NovelToon NovelToon
Asisten Rahasia Penguasa Sekolah

Asisten Rahasia Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Ketos
Popularitas:859
Nilai: 5
Nama Author: nalana lalasya

• Alesya Violetta Monica
atau yang lebih akrab dipanggil (Eca) sebenarnya gadis yang cerdas, manis, dan punya kepribadian yang asyik. Namun, karena trauma menjadi korban perundungan (bullying) akibat penampilannya yang terlalu mencolok di sekolah lamanya, ia pindah ke SMA Taruna Bangsa dengan misi baru: menjadi gadis cupu yang tidak kasat mata agar bisa lulus sekolah dengan damai.

• Angkasa Argantara Mahendra (ANGKASA)
Sesuai namanya, Angkasa adalah penguasa tertinggi di hierarki SMA Taruna Bangsa. Selain karena wajahnya yang tampan di atas rata-rata, keluarganya adalah donatur terbesar sekaligus pemilik yayasan sekolah. Di balik sifatnya yang ketus, dingin, dan tidak tersentuh, Angkasa adalah tipe cowok yang sangat perfeksionis dan benci jika rutinitasnya diusik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nalana lalasya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Bara Dendam di XI MIPA 3

Langkah kaki Eca memasuki ruang kelas XI MIPA 3 tepat saat bel masuk jam pelajaran pertama berbunyi nyaring. Atmosfer di dalam kelas mendadak berubah menjadi sangat tegang saat mata Eca berpapasan dengan Fanya yang duduk di barisan tengah. Rencana Angkasa semalam terbukti berjalan dengan sangat rapi; kaki tangan dari sekolah lama Eca yang membawa foto ancaman memang sudah diringkus, namun karena tidak ada bukti fisik foto yang sempat tersebar di area sekolah, status skorsing Fanya akhirnya diubah menjadi peringatan keras tingkat akhir oleh pihak BK atas rekomendasi Angkasa demi menjaga agar kasus ini tidak melebar ke luar sekolah.

Fanya yang merasa posisinya di ujung tanduk tidak lantas menjadi ciut. Sebaliknya, rasa malunya karena sempat menangis ketakutan di bawah tangga kemarin berubah menjadi bara dendam yang membara. Begitu guru mata pelajaran Sejarah belum memasuki kelas, Fanya langsung bangkit dari kursinya, melangkah lebar menuju meja belakang tempat Eca duduk bersama Nadya.

BRAK!

Fanya menggebrak meja kayu Eca dengan kasar menggunakan kedua telapak tangannya, membuat beberapa buku tulis di atasnya bergeser. Mentari dan Sherly langsung berdiri di belakang Fanya, bersedekap dada dengan pandangan meremehkan yang pekat.

"Lo pikir lo udah menang, hah, Cewek Cupu?!" desis Fanya dengan suara melengking yang memuakkan, menyita perhatian seluruh isi kelas yang langsung menghentikan aktivitas mereka untuk menonton drama pagi itu. "Gara-gara laporan bohong lo ke Angkasa kemarin, gue hampir aja kena skorsing! Lo sengaja kan bertingkah histeris kayak gitu biar dikasihani sama Ketua OSIS?!"

Eca menundukkan kepalanya dalam-dalam, dengan cepat memasang kembali mode suara cicit gemetarnya yang ketakutan di depan publik demi menjaga topengnya. "M-maaf, Kak Fanya... Saya nggak maksud gitu... Saya cuma takut kemarin..." jawab Eca pelan dengan tubuh yang sengaja dibuat sedikit gemetar.

Nadya yang melihat sahabatnya diintimidasi langsung tidak tinggal diam. Dia berdiri menghalangi Fanya. "Heh, Fanya! Nggak usah nyari gara-gara lagi deh! Kemarin kan Angkasa sendiri yang ngeliat kelakuan lo bertiga di bawah tangga! Jangan salahin Eca kalau lo yang emang suka merundung orang lain!"

"Diem lo, Nadya! Nggak usah ikut campur urusan gue!" bentak Fanya jalang. Dia kembali mengarahkan telunjuknya tepat di depan wajah Eca. "Denger ya, Cupu. Angkasa mungkin bisa ngelindungin lo di luar kelas karena lo babunya. Tapi di dalam kelas ini, lo nggak lebih dari sekadar sampah. Jangan harap hidup lo bakal tenang di sekolah ini. Permainan baru aja dimulai, dan gue bakal mastiin lo sendiri yang bakal mohon-mohon buat pindah dari sekolah ini secepatnya!"

Mentari ikut maju, menyenggol bahu Eca dengan kasar sebelum akhirnya mereka bertiga berbalik dan kembali ke bangku mereka saat melihat siluet guru Sejarah mulai berjalan di koridor luar. Eca hanya bisa mengembus napas panjang dari balik kacamata tebalnya, menenangkan debar jantungnya yang bergejolak. Dia tahu Fanya tidak akan berhenti, namun di balik kacamata tebal itu, sepasang mata asli Eca justru memancarkan kilatan dingin yang penuh perhitungan. Dia tidak akan membiarkan trauma masa lalunya terulang kembali di sini, dan dia tidak akan membiarkan kejadian itu terulang untuk kedua kalinya cukup itu yang pertama dan terakhir, dan eca tidak akan membiarkan mereka sampe tau tentang penyamarannya yang menjadi seorang gadis cupu di sekolah ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!