NovelToon NovelToon
Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya langsung aja yuk kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: JANTUNG MESIN PETI MATI

BAB 21: JANTUNG MESIN PETI MATI

Arga melesat menaiki tangga bayangan yang ia ciptakan sendiri. Semakin tinggi ia mendaki, oksigen terasa semakin tipis, digantikan oleh aroma belerang dan besi berkarat. Di depannya, Gudang Sektor Pusat berdiri angkuh di antara awan hitam—sebuah kastel raksasa yang dibangun dari tumpukan jutaan peti mati yang bergerak secara mekanis.

Setiap kali lonceng besar di puncak gudang berbunyi, gelombang kejut menyapu awan, mengirimkan perintah "Pemusnahan" ke seluruh kurir yang tersisa di bumi.

Arga mendarat di lantai utama gudang. Lantainya bukan terbuat dari beton, melainkan ribuan label pengiriman yang terus berganti nama secara otomatis. Saat Arga melangkah, ia melihat namanya sendiri muncul di bawah kakinya: ARGA - STATUS: CACAT PRODUKSI.

"Cacat produksi?" geram Arga. "Akan kutunjukkan apa yang bisa dilakukan oleh produk gagal ini."

Di tengah ruangan, ia dihadang oleh Dua Pengawas Abadi. Mereka tidak memiliki tubuh fisik, hanya jubah hitam besar yang mengambang dengan sabit yang terbuat dari tulang-tulang kurir yang gagal.

"Kau tidak seharusnya di sini, Nomor 0," suara mereka menggema secara sinkron. "Kembalilah ke tanah, atau jiwamu akan dijadikan bahan bakar mesin ini."

Arga mengangkat tangannya yang kini memiliki simbol ∞ emas. "Aku tidak datang untuk bernegosiasi. Aku datang untuk menutup gudang ini selamanya!"

Kedua pengawas itu menyerang dengan kecepatan suara. Namun, Arga menyadari bahwa di tempat ini, segala sesuatu bergerak berdasarkan Aturan. Ia menggunakan Kunci Tulang Emasnya untuk memanipulasi aturan di sekitarnya.

"Aturan baru: Di sini, cahaya adalah satu-satunya hukum!" teriak Arga.

Cahaya emas meledak dari tubuh Arga, membutakan kedua pengawas tersebut. Sebelum mereka sempat pulih, Arga menerjang masuk ke dalam celah di antara tumpukan peti mati, menuju pusat energi gudang: The Grand Conveyor.

Di sana, ia melihat pemandangan yang memilukan. Ribuan nyawa manusia yang belum saatnya pergi, dikemas dalam kotak-kotak kecil dan berjalan di atas ban berjalan raksasa menuju sebuah tungku besar. Di atas tungku itu, duduklah sosok yang selama ini menjadi misteri.

Sosok itu tidak menyeramkan. Ia terlihat seperti seorang pria paruh baya yang rapi, mengenakan setelan jas hitam, duduk di kursi kantor yang mewah sambil memegang pena bulu ayam.

"Selamat datang, Arga," ucap pria itu tanpa menoleh. "Aku adalah Sang Administrator. Ayahmu pernah duduk di kursi yang kau incar ini, tapi dia terlalu lemah. Dia lebih memilih menjadi paket daripada menjadi penguasa."

"Aku tidak menginginkan kursimu!" Arga menghunuskan kuncinya. "Hentikan pembersihan kota ini sekarang juga!"

Sang Administrator tertawa kecil. Ia menunjuk ke arah layar monitor raksasa di belakangnya. Hitungan mundur menunjukkan: 00:01:30.

"Pembersihan bukan perintahku, Arga. Itu adalah sistem otomatis ketika seorang kurir mencoba menghancurkan kontraknya. Satu-satunya cara menghentikannya adalah dengan menandatangani kontrak baru sebagai pengganti ayahmu."

Pria itu menyodorkan sebuah lembaran perkamen kosong. "Tanda tangani ini dengan darahmu, maka kota akan selamat. Tapi, ibumu akan lupa bahwa kau pernah ada, dan kau akan terjebak di kursi ini selama seribu tahun."

Arga terdiam. Ia melihat ke bawah, ke arah kota Jakarta yang mulai tertutup kabut hitam kematian. Ia melihat rumahnya, di mana ibunya sedang menunggu dengan cemas.

"Ada cara ketiga," bisik Arga, teringat catatan ayahnya yang paling terakhir. "Jika sistem tidak bisa dihentikan, hancurkan sumber energinya dengan beban dosa yang paling berat."

Arga tidak menandatangani kertas itu. Ia justru melompat ke arah tungku besar yang berisi api biru abadi.

"Apa yang kau lakukan?!" Sang Administrator berdiri dengan panik.

"Aku membawa semua 'paket gagal' bersamaku!" Arga melepaskan seluruh energi dari simbol ∞ di tangannya, menarik kembali semua beban nyawa yang pernah ia antar ke dalam dirinya sendiri.

Arga bermaksud meledakkan dirinya bersama tungku tersebut.

Apakah pengorbanan Arga akan berhasil menghancurkan gudang, ataukah ia justru akan menjadi bahan bakar abadi bagi mesin neraka tersebut?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!