⚠️ ROMANCE ADULT COMEDY.
Tertangkap basah tidur bersama di ranjangnya, memang Kelandru yang sengaja membuat itu.
Bagaimana dia tidak tertampar dan kecewa Sania yang sudah ia pacari 2 tahun ternyata berselingkuh satu tahun ini saat Kelan berada di Australia menjalani tugas dari orang tuanya. .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Payung Hujan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengkhawatirkan
Kelan benar-benar harus membayar mahal untuk mencari Rea disekitar pulau, ia menyewa beberapa speedboat untuk mencari Rea ke sekitar, boat yang biasanya tidak beroperasi malam hari kali ini beroperasi karena perintah Kelan.
Lelaki itu juga ikut naik ke salah satu speedboat, ingin memastikan sendiri sampai ke pulau-pulau sana, bebera tempat mereka singgahi hingga dua jam pencarian kesana-kemari tetap saja tidak ditemukan Rea disana.
Lelaki itu semakin gusar dan panik di atas speedboat di hari yang sudah beranjak malam dan cuaca mulai tidak bersahabat dan di terpakan angin kencang, Kelan memeluk dirinya sendiri dengan matanya yang tajam memperhatikan permukaan air.
"Warga disini kalau ada orang yang datang pasti tahu, tapi katanya tidak ada dari sore yang datang kecuali nelayan-nelayan sekitar."
Kelan menghembuskan nafasnya berat berfikir sangat buruk, bagaimana jika Rea melompat ke laut saat ini mungkin belum terlihat bisa saja beberapa jam lagi.
"Tidak ada boss! Hari sudah malam gelombang kuat." teriak orang-orang dari speedboat lain.
"Bagaimana pak, sudah mau hujan lebat juga."
"Cari lagi saya akan bayar berapapun di temukan atau tidak!" Kelan bersuara tinggi, demi apapun saat ini dia takut sekali, betapa tidak ia bayangkan jika Rea benar tidak ditemukan bernyawa disini.
"Pak bahaya. Hujan lebat akan turun, kita semua juga akan dalam bahaya, sebaiknya tunggu sebentar lagi biarkan hujan turun dulu."
"LALU ISTRI SAYA AKAN MATI!" Pekik Kelandru, ia menjadi sangat egois, sesaat ia memijat pelipisnya frustasi, "Hemm kembalilah." Kelan tersadar dia tidak bisa membuat orang banyak celaka karena kehilangan 1 orang.
Kembali dengan hampa Kelan berjalan bingun, tidak peduli Sania yang mencari-cari dia, lelaki itu kembali mencari Rea diseputaran Resort berlari-lari memenggili namanya.
"Reaaa!"
"Reaaa!"
Di sisi lain resort Rea terjaga hammock atau ayuan jaring-jaring yang ia tiduri dibawah kolong resort sudah tersentuh air, sepertinya ait laut mulai pasang. Ia membuka mata dan melihat hari sudah gelap gulita.
Rea tidak langsung bangun namun sejenak kembali merenung, menatapi langit yang gelap sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Tidak ia pedulikan lagi dinginnya hari, tubuhnya bahkan sudah terasa membeku.
Namun ia tidak bisa berlama-lama disana ayunan ini sudah akan tenggelam, dengan malas dan susah pahah Rea bangkit dan menarik sebuah tali untuk naik ke tangga.
Perlahan-lahan dia naik, punggungnya sudah membasah oleh genangan air, ia berjalan memeluki dirinya sendiri, betapa malasnya ia membayangkan kembali kedalam kamar dan melihat dua makhluk kurang aja itu pasti sedang bermesraan disana, atau sedang bersantai selesai menyantap makan malam.
Sialan, tega sekali mereka, apa salahnya memberikan dia kamar sendirian lalu terserah kalian akan melakukan apa.
Rea menelan ludah betapa dia rindu pulang dan makan mie rebus instan dikamar kecil nan hangatnya.
Langkah Kelan berhenti di ujung jembat melihat sosok kecil berjalan memeluk diri, memakai pakaian putih dan celana pendek yang sama dengan yang Rea pakai siang tadi.
Sejenak Kelan memejam geram, itu benar dia. Dari mana saja dia tidak tahukah dia dicari kemana-mana.
Hujan deras seketika turun, Rea masih santai sekali tidak berlari masih terus berjalan menunduk dengan ekspresi bingungnya membiarkan hujan membasahinya.
Kelan berjalan cepat mengusap wajahnya yang basah dan segera menarik kasar Rea.
"Kau dari mana saja?" Rea terlonjak atas tarikan kasar Kelan.
"Apa lagi? bukannya kau yang minta aku pergi yang jauh? Lagi pula apa urusanmu, aku kan tidak mengganggu kau dan Sania."
"Naik!"
Kelan berbalik badan memberikan punggungnya.
"Menyingkirlah aku capek."
"Tidak bisa sekali saja kau tidak keras kepala!" Kelan dengan paksa mengangkat tubuh Rea ala bridal style.
Rea menangis dalam hujan. "Jangan berlagak baik! atau kakakmu mengancamu untuk mencariku."
Bukan kembali ke kamar miliknya, Kelan menurunkan Rea ke receptionist lalu memesan kamar satu lagi.
Rea terperangah masih dia tidak berkomentar apapun berdiri disebelah Keland lelaki sombong itu memesan kamar lagi.
"Dia memeaan untukku?"
Lalu setelah itu Kelan menggandengengnya memayungi Rea dibawah hujan deras mengikuti seorang petugas resort menuju kamar baru.
"Bersihkan dirimu."
Kelan menarik nafasnya berat menjatuhkan dirinya di sofa, sedari tadi dia mencari Rea seperti orang gila. "Tidak bisa kemanapun memberi tahu? kau membuat semua orang disini mencarimu."
"A-apa?"
"Tidak ada. Mandilah aku akan bawakan pakaianmu."
"Sania mencariku?"
"Sania? kau fikir dia peduli?"
"A-apa maksudmu."
Kelan menggelengkan kepalanya menatap wajah Rea, segera ia berdiri dan menarik gadis itu kedalam pelukannya.
"Kau membuatku seperti orang tidak waras berkeliling pulau." Dekap Kelan erat sekali Rea, membuat Rea bingung sekali.
"Ka-u?"
"Tidak ada. Pergilah ke kamar mandi aku akan segera kembali, membawa pakaian dan makanan." Kelan menjarakkan tubuhnya kembali menatapi wajah Rea dan pergi dari sana.
Rea menahan nafas sesak atas pelukan laki-laki itu, "Dia kenapa? Takut aku mati?"
.
.
.
.
.
.
Berikan dukungan ☔
adakah karya author yg lain
padahal bagus lho ceritanya
semangat lagi ya kak payung
love kak