Seorang gadis bernama Elina menikah dengan pria bernama Dimas. Elina tidah tahu bahwa pria yang menikahinya adalah pangeran dari Luwis.
Disaat mereka bahagia dengan kehidupan rumah tangga mereka, sebuah tragedi yang memisahkan mereka berdua.
Dua tahun kemudian, Dimas dipertemukan kembali dengan Elina tetapi dengan identitas Sabrina Hadinata seorang gadis dari keluarga Hadinata.
Saat pertemuan mereka, Sabrina tidak mengingat tentang kenangannya dengan Dimas.
Bagaimana kisah kedua insan yang terpisahkan ini? Ikuti kisahnya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Malam Pertama
Malam telah tiba, semua orang kembali ke penginapan yang ada didekat pantai.
Sedangkan Dimas mengajak Elina pulang ke rumah karena dia sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Elina dirumah. Sesampainya dirumah Dimas mengajak Elina ke kamar.
Saat masuk Elina sudah disambut dengan bunga mawar yang bertebaran dilantai, disekelilingnya dihiasi dengan lampu berwarna warni. Elina berjalan pelan melihat setiap detail dikamarnya itu. Langit - langit kamarnya berhias lampu berbentuk bintang seperti berada dibawah langit berbintang dan Tempat tidurnya pun sudah dihiasi bunga mawar.
Tiba - tiba dimas memeluk Elina dari belakang dan terus mencium pipi Elina.
"Apa kau suka dengan kejutannya sayang?" tanya Dimas.
"Sangat indah" jawab Elina yang terus melihat langit langit kamarnya.
"Kalau kau suka, aku akan membuatnya setiap hari seperti ini" Kata Dimas
Dimas yang masih memeluk elina terus mencium pipinya, dia kemudian mencium kuping elina dengan lembut dan mulai mencium ke leher. Elina saat itu hanya terdiam menikmati apa yang dilakukan suaminya.
Karena tidak ada perlawanan dari Elina, Dimas pun melanjutkan aksinya dengan membuka resleting belakang baju elina lalu menggendongnya ke tempat tidur. Dimas yang sudah berada diatas Elina mulai membuka bajunya, saat itu jantung Elina berdetak sangat cepat, dia sedikit takut karena itu merupakan pertama baginya. Dimas yang melihat wajah Elina ketakutan, mulai membisikkan sesuatu yang membuat elina tenang.
"Jangan takut sayang, aku akan pelan - pelan eemm" Kata Dimas.
Dimas pun melanjutkan dengan mencium bibir Elina, dia mulai memasukkan lidahnya kedalam mulut Elina. Lalu mencium leher, dada sampai ke paha elina. Elina saat itu menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara.
"Lepaskan saja sayang jangan ditahan" kata dimas dengan lembut.
Dimas kembali memasukkan tangannya ke dada Elina. Dia mulai mendekatkan paha elina ke pahanya dan melakukannya. Elina sangat kesakitan sampai mengeluarkan air matanya.
"Anak baik, tahan yah" kata dimas sambil mengusap kepala elina.
Mereka pun tertidur lelap setelah melakukan hubungan suami istri.
Pukul 5 subuh Elina bangun dan membersihkan dirinya untuk shalat subuh, Dia kemudian membangunkan Dimas untuk shalat subuh. Dimas pun bangun dan pergi membersihkan dirinya.
"Untung saja sebelum nikah, jerry mengajariku shalat kalau tidak, mau taruh dimana wajahku didepan permaisuriku itu tapi si jerry itu benar - benar keterlaluan, dia terus mengancamku untuk selalu menuruti setiap keinginannya, huh dasar anak kecil" dalam hati Dimas.
Setelah selesai membersihkan dirinya, mereka pun shalat subuh berdua. Itu pertama kalinya mereka shalat bersama.
"Aku berharap akan terus seperti ini" dalam hati Elina.
Setelah selesai shalat, Elina mempersiapkan sarapan untuk Dimas. Dimas melihat sekeliling mencari nenek sira.
"Nenek belum pulang El" tanya dimas yang tengah duduk dimeja makan.
"Nenek ada dirumah paman katanya dia mau bermalam beberapa hari disana" jawab el.
"Apa dia sengaja memberikan kita waktu berdua yah" kata dimas.
Elina tidak menjawab dan hanya menaikkan kedua tangannya.
"Setelah makan kita jalan - jalan yah mas" kata elina.
"Mau jalan - jalan kemana sih, disini kan tidak ada tempat untuk kencan kecuali dipantai, mendingan kita dirumah ajah" balas dimas.
"Memengnya apa yang bisa dilakukan dirumah" kata elina.
"Banyak sayang....suami istri yang baru menikah seperti kita itu harus tinggal dirumah" jawab dimas.
"Ciiihh....dasar pikiran kotor" kata elina dengan wajah cemberut.
Dimas hanya tersenyum melihat wajah istrinya.
"Dia itu kalau sedang cemberut sangat menggemaskan" dalam hati dimas sambil tersenyum melihat istrinya.
Setelah selesai sarapan Dimas menuruti istrinya untuk keluar jalan - jalan, mereka keluar dengan mengendarai sepeda sampai ke pantai, disana mereka menghabiskan waktu bermain air dan kejar - kejaran dipinggir pantai. Mereka tertawa sangat bahagia saat itu.
Bersambung.
singkat padat jelas... kereeenn pokoknya 🥰🥰
Biasanya penulis akan nambahin extra part sehingga ceritanya jadi panjang kali lebar ....
Nah author ini dg berani langsung memutuskan untuk mengakhiri novelnya disini.....
Keren tor.....👍👍