NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Terpaksa

Pernikahan Yang Terpaksa

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:277k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ega Mdf

Kisah jovan dan alina yang terpaksa menikah karena kesalah pahaman.
mereka menjalani hari-hari pernikahan mereka dengan perasaan biasa, namun perlahan di antara keduanya tumbuh rasa cinta yang seolah sama-sama tidak ingin saling melepaskan.

Namun siapa sangka sebuah kesalah pahaman juga membuat alina ingin berpisah dari jovan.

Apakah yang membuat alina ragu dengan jovan setelah kepulangan jovan dari luar negeri?

Akankah jovan memenuhi keinginan alina untuk berpisah atau tetap akan mempertahankan pernikahan mereka?

===========================

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers.
selamat membaca 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Di kediaman keluarga hendra gunawan. Mereka sedang menikmati makan malamnya sesekali bunda rumi dan ayah hendra mengobrol ringan mengenai aby putra pertama mereka.

"By. Apa kamu nggak kepirikan ingin menikah nak? Umur kamu sudah cukup loh dan pekerjaan mu juga sudah mapan." Saran bunda rumi yang di iyakan oleh ayah hendra.

Aby yang di tanya seperti itu pun merasa terkejut, kenapa bundanya tiba-tiba menanyakan hal itu? Bukannya aby sudah pernah ngomong dia akan menikah jika sudah siap dan tentu saja dengan pilihannya sendiri.

"Bunda, aby kan sudah pernah bilang waktu itu, aby akan menikah jika aby sudah siap." Sahut aby.

"Benar yang di katakan oleh bunda mu by, ada baiknya kamu segera menikah." Tukas ayah hendra.

Aby sudah tidak tahan dengan keinginan kedua orang tuanya, dia pun menyelesaikan sarapannya lalu pamit ke kantor. Aby memang karakternya sedikit dingin tidak ingin di bantah oleh siapapun, sikapnya hanya akan melunak jika bersama bundanya.

"Aby pamit ke kantor bunda,, ayah."

"Aby..." Panggil bunda rumi menghentikan aby yang sedang merasa kesal.

Aby yang di panggil tidak menengok sekalipun dia melanjutkan langkahnya, menuju mobil yang sudah terparkir rapi di halaman rumahnya. Dia mengendarai mobilnya dengan perasaan kesal. Entah kenapa kedua orang tuanya terus saja menanyakan prihal aby harus menikah.

Kali ini umur abyaz sudah akan menginjak dua puluh tuju tahun, umur aby dan alina berbeda delapan tahun. Namun dia tidak terlalu memikirkan umurnya dia hanya ingin memilih pasangan yang tepat tidak mau terburu-buru dalam memilih pasangan untuk di ajak menikah.

Aby bekerja di salah satu cabang perusahaan milik ayahnya dan menjabat sebagai CEO, hampir seluruh karyawan yang mengira bahwa aby adalah bos kejam tidak segan-segan dia memarahi karyawan jika pekerjaannya tidak sesuai yang di inginkan. Sehingga para pegawai wanita di kantornya tidak berani hanya untuk cari perhatian padanya.

Aby juga memiliki wajah yang tampan, putih dan tinggi serta memiliki tubuh yang sispek dan terlihat sangat sempurna di mata para kaum hawa.

"Ada apa pak aby, kenapa mood anda pagi ini terlihat tidak bersemangat?" Tanya Gio sahabat aby sekaligus sekertaris dan juga orang kepercayaan aby yang selalu menemani aby jika berkaitan dengan urusan pekerjaan.

"Aku sangat bosan di rumah, orang tuaku kembali menanyakan perihal kapan aku akan segera menikah." Keluh aby dengan tidak bersemangat.

Bukannya perihatin dengan keluhan bosnya, gio justru tertawa melihat penderitaan bosnya sekaligus sahabatnya itu.

"Kamu menertawakan ku?" Sarkas aby tidak suka di ledek oleh sahabatnya, seolah gio sedang tertawa di atas penderitaanya.

Gio menggeleng cepat seraya menghentikan tawanya.

"Kenapa nggak di turutin aja maunya orang tuamu. Kan gampang tinggal nyari cewek doang." Kata gio santai.

"Apa menurut mu mencari pasangan hidup seperti membeli barang di mall?" Sarkas aby dengan nada tingginya, kesal karena gio menggapangkan segala sesuatu.

"Enathlah, aku capek memberimu solusi yang ujung-unjungnya kamu akan menolaknya. Sebaiknya aku kembali ke ruanganku menyelesaikan pekerjaanku." Sahut gio lalu pergi meninggalkan aby sendiri di ruangannya.

Aby hanya fokus dengan leptop yang di depannya tidak menghiraukan gio yang sudah berlalu keluar. Hanya mendengar suara pintu tertutup.

Hinggah menjelang sore aby telah menyelesaikan pekerjaannya, dia pun segera meninggalkan kantor dan melajukan mobilnya menuju apartementnya. Kali ini dia tidak akan pulang ke rumah orang tuanya dia ingin menghindar untuk sementara waktu dari orang tuanya yang selalu mebuatnya pusing dengan terus bertanya padanya kapan akan menikah.

Sebelumnya dia sudah menelpon bundanya bahwa dia akan menginap di apartemennya.

Sesampainya di unit apartemennya aby segera melonggarkan dasinya serta membuka kemejanya karena sudah merasa sangat gerah dan ingin segera mandi.

Usai dengan kegiatan mandinya aby memakai baju santai kaos lengan pendek warna hijau toska membuat kulit putihnya semakin terlihat bercahaya serta celana pendek selutut yang membuatnya semakin telihat tampan.

Ia pun membawa dirinya ke dapur untuk memasakn makanan yang cepat saji karna sudah merasa lapar. Dia juga malas jika harus keluar untuk membeli makanan.

******

Di tempat lain tepatnya di kediaman alina dan jovan, waktu sudah menjelang sore hari, langit berwarna jingga sudah terlihat, jovan baru saja pulang bekrkerja dia sangat kelelahan hari ini karena merasa hari pertamanya bekerja pasien begitu ramai terutama tadi dia menangani dua pasien kecelakaan di UGD, karena dokter yang menggantikannya piket terlambat datang hingga dia pulang terlambat.

Sesampainya di rumah dia langsung mencari alina, alina yang mengetahui suaminya sudah pulang segera dia mengambil alih tas kerja serta jas putih jovan dan meletakkannya di kamar milik mereka.

"Ka jo mau aku siapkan air hangat untuk mandi?" Tanya alin pada suaminya.

"Nggak perlu lin, aku nggak biasa mandi air hangat." Sahut jovan seraya tangannya melonggarkan dasi yang masih terpasang di lehernya dan membuka kancing kemeja yang di pakai.

"Ya sudah aku siapkan teh hangat saja ya kak." Kata alin beranjak dari kamarnya dan segera menunju dapur untuk membuatkan jovan teh hangat.

Jovan mengangguk mengiyakan istrinya, rasa lelah seketika hilang ketika melihat istri cantiknya yang menyambut dirinya ketika sampai rumah, jovan sangat bersyukur bisa berjodoh dengan alina, hatinya tidak bisa berbohong dia sudah mencintai istrinya sekarang. Tapi pernikahan yang mereka jalani sekarang tidak seperti pasangan suami istri lainnya yang bebas saling melakukan apapun bahkan melakukan hubungan suami istri, Kali ini jovan sangat membatasi hal itu terlebih lagi dia memikirkan umur alina yang masih sangat mudah dan masih akan fokus pada kuliahnya. Dia sudah memikirkannya jika dia tidak boleh egois, dia juga harus memikirkan masa depan alina.

Meski jovan terkadang timbul hasrat ingin menyentuh alina dan ingin meminta haknya sebagai suami, tapi untungnya dia masih bisa mengendalikan semua itu dengan hanya memikirkan masa depan sang istri.

Jovan pun sudah sangat bersyukur jika alina sudah menerima pernikahan mereka secara perlahan dan menjalaninya secara pelan pelan sambil saling mengenal satu sama lain seperti yang dia inginkan dan rencanakan sebelumnya.

Jovan masuk ke kamar mandi setelah melepas pakaian kerjanya dan segera membersihkan dirinya yang sudah sangat merasa gerah.

Sementara alin membuatkan jovan teh di dapur serta menghidangkan beberapa potong brownis buatannya tadi sore, alin mencoba untuk membuat brownis coklat dengan melihat petunjuk resep di youtube dan alin berhasil membuatnya. Ada rasa senang ketika brownis yang di buat berhasil dan rasanya tidak buruk menurutnya, bi mariam juga mengakuinya bahwa brownis yang di buat oleh alina sangat enak.

Alina membawa menuju kamarnya dan meletakkannya di atas meja, di lihatnya jovan baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya. Alina yang melihat penampilan jovan yang seperti itu segera menundukkan kepalanya, dan meminta ijin untuk keluar sebelumnya dia sudah menyiapkan baju jovan yang akan di pakai.

"Alin keluar ya. Kak jo pakai baju dulu." Kata alin melangkah meninggalkan kamar.

"Hmmm." Jovan hanya bergumam menanggapi alina, dia paham dengan istrinya yang masih sangat malu jika melihat dirinya tidak memakai baju.

Senyum tersemat di bibir tipisnya mengingat tingkah malu malu istrinya itu.

1
Lina aja
nah gtu donk bersyukur atas Rahmat yg Alloh ydahberi
Nona Kinyiss
lah kan iya jovan dah mau tanggung jawab tanpa di suruh.. muter" ja dialog mereka ini
Diah Retnasari
kuliah di PT A kok ganti di PT B?
Selviah Selviah
aku suka sekali
FUZEIN
Bah..bah....ni la frust sangat..pas sayang sayangnya...ceritanya tergantung....😭😭😭😭
FUZEIN
Hahahaha..gagal.dah
FUZEIN
Kan bagus begitu....
FUZEIN
Simpati kat anum...aby ni..ku lesing kang...terburai gigi tu..acuh tak acuh ngan isteri
FUZEIN
Turut berbahagia
FUZEIN
Si jo ni..satu je perangai tak elok dia...merasa diri maha benar....tapi sendiri enak je tolong perempuan lain tanpa pengetahuan alin..sedangkan perkara buruk oertama disebabkan kesalahfahaman pun dsebabkan erika..masih gak tak..faham...
FUZEIN
Terlambat
FUZEIN
Aku jadi geram kat jobann ni....sanggup awal pagi jumpa perempuan lain..kan dah menimbulkan fitnah tu...
FUZEIN
Nah.. pergilah tolong erika tu..seharusnya kita dah ada isteri janganlah dekat dengan perempuan lain..yg boleh menimbulkan kan fitnah...
FUZEIN
Semakin tertarik dengan jalan cerita ni..🥰
Mirta Soriale
kok baru muncul thor
Mila Karmila
Lamaa bangeet up nya thor,, semangat teeuss
Mila Karmila
Hampir lupa ceritanya kak,, up dong
Jabal Nabila
next
Roro Anggun
di tunggu karya berikutnya
Mila Karmila
Asmiin, goodluck kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!