Jika langit punya pelangi untuk di banggakan, aku punya kamu untuk di perjuangkan.
Itulah kata terakhir yang di ucapkan Rain pada Rindu yang ternyata sudah memiliki jodoh di kampung halaman. Hatinya hancur berkeping tapi tekadnya tak luluh begitu saja.
Rain mundur bukan untuk menyerah, tapi ia membiarkan gadis kesayangannya itu menentukan pilihan.
Akankah Rain yang di pilih??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Wah, ada yang balik ke NERAKA kayanya nih" suara yang masih di ingat Rindu itupun terdengar begitu nyaring di telinganya. Rasa benci karna di kecewa kan membuat gadis itu enggan menoleh.
"Heh, lo gak denger apa yang gue omong barusan"
Rindu tetap bergeming, ia bahkan terus menarik tangannya yang di cekal untuk masuk kedalam rumahnya sendiri yang selama lima tahun ini di kuasai oleh orang lain. Orang yang dulu baik mengurus ia dan keluarganya, tapi semua itu hanya tipu muslihat karna terbukti saat orang tua Rindu meninggal sikap mereka semua bertolak belakang. Bangunan mewah dua lantai yang dulu hangat penuh gelak tawa berubah bak neraka yang di penuhi oleh isak tangis sang pewaris yang hartanya kini di hampir semua di ambil alih.
"Aku pulang ke rumah ku sendiri, paham kalian!" sentak Rindu kesal.
Plaaaak...
Satu tamparan mendarat sempurna di pipi Rindu yang pitih mulus, perlakuan kasar itu ia dapat dari Bani calon suaminya dari hasil perjodohan.
"Tampar aja terus, emang kamu pikir aku akan ngerasa sakit lagi? aku udah mati rasa di pukul kamu, Ban" teriak Rindu. Ia yang sudah lelah di siksa lahir dan bathinnya kini berusaha untuk melawan, dan itu tentu membuat pria yang kini berdiri di depannya semakin geram.
"Kurang ajar!" sentak Bani yang langsung menarik tangan rindu menuju kamar mandi di dapur.
Tubuh mungil gadis cantik itu di siram Bani berkali-kali dari ujung rambut tanpa henti, Air yang begitu dingin serasa menusuk langsung ke tulang Rindu yang kini sudah berjongkok di lantai dengan memeluk lutut.
"Jika mama dan papa gak bisa tolong aku, ku mohon kirimkan aku satu orang yang bisa menjagaku, Hiks"
.
.
.
#Rumah Utama.
"Lemas banget anak ganteng Mhiu, kenapa?"
"Gak bisa tidur" sahut Rain yang berhambur memeluk wanita kesayangannya.
"Kamu gak enak badan?" tanya Biru panik.
"Gak enak hati, akunya gelisah banget kaya ada sesuati tapi aku gak tahu itu apa" adunya yang memang seperti orang kebingungan.
"Kamu jangan bolos lagi, Bum"
"Iya, Phiu. Hari ini ada rapat OSIS , aku gak mungkin bolos kaya kemarin" sahut Rain pada Samudera yang memberinya peringatan.
"Apa gadis kemarin sudah mengalihkan pikiranmu?"
"Entah lah, yang aku tahu aku ingat dia semalam. Aku berangkat ya, nanti sarapan di kantin" pamitnya yang langsung mencium kedua pipi orangtuanya secara bergantian.
"Anakku beneran jatuh cinta, Bee" ucap Biru sambil terus menatap jauh putra bungsunya yang baru beranjak dewasa.
"Bentar lagi minta Nyeh Uwa Uwa tuh" balas Samudera sembari tertawa.
.
.
Rain yang keluar dari rumah utama langsung melangkah cepat ke garasi mobil. Ada tiga kendaraan mewahnya yang terparkir disana.
"Bisa gak sih kalau pagi gak dibikin bingung mau bawa yang mana?!" dengusnya kesal sambil terus melirik satu persatu kereta besi miliknya.
"Merah, kuning, putih?" gumamnya masih memilih.
"Item aja deh" Ucapnya lagi sambil merampas kunci mobil dari tangan supir pribadi Samudera.
"Tuan Muda, itu mobil Tuan untuk ke kantor"
"Pake aja yang lain, Bum mau bawa yang ini" sahutnya sambil masuk kedalam mobil kepunyaan Phiunya yang baru di beli tiga bulan lalu.
Kendaraan melesat dengan kecepatan tinggi menuju sekolahnya. Tak ada yang di pikirkan oleh Rain kecuali si pelayan kantin.
Dan sampai disana, ia pun langsung mencari keberadaan Rindu.
"Pagi Budhe, Rindu ada?" tanya Rain.
"Rindu sudah pulang ke kampung" Jawab wanita itu yang hanya sekilas menoleh karna cukup lumayan sibuk.
"Pulang kampung, ngapain?" selidik Rain mulai curiga.
.
.
.
Menikah...
Otewe langsung bolos gak nih??
Tadi dan janji loh ama Si Tutut Markentut 😂😂