NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mempermalukan Diri Sendiri

"Kirana, kau tidak terluka?" tanya Kendra sekali lagi.

Kirana menggeleng pelan. Ia hendak bangkit dari pangkuan Kendra, tetapi sebelum sempat berdiri, suara melengking Meylan tiba-tiba terdengar dari tengah kerumunan.

"Ini semua pasti ulahmu, kan?!"

Meylan menunjuk Kirana dengan wajah penuh kemarahan. Ia bahkan tidak peduli lagi bahwa puluhan tamu sedang memperhatikan mereka, termasuk keluarga Shu yang kini sibuk menolong Shania.

"Kau benar-benar pembawa sial!" bentak Meylan. "Bahkan di hari pernikahan adikmu sendiri, kau masih saja mencari masalah! Apa kau iri melihat Shania menikah dengan megah seperti ini?"

Kirana terdiam dengan wajah datar. Ia sudah mulai terbiasa dengan sikap ibunya sendiri, tetapi tetap saja ada sesuatu yang terasa ironis ketika Meylan bahkan tidak berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sebelum menyalahkannya.

Shania yang kini dibantu berdiri oleh Julian mulai menangis. Bukan hanya karena gaun pengantinnya rusak dan pesta yang telah dipersiapkannya dengan susah payah berantakan, tetapi juga karena rencananya untuk mempermalukan Kirana justru berbalik menyerang dirinya sendiri.

Sejak awal, Shania memang berniat membuat kakaknya menjadi bahan tertawaan di depan para tamu. Ia bahkan sudah membayangkan bagaimana dirinya akan berpura-pura menjadi korban, lalu mengusir Kirana pergi dari pesta pernikahannya sendiri di hadapan semua orang.

Tapi enyataan yang terjadi justru sebaliknya. Kini dirinya yang berdiri dengan gaun penuh krim, sedangkan Kirana masih terlihat tenang di samping Kendra.

Para tamu mulai berbisik-bisik sambil melirik Kirana. Sebagian tampak penasaran, sementara yang lain menunggu bagaimana keluarga Lin akan menyelesaikan keributan yang terjadi di tengah pesta pernikahan tersebut.

Kirana kembali mencoba berdiri dari pangkuan Kendra. Namun, pria itu menahan tangannya dengan lembut, memberi isyarat agar ia tetap duduk dan tidak perlu menghadapi semua tuduhan tersebut sendirian.

Kendra kemudian mengangkat wajahnya. Tatapan dinginnya menyapu Meylan, Leo Lin, serta keluarga Shu yang berdiri tidak jauh dari mereka.

"Atas dasar apa kalian menuduh istriku?"

Suaranya tegas untuk membuat beberapa tamu yang masih berbisik langsung terdiam. Meylan sempat tertegun sebelum kembali memasang wajah marah.

"Atas dasar apa?" ulang Meylan dengan nada tinggi. "Bukankah jelas dia itu kakak Shania? Dia pasti iri!"

Meylan tanpa ragu berkata, "Pernikahannya dulu hanya sederhana, sedangkan hari ini kami menikahkan Shania dengan pesta semewah ini. Sebagai kakak, seharusnya dia ikut bahagia, tetapi dia malah mengacaukan semuanya!"

Leo Lin berdiri di samping istrinya dengan wajah muram. Meskipun tidak langsung berbicara, sikapnya seolah menunjukkan bahwa ia tidak berniat membela Kirana.

Kendra memandang mereka beberapa saat, lalu tiba-tiba tersenyum tipis. Senyum itu sama sekali tidak membuat suasana menjadi lebih ramah, justru membuat keluarga Lin merasa ada sesuatu yang tidak beres.

"Oh, begitu rupanya," ujar Kendra tenang. "Kalau kalian begitu yakin bahwa istriku sengaja mengacaukan pesta ini, bagaimana kalau kita melihat rekaman CCTV?"

Wajah Shania langsung berubah. Tangisannya yang semula terdengar memilukan mendadak terhenti sesaat, dan kedua tangannya refleks mencengkeram lengan ibunya.

"Tidak perlu!" seru Shania buru-buru.

Semua orang menoleh kepadanya. Shania menyadari kesalahannya, lalu segera menundukkan kepala dan kembali memasang ekspresi sedih.

"Maksudku ... Kak Kirana pasti tidak sengaja," katanya terbata-bata. "Mungkin kami terlalu dekat dengan kue itu, lalu terjadi kecelakaan. Aku tidak ingin memperbesar masalah pada hari pernikahanku."

Meylan langsung memeluk bahu putrinya. "Shania, kau ini terlalu baik!"

Ia kemudian menatap Kirana dengan penuh kebencian. "Lihatlah! Bahkan di hari pernikahannya sendiri, Shania masih bersedia memaafkan perempuan bisu itu, padahal dia sudah menghancurkan semuanya!"

Kirana hanya menatap Meylan tanpa ekspresi. Ia bahkan tidak repot-repot membela diri karena tahu bahwa rekaman kamera pengawas akan berbicara lebih jelas daripada kata-kata siapa pun.

Kendra mengusap punggung tangan Kirana sebentar sebelum kembali menatap Shania. Senyum tipis masih terukir di bibirnya, tetapi sorot matanya berubah semakin dingin.

"Baik atau tidaknya dia, kita lihat saja setelah rekaman CCTV diputar," ucapnya. "Manajer hotel, segera tampilkan rekaman dari area panggung dan kue pernikahan tadi."

Manajer hotel yang berdiri tidak jauh dari mereka segera maju. Ia mengenal Kendra dengan baik karena hotel mewah tersebut merupakan salah satu properti milik Kendra.

"Baik, Tuan Wu. Saya akan segera mengaturnya."

Manajer itu segera memberikan instruksi kepada staf hotel. Beberapa menit kemudian, layar besar di atas panggung yang sebelumnya digunakan untuk menampilkan foto pasangan pengantin mulai menampilkan rekaman kamera pengawas.

Shania semakin pucat. Ia ingin menghentikan semuanya, tetapi begitu melihat perhatian seluruh tamu tertuju pada layar, ia tahu tidak ada alasan masuk akal untuk meminta rekaman itu dimatikan.

Rekaman pertama memperlihatkan Kirana berjalan turun dari panggung bersama Shania. Keduanya tampak berbicara, tetapi tidak terlihat adanya pertengkaran ataupun tindakan Kirana yang mengarah pada upaya merusak pesta.

Kemudian, tepat ketika mereka berada di dekat troli kue, gerakan Shania terlihat begitu jelas. Tangannya terangkat dan tubuhnya bergerak ke arah Kirana, seolah hendak mendorong kakaknya ke arah kue pernikahan.

Sebelum Shania berhasil melakukannya, Kendra lebih dahulu menarik Kirana hingga wanita itu jatuh ke pangkuannya. Akibat gerakan tersebut, Shania kehilangan keseimbangan dan justru terjerembap ke arah kue yang ingin digunakannya untuk mempermalukan Kirana.

Rekaman itu berakhir dengan kue yang berantakan dan para tamu yang terkejut. Seluruh ballroom mendadak sunyi setelah semua orang menyaksikan kejadian yang sebenarnya.

"Apa?!"

Seseorang di antara para tamu tidak bisa menahan keterkejutannya. Bisikan-bisikan mulai terdengar kembali, kali ini bukan untuk menuduh Kirana, melainkan mempertanyakan mengapa Shania terlihat seperti sengaja hendak mendorong kakaknya.

Wajah Meylan seketika pucat. Ia menatap layar, lalu menoleh kepada Shania dengan ekspresi tidak percaya.

"Shania apa maksudnya ini?" tanyanya dengan suara bergetar.

Shania menggeleng cepat. "Ma, aku tidak bermaksud begitu! Aku hanya ingin melewati Kak Kirana, tetapi aku kehilangan keseimbangan."

"Kalau hanya ingin melewatinya, mengapa tanganmu terangkat seperti itu?" tanya salah seorang tamu yang berada dekat panggung.

Shania kehilangan kata-kata. Ia melirik Julian, berharap pria yang baru menjadi suaminya itu akan membantunya menjelaskan keadaan, tetapi Julian justru menatapnya dengan wajah keras.

Kendra akhirnya membuka suara kembali. "Menarik sekali."

Ia memandang Leo dan Meylan bergantian, lalu melanjutkan dengan nada dingin, "Sebelum melihat rekaman, kalian langsung menuduh Kirana sebagai pembawa sial, menyebutnya iri, bahkan menganggapnya sengaja menghancurkan pesta ini."

Kendra berhenti sejenak, membiarkan setiap perkataannya meresap ke dalam pikiran mereka. "Sekarang, setelah bukti menunjukkan bahwa Shania yang lebih dahulu mengangkat tangan untuk mendorongnya, apakah kalian akan meminta maaf kepada istriku?"

Meylan membuka mulut, tetapi tidak segera menemukan jawaban. Sementara itu, Leo Lin berdiri kaku dengan wajah yang semakin sulit dibaca.

Kendra tidak berniat membiarkan mereka mengalihkan pembicaraan. Tatapannya semakin tajam ketika ia kembali berbicara.

"Selama ini aku sering mendengar bahwa keluarga Lin adalah keluarga terpandang yang menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan. Namun, setelah melihat sendiri bagaimana kalian memperlakukan Kirana, aku mulai meragukan semua itu."

Leo mengerutkan kening. "Tuan Wu, ini urusan keluarga kami. Saya harap Anda tidak perlu ikut campur terlalu jauh."

"Urusan keluarga?" Kendra mengulang kalimat itu dengan senyum dingin. "Kalian boleh menyebutnya urusan keluarga jika yang dipertaruhkan hanya hubungan di antara kalian. Namun, ketika kalian mempermalukan istriku di depan banyak orang tanpa bukti, jangan berharap aku akan diam."

Ia kemudian menatap Meylan dan Leo secara bergantian. "Aku hanya ingin tahu satu hal. Bagaimana mungkin sebuah keluarga bisa begitu kejam terhadap anak kandungnya sendiri, tetapi selalu membela seorang anak angkat bahkan ketika bukti menunjukkan kesalahannya?"

Kata-kata itu membuat suasana ballroom semakin tegang. Beberapa tamu saling bertukar pandang, sementara sebagian lainnya mulai mengingat berbagai cerita yang pernah mereka dengar tentang hubungan Kirana dengan keluarga Lin.

Meylan mengepalkan tangan. "Kau tidak tahu apa-apa tentang keluarga kami!"

"Benarkah?" balas Kendra tanpa gentar. "Kalau begitu, mungkin kalian sebaiknya mulai menjelaskan kepada semua orang mengapa Kirana selalu menjadi orang pertama yang kalian salahkan, bahkan ketika dia jelas-jelas bukan pelakunya."

Kirana yang duduk di pangkuan Kendra hanya diam. Ia menatap profil pria itu dengan sedikit keterkejutan, tidak menyangka Kendra akan membelanya setegas itu di hadapan begitu banyak orang.

Kendra merasakan tatapan Kirana, lalu menoleh kepadanya sebentar. "Kau tidak perlu menjelaskan apa pun," katanya pelan. "Bukti sudah berbicara."

Kirana menatapnya beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk kecil. Ia kemudian mengalihkan pandangan kepada Shania, yang masih berdiri dengan gaun pengantin berlumuran krim dan wajah penuh kepanikan.

Malam yang semula direncanakan Shania sebagai panggung untuk mempermalukan kakaknya kini berubah menjadi mimpi buruk bagi dirinya sendiri

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!