Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode.14
Gerimis di pagi serasa egan bangun dari tempat tidur, adzan mulai berkumandang semua santri-santri, mulai memasuki mushola menaikan sholat Subuh.
"Umi..bangunkan Morena sholat subuh." titah kyai Qodir."
"Baik abi, umi akan segera bangunkan."ucap Siti.
Siti melangkah pergi membangun kan tidur Morena untuk sholat subuh sampai kamar Morena siti mengetuk kamar dengan penuh hati-hati takut sekali mengganggu tidurnya.
Tok...Tok...Tok. "Assalamualaikum belum ada jawaban dari dalam Siti mengulang mengetuk pintu Tok...Tok...Tok.
Morena menggerakkan tubuhnya. Morena mengucek matanya.
"Assalamu'Alaikum.."
"Wa'alaikumsalam..., Umi.
Morena bangkit dari tempat tidur membuka pintu.
"Sholat subuh dulu yuk Nak.
"Umi..Tunggu di depan ya" kata Morena.
"Umi"panggil Morena
Siti menghentikan langkahnya mendengar panggilan dari Morena.
"Ada apa nak, apa ada yang ingin di bicarakan?"
Morena mengangguk-angguk kepalanya.
"Nanti saja, sehabis sholat, nanti terlambat"
"Baik..Umi, " kemudian Morena menutup kembali kamarnya.
Morena membuka pintu melangkah keluar dari kamar, besama Umi siti dan juga kiai Qodir bersama-sama pergi ke mushola untuk Menaikan sholat subuh.
Disisi lain Susi, teringat saat Morena masih ada Di rumah, Susi selalu membangunkan Morena Sholat.
Morena.., kamu dimana nak Mama sangat Merindukan kamu"lirih hati Susi.
Susi tidak ada berpikir jauh yang ada di pikiran orang-orang jika Morena putrinya korban penculikan dari salah satu sahabatnya sendiri karena kemarahannya terhadap Papanya.
Elsa sahabat Morena sejak duduk di bangku SMP, sampai saat ini pun Susi belum tahu jika pengganti dirinya adalah Elsa sahabat putrinya maka dari itu lah Susi tak mengira jika kehilangannya Morena itu di sebabkan oleh Elsa.
Mbok menatap Susi duduk termenung di ruangan khusus keluarga.
"Ya allah, tunjukan non Morena ke keadaanya. "Lirih nya mbok.
"Nyoya, sarapan dulu sudah mbok siapkan."
"Saya tidak lapar mbok"ujar Susi dengan tatapan Kosong.
Sudah berhari-hari Susi tidak mau makan apa pun.
"Nanti nyonya sakit, tidak bisa mencari Non."
Sandi datang, pukul 8 pagi.
Mendengar bel berbunyi mbok segera membuka pintu, Susi menengok berharap Morena pulang.
"Mbok. biar saya saja yang buka pintu, mungkin itu Morena."
Susi bergegas bangkit dari sofa, melangkahkan kakinya dengan cepat membuka pintu.
Celek. pintu terbuka, ternyata bukan lah Morena Melainkan Sandi yang datang membawa makanan.
"Sandi..?"
"Ia..aku, kamu kira siapa?."
"Aku pikir Morena,"kata susi mata Susi mulai berkaca-kaca.
Sandi menggiring Susi ke ruang tamu kemudian sandi duduk di sofa.
"Kamu tenang yang tenang ya " kata sandi.
"Sampai kapan sandi aku harus tenang, sementara anakku, belum di temukan aku tidak tau dia tidur dimana makan apa tidak aku sangat khawatir, aku dan Morena tidak pernah terpisahkan jauh, kamu tidak tau bagaimana rasanya membesarkan anak seorang diri dengan tangan ku sendiri sekarang Morena entah dimana?"
"Aku mengerti perasaan kamu, aku dan time jajaran ku sedang mencari Morena, saya sendiri tidak tenang, tapi kita harus sabar harus banyak berdoa."ujar Sandi.
Tangisan Susi pun mulai pecah dan sandi merangkul tubuh Susi, agar susi lebih tenang.
"Aku dengar kamu tidak mau makan..?,sekarang makan, aku suapi ya."
"Aku tidak lapar Sandi, selama anakku belum di temukan" ucap nya Susi.
"Mbok tolong ini pindahkan ke mangkok."
"Baik, tuan." Mbok memindahkan makanan ke tempat.
"Terima kasih mbok."kata Sandi.
Sandi sangat telaten menyuapi Susi setelah menyuapi Susi, Sandi pamit pergi ke kantor.
"Aku ke kantor dulu, nanti pulang dari kantor aku kesini lagi"
Susi menganggukkan kepalanya.
Sandi pun tidak tega meninggalkan Susi dalam keadaan hatinya tidak stabil.
"Mbok, temani nyonya ya, nanti setelah pulang dari kantor saya kembali mbok."
"Baik tuan," ucap mbok.
Setelah Sandi pergi dari rumah susi, dia kembali termenung menatap foto Morena.
Pondok kiai Kodir.
"Morena, tadi kata katanya ada yang ingin di bicarakan sama Umi? apa masih mau bicara sama Umi?.
"Ia Umi masih..,"kata Morena.
Siti sedang duduk di ruang tamu menikmati teh Di pagi hari.
"Sini duduk deket Umi."kata Siti sambil menepuk-nepuk sofa.
Morena mendekat dan duduk di samping Siti. Siti punya firasat kalau Morena akan mengatakan jika ia merindu kan keluarga nya, Siti terlanjur menyayangi Morena namun tidak bisa karena Morena masih memiliki keluarga.
Siti menarik nafas panjang
"Katakan nak, apa yang ingin kamu sampaikan sama Umi.
"Umi Morena rindu Mama apa boleh Morena pulang?."
Deg..Jantung Siti terasa berhenti, siti menahan Air matanya.
"Boleh sayang, kapan kamu mau pulang, nanti ilham yang akan mengantarkan kamu.., sampai Rumah."ujar Siti.
Morena Merangkul Siti
"Terima kasih Umi, lalu Morena mencium pipi Siti, begitu senang akan jumpa dengan Mama nya Susi.
"Nanti umi, minta nak ilham mengantar kan kamu."
Kemudian Morena ijin ke kamar.
Siti pun, bangkit dari duduknya melangkah ke kamarnya, Siti duduk di tepi ranjang, meluruskan kan kakinya, Kiai Qodir masuk ke dalam kamar.
Menyentuh bahu Siti.
"Umi kenapa melamun?."
"Abi, kita akan kehilangan Morena."ucap Siti Sedih.
"Umi...,, Morena, memang sudah kita anggap anak sendiri selama satu minggu disini, tapi tugas kita hanya menjaga, Morena bukan hak kita. Morena masih memiliki keluarga, jadi biarkan Morena menemui keluarganya, suatu saat dia pasti menengok kita disini" kata pak Qodir menasehati istrinya.
"Maafkan Umi abi, umi tidak bisa memberikan Abi keturunan,"
Pak kiai menutup bibir Siti
"Tidak boleh bicara seperti itu, Abi sudah menerima segala kekurangan dan kelebihan Umi, Allah menjodohkan Abi dan umi, pasti Allah memiliki rencana untuk kita, rencananya apanya kita tidak tahu hanya allah yang tahu buktinya kita di percaya di titipkan putra putri titipan allah, anggap lah mereka anak-anak kita juga sekarang ayo Umi tidak usah sedih lagi."
"Iya..Abi.." Lalu Siti mengusap wajahnya dengan tangan kemudian mencari ilham minta untuk mengantar Morena kembali menemui keluarga nya di jakarta.
"Nak ilham..." panggil Siti.
ilham menengok ke arah yang memanggil namanya.
"Kula Umi." jawab ilham.
"Umi mau bicara, dengan Nak ilham, ikut Umi ya" perintah Siti.
"Baik umi.."
Siti dan ilham duduk di kursi teras, dan minta bantuan ilham.
"Apa umi..., Morena akan kembali ke keluarga nya?." kaget ilham mendengar nya.
ilham terkejut mendengar Morena akan kembali kumpul dengan keluarganya ilham sudah menaruh hati namun masih bimbang antara iya atau tidak.
"Bagaimana nak ilham mau mengantar Morena.
"Baik lah Umi, kula bersedia mengantarkan"
Alhamdulillah..ucap shukur siti _Andai saja ilham berjodoh dengan Morena alangkah bahagian nya Umi, Cantik dan tampan" Batin Siti.
"Ya sudah Umi, jika sudah siap kabarin kula Umi, kula kembali ke kelas.
"Terima kasih, nak ilham.
"Sama-sama, umi"ucap ilham sambil beranjak melanjutkan ke kelas.
Mungkin, dia bukan untuk menjadi pasangan ku sehingga dia pergi dan takan kembali perasaan empat hari ini hanya mengaguminya ilham terus gerutu dalam hatinya.
...----------------...
"Terima kasih buat like dan Rate juga komentar ya sahabat Dheandra.
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih