikirannya.
“Kamu mau cilok nggak, El?” tanya Marco sambil menoleh ke belakang, melihat sang istri yang membonceng di belakang.
Setelah sarapan di tukang bubur yang mendorong gerobaknya, kali ini Marco ingin mengajak istrinya itu membeli jajanan kaki lima juga.
“Cilok?” Kening Ellena berkerut mendengar nama jajanan khas pinggir jalan yang belum pernah dia beli itu. “Boleh deh,” sambungnya. Dia ingin menjalani kehidupan yang sama yang dijalani oleh Marco, karena itu dia harus belajar mulai dari hal-hal kecil seperti ini.
“Oke!” Marco melajukan motornya menuju tempat biasa dia membeli jajanan murah itu. Dia bersyukur karena Ellena tidak rewel seperti dulu yang hanya mau makan makanan kafe dan restoran. Sekarang, perlahan-lahan Ellena sudah mulai berubah.
Mereka telah sampai di tempat penjual cilok yang dimaksud oleh Marco. Keduanya turun dari motor dan Marco membantu Ellena melepaskan helmnya.
Dada Ellena berdebar keras karena perhatian kecil dari Marco yang membuat mereka berjarak semakin dekat. Saat Marco tersenyum karena berhasil melepaskan helmnya, lagi-lagi Ellena jadi salah tingkah.
“Yuk, kita beli ciloknya!” ajak Marco sembari menggandeng tangan Ellena.
Ellena yang tidak terbiasa hidup sederhana, terlihat sekali memaksakan diri untuk terbiasa dengan kehidupan Marco yang sederhana.
Marco melihat hal itu dan mulai tersentuh dengan pengorbanan Ellena.
Ellena sangat baik. Aku akan belajar mencintai dia, mulai sekarang! Ellena, bantu aku! Jangan buat aku kecewa!
***
Kembang kopinya jangan lupa 💋💋
sana sama Otor aja... pasti mau dia...