Seorang Ratu yang dikenal bengis dan jahat mengalami kekalahan dimana suaminya sang Kaisar memutuskan untuk menceraikannya dan memengal kepalanya dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap wanita lain milik sang Kaisar
Apalagi sang Kaisar sudah memiliki wanita lain dan memutuskan untuk menikahinya.
Membuat hati Ratu sangat hancur dan di hari eksekusinya dia memohon kepada Tuhan untuk mengubah nasibnya.
Dia tidak bisa meninggalkan putri kecilnya yang besar tanpa seorang ibu...
Apa Tuhan bisa mengabulkan doa dari sang Ratu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reiza Muthoharah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaun
Sedangkan di sisi lain Kaisar Abraxas yang sedang berada di dalam kereta kuda memikirkan Annelise wajahnya yang susah untuk di lupakan.
Membuat jantungnya berdetak cepat untuk pertama kalinya tapi ia sama sekali tidak merasa risih malah merasa nyaman.
" Apa yang terjadi padaku?" batin Abraxas sambil memejamkan mata.
...****************...
Annelise yang sudah berada di kamarnya langsung melangkahkan kakinya menuju ke sebuah ruangan kecil yang banyak obat-obatan herbal dan bunga-bunga.
Annelise duduk di kursinya sambil mengambil segelas besar yang berisi cairan berwarna kuning. Ia menghirupnya sambil memejamkan matanya tidak lama setelahnya ia tersenyum puas.
Sebelum kemudian Annelise melompat gembira.
" Akhirnya eksperimen ku berhasil aku selesai membuat parfum yang membuat suasana baik. Oh sudah tidak lama aku melakukannya lagi ini seperti mimpi." ucap Anne sambil tersenyum.
" Dan yang terpenting aku bisa menghasilkan uang hehehe..." ucap Anne sambil terkikik.
Keesokan harinya Annelise harus menemani Countess Inggrid untuk membeli gaun untuk acara ulang tahun Kaisar besok. Dengan tampang malas Annelise mengikuti Countess dari belakang.
" Selamat datang Countess saya senang anda berkunjung kemari." ucap seorang wanita yang berusia pertengahan tiga puluh menyapa Countess Inggrid.
" Terima kasih Lady Molly saya di sini ingin membeli gaun untuk saya dan Annelise." ucap Countess Inggrid yang memberitahu tujuan nya datang.
" Tentu saja Countess saya sangat senang anda dan keluarga menjadi salah satu orang yang mendapatkan undangan dari Kaisar. Tidak mudah untuk mendapatkan undangan dari beliau bahkan jika mereka memiliki pangkat yang tinggi mereka tidak bisa membawa seluruh keluarga. Kau tahu bukan sifat Kaisar yang sedikit antisosial." ucap Molly.
Annelise yang mendengarnya menggangguk kepalanya setuju ia tahu Kaisar Abraxas merupakan tipe orang penutup atau bisa di sebut introvert. Meski dia menemui beberapa penjabat tinggi dari negara lain tapi beliau akan berbicara langsung intinya tanpa basa-basi terlebih dahulu.
" Baiklah Lady Annelise anda ingin gaun seperti apa?" tanya Molly yang melihat Annelise.
Annelise yang melamun langsung tersadar ketika Countess Inggrid menyikut tangannya pelan.
" Saya tidak tahu Madam bagaimana kalau saya melihatnya terlebih dahulu dan jika ada yang cocok saya akan mengambilnya." ucap Anne memberikan sebuah usulan.
" Jika itu keinginan anda silahkan lihat-lihat saya akan mengajak Countess untuk melihat gaun lainnya. Saya akan memberitahu pekerja untuk menemani anda." ucap Molly yang ingin memanggil salah satu pekerja nya sebelum di larang oleh Annelise.
" Tidak perlu Madam saya bisa sendiri kalau begitu saya permisi." pamit Anne tanpa melihat Countess yang memperhatikannya.
Annelise melihat gaun-gaun yang cantik berjajar rapi. Tapi sayangnya Annelise tidak sedikit suka mengingat gaun ini sedikit ketinggalan zaman di kehidupan sebelumnya. Karena seorang artis Annelise sering memiliki gaun yang berjajar rapi di sebuah ruangan sayangnya dia tidak akan pernah memakai gaun indah nya lagi.
Sampai pemandangan Annelise tertuju ke seorang wanita yang seusianya tiba-tiba saja tubuhnya bergetar hebat. Melihat rambut yang sangat familiar baginya warna pink lembut. Membuat kenangan buruk nya kembali lagi dengan cepat Annelise melangkah jauh ia belum siap bertemu dengan nya.
Saat ia berusaha menghindari wanita itu tanpa sengaja Annelise menabrak seseorang.
" Maafkan saya." ucap Anne sambil menundukkan kepalanya sebelum kemudian berlari menahan malu karena menabrak seseorang.
Tanpa menyadari orang yang di tabrak nya tertawa pelan.
" Dasar gadis aneh dan menarik....
Countine...
next story should be betteer...semangaaatzz