Warning!
Novel ini hanya untuk usia 21+ yang mempunyai tingkat ke-haluan level tinggi. Tidak ada korelasi nya dengan agama apapun dan budaya manapun!
Orang-orang mengenalnya dengan nama Harley Davidson, seorang pemuda yang tidak diketahui asal usulnya oleh siapapun. Tidak ada yang tahu persis dari mana asal pemuda tampan ini atau siapa orangtua nya, yang mereka tahu hanya bahwa pemuda misterius ini tinggal seorang diri disebuah villa diatas bukit.
Terkadang dia hadir diantara orang-orang dikota itu, terkadang dia menghilang entah kemana tetapi seorang Harley akan selalu kembali ke villa itu dengan mobil sportnya atau motor besarnya.
Hingga satu saat dengan sangat terpaksa dia membawa pulang seorang gadis kedalam rumahnya, yang lambat laun akan mengisi hidupnya.
Siapakah gadis cantik itu?
Aoa yang terjadi ketika Harley harus menyerahkan kembali gadis itu kepada kedua orang tuanya?
Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah..
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian semua disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Sally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lokasi Misi : O
Lucius Morrison adalah ketua dari tiga sekawan Wolf Gang, dengan Bernard Ingram sebagai tangan kanannya dan Robinson yang dipercaya untuk mengatur semua alur pengiriman bisnis kotornya di dunia bawah tanah. Mereka bertiga menguasai perdagangan senjata ilegal,perjudian, narkoba serta human trafficking.
Ketika Lucius bertemu dengan seorang wanita bernama Lorie, dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Lorie sudah mempunyai anak perempuan bernama Rosie dari suami pertamanya, dan sejak saat itu Lucius menjalani kehidupan ganda nya.
Jika sedang bersama dengan Lorie dan Rosaline, dia akan memerankan figur seorang ayah yang baik yang berprofesi sebagai manager operasional dari sebuah bank terbesar di negara itu. Tetapi jika pria misterius itu sedang berada diluar dari lingkungan keluarganya, dia akan kembali menjadi seorang Lucius, ketua dari Wolf gang.
Lorie tidak pernah mengetahui kehidupan Lucius yang sebenarnya, karena suaminya itu memang merahasiakan hal itu dari Lorie. Sebenarnya dulu dia sudah akan memberitahu istrinya ini, tetapi karena trauma yang dialami oleh sang istri akibat kehidupan sang suami yang juga adalah gembong mafia, maka Lucius akhirnya merahasiakan kehidupannya dari anak dan istrinya itu.
" Sayang, aku ada urusan bisnis selama seminggu " Ucap Lucius sambil mengelus rambut hitam milik Lorie, tubuhnya masih dipenuhi peluh akibat pergulatan panas mereka.
" Tapi kamu baru saja pulang semalam Lucius " Ujar Lorie, wanita ini sangat kecewa dengan ucapan suaminya. Dia beranjak dari pelukan sang suami dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya.
" Ada beberapa hal yang harus aku bereskan sayang...Aku berjanji tidak akan mengambil tugas ke luar negri lagi setelah ini " Ucap Lucius. Pria yang dikenal baik hati ini mengikuti langkah sang istri menuju kamar mandi, lalu memeluk tubuh polos Lorie erat.
" Apa kamu akan mengingkari janjimu kali ini Lucius?" Tanya Lorie seraya menatap lekat bola mata biru milik pria yang selalu dicintainya.
" Tidak Lorie...Aku benar-benar akan pensiun sayang, dan menikmati sisa hidupku bersama denganmu dan Rosie " Ucapnya, lantas menyambar kembali bibir merah milik wanitanya.
Setelah berhasil meyakinkan anak dan istrinya, Lucius kembali melangkahkan kakinya keluar dari rumah yang cukup sederhana itu menuju mobil yang sudah siap membawanya pergi ke kota tujuannya.
" Wanita itu benar-benar bodoh, mau-maunya kamu bohongi " Ucap sang sopir dengan penuh cemburu, lantas membuka topi dan kumis palsunya sambil menambah kecepatan laju kendaraanya.
" Hentikan ocehan mu itu sayang, aku akan menjadi milikmu seminggu ini " Ucap Lucius, lalu membuka kancing kemeja wanita itu dan menaruh tanda kepemilikannya di salah satu gundukan kenyal miliknya.
" Robinson mati ditangan Bern Lucius.." Ucap wanita sexy itu.
" Aku tahu..Biarkan Bern melakukan tugasnya " Lucius menghentikan aktivitas panasnya, lalu membenarkan kembali posisi duduknya.
" Tuan Draco akan menemui mu nanti malam, kamu bersiaplah...Dia ladang uangmu selanjutnya "
.
.
" Selamat malam tuan Lucius " Sapa Draco, ketika dirinya memasuki sebuah ruangan diapit oleh dua wanita cantik di samping kanan dan kirinya. Sementara Lucius tengah dikerubungi oleh wanita-wanita cantik yang asik memperebutkan sentuhannya, dan Bernard yang setia menemani pria itu dan duduk tak jauh darinya.
Mereka pun melanjutkan perbincangannya mengenai penawaran yang telah disepakati oleh nona Moon dan Nona Sky dengan Bernard tempo hari.
Draco kembali menawar harga yang diberikan oleh Bernard, dengan syarat dirinya akan menambah kembali jumlah pesanannya dan langsung disetujui begitu saja oleh Lucius. Hal ini langsung mengundang reaksi dari Bernard, tangan kanan dari Lucius ini tidak terima jika Lucius langsung menyetujuinya tanpa memeriksa kembali persyaratan dan jaminan yang telah dia berikan kepada Moon dan Sky sebelumnya.
" Tenanglah Bern, kami belum selesai bicara...Bukankah begitu tuan Draco?" Tanya Lucius dengan penuh selidik.
" Anda benar tuan Lucius...Saya juga membutuhkan ini " Ucap Draco lalu menyerahkan satu berkas yang baru.
Bern langsung menyambar berkas tersebut dan mulai meneliti lembar demi lembar kertas yang telah dia keluarkan dari dalam map hitam tersebut.
" Lucius...Apa kamu akan benar-benar memberikan ini kepadanya?" Tanya Bern, lantas memberikan satu kertas yang menurutnya penting untuk dilihat oleh kawannya itu.
" Berikan saja apa yang dia inginkan Bern " Ucap Lucius, sambil menyeringai licik setelah dia melihat foto seorang gadis yang baru saja diberikan oleh Bern kepadanya.
" Kau benar-benar gila Lucius! " Bern beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan itu dengan penuh kekesalan, dia harus melakukan tugas berat yang secara tidak langsung diberikan oleh kawannya itu. Lucius sudah dibutakan oleh uang dan wanita pikirnya.
" Kapan aku bisa mendapatkan semuanya tuan Lucius?" Tanya Draco. Pria tampan nan kaku ini pun beranjak dar sofanya, diikuti oleh dua wanita cantik yang selalu mengapitnya.
" Besok malam aku akan memberitahumu tempat pertemuan kita " Jawab Lucius, seraya mengulurkan tangannya tetapi Draco tidak menyambutnya. Didalam hatinya Draco merasa jijik dengan tangan yang diulurkan oleh Lucius kepadanya, tangan yang dia gunakan untuk menjamah para wanita yang mengerubunginya sejak dirinya memasuki ruangan itu.
" Sampai bertemu besok malam tuan Lucius " Ucap Draco, lalu menghilang dari hadapannya.
.
.
.
To be continue
Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini yah
Happy reading
aku suka cerita genre yg begini 👌👌👌
tolong pencerahannya pengarang cerita...