NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Bagi Ayara, hidup hanya tentang bekerja tanpa pernah mengenal cinta. Namun, saat ia mendaki gunung bersama teman-temannya semuanya berubah. Sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang pria di jalur pendakian menjadi awal baru baginya untuk mengenal rasa jatuh cinta.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ayara? Siapa pria yang ditemui Ayara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jujur, Butuh Berapa?

Obrolan seru itu terus bergulir di atas meja kafe. Clara dan Adel yang tadinya paling menolak mentah-mentah usulan mendaki gunung, akhirnya perlahan luluh mendengar rayuan serta deskripsi puitis dari Diana dan Stevi tentang indahnya hamparan awan di puncak gunung.

​Sementara itu, Ayara hanya menyimak dalam diam. Di benaknya, gunung adalah tempat yang jauh, dingin dan melelahkan, tidak masuk akal bagi seorang buruh pabrik yang setiap hari sudah kelelahan fisik untuk mencari lelah tambahan. Namun, karena ia memilih bungkam perihal keikutsertaannya tadi, ia pun tidak memiliki hak suara yang kuat untuk memprotes destinasi pilihan mereka.

​"Jadi, fix ya? Kita ke gunung?" tanya Stevi dengan nada penuh semangat memastikan.

​"Iya deh, iya! Asal jangan suruh gue bawa tenda sendiri, ya!" keluh Adel yang langsung disambut tawa berderai dari yang lain.

​"Tenang, bos! Semua udah diurus. Sekarang tinggal tentuin gunung mana yang paling pas buat kita yang masih amatiran tapi pengen pemandangan juara," ujar Diana menimpali.

​"Gimana kalau Gunung Argopuro?" usul Clara tiba-tiba.

Linda lantas menggelengkan kepala pelan, "Argopuro? Ra, asal lo tahu ya kalau Argopuro itu salah satu jalur pendakian terpanjang di pulau Jawa? Jalurnya juga katanya angker, sepi dan butuh waktu berhari-hari buat nyelesainnya. Buat kita yang baru pertama kali naik gunung, itu terlalu ekstrem!"

​Clara tersenyum kecil, "Justru karena itu! Katanya di sana ada sabana yang cantiknya kayak di negeri dongeng, taman hidup. Kalau kita pakai guide berpengalaman dan porter profesional, pasti aman kok. Gimana?"

​Stevi dan Diana tampak berpikir sejenak, lalu justru mengangguk antusias. "Wah, tantangan baru nih! Setuju banget sama Clara. Kita pilih Argopuro!"

​Ayara yang mendengar nama Argopuro disebut-sebut hanya bisa mengelus dada dalam hati. Gunung terpanjang di Jawa, bahkan mendengar namanya saja sudah membuat otot kakinya terasa nyeri duluan. Namun, sekali lagi, ia memilih diam, berharap khayalan teman-temannya tentang pendakian ekstrem itu hanya angin lalu belaka.

"Nggak ada gunung lain yang lebih pendek apa?" tanya Maura.

"Ada, tapi jalurnya lumayan nanjak banget," ucap Stevi.

"Lo yakin Argopuro bakal bagus?" tanya Maura.

"Bagus banget," jawab Stevi.

"Ra, gimana?" tanya Maura pada Ayara.

"Aku nggak bisa nolak ya?" tanya Ayara.

"Nggak bisa!" jawab Maura, Stevi dan Adel.

"Yaudah, aku ikut kalian aja," balas Ayara.

Malam semakin larut ketika jam di dinding kafe menunjukkan pukul sebelas malam. Lampu-lampu kota mulai redup, meninggalkan sisa gemerlap yang perlahan berganti dengan kesunyian malam. Satu per satu mulai beranjak meninggalkan area kafe setelah perbincangan panjang yang penuh canda tawa dan rencana liburan yang kian matang.

​Di area parkir kendaraan yang mulai lengang, suasana terasa lebih tenang. Angin malam berhembus pelan dan menerbangkan ujung selendang yang dikenakan oleh beberapa wanita di sana, sebagian besar dari mereka telah pulang menaiki kendaraan masing-masing atau menggunakan taksi online.

​Kini, di bawah temaram lampu parkiran, hanya tinggal Ayara dan Linda yang tersisa. Linda berdiri di samping mobil miliknya, baru saja membuka pintu kemudi sebelum netranya menangkap sosok Ayara yang berdiri ragu-ragu di dekatnya dengan gelagat serba canggung.

​Linda menghentikan gerakannya, lalu menutup kembali pintu mobil itu perlahan. Ia berbalik dan menatap Ayara dengan senyum lembut yang menyiratkan kehangatan.

​"Ada apa, Ra? Kok belum pulang? Ada masalah sama motornya?" tanya Linda ramah, membuka percakapan di antara keheningan malam.

​Ayara meremas tali tas kainnya erat-erat, jantungnya berdegup kencang, dan keringat dingin sempat merayap di telapak tangannya. Mengungkapkan kesusahan dan meminjam uang bukanlah hal yang mudah bagi Ayara yang menjunjung tinggi harga diri dan kebaikan hati keluarganya.

Namun, bayangan wajah Ibu Yati yang cemas dan tagihan Bu Marni sebesar lima belas juta rupiah terus mendesak pikirannya. Malam ini adalah satu-satunya kesempatan baginya untuk berbicara empat mata dengan Linda.

​"Lin...," cicit Ayara pelan, suaranya hampir tenggelam oleh deru angin malam.

​"Iya, Ayara? Kenapa, kok keliatannya gugup banget gitu? Cerita aja, santai kali sama gue," ucap Linda sambil melangkah mendekat, merangkul pundak Ayara penuh keakraban.

​Ayara menarik napas dalam-dalam, mengumpulkan seluruh keberanian yang tersisa di dalam dadanya. Ia mengangkat wajahnya menatap mata Linda yang jernih.

​"Lin... sebelumnya aku minta maaf banget ya. Aku nggak enak mau ngomong ini, tapi aku benar-benar nggak punya pilihan lain...," suara Ayara bergetar tipis.

​Linda mengerjap, menatap sahabatnya dengan tatapan penuh perhatian. "Ngomong apa, Ra? Lo bikin aku penasaran aja, ada masalah apa?"

​Dengan kepala tertunduk malu, Ayara memberanikan diri. "Aku... aku mau pinjam uang sama kamu, Lin. Lima juta aja, Lin. Tapi, kalau kamu nggak ada, nggak apa-apa kok," ucap Ayara pelan seraya menggigit bibir bawahnya dan menahan rasa sesak.

​Linda mendengarkan dengan seksama, sorot matanya tidak menunjukkan seringai merendahkan atau tatapan kasihan yang berlebihan, melainkan ketulusan yang membuat Ayara justru makin merasa bersalah.

"Lo butuh berapa?" tanya Linda.

"Lima juta aja," jawab Ayara cepat.

"Jujur, butuh berapa?" tanya Linda, seolah mengerti ada yang disembunyikan Ayara.

"Lima belas juta, tapi aku pinjam lima juta aja... sisanya biar aku cari cara lain," jawab Ayara.

Linda sama sekali tidak terkejut mendengar nominal yang di katakan Ayara. Seolah-olah sejak tadi di kafe, Linda sudah membaca gelagat keresahan yang disembunyikan di balik senyum tegar Ayara. Linda menghela napas pelan, lalu memegang kedua bahu Ayara dengan kedua tangannya.

​"Ra... kenapa baru ngomong sekarang? Kenapa harus dipendam sendiri?" ucap Linda dengan nada suara yang begitu menenangkan.

​"Aku nggak enak, Lin... Aku takut jadi beban buat kalian," jawab Ayara lirih.

​Tanpa menunggu ragu lebih lama lagi, Linda langsung merogoh tas tangannya dan mengeluarkan ponsel pintarnya, lalu membuka aplikasi mobile banking di hadapan Ayara, jemarinya bergerak lincah mengetikkan sesuatu.

​Tak berselang lama, ponsel di dalam tas Ayara bergetar singkat menandakan sebuah masuknya notifikasi pesan singkat m-banking.

​Ayara tertegun, ia merogoh ponselnya dengan tangan bergetar dan membuka pesan tersebut. Matanya membelalak lebar tatkala melihat nominal saldo yang masuk ke rekeningnya, tepat lima belas juta rupiah. Tanpa potongan, tanpa syarat yang memberatkan.

​"Lin... I-ini... kenapa kamu kirim sebanyak ini?" cicit Ayara, suaranya hampir tak keluar karena terkejut luar biasa.

Linda tersenyum hangat, menepuk lembut punggung tangan Ayara yang memegang ponsel. "Lo bisa pakai uang itu."

"Makasih banget ya, Lin. Aku nggak tahu harus bilang apa... makasih banyak, Lin," ucap Ayara.

"Santai aja, lo itu sahabat gue dan kalau lo butuh bantuan, lo bisa bilang ke gue kapanpun itu. Karena gue udah bantu. Lagian kan syaratnya tadi udah sepakat, lo wajib ikut naik Gunung Argopuro! Pokoknya gue nggak mau denger alasan lo nggak ikut," ucap Linda.

​Ayara akhirnya mengangguk mantap dan menyunggingkan senyum tulus yang paling manis, "Iya, Lin. Aku janji pasti ikut!"

.

.

.

Bersambung.....

1
lia juliati
shalat Istikharah neng ara🙏
Aidil Kenzie Zie
nyumbang 1vote tor
Felycia Fernandez
kan waktu di resto juga udah ketemu Lngsung, walaupun cuma sebentar 🤔
Felycia Fernandez
naaah sepemikiran kita Ay...
gimana menghadapi calon mertua yang ngeremehin kita
Nani Haryatiyati
Senin....voteeee
Lala_Syalala
keren Thor,, ditunggu buat kelanjutan ceritanya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Indra Reza Zulkifli
jujur li,,,yg beginian cuma ada d dunia novel 🤭
Felycia Fernandez: bener bnget...
dimana mana sekarang orang2 pasti pilih pasangan yang setara,paling tidak setara dalam pekerjaan
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Papa pasrah saja sama pilihan anaknya 👍🏻👍🏻👍🏻
lia juliati
semangat althaf 💪
Rizky Manik
apa alasan papa gksukak sama ayara? apa cuman karena beda kasta?
Kaylaa
maksude piye to pak....katane krg suka....apa terpaksa...🤔
Felycia Fernandez: ya terpaksa kk karena takut anaknya marah,gak tulus kan 😆😆😆
total 1 replies
Felycia Fernandez
gak melarang,tapi kamu gak menerima Ayara jadi menantu sama aja boong pak...menantu mana yang mau tiap ketemu mertua tapi mertua nya jutek ke dia😠
Felycia Fernandez
ya gimana nggak minder,bapaknya aja kasar gtu ngomongnya.blom lagi ntar di pernikahan Ayara pasti bakalan sering ketemu mertua nya,pasti dia merasakan takut gak diterima
Felycia Fernandez
kasar ngomongnya,terang terangan mengusir 😠
Aidil Kenzie Zie
terima aja Yara🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Ayara nyerah duluan sebelum berperang 😓😓😓😓 lagian yang mau nikah kan kalian wong Althaf baik banget lagi dimana coba mau cari cowok spek Althaf gitu😓😓😓
Nani Haryatiyati
yaaahhhhh bersambung pemirsa,besok lagiiii
lia juliati
wow..... selamat berjuang althaf
Nurminah
nggak mudah nikah beda kasta harus punya mental sekuat baja dan laki-laki pendamping kita harus jadi garda terdepan untuk membela karena kalo berdiri sendiri habis mental kita
Felycia Fernandez: bener banget KK, apalagi pernikahan bukan hanya tentang suami istri tapi ada mertua juga.sebahagia apapun kalau mertua tidak suka sama aja gak merestui hubungan kita.pasti gak akan tenang pernikahan nya.gak mungkin kan tiap ada acara kita suami istri gak hadir
total 2 replies
Valen Angelina
smuaa orang pasti akan berkcil hati..... nmnya juga kita orang miskin tiba2 ada ornag kaya melamar kita... klo dunia nyata lbih baik nikah sama orang setara sama kita....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!