NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:165k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Jangan Terlalu Banyak Janji

Arven baru kembali ketika matahari mulai condong ke barat.

Mobilnya berhenti di depan rumah.

Begitu turun, Elden langsung berjalan menghampirinya memasang wajah manyun.

“Ayah! Ayah bohong, katanya pulang sebelum makan siang?" rajuk Elden.

Arven membungkuk dan menangkap tubuh kecil itu. “Kenapa?”

“Aku udah menunggu Ayah dari tadi. Tapi kenapa Ayah lama sekali?"

“Maaf.” Arven mengusap rambut Elden. "Tadi ada urusan yang harus Ayah selesaikan. Sebagai laki-laki, kita harus segera menuntaskan masalah dengan secepatnya. Agar, nanti malam kita bisa tidur dengan nyenyak. Kamu mengerti?"

Elden mengangguk dan memeluk lehernya. “Baik."

Dari teras, Mireya memperhatikan keduanya. Ia tersenyum kecil. Namun ketika Arven melepaskan pelukan Elden, tatapannya langsung tertuju kepada Mireya.

“Aku perlu bicara denganmu.”

Mireya mengerutkan kening. “Sekarang?”

“Sekarang.”

Elden langsung menyela. “Jangan lama-lama ya. Aku udah lapar."

Arven mengusap kepala anaknya. “Kami tidak akan lama.”

Mireya mengikuti Arven masuk ke rumah. Mereka berhenti di ruang tengah.

Arven duduk.

Mireya memilih duduk di seberangnya. “Apa yang terjadi? Apa boleh aku tahu?”

Arven diam sejenak. “Aku sudah menemukan orang yang menyebarkan rumor kepada para pekerja.”

Mireya langsung menatapnya. “Siapa?”

“Mantan suamimu.”

Mireya mengerutkan kening dan kepalanya sedikit meneleng. “Dia melakukan semua itu?”

“Dia menghasut beberapa pekerja dan menyebarkan informasi palsu tentang kondisiku.”

Mireya menghela napas. “Kenapa dia masih melakukan ini?”

Arven menatapnya. “Karena dia ingin membuat kita berpisah."

Mireya mengernyitkan wajah. “Apa yang diinginkannya?"

“Karena dia ingin kembali lagi denganmu.”

Mireya mengangkat wajah. “Untuk apa? Bukan kah dia sendiri yang membuangku?"

Arven memang tak tahu apa yang terjadi antara Mireya dan Syahzan di masa lalu. “Sudah selesai,” ucapnya.

Mireya mengangguk pelan. “Ooh ... bagus lah.”

Mireya kemudian tersenyum tipis. “Setidaknya satu urusan telah selesai.”

“Belum.”

Mireya mengerutkan kening. “Lalu?”

Arven bersandar. “Aku belum menemukan orang-orang di belakangnya."

Mireya menatap dengan heran. “Emangnya, ada orang lain juga?”

“Bisa jadi.” Arven kemudian menatapnya serius.

“Karena itu, mulai sekarang kalau ada sesuatu yang mencurigakan, kamu harus segera memberitahu aku.”

Mireya mengangguk. “Baik.”

“Jangan pergi sendirian ke luar area perkebunan.”

“Baik.”

“Kalau ada orang yang bertanya tentangmu, jangan jawab sembarangan.”

Mireya mulai mengangkat alis. “Mas.”

“Hm?”

“Bukankah ini terlalu berlebihan?”

Arven diam.

Mireya menatapnya. “Aku kan hanya berkebun. Aku juga tidak punya masalah dengan siapa pun di sekitar sini.”

“Aku tahu.”

“Lalu kenapa kamu begitu khawatir?”

Arven terdiam cukup lama. “Karena kau istriku.”

Mireya terdiam. Kalimat itu sesederhana itu, kali ini terdengar berbeda. “Mas…”

“Apa?”

“Bukankah itu juga karena kontrak?”

Arven menatapnya. “Bukan karena kontrak.”

Mireya membeku.

Arven berdiri. “Aku tidak memerlukan kontrak untuk bisa mengkhawatirkanmu.”

Beberapa detik kemudian, Mireya masih duduk di tempat. Tangannya perlahan menyentuh dadanya sendiri. Entah kenapa, ucapan Arven membuat jantungnya berdebar cepat.

.

.

.

Malamnya, mereka makan bersama.

Elden duduk di antara Arven dan Mireya. “Ayah.”

“Hm?”

“Besok ikut ke kebun ya?”

Arven melirik Mireya.

Mireya pura-pura sibuk mengambil sayuran. “Ayah ikut?”

Arven mengangguk. “Baik lah.”

Elden langsung tersenyum. “Yeay!”

Mireya menghela napas. Beberapa waktu terakhir, dia terlalu sering melihat Arven yang kebanyakan janji, tetapi ujung-ujungnya diingkari.

“Jangan terlalu banyak janji. Nanti dia akan belajar mencari alasan seperti kamu kalau janjimu tak bisa dilaksanakan.”

Arven menatapnya. “Aku sudah berusaha, hanya saja tiba-tiba ada kejadian tak terduga.”

Arven menatap istrinya. Lagi dan lagi dia dimarahi istrinya.

"Please ... Jangan marahi aku terus ..."

*bersambung*

1
Erna Masliana
Pak Can bijak 👍
Erna Masliana
salahkan dirimu sendiri tidak mau jujur
Erna Masliana
tinggal bilang apa susahnya.. palingan jadi majikan lagi.. jangan buat orang yang menampung dan membela mu kelihatan bego di mata mantan keluarga bejatmu
Erna Masliana
jujur aku gak ngerti..masa Iddah itu di hitung setelah ketok palu atau kata talak?? terus yang namanya sidang perceraian setauku tidak ada yang sehari beres..sepupuku aja perlu 6bulan 3 kali sidang sampe ketok palu..kalo dalam Islam ya dihitung dari kata talaknya suami bukan dari ketok palu deh kayaknya
SoVay: boleh dbaca sampai selesai y kak, ceritanya udah tamat 🙏🍅
total 1 replies
Erna Masliana
ih hayang nga geplak s Mireya.. bertele tele..aku orangnya gak sabaran 😛
Erna Masliana
ya banyak.. karena kamu gak cari tau..gak nanya dg benar..kamu juga punya rahasia... jangan marah
Erna Masliana
greget ih...Mireya terlalu lemah.. sampe harus di bela anak kecil
Erna Masliana
rumah s Arven tipe terbuka y .. tapi waktu masuk ada penjaga kok enteng banget masukin orang
Erna Masliana
ya gak bisa udah ketok palu meski ada masa Iddah kalo ceweknya gak mau rujuk ya gak bisa maksa kembali.. apalagi untuk hidup menderita.. lagian itu pas ketok palu bukannya harusnya prosesnya lama..s syahzan sekaya apa sih atau seberpengaruh apa sampe dapat surat cerai tanpa mediasi langsung sidang putusan.. terus alasan cerai yang diajukan apa?
Erna Masliana
karena butuh itu fakta kenapa takut.. memang saat itu kamu benar benar lagi terpuruk kan.. makanya lihat peluang langsung ambil itu realistis untuk bertahan hidup bukan matre
Erna Masliana
ini tidak di apa apain s Syahzannya?? minimal bikin drama di begal gitu??
Erna Masliana
kalo dg trik licik syahzan aja kalah maka Zareti memang tidak sekuat itu
Erna Masliana
🤣🤣🤣🤣ngeles biar gak kena amuk
Erna Masliana
kenapa berharap dicari gitu 😛
Erna Masliana
gantung kamu di pohon itu merepotkan karena kamu berat😁✌️.. lebih praktis di dor atau racun ✌️✌️
Aji Priatun
suka karyanya Author
Yulvita Darnel
waw... masa dari 50% turun bebas menjadi 35% ada-ada saja mireya.
Dewi Habibah
bagus ceritanya
SoVay: terima kasih kk 🍅🍅🙏
total 1 replies
Yulvita Darnel
gara-gara kelaparan akhirnya lolos jadi kandidat ibu tiri, bagus juga tuh taktik.
Yulvita Darnel
ada-ada aja Thor masa iya ada pekerjaan jadi ibu tiri, boleh daftar nggak 🤣🤣🤣🤣
SoVay: tapi lowongan sudah teriso 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!