Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.
Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.
Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 19
Puncak Asura - Kamar Utama Patriark.
Hujan deras mengguyur Pegunungan Seribu Iblis, seolah langit ikut menangis. Di dalam kamar batu yang dingin, suasana tegang mencekam.
Su Ling terbaring di atas ranjang batu giok es. Wajahnya pucat pasi, namun tubuhnya memancarkan panas yang luar biasa.
Darah segar terus mengalir dari kedua matanya yang terpejam.
Di sekitar tubuhnya, ruang dan waktu terdistorsi secara acak. Kadang selimutnya berubah menjadi kelopak bunga, lalu berubah menjadi ular, lalu kembali menjadi selimut. Ini adalah tanda bahwa Mata Iblis Surgawi nya sedang mengamuk di luar kendali.
"Jiwanya terperangkap," kata Shen Yu, berdiri di samping ranjang dengan wajah khawatir yang jarang terlihat.
"Konfrontasi di ibukota menghancurkan dinding mentalnya. Trauma masa lalu dan kebenciannya beresonansi dengan kekuatan matanya, memicu Tribulasi Hati yang mematikan."
Ye Qing dan Feng Jiu berdiri di pintu, cemas.
"Apa yang bisa kita lakukan, Bos?" tanya Ye Qing.
"Jaga tubuhku," perintah Shen Yu. Dia duduk bersila di samping Su Ling.
"Dia sedang bertarung melawan Iblis Hati (Heart Demon)-nya sendiri. Jika dia kalah, jiwanya akan hancur dan dia akan menjadi boneka tanpa akal."
"Aku akan masuk ke dalam Lautan Kesadarannya."
Shen Yu memegang tangan Su Ling yang dingin. Dia mengaktifkan Jantung Iblis nya.
"Jantung Ketiadaan... Buka Gerbang Jiwa!"
Cahaya hitam menyelimuti mereka berdua. Kesadaran Shen Yu tertarik keluar dari tubuhnya, menyelam masuk ke dalam dahi Su Ling.
Lautan Kesadaran Su Ling - Dunia Mimpi Buruk.
Shen Yu membuka matanya.
Dia tidak lagi berada di kamar batu. Dia berdiri di tengah-tengah sebuah desa yang sedang terbakar hebat.
Api merah menyala di mana-mana. Mayat-mayat bergelimpangan. Jeritan kesakitan dan tangisan bayi menggema tanpa henti.
Ini adalah ingatan masa kecil Su Ling saat keluarganya di Alam Bawah dibantai.
"Su Ling!" panggil Shen Yu.
Dia berlari menembus api. Api ilusi ini tidak membakar tubuhnya, tapi membakar jiwanya dengan rasa putus asa.
Di tengah alun-alun desa yang hancur, dia menemukannya.
Bukan Su Ling dewasa yang anggun. Melainkan Su Ling Kecil seorang gadis kecil berusia lima tahun, meringkuk di tanah sambil memeluk lututnya. Dia menangis gemetar.
Di depannya, berdiri sesosok Bayangan Raksasa setinggi gunung.
Bayangan itu berbentuk pria tua berjubah klan Su, tapi wajahnya tidak berbentuk. Wajahnya hanya terdiri dari ribuan mata yang menatap tajam penuh penghakiman.
Itu adalah manifestasi dari Leluhur Klan Su dan Ketakutan Su Ling.
"Anak Terkutuk..." suara bayangan itu menggelegar, membuat langit mimpi retak. "Kau adalah Bencana. Kau membunuh ayahmu. Kau membunuh ibumu. Seharusnya kau mati di sungai itu."
Su Ling kecil menutup telinganya. "Tidak... Tidak... Aku bukan bencana..."
"Lihat matamu! Itu mata monster! Kau tidak layak dicintai! Shen Yu pun akan meninggalkanmu saat dia tahu betapa kotornya jiwamu!"
Kata-kata terakhir itu membuat Su Ling kecil menjerit histeris. Ketakutan terbesarnya bukan kematian, melainkan ditinggalkan oleh Shen Yu.
Bayangan Raksasa itu mengangkat tangan kegelapan, berniat meremukkan gadis kecil itu selamanya.
SWUSH!
Tiba-tiba, sebilah pedang Qi ungu memotong tangan bayangan itu.
Shen Yu mendarat di depan Su Ling kecil, membelakanginya, melindunginya dari monster itu.
"Siapa yang bilang aku akan meninggalkannya?"
Suara Shen Yu tenang, namun auranya meledak menjadi Avatar Raja Iblis di dalam dunia mental itu.
Su Ling kecil mendongak, air matanya berhenti. "Kakak... Shen Yu?"
Bayangan Raksasa itu meraung marah. "Kau... Orang luar tidak boleh ada di sini! Ini adalah takdirnya!"
"Takdir?" Shen Yu tertawa sinis. "Di kamusku, takdir adalah pelacur yang harus ditundukkan."
Shen Yu berbalik, berjongkok di depan Su Ling kecil. Dia mengabaikan monster raksasa di belakangnya yang sedang meregenerasi tangannya.
Shen Yu menyentuh pipi gadis kecil itu.
"Su Ling. Lihat aku."
"Mereka bilang matamu adalah bencana?"
Shen Yu menunjuk mata kanannya sendiri yang merah darah dan mata kirinya yang hitam kelam.
"Kalau begitu, apa mataku ini? Aku memiliki mata iblis, tangan iblis, dan jantung iblis."
"Jika kau adalah bencana... maka aku adalah kehancuran."
"Kita adalah pasangan yang serasi, bukan?"
Su Ling kecil tertegun. Kata-kata itu... begitu hangat.
"Tapi... karena aku... semua orang mati..." isak Su Ling.
"Salah," potong Shen Yu tegas. "Mereka mati karena mereka lemah. Dan kau hidup... karena kau kuat."
"Bangunlah, Su Ling. Jangan jadi anak kecil yang menangis. Jadilah Dewi yang membuat mereka menangis."
"Gunakan matamu. Bukan untuk melihat ketakutan... tapi untuk mengubah kenyataan."
Su Ling kecil menatap Shen Yu. Perlahan, cahaya ungu mulai bersinar di matanya. Tubuh kecilnya bercahaya, tumbuh membesar, kembali menjadi wujud Su Ling Dewasa.
Dia berdiri. Air matanya mengering. Ekspresinya berubah dingin dan agung.
Dia menatap Bayangan Raksasa itu manifestasi trauma masa lalunya.
"Kau benar, Shen Yu," kata Su Ling.
"Aku bukan korban."
Su Ling mengangkat tangannya ke arah monster itu.
Teknik Mata Iblis Surgawi: Pembalikan Realitas (Reality Reversal).
"Di duniaku... Kau tidak ada."
KRAAAAAK!
Dunia mimpi buruk itu retak seperti cermin pecah.
Api yang membakar desa itu berhenti berkobar, lalu berubah menjadi kelopak bunga lotus ungu.
Bayangan Raksasa itu menjerit saat tubuhnya mulai terurai menjadi debu cahaya.
"TIDAK! KAU TERKUTUK! KAU..."
"Diam," perintah Su Ling.
Dia mengepalkan tangannya.
PECAH.
Bayangan itu hancur total. Langit gelap berubah cerah. Matahari ungu terbit di ufuk kesadaran Su Ling.
Su Ling menoleh pada Shen Yu, tersenyum lembut.
"Terima kasih sudah menjemputku."
Shen Yu membalas senyuman itu. "Ayo pulang."
Dunia mental itu memudar menjadi cahaya putih.
Dunia Nyata - Puncak Asura.
GASPS!
Su Ling terbangun di atas ranjang batu, napasnya memburu.
Kamar itu bergetar. Gelombang energi spiritual yang masif meledak dari tubuhnya, mendorong Ye Qing dan Feng Jiu mundur beberapa langkah.
Aura kultivasi Su Ling melonjak gila-gilaan.
Nascent Soul Menengah... Nascent Soul Akhir... Nascent Soul Puncak!
Di sekitar tubuhnya, fenomena aneh terjadi. Vas bunga yang sudah layu di meja, tiba-tiba mekar kembali menjadi segar. Dinding batu yang retak, tiba-tiba menyatu kembali seolah tidak pernah rusak.
Kekuatan Memanipulasi Realitas Terbatas. (Mengubah kepalsuan menjadi kebenaran, dan kebenaran menjadi kepalsuan dalam radius kecil).
Su Ling duduk. Matanya terbuka. Mata kirinya sekarang berwarna Ungu Kosmos. Mata kanannya berwarna Hitam Abyss. Di tengah pupilnya, terdapat pola bunga lotus yang berputar pelan.
Shen Yu, yang juga baru sadar dari meditasinya, menatap Su Ling dengan bangga.
"Selamat datang kembali, Wakil Ketua Sekte."
Su Ling turun dari ranjang. Dia merasa ringan. Beban masa lalunya telah hilang, digantikan oleh kekuatan yang menakutkan.
"Shen Yu," kata Su Ling. "Aku melihat sesuatu saat aku bangun."
"Apa?"
"Dengan mata baruku... aku bisa melihat Benang Takdir Klan Su."
"Mereka sedang mempersiapkan perang. Leluhur Su Lie telah memanggil Aliansi Sepuluh Sekte. Mereka akan menyerang kita dalam tiga hari."
"Dan..." Su Ling menyipitkan mata, menatap ke arah ruang bawah tanah tempat Su Yan (Nona Muda Su) dikurung.
"...Darah Su Yan. Darah itu adalah kunci."
"Kunci untuk apa?" tanya Ye Qing.
"Di bawah Ibukota Awan Selatan, terdapat Makam Dewa Jahat yang disegel. Klan Su berniat menggunakan darah keturunannya sendiri untuk membangunkan Dewa itu dan menggunakannya untuk memusnahkan kita."
"Mereka sudah gila," kata Feng Jiu. "Mereka mau menghancurkan dunia demi membunuh kita?"
Shen Yu tertawa.
"Bagus. Biarkan mereka membangunkan Dewa Jahat itu."
"Kenapa?" semua orang terkejut.
Shen Yu berdiri, berjalan ke balkon, menatap Pohon Dunia Bawah yang menjulang tinggi di luar.
"Karena Jantung Iblisku... masih lapar."
"Jika mereka membawa Dewa, kita akan membunuh Dewa. Jika mereka membawa Pasukan, kita akan membuat lautan mayat."
"Persiapkan pasukan. Perkuat formasi pertahanan."
"Tiga hari lagi... Puncak Asura akan menjadi kuburan terbesar di Benua Selatan."
10 bab sehari kek pelit bener