NovelToon NovelToon
Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Anak Genius
Popularitas:54.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.

Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.

Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.

“Aku akan menikah dengannya.”

Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.

Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.

Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6

Damian telah berangkat ke kantor sejak setengah jam yang lalu. Seperti biasa, pria sedingin es itu hanya berpamitan sangat singkat sebelum masuk ke dalam mobil mewahnya.

“Aku berangkat,” ucap Damian tanpa menoleh, merapikan kancing jasnya.

“Hati-hati di jalan, Suamiku,” jawab Zoey sopan, sengaja menekan kata suamiku di akhir kalimat dengan senyum manis yang dibuat-buat, murni untuk memancing reaksi pria itu.

Namun Damian hanya mengangguk kaku, lalu mobilnya meluncur menghilang di balik gerbang mansion.

Zoey mengembuskan napas pelan. “Setidaknya suasana pagi ini jauh lebih tenang daripada semalam,” gumamnya.

Zoey menuju ruang makan. Ia sama sekali tidak menyadari atau lebih tepatnya, ia belum tahu bahwa ketenangan itu hanyalah permulaan dari sebuah arena perang yang baru.

Di ruang makan utama.

Victor dan Victoria sudah duduk berdampingan menikmati sarapan mereka. Keduanya sesekali saling melirik sambil menyembunyikan senyum penuh arti.

“Operasi pengusiran pertama?” bisik Victor seraya memotong pancake-nya.

Victoria mengangguk kecil, matanya melirik ke arah pintu. “Segera di mulai. Bersiaplah.”

Zoey muncul beberapa saat kemudian sambil membawa semangkuk sup hangat dan secangkir kopi hitam yang tadi ia racik sendiri di dapur.

“Pagi, anak-anak,”sapa Zoey ceria.

Tak ada jawaban.

Victor pura-pura sibuk men-scroll layar ponselnya. Victoria bahkan tidak mengangkat kepalanya.

Zoey tidak ambil hati. Ia justru menarik kursi dengan santai dan duduk tepat berhadapan dengan si kembar.

“Sup ayam jamurnya sangat enak. Aku membuatnya sendiri. Kalian yakin tidak mau mencoba?” tawar Zoey ramah.

“Kami tidak makan masakan orang asing,” ketus Victoria tajam.

“Benar. Lagipula, siapa yang tahu apa yang kau masukkan ke dalamnya,” timpal Victor tanpa menatap Zoey.

Zoey hanya tersenyum tipis. “Sayang sekali. Baiklah.”

Ia baru saja hendak makan ketika ia meraba sisi mangkuknya. “Ah, sendokku tertinggal di dapur.”

Saat Zoey bangkit dan berjalan kembali ke dapur, Victoria mulai bergerak. Gadis itu mengeluarkan sebungkus kecil garam meja dari saku jaketnya.

“Hei, sedikit saja. Kau mau membuatnya dehidrasi?” bisik Victor memperingatkan.

Victoria mendengus pelan dan menggeleng. “Sedikit tidak akan membuatnya menangis dan kapok.”

Tanpa ragu, Victoria menuangkan hampir setengah bungkus garam itu ke dalam cangkir kopi milik Zoey.

Lalu, dengan ujung sendok garpunya, ia mengaduk kopi itu perlahan hingga garamnya larut sempurna tanpa sisa.

“Selesai. Kali ini dia pasti muntah dan lari ke kamar mandi,” bisik Victoria puas, buru-buru kembali duduk rapi seolah tidak terjadi apa-apa.

Tak lama kemudian, Zoey datang membawa sendoknya.

Matanya yang setajam elang langsung menangkap sebuah perubahan yang sangat kecil dan sepele di atas meja makan.

Cangkir kopinya posisinya bergeser sekitar dua sentimeter dan gagang cangkir yang tadinya menghadap ke arah jam empat, kini berputar ke arah jam enam.

Senyum tipis dan tersembunyi muncul di sudut bibir Zoey.

“Anak-anak ini masih sangat amatir,” batinnya geli.

Zoey bukanlah wanita biasa yang mudah dijebak. Sejak kecil, ia sudah ditempa keras. Ayahnya selalu mengajarinya satu aturan emas untuk bertahan hidup.

Jika ada sesuatu yang berubah sedikit saja di sekitarmu saat kau memalingkan wajah, jangan pernah mengabaikannya.

Di dunia bisnis gelap keluarganya, cangkir yang bergeser satu sentimeter bisa berarti racun yang mematikan.

Zoey pura-pura tidak menyadari apa pun. Ia duduk dengan tenang, meletakkan sendoknya.

Zoey melirik si kembar yang diam-diam menahan napas, menunggu momen.

Lalu...

“Victor,” panggilnya.

Victor sedikit tersentak. “Hmm? Apa?”

“Boleh minta tolong ambilkan botol lada di ujung meja sana?” tunjuk Zoey santai.

Victor berdecak pelan, merasa terganggu. “Kenapa harus aku yang mengambilnya?”

“Soalnya tanganmu panjang dan posisi botol itu paling dekat denganmu,” jawab Zoey masuk akal.

Dengan malas dan bersungut-sungut, Victor terpaksa memanjangkan tubuhnya, berdiri sedikit untuk meraih botol lada di ujung meja.

Pada detik itulah, saat perhatian Victor teralih pada botol dan mata Victoria refleks mengikuti pergerakan kakaknya.

Tangan Zoey bergerak begitu cepat bagaikan kilat.

Cukup dengan satu gerakan ringan yang elegan, cangkir kopinya bertukar tempat dengan cangkir kopi milik Victor yang bentuk dan warnanya persis sama.

Nyaris tanpa suara. Sempurna.

Saat Victor kembali duduk dan menyodorkan botol lada itu, tak seorang pun dari si kembar menyadari pertukaran maut tersebut.

Zoey menahan senyumnya. “Terima kasih, Victor. Kau sangat baik sekali.”

Victor mengangguk asal. “Ya, ya, cepat makan sana,” ketusnya.

Beberapa detik kemudian, Victor yang merasa haus sehabis makan pancake, mengangkat cangkir kopinya sendiri. Ia meniupnya pelan, lalu menyeruputnya dalam tegukan besar.

“Huek!”

Remaja itu membelalakkan mata dan langsung memuntahkan seluruh isi mulutnya.

Victoria tersentak kaget dan bergegas bangkit dari kursinya.

“Victor! Astaga, kau kenapa?!”

“Apa-apaan ini?!” Victor buru-buru menyambar teko air putih, menuangkannya ke gelas, dan meminumnya habis-habisan dengan napas terengah.

“Gila! Asin sekali! Apa ada sekilo garam laut mati di dalam cangkirku?!”

Victor menatap cangkir di tangannya dengan wajah merah padam menahan mual.

1
Sri Rahayu
hahaha...kmrn masih pd kaku2 gengsi skrg pd ngeributin Zoey saling cemburu 🤩🤩🤩🤪🤪🤪....lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
yaelah....jangan2 Damian cemburu karena Zoey lbh perhatian ke Victor drpd dirinya 🤩🤩🤩🤩🤩
Esther
Damian cemburu sama anak sendiri🤣🤣.
Sabar ya Zoey menghadapi suami dan anak laki2 nya😄
Esther
panas2in terus bapakmu itu Victor😂.
Anak & ibu sambung kompak sekali pagi ini.
Ayo Zoey buat Victoria menyerah juga dgn kamu😁
mimief
Wkwkwkkw
apa rasa berantem Ama duplikat nya sendiri?🫣🤣🤣
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: ya begitulah 🤣
total 1 replies
mery harwati
Damian bentar lagi kau akan saingan dengan Victoria juga, tunggu saat itu tiba Damian 🤣
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ bener kak dah habis sudah damian
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣🤣 gelut lah ayah anak
Sastri Dalila
🤭🤭
Sastri Dalila
😅😅
mimief
wkwkwkkw
cemburu sama ank sendiri 🫣
rheisha
kesaing sama anak sendiri ...😁
Mundri Astuti
😂😂😂
Mundri Astuti
😂😂😂 saingan dah tuh berdua
ryuka
🤣🤣🤣🤣😍😍😍🤭🤭🤭🤭 duuhhh yg cemburu
Lovita BM
tinggal Victoria yg semakin panas sesak brutal nanti 🤣🤣
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: /Facepalm/
total 1 replies
ALT
lagi🌚
MamDeyh
😅😅😅
Endang Sulistiyowati
Sabar ya Zoey, sekarang Godzilla nya berubah jadi bocah balita. Harap kuatkan hati dan telingamu menghadapi rasa cemburu dan keposesifan mereka ke kamu. 🤣
Dede Maesaroh
🤣
Susi Sayadi
nah kan?!?!?!?🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!