NovelToon NovelToon
Pewaris Dewa Pedang 2

Pewaris Dewa Pedang 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Lanjutan pewaris dewa pedang

Jian Wuyou yang sedang melawan langit dan utusannya harus mengalami kegagalan total dalam melindungi peti mati istrinya.

Merasa marah dia mulai naik ke alam yang lebih tinggi yaitu langit, tempat di mana musuh-musuh yang mempermainkannya berada.

Tapi sayang dia kalah dan kembali ke masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: 10 Tahun dalam Senja Abadi

​Waktu di dalam dimensi saku mengalir seperti air tenang yang tak terganggu oleh badai di luar sana. Sepuluh tahun telah berlalu sejak Jian Wuyou menutup gerbang ruang dan waktu di Pegunungan Kristal.

Di lembah ini, langit selalu berwarna senja keemasan, memberikan kedamaian yang semu namun indah bagi penghuninya.

​Anak-anak yang dulu hanya bisa merangkak dan bermain pedang kayu, kini telah tumbuh menjadi tunas-tunas baru yang tangguh.

​Di padang rumput yang luas, dua pemuda berusia sebelas tahun tengah terlibat dalam pertarungan latihan yang sengit.

​Jian Han, sang anak angkat, tumbuh menjadi pemuda yang tenang dengan tatapan mata yang tajam. Ia mengenakan jubah biru tua, bergerak dengan presisi yang luar biasa.

Setiap tebasan pedang besinya menghasilkan gelombang angin yang teratur. Ia mewarisi ketenangan Jian Wuyou dalam bertarung.

​Di sisi lain, Jian An, putra kandung Jian Wuyou dan Li Hua, adalah kebalikannya. Ia mengenakan jubah putih dengan corak ungu, bergerak lincah seperti kilat.

Rambutnya hitam legam seperti ibunya, namun matanya memancarkan kilatan energi ungu yang identik dengan ayahnya, sebagai anak kandung Jian Wuyou,pertumbuhan kultivasinya sangat mengerikan.

​"Kak Han, kau terlalu lambat!" seru Jian An sambil melesat, meninggalkan bayangan ungu di belakangnya.

​"Kecepatan bukan segalanya,Jian an." jawab Jian Han tenang. Ia mengayunkan pedangnya secara horizontal, menciptakan dinding energi yang menghentikan laju Jian An.

​CLANG!

​Bentrokan senjata mereka menciptakan riak di udara dimensi tersebut. Jian Wuyou berdiri di atas bukit kecil tak jauh dari sana, memperhatikan kedua putranya dengan bangga.

Di usianya yang sekarang, ia tampak sedikit lebih bijaksana, rambutnya kini ia ikat rapi, dan auranya terasa jauh lebih dalam, seolah ia telah menyatu dengan alam itu sendiri.

​"Mereka tumbuh begitu cepat." suara lembut Li Hua terdengar di sampingnya.

​Li Hua tampak tidak menua sedikit pun; kecantikannya justru semakin matang. Ia membawakan jubah tambahan untuk suaminya.

Ingatannya telah pulih sepenuhnya selama sepuluh tahun ini, dan setiap hari yang ia lalui adalah bentuk syukur atas kesempatan kedua yang diberikan takdir.

​"Jian An memiliki bakat yang menakutkan," gumam Jian Wuyou sambil merangkul pinggang istrinya. "Di usianya yang ke-11, ia sudah mencapai Ranah Penyatuan Roh. Jika dia berada di dunia luar, dia akan dianggap sebagai keajaiban yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun."

​"Itu karena dia memiliki darahmu, Wuyou," sahut Li Hua pelan. Namun, ada nada kekhawatiran dalam suaranya. "Apakah kau pikir... mereka sudah siap jika suatu saat dimensi ini tidak lagi bisa melindungi kita?"

​Jian Wuyou terdiam. Ia menatap langit senja yang mulai bergetar halus—sebuah tanda yang hanya ia yang bisa merasakannya. Selama sepuluh tahun, ia telah memperkuat segel dimensi ini, namun ia tahu bahwa musuh di luar sana tidak pernah berhenti mencari.

​Tiba-tiba, tawa Jian An dan Jian Han terhenti. Mereka berdua merasakan sesuatu yang aneh. Burung-burung di lembah itu mendadak terbang menjauh, dan sungai perak yang tenang mulai bergolak.

​KRAAAAK...

​Sebuah suara seperti kaca pecah bergema dari langit tertinggi dimensi saku tersebut. Sebuah garis hitam pekat muncul di tengah langit senja yang indah, perlahan-lahan melebar menjadi sebuah retakan yang memancarkan aura dingin dan sombong.

​"Ayah! Apa itu?" teriak Jian Han sambil berlari mendekat, diikuti oleh Jian An yang sudah menggenggam pedangnya dengan erat.

​Wajah Jian Wuyou berubah menjadi sangat dingin. Ia melangkah maju, menghalangi keluarganya. Energi Domain Kehendak Tahap Puncak—hasil kultivasi sepuluh tahunnya—meledak keluar, menyelimuti seluruh lembah dengan perlindungan ungu yang pekat.

​"Sepuluh tahun..." desis Jian Wuyou. "Sekte Dewa Abadi akhirnya berhasil menemukan koordinat ruangku."

​Dari balik retakan hitam itu, muncul sebuah kapal perang raksasa yang terbuat dari emas putih. Di ujung kapal tersebut, berdiri puluhan pendekar dengan zirah yang menyilaukan. Mereka adalah pasukan elit yang dikirim untuk memusnahkan sang "Pencuri Waktu" dan keluarganya.

​"Jian Wuyou! Waktu persembunyianmu sudah habis!" sebuah suara menggelegar dari kapal tersebut. "Serahkan sang Anak Paradoks, atau kami akan meratakan dimensi ini menjadi debu!"

​Jian An menatap ayahnya, matanya berkilat marah. "Ayah, biarkan aku bertarung! Aku bukan lagi bayi yang harus kau gendong!"

​Jian Wuyou menoleh ke arah Jian An dan Jian Han, lalu ke arah Li Hua. Ia memberikan senyum tipis yang penuh makna. "Jian Han, Jian An... hari ini kalian akan belajar pelajaran terakhir dari Ayah. Bagaimana cara menjaga rumah kita dari mereka yang merasa dirinya adalah hukum."

​Jian Wuyou melesat ke langit, sendirian menghadapi armada raksasa itu, sementara di bawah sana, kedua putranya bersiap untuk melakukan pertempuran hidup dan mati pertama mereka.

1
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Benar memperbaiki Pintu yang didobrak Ibunya
Nanik S
Kaisar Keabadian untuk Negri para orang Buangan
Nanik S
Siapapun akan memilih Anak Istri itu salah satu kelemahanya
Nanik S
Joooooost Woyou
Nanik S
Undangan berdarah
Nanik S
Woyou... melatih Anak anaknya dengan keras agar bisa melindungi diri sendriri
Nanik S
kenapa Jian An mesti jadi Target mereka...
Nanik S
Lanjut
Nanik S
Jian An.. Jian Han jadilah kuat seperti Ayahmu
Nanik S
Jian Woyou benar benar keras terhadap anaknya agar manjadi pendekar hebat
Nanik S
Cerita keluarga yang Bagus
Nanik S
Cuuuuuuss
Nanik S
Lanjutkan 👍👍👍
Nanik S
Dewa banyak yang jahat juha
Nanik S
Anak anak yang marah krn melihat Ayahnya teraniaya
Nanik S
Kedua Anak Jian Woyou benar2 Hebat
Agen One: /Hug/
total 1 replies
Nanik S
kenapa mereka menginginkan Jian An.... ada apa dg Anak kecil
love
semangat thor👍👍👍👍👍
Nanik S
Li Hua... bawa Kedua Jian pergi dari dimensi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!