NovelToon NovelToon
OVER THE AGE

OVER THE AGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:339
Nilai: 5
Nama Author: siput

Namanya yang terkenal sebagai ketua geng Tunas Bangsa, Theo Bramansya cowok paling di takuti di wilayahnya,
Usia: 19 tahun
Tinggi: 190 cm
Berat: 82 kg

Penampilan: Tinggi, tegap, bahu lebar, kulit putih bersih, rahang tegas, hidung mancung, alis tebal, mata tajam dan dingin, rambut hitam sedikit berantakan. Tatapannya sering terlihat malas dan mengintimidasi. Memiliki tubuh atletis karena sering mengendarai motor dan berkelahi.

Kepribadian: Dingin, cuek, keras kepala, dominan, percaya diri, sulit didekati, dan tidak mudah menunjukkan emosi. Dia jarang tersenyum dan lebih sering menjawab singkat. Tidak suka basa-basi dan tidak peduli dengan pendapat orang lain.
Dia adalah ketua geng motor yang cukup disegani. Berani, nekat, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, dan terbiasa mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia tidak takut pada siapa pun dan tidak suka diperintah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

Setelah menutup pintu rumah, eca bergegas berjalan mengarah pada theo yang sudah siap di atas motor hitam besarnya, pada akhirnya eca mengikuti kemauan theo untuk mengantarnya ke RS.

Getaran knalpot kembali membelah kesunyian gang sempit tatkala ibu jari Theo menekan tombol starter. Menyaksikan langkah tergesa sang perawat yang akhirnya menyerah pada tawarannya, rasa puas yang teramat kentara menyusup ke sudut bibir pemuda itu. Ego maskulinnya mendadak terangkat, menepis segala sisa canggung yang sempat merayap di dadanya.

Theo menyodorkan helm hitam cadangan ke arah gadis itu, alis tebalnya terangkat sedikit penuh arogansi.

"Tumben nurut. Kirain masih mau pamer tenaga jalan kaki sampai pingsan kehabisan napas."

Begitu bobot tubuh penumpang di belakangnya mulai menekan jok motor, Theo membetulkan posisi kaca spion, sengaja memastikan perempuan itu sudah duduk dengan aman tanpa perlu menoleh langsung. Tangan kirinya menarik tuas kopling perlahan, merasakan hawa keberadaan yang kini kembali menempel di belakang punggungnya.

"Pegang jaket gue yang bener,"

gumam Theo datar di balik dengung mesin yang mulai meninggi.

"Gue nggak bakal ngerem mendadak cuma buat nungguin lo siap-siap. Rumah Sakit Harapan, kan? Sepuluh menit sampai kalau lo nggak banyak tingkah."

Mereka dengan segera berangkat ke RS Harapan, sesampainya di sana eca turun dan tiba-tiba ada suara laki-laki muda dengan lantang memanggil dan menyapa eca, dia adalah alex teman seruangan kerjanya mereka terlihat akrab, alex adalah dokter tetap di RS Harapan.

"Ecaaa..." panggilan dari alex sembari berjalan menuju arah eca berada

"Oh..hai alex, kenalin ini theo, theo ini alex teman seruangan tempat kerja gue"

"hai..gue alex" sapanya sambil mengulurkan tangan

"Oh ya, gue masuk dulu ya, lo hati-hati pulangnya jangan ngebut-ngebut,dan terimakasih sudah mau mengantar gue sampai di RS"

"Bye theo" sambil melambai

Sorot mata theo seketika menajam, mengunci sosok lelaki asing berseragam medis yang menyambut kedatangan penumpangnya dengan senyum terlampau akrab. Rasa hangat yang sempat tertinggal di punggungnya mendadak menguap, berganti desakan panas yang membakar ulu hati tanpa alasan masuk akal. Rahang pemuda itu mengeras kaku saat mendengar pamitan santai yang terucap begitu saja, seolah perannya baru saja selesai dan dibuang ke tepi jalan.

Alih-alih menyahuti lambaian tangan tersebut, theo hanya mendengus sinis. Tangannya yang terbalut sarung kulit mencengkeram kuat tuas gas, membalas perkenalan canggung itu dengan tatapan mengintimidasi yang sarat peringatan tak kasat mata kepada si rekan kerja.

"Nggak usah sok perhatian nyuruh gue hati-hati,"

tukas theo dingin, suaranya terdengar berat dan datar, memotong sisa keakraban di pelataran rumah sakit. Sudut bibirnya berkedut jengkel sebelum ia menurunkan kaca pelindung helmnya dengan sekali sentakan kasar.

Selesai jam berapa shift lo? Nanti sore gue jemput di lobi ini lagi. Jangan keluyuran sama orang lain sebelum gue datang."

Tanpa menunggu tanggapan apa pun, theo memutar selongsong gas dengan garang, membiarkan raungan knalpotnya memecah udara pagi sebelum melesat pergi meninggalkan aroma asap yang pekat.

Jam shift sudah selesai, eca keluar bersamaan dengan alex, terlihat dengan keakrabannya tangan alex merangkul pundak siput sambil tertawa melewati undakan pintu keluar RS dengan membawa totebag yang berisi tas kerja berwarna pink di tangannya.

Pemandangan di undakan tangga rumah sakit itu langsung menyulut bara di dada theo. Lengkungan tawa riang dan gestur tangan lelaki medis yang merengkuh pundak kecil itu terasa bagai tamparan telak pada peringatan yang ia tinggalkan tadi pagi.

Rahangnya mengetat keras, iris gelapnya menghunus tajam tepat pada kontak fisik yang menurutnya terlampau lancang.

theo menegakkan figur tingginya, menendang standar motor dengan satu hentakan kasar sebelum melangkah lebar memangkas jarak. Aura dinginnya seketika mendominasi udara petang, membelah kerumunan orang yang berlalu-lalang di pelataran lobi. Tanpa basa-basi, jemari theo mencengkeram pergelangan tangan sang perawat, menyentaknya pelan namun tegas hingga rengkuhan di bahu itu terlepas paksa.

"Tuli lo?"

desis theo berat, sorot matanya yang membunuh beralih sekilas ke arah lelaki di sebelah mereka sebelum mengunci paras perawat itu lekat-lekat.

Seringai tipis sarat kejengkelan terbit di sudut bibirnya.

"Gue bilang tunggu di lobi, bukan asyik nempel-nempel begini sama orang lain."

Ia menarik tas jinjing merah muda itu dari genggaman gadis itu, melempar tatapan menantang pada rekannya, lalu mengibaskan dagunya ke arah motor.

"Naik. Jangan bikin gue seret lo di depan umum."

1
Mawarresa
eca berani bangett🤣
Renjana
tinggalin jejak dulu,
hadir kak, mampir juga ya😊
Siput: thank u udh mampir kak
total 1 replies
atikah@72
sama-sama kak, sukses selalu🫰
atikah@72
ceritanya bagus lanjutkan Thor. jgn lupa mampir ya di aku buat silaturahmi. makasih 🫰
Siput: trimakasih kak support sistemnya😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!