NovelToon NovelToon
Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Penyelamat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Jarot, sang penguasa dunia bawah tanah yang sedang menyamar untuk menikmati masa pensiun santainya, tanpa sengaja terseret ke dalam masalah saat ia menyelamatkan seorang pengusaha wanita bernama Nisa dari kepungan preman. Terkesima oleh kemampuan bertarung Jarot, Nisa langsung menyewanya dengan bayaran fantastis untuk menjadi pengawal pribadi tiga putri angkatnya—Lyly, Tata, dan Melly—gadis-gadis keras kepala yang selalu sukses mengusir pengawal mana pun dalam hitungan jam. Di balik kemewahan rumah tersebut, sebuah permainan rahasia yang konyol namun mematikan dimulai; ketiga nona muda itu berusaha menggunakan kemampuan rahasia mereka sebagai ratu Wall Street, master bela diri, dan peretas dewa untuk mengerjai Jarot, tanpa sadar bahwa pria santai yang sedang mereka hadapi adalah monster paling ditakuti di dunia bawah. Kini, sambil meladeni tingkah laku mereka, Jarot harus menggunakan insting pembunuhnya untuk membantai ancaman nyata dari rival bisnis Nisa yang mulai mendekat dari balik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Ting.

Pintu lift garasi bawah tanah terbuka dengan cepat.

Jarot berlari keluar sambil menggendong tubuh Lyly yang sama sekali tidak berdaya.

Bip Bip.

Jarot menekan remot kunci mobil dari jarak jauh lalu membuka pintu penumpang belakang.

Bruk.

Ia meletakkan tubuh Lyly di kursi belakang dengan posisi miring agar jalan nafasnya tetap terbuka.

Jarot langsung melompat ke kursi pengemudi dan menghidupkan mesin mobil SUV tersebut.

Brummm.

Mobil besar itu melesat keluar dari area parkir gedung dengan kecepatan yang sangat tidak wajar.

"Mbak Melly, kamu sudah menemukan posisi petugas kebersihan itu?" teriak Jarot dari alat komunikasinya sambil membanting setir ke arah jalan raya.

Di rumah, Melly sedang menatap lima layar monitornya dengan keringat dingin bercucuran.

"Aku kehilangan jejaknya, Jarot," jawab Melly dengan nada hampir menangis.

"Dia sangat tahu letak titik buta semua kamera CCTV di dalam dan luar gedung kantorku," tambah Melly merutuki kehebatannya sendiri yang kali ini tidak berguna.

Jarot mendecak kesal sambil terus menginjak pedal gas dalam-dalam.

Ckiiiit.

Ban mobil berdecit keras saat Jarot menyalip tiga mobil sekaligus di tikungan tajam.

"Itu tandanya dia bukan pembunuh bayaran lokal yang biasa dipakai preman kampung," analisis Jarot dengan suara dingin.

"Mereka pasti menyewa pembunuh profesional dari luar negeri yang terbiasa mempelajari denah gedung berhari-hari," lanjut Jarot menebak taktik musuh.

Melly mengusap wajahnya yang basah oleh keringat panik.

"Lalu Kak Lyly bagaimana kondisinya sekarang? Dia baik-baik saja kan?" tanya Melly sangat khawatir.

Jarot melirik ke arah kaca spion tengah untuk memastikan kondisi majikannya itu.

Wajah Lyly terlihat semakin pucat dengan bibir yang mulai membiru keunguan.

Nafas wanita karir itu terdengar sangat pelan dan putus-putus.

"Dia disuntik obat bius militer dosis tinggi yang bisa melumpuhkan otot jantung dalam waktu satu jam," jawab Jarot jujur tanpa menutupi fakta.

"Satu jam?! Kita tidak akan sempat membawanya ke rumah sakit di tengah kemacetan ini!" histeris Melly berteriak dari seberang komunikasi.

"Aku tidak akan membawanya ke rumah sakit, karena dokter umum tidak akan tahu cara membuat penawarnya," kata Jarot memutar kemudi menuju arah perumahan mereka.

Jarot terus melaju kencang menembus lampu merah tanpa mempedulikan klakson mobil lain yang marah.

Ia harus berpacu dengan waktu sebelum racun itu mencapai jantung Lyly.

Lima belas menit kemudian, mobil SUV hitam itu menerobos masuk ke halaman rumah mewah Nisa.

Brak.

Jarot keluar dari mobil dan langsung menggendong Lyly berlari menuju pintu utama.

Tata yang sedang menunggu di ruang tamu langsung terkejut melihat Jarot datang dengan keadaan panik.

"Jarot! Apa yang terjadi dengan Kak Lyly?!" teriak Tata menghampiri mereka dengan wajah pucat.

"Mbak Tata, cepat pergi ke dapur sekarang juga," perintah Jarot tanpa menjawab pertanyaan Tata.

Jarot membaringkan Lyly di atas sofa panjang ruang keluarga dengan sangat hati-hati.

"Bawakan aku es batu dalam mangkuk besar, pisau tajam, dan korek api gas," instruksi Jarot dengan nada yang tidak menerima bantahan.

"P-Pisau dan korek api? Untuk apa?!" tanya Tata kebingungan dan ragu-ragu.

"Jangan banyak tanya, lari sekarang dan ambil barangnya kalau kamu mau kakakmu tetap hidup!" bentak Jarot dengan suara menggelegar.

Tata langsung tersentak dan berlari sekencang mungkin menuju dapur tanpa berani membantah lagi.

Tap Tap Tap.

Melly berlari turun dari lantai dua dengan laptop masih di pelukannya.

"Kak Lyly!" jerit Melly melihat kakaknya terbaring kaku seperti mayat di atas sofa.

Melly jatuh berlutut di samping sofa sambil memegang tangan Lyly yang terasa sangat dingin.

"Jarot, tolong selamatkan dia, aku mohon," tangis Melly menatap Jarot dengan penuh keputusasaan.

"Mundur sedikit, Mbak Melly. Beri aku ruang untuk bekerja," kata Jarot sambil menggulung lengan kausnya.

Tata datang berlari dari arah dapur membawa semua barang yang diminta oleh Jarot.

Trang.

Tata meletakkan mangkok es batu, pisau buah yang tajam, dan korek api gas di atas meja kaca.

Jarot langsung mengambil pisau buah itu dan menyalakan korek api gas.

Ia membakar ujung mata pisau tajam itu selama beberapa detik untuk mensterilkannya secara darurat.

"Tahan bahu dan kaki kakak kalian agar tidak meronta saat aku membelah lukanya," perintah Jarot memposisikan dirinya di dekat lengan Lyly.

Tata dan Melly mengangguk cepat dan langsung memegang erat tubuh Lyly dari dua sisi yang berbeda.

Sret.

Jarot merobek bagian lengan blazer dan kemeja Lyly hingga memperlihatkan titik merah bekas suntikan tadi.

Area kulit di sekitar titik suntikan itu sudah berubah warna menjadi kehitaman dengan urat-urat biru yang menonjol keluar.

Jarot menempelkan beberapa bongkah es batu di sekitar area hitam itu untuk mematikan saraf rasa sakit dan memperlambat aliran darah.

"Tahan yang kuat," peringat Jarot sekali lagi.

Sret.

Dengan gerakan yang sangat mantap dan presisi, Jarot menyayat kecil titik suntikan itu menggunakan pisau yang sudah dipanaskan.

Lyly yang sedang tidak sadarkan diri tiba-tiba mengernyitkan dahi dan tubuhnya sedikit menegang menahan sakit.

Namun pegangan kuat dari Tata dan Melly berhasil menahan tubuh Lyly agar tidak banyak bergerak.

Crot.

Darah berwarna merah kehitaman yang sangat pekat langsung mengalir keluar dari sayatan kecil tersebut.

Jarot menekan area sekitar luka itu dengan kedua ibu jarinya untuk memaksa semua darah kotor itu keluar.

Bau menyengat yang aneh tercium dari darah kehitaman yang menetes ke lantai tersebut.

"Itu bukan darah normal," gumam Tata menelan ludah melihat pemandangan mengerikan di depannya.

"Ini racun ekstrak saraf yang biasa dipakai untuk membunuh diam-diam di medan perang," jelas Jarot terus menekan luka Lyly.

Darah kehitaman itu terus mengalir hingga akhirnya warna darah yang keluar perlahan berubah menjadi merah segar seperti biasa.

"Selesai, racun utamanya sudah keluar semua," ucap Jarot menghembuskan nafas lega.

Jarot mengambil handuk bersih dari saku celananya dan menekan luka itu agar pendarahannya berhenti.

Ia kemudian mengikatkan handuk kecil itu dengan kencang di lengan Lyly sebagai perban darurat.

Warna bibir Lyly yang tadinya membiru kini perlahan mulai kembali memerah alami.

Nafas wanita cantik itu juga mulai terdengar lebih teratur dan tenang dari sebelumnya.

1
Eko🍤
cerdik 👍😀
Eko🍤
hehehehe...aroma pembantaian nih
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii kasih paham mereka🤣🤣👍
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hehehehe... bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hahahahaha🤣🤣
Eko🍤
🤣🤣🤣👍
Eko🍤
hehehehe...baru datang udh pemanasan 👍🤣🤣
Eko🍤
bermain petak umpet semua nya😀🤣👍
Eko🍤
alur ceritanya bagus
Eko🍤: insya Allah suka Thor ..lanjut terus semangat 👍👍
total 2 replies
Hendra Saja
semangat thor
kiyoe: Terimakasih kak Hendra Saja atas dukungan 🥰
total 1 replies
Inez Putri
critanya lama² membosankan thour. maaf seblmnya🙏🙏 dr awal kanyak nya menarik. tp smpe sni mlh kurang menarik.
kiyoe: sekali lagi othor ucapkan terimakasih banyak kak dan semoga kaka selalu 🥰
total 3 replies
lili Permatasari
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
kiyoe: wah terimakasih kaka atas Bintang Lima nya semoga sehat selalu yaa kak 🙏
total 1 replies
Hendra Saja
gazzzzzz 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!