"Kenapa aku mencintai nya, banyak laki-laki di dunia ini. Psychopath." Ucap Lisa yang tidak habis pikir dapat mencintai seorang Psychopath.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Bersama.
Setelah makan malam berakhir Lisa mengajak Evans ke dalam kamar nya. Tidak ada yang bisa Evans lakukan selain mengikuti apa yang Lisa katakan.
"Kau menginap saja sampai acara pernikahan berlangsung." Ucap Bara.
"Rian tunjukkan kamar untuk Evans." Ujar Erika.
"Tidak mah, pacar ku akan bersama ku." Ucap Lisa
"Kalian akan tidur bersama." Tanya Diana.
"Tid...
"Kenapa, tentu saja iya." Lisa menarik Evans pergi dari sana.
"Anak mu sudah menemukan orang yang sesuai untuk nya, lihat lah betapa manja nya Lisa pada Evans." Ucap Erika.
"Mungkin memang Evans sudah di takdir kan untuk Liza." Kata Bara.
"Lisa kita tidur satu kamar, kita belum menikah." Tanya Evans sambil merebahkan diri nya ke atas kasur.
"Jadi kau mau pisah kamar dengan ku, ah sudah lah kita juga akan menikah." Jawab Lisa.
"Kasur mu lembut sekali, tapi aku tidak suka warna nya, kenapa kamar ku berwarna pink."
"Aku wanita, ini kamar ku sejak remaja. Dan aku suka warna pink." Kata Lisa dan ikut berbaring di atas kasur samping tubuh Evans.
"Dan saat sudah menikah dengan ku memakai warna ini juga." Tanya Evans.
"Tenang lah, kamar kita saat menikah berbeda lagi. Akan lebih besar dari ini, lagi di persiapkan." Jawab Lisa.
"Evans, apa kau tidak menyesal menikah dengan ku." Tanya Lisa.
"Menyesal, aku sudah memutuskan buat apa aku menyesal. Aku tidak akan pernah menyesal pada keputusan ku sendiri."
"Oh iya aku ada sesuatu untuk mu." Ucap Lisa sambil mengambil sesuatu di tas nya.
"Ini milik mu." Lisa memberikan cincin yang ia temukan di Cafe.
"Lisa ini cincin yang aku cari." Evans mengambil cincin itu, dan memasukkan ke dalam dompet nya.
"Terimakasih kau menemukan barang yang sangat berarti untuk ku." Evans memeluk Lisa dengan sangat erat.
Jantung Lisa seperti ingin lepas dari tempat nya, Evans memeluk nya secara tiba-tiba dan sangat erat, ia bisa merasakan jika pelukan itu sangat tulus.
"Evans kau menangis." Lisa mengambil tisu dan mengusap air mata Evans.
"Terimakasih aku sangat mencari cincin ini, aku pikir aku tidak akan bisa menemukan nya lagi. Tapi ternyata kau membawa nya untuk ku. Itu barang terpenting untuk ku." Ucap Evans.
"Sudah aku tau itu barang sangat penting untuk mu, aku menjaga nya untuk sementara waktu. Itu cincin dari siapa dan untuk siapa. Bukan nya itu cincin wanita."
"Dari bunda ku, untuk orang yang aku cintai." Ucap Evans.
"Bunda mu yang di rumah kemarin." Tanya Lisa.
"Tidak dia istri ke tiga ayah ku, bunda ku meninggal 14 tahun lalu." Jawab Evans.
"Eh maaf, aku tidak akan mengungkit nya lagi."
"Terimakasih Lisa." Ucap Evans dan kembali membaringkan tubuh nya ke atas kasur.
Begitu juga dengan Lisa, dengan kompak mereka berdua memejamkan mata secara bersamaan.
"Apa aku bisa mendapatkan cincin itu." Batin Lisa.
Mereka berdua tertidur dengan masih belum mengganti pakaian, mungkin karena terlalu lelah karena satu hari ini mereka berdua berkeliling di dalam mall.
"BAJINGAN... KAU... BRENGSEK." Teriak Evans yang masih memejamkan mata nya.
"Evans bangun, hey ada apa dengan mu." Lisa menggoyang tubuh Evans.
"AKU MEMBENCI MU." Teriak Evans dan langsung terbangun dari tidurnya nya dengan nafas yang tidak beraturan.
𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂 😘😘
𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗻𝘆𝗮..