NovelToon NovelToon
Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Terikat Darah Dengan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen / Action
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Clara hanyalah seorang gadis penderita anemia kronis yang terjebak utang almarhumah ibunya. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa menjadi asisten pribadi sekaligus "penawar tidur" bagi Arsen Baskara—Tuan Muda yang dingin, kejam, dan menderita insomnia parah.
Di bawah satu atap, Arsen bertindak sangat posesif dan mendominasi Clara. Namun anehnya, setiap kali Arsen berhasrat melangkah lebih jauh, benteng penolakan ghaib di dadanya selalu bergejolak. Rasa penasaran berlanjut ketika orang-orang di sekitar mereka menyadari kemiripan garis wajah dan kebiasaan refleks yang ganjil di antara keduanya.
Saat Baskara—sang penguasa kejam klan Baskara—pulang untuk memburu dokumen masa lalu, terungkaplah rahasia terlarang yang paling mendalam: Clara bukan sekadar pelayan, melainkan adik kandung Arsen yang dulu melarikan diri bersama ibunya demi menghindari paksaan aborsi akibat fitnah perselingkuhan.
Di antara jeratan posesif sang Tuan Muda, ancaman pembunuhan dari ayah mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: TUGAS MELAYANI DAN ANEMIA YANG KAMBUH

Meskipun gejolak gosip di sekolah berhasil diredam oleh gertakan keras Arsen, posisi Clara sebagai asisten pribadi sekaligus "sleep aid" Arsen membuat energinya terkuras habis.

Dari pagi sebelum fajar, Clara sudah harus bangun untuk menyeduh teh hangat, menyiapkan pakaian sekolah Arsen, merapikan meja belajar, hingga mengurus jadwal kegiatan Arsen. Di sekolah, selain harus mengikuti pelajaran, Clara juga bertugas membawa tas, buku-buku catatan, dan minuman Arsen. Malam harinya, Clara kembali harus terjaga hingga larut malam menemaninya belajar sebelum akhirnya tidur dalam dekapan posesif Arsen.

Pola hidup yang teramat sibuk ini membuat kondisi fisik Clara yang mengidap anemia kronis makin memburuk. Kadar hemoglobin dalam darahnya anjlok drastis, membuat pandangannya sering berkunang-kunang dan bibirnya kian memucat.

Hari Kamis sore, lapangan olahraga SMA Garuda Bangsa dipenuhi oleh murid-murid kelas 12 yang sedang mengikuti ujian lari jarak menengah. Udara sore itu terasa cukup terik.

Clara berdiri di tepi lapangan, memegang botol air mineral dan handuk kecil milik Arsen. Kepala Clara terasa makin berat dan berputar. Tubuhnya bergetar menahan lemas, namun ia memaksakan diri tetap berdiri tegap demi menjalankan tugasnya.

Di lapangan, Arsen baru saja menyelesaikan putaran lari terakhirnya dengan catatan waktu tercepat. Arsen menyapu keringat di pelipisnya dan melangkah menghampiri Clara di pinggir lapangan.

"Mana air minumku?" minta Arsen datar.

"I-ini..." suara Clara terdengar sangat pelan dan serak.

Saat Clara mengulurkan botol air mineral itu, jarinya mendadak hilang tenaga. Botol plastik itu terlepas dari genggamannya dan jatuh menggelinding di tanah.

Arsen menyipitkan matanya, alisnya bertaut kesal. "Clara, mengambil botol saja kamu—"

Ucapan Arsen terhenti seketika.

Pandangan Clara mendadak gelap total. Kelopak matanya terpejam, dan tubuhnya yang kurus serta rapuh ambruk begitu saja ke depan, hilang kesadaran secara mendadak.

Hup!

Dengan refleks luar biasa, Arsen melompat maju dan menangkap tubuh Clara sebelum membentur tanah yang keras.

"Clara?!" panggil Arsen, suaranya yang biasa dingin kini bergetar panik.

Arsen menepuk pipi Clara yang terasa sangat dingin dan pucat pasi. Tidak ada respons sama sekali. Tubuh Clara terkulai lemas di dalam pelukan Arsen, napasnya sangat tipis dan terengah-engah.

Seluruh murid dan guru di lapangan olahraga langsung berlari mendekat dengan raut wajah panik.

"Ada apa?! Clara pingsan?!" seru sang guru olahraga. "Cepat panggilkan tandu ke UKS!"

"Tidak perlu tandu!" bentak Arsen keras, matanya memerah penuh kecemasan.

Runtuh sudah citra Tuan Muda yang selalu tenang, dingin, dan tak tersentuh di depan umum. Tanpa peduli pada ratusan pasang mata yang menatapnya syok, Arsen menyusupkan tangannya ke bawah lutut dan punggung Clara, lalu mengangkat tubuh gadis itu secara bridal style di dekapannya.

Arsen merengkuh Clara erat-erat ke dada bidangnya, berlari kencang membelah lapangan olahraga menuju mobil pribadinya di gerbang sekolah.

"Buka pintunya!" teriak Arsen pada supir pribadinya begitu sampai di mobil.

Arsen masuk ke kursi belakang, membawa Clara ke dalam dekapannya. Ia menggenggam jemari Clara yang teraba dingin bagai es, mengusap dahi gadis itu yang dipenuhi keringat dingin.

"Jalan ke rumah sakit sekarang! Jalankan mobilnya cepat!" perintah Arsen pada supirnya dengan nada membunuh.

Arsen menunduk, menempelkan dahinya ke dahi Clara yang dingin. Ada ketakutan hebat yang mencekam dadanya—rasa takut kehilangan gadis ini yang kian mengikis benteng pertahanan hatinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!