NovelToon NovelToon
POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL

Status: tamat
Genre:Fantasi / Cintamanis / Contest / Balas Dendam / Badboy / Romansa / Diam-Diam Cinta / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Murni / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:656.3k
Nilai: 5
Nama Author: Marlita Marlita

"Sepertinya aku mengenalnya, dia sangat tampan dan wajah putih bersih itu, dia sungguh seperti malaikat." Batin Xela.

Tiba-tiba lelaki tampan itu menciumnya di bawah air yang masih jauh dengan permukaan. Xela bisa merasakan sentuhan bibir mereka, lelaki tampan itu memeluknya dengan erat dan mencium bibirnya, ini terasa seperti mimpi. Xela menganggapnya mimpi karena tubuhnya terlalu lemah dan tidak bisa melakukan penolakan. Ciuman di dalam air dengan sosok lelaki tampan adalah mimpi bagi Xela, matanya yang sudah melihat dengan pandangan kabur memaksanya untuk terpejam.

Namun Xela bisa merasakan ciuman ini, ciuman yang sangat dalam bahkan sangat dalam dari danau ini.
Penasaran untuk melihat siapa sosok itu, Xela membuka matanya lagi berusaha fokus memandang sosok lelaki itu dan ia menemukan lelaki itu mirip Alfarel.

"Oh tidak apakah dia kak Alfarel? Tuan possesif itu?" batin Xela lalu menutup matanya lagi tidak kuasa menahan perih matanya, ia tidak bisa Melepaskan dirinya dan ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marlita Marlita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tagihan

'DRINGGG'

Alarm berbunyi, tampak seorang laki-laki tampan yang masih betah dibalik selimut. Padahal matahari sudah menembus gorden berwarna cokelat muda.

Alfarel menggerakkan tangannya mematikan alarm.

Ia mengingat ini hari Minggu. Al berusaha bangkit dari tidurnya. Pemandangan matanya yang pertama tertuju pada sebuah foto di atas nakas, itu adalah foto Alika yang selama ini tidak pernah terlupakan di benaknya.

Apa kabar Alika. Kakak disini sudah baik, kakak tidak bersedih lagi. Kakak tidak ingin mabuk-mabuk lagi.

Kakak mengikhlaskan kamu disana. Berbahagialah juga sayang.

Alfarel meraih bingkai foto tersebut lalu menciumnya.

Alfarel kemudian membuka laci menempatkan foto itu disana kemudian beranjak menuju kamar mandi.

"Na, na, na ... bila sampai semudah itu. mampu kau patahkan hatiku apakah kau tahu ku butuh waktu agar bisa ku melupakanmu ...

Dengan penuh penyesalanku mengapa dulu ku bisa mengenal dirimu ..."

Pagi-pagi seperti ini, Dafi sudah memasak nasi goreng untuk sarapan.

Ia asyik memasak sambil matanya sedikit terpejam menikmati lagu yang ia nyanyikan sendiri.

"Masakan chef Dafi pasti enak banget. Aromanya aja mungkin bikin tetangga kelaparan dan pada bangun semua, hihihi."

Dafi tersenyum sambil memuji masakan sebelum mencicipi.

Dafi pun akhirnya mencicipi masakannya.

Dahinya mengerut, lidahnya sedikit menjulur.

"Oh, no kenapa bisa asin ..."

Dafi kaget dengan rasa masakannya yang kurang enak.

Rupanya saat ia menyanyi tadi, tanpa sadar menaruh dua sendok makan pada nasi yang ia goreng, padahal rencananya ia hanya ingin memberi sedikit saja, tidak sampai satu sendok.

Segera Dafi menambahkan lagi nasi putih.

\*\*\*\*

Alfarel sudah selesai mandi, ia enggan untuk berolahraga hari ini. Tidak seperti biasanya laki-laki itu malas.

Karena tidak ada aktivitas lain, Alfarel memilih untuk ke dapur menghampiri Dafi yang sedang memasak.

'Ting Tong'

Karena suara bel, Alfarel berbelok arah. Ia terlebih dahulu menuju pintu yang telah dibunyikan bel nya. Barangkali tamu penting, pikirnya.

Bibir Alfarel yang semula sedikit melengkung menyambut hari baru kini berubah menjadi datar bentuknya setelah melihat siapa yang datang.

Seorang perempuan dengan membawa sebuah kotak dan dress berwarna merah datang. Perempuan itu adalah Cika yang selama ini selalu mengganggu hidupnya.

"Kak Al. I love you."

Cika langsung memeluk Alfarel tanpa permisi. Memang, Alfarel tidak pernah menolak kehadiran Cika apabila ia di kampus. Cika selalu datang kepada Alfarel dengan banyak alasan, salah satu alasannya adalah karena tugas.

Entah hari ini ada apa lagi Cika menghampirinya.

"Udah, Cika kamu seperti anak kecil. Ada apa ini?"

tanya Alfarel dengan mode datarnya.

"Aku mau jenguk kak Alfarel yang paling aku cintai. Kak Alfarel yang terganteng ..."

ucap Cika dengan gaya bicara disertai gerakan badannya yang tidak bisa diam.

Dari kejauhan Dafi memandangi Alfarel sedang bersama Cika.

Wah kalau bang Al ini laris manis. Banyak banget yang suka, padahal sikapnya cuek bebek, atau tidak sikapnya seperti tidak punya hati.

Dafi memandang iri Alfarel yang pagi-pagi begini sudah mendapat tamu perempuan.

"Kalau ada kepentingan ayo selesaikan sekarang. Kalau tidak ada sekarang pergi!"

Alfarel mengatakan kalimat tersebut kepada Cika yang berdiri tegak di depannya.

"Yah, kok gitu sih kak Al."

"Ya harusnya begitu, aku sibuk meskipun ini hari minggu."

Alfarel masuk begitu saja menuju sofa, tetapi Cika tidak menyerah. Cika masuk lalu duduk di sofa seberang, ia memandang Alfarel yang sibuk dengan smartphonenya.

\*\*\*

Pagi yang cerah, Xela mengawalinya dengan membersihkan kamar kostnya. Xela menyapu lantai dan merapikan pakaiannya yang sedari kemarin tidak ia susun.

'TOK TOK TOK'

"Xela ... apa kamu ada didalam?"

Suara ketukan pintu disertai suara keras dari luar kos menggedor dan menanggulanginya Xela.

Xela mengenali suara tersebut.

Apa? Inikan suara bu Yuli. Gimana ini. Ini udah tanggal berapa ya. Oh tidak, inikan tanggal 27 kost ku sudah dua bulan ini belum dibayar. Kalau sampai tiga bulan, gimana ya ...

"Xela, buka pintunya."

Suara bu Yuli disertai gedoran pintu terdengar keras. Xela panik, tetapi gadis itu memberanikan diri untuk tampil menemui ibu Yuli.

"Maafkan saya bu. Saya sedang membereskan barang saya."

Ucap Xela begitu membuka pintu.

"Ooo ... pantas saja. Udah mau pindah ya? Kalau udah mau pindah lebih bagus, kamu bayar dulu uang kost lalu boleh pergi."

Ucap bu Yuli dengan nada tidak bersahabat.

Xela hanya diam, namun hatinya bergejolak. Ia merasa tersakiti oleh ucapan bu Yuli, pemilik kost.

"Maafkan saya sebelumnya bu. Saya tidak pindah dari sini, saya tetap disini sampai pendidikan saya selesai. Maafkan saya yang terlambat membayar, saya janji akan bayar."

Ucap Xela dengan wajah menunduk, ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Pikirannya semakin kacau dengan masalah ini.

"Lalu kapan kamu akan bayar? Kalau tidak bisa bayar lebih baik angkat kaki secepatnya dari sini, banyak orang yang bisa bayar di luar sana yang berminat di kost ini."

Xela semakin dipermalukan dengan ucapan kasar ibu Yuli. Bahkan banyak sekali penghuni kost yang mengintip kejadian yang menimpa Xela, menyaksikan semuanya sehingga Xela sangat merasa malu. Akan di taruh kemana coba mukanya?

"Bu, maaf sekali lagi bu. Saya janji dalam bulan ini akan membayar, setidaknya untuk satu bulan."

Xela memohon dengan nada suara lirih.

"Oke saya berbaik hati kali ini akan kasi kesempatan dalam bulan ini kamu harus bisa membayar, setidaknya untuk satu bulan, ya!"

Ucap ibu Yuli membuat Xela sedikit merasa lega. Namun tetap, Xela merasa cemas. Darimana coba ia mendapatkan uang untuk membayar kost, belum lagi keperluan lainnya.

Xela duduk dengan kedua tangan mengacak rambutnya yang semula rapi. Ia frustasi kali ini, apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan uang. Tidak mungkin ia berbuat bodoh untuk kembali ke Rose Room.

Ia sudah mendapat kabar tentang orang-orang yang bekerja disana, mereka menempatkan penghasilan yang sangat besar.

Bagaimana ini, bahkan dalam situasi seperti ini aku tidak bisa berpikir banyak. Apa yang harus aku lakukan.

Batin Xela frustasi, tidak terasa air matanya telah membasahi pipinya.

Ditengah keterpurukan itu, Xela mengingat sesuatu.

Ia ingat kepada Alfarel yang sempat menawarkannya suatu pekerjaan.

Kak Al, ya dia. Barangkali dia bisa membantuku. Aku harus bisa bangkit, aku harus menemui kak Al sekarang.

Batin Xela bersemangat, ia pun segera bersiap karena kali ini ia menempuh perjalanan dengan berjalan kaki.

*T*api mungkinkah tawaran itu masih berlakunya sampai sekarang. Yakin gak ya? Dia kan laki-laki arogan yang pernah aku temui. Ah sudahlah aku harus berani mencoba.

Batin gadis itu ketika merasa bimbang. Namun akhirnya ia pergi juga, lelahnya berjalan kaki dikalahkan oleh rasa semangat demi kehidupan yang lebih baik.

bersambung ...

1
melting_harmony
Luar biasa
Manggu Manggu
👍👍
Sridarti Sridarti
smg hasil akhir baik2 saja.. damai..
CatLiee: aminn
total 1 replies
Sridarti Sridarti
sosweet 😍😍😍
CatLiee: uwu .....
total 1 replies
Riry Kasyry Lily
maaf, saya tidak suka sama tokoh wanita kaya itu, semoga para wanita di luar sana lebih kuat dan bisa mejaga harga diri dan martabat sebagaimana wanita, jangan lemah dan bodoh, hanya karena perasaan yg tidak pasti apa lagi lemah karena perhatian.. xela adalah wanita yang bodoh dan buruk tidak punya harga diri dan tolol,,,,
aku benci wanita lemah..
dan juga benci laki" yg tidak tegas pembawa bencana...
CatLiee: Aminn🙃
total 1 replies
Sridarti Sridarti
lnjt
Sridarti Sridarti
😍😍😍😍😍😍
Sridarti Sridarti
lnjut ny
CatLiee: ntar dilanjutkan kok🙃
total 1 replies
Sridarti Sridarti
jujut jg akhirnya 🤭🤭🤭
CatLiee: Tapi kan ini perpisahan wkwkwk
total 1 replies
jeruk_asem
🤐
jeruk_asem
xggg
jeruk_asem
c
jeruk_asem
💎
jeruk_asem
😓
jeruk_asem
💥
jeruk_asem
🖤
jeruk_asem
😜
Donna Aprilya
semangat thor
Denny Al Hasby
kpn up-nya ko lama
CatLiee: maaf baru muncul. Author usahakan ya soalnya author ada kendala lain
total 1 replies
Jiminshi
up dong kak.. saya menunggu disini😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!