" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi
Ester terdiam di sebuah mobil milik seseorang, ia hanya bisa terisak dengan menghapus air matanya. Dadanya bergemuruh penuh dengan rasa sakit dan balas dendam.
" Apakah kakakku menyakitimu? " tanya Tian adik dari Tommy.
" Dia tidak hanya menyakitiku, tapi dia menghancurkan hidupku " serak Ester.
" Apa kau terlalu berharap pada kakakku? "
" Maksudmu? "
" Kakakku adalah orang yang kaku hati, dia tidak bisa mencintai seseorang.. jika dia bisa dekat denganmu seharusnya kamu curiga apa yang dia incar " ucap Tian menjelaskan.
" Dia seolah-olah terlihat tertarik padaku, dia berpura-pura jatuh cinta padaku, tapi nyatanya tidak... dia mempermainkan perasaanku "
" aku beritahu dirimu hal yang perlu kamu tahu, Kakakku adalah orang yang tak percaya apa itu cinta, menurutnya cinta adalah omong kosong. Orang tuaku menikah juga tanpa cinta.. tapi karena aliansi bisnis antar dua keluarga, jadi tidak pernah ada cinta antar pasangan di keluarga kami. Semua orang memakai logika.. kecuali aku, karena aku sudah memiliki kekasih sedari kuliah... " jelas Tian.
" Apa hatinya begitu keras hingga tak pernah jatuh cinta? " Ester melotot
" Ya.. dia tak pernah perduli apa itu perempuan. Orang tua kami selalu susah payah untuk mencarikan jodoh untuknya karena selalu di tolak, ia selalu bilang pasangannya harus setara dengannya "
Ester terdiam dengan mata menerawang jauh
" Kakakmu saja Monika anak sah Menteri dia tolak, apalagi kamu.. hmm Sorry... bukan maksudku "
" Kamu tidak salah, aku memang anak tidak sah." lirih Ester dengan menatap ke arah lain dengan perasaan sendu.
Tian melirik ke arah Ester yang mengelap air matanya. Ester adalah wanita cantik.. tapi sayangnya hidupnya begitu menderita dan tidak pernah beruntung.
" Turunkan aku di jalan besar " ucap Ester.
Tian menatap Ester setelah menepikan mobilnya.
" Mau kemana? ".
" Bukan urusanmu, " jawab Ester keluar dari mobil.
Tian berlari mengejar Ester.
" Ambil ini, anggap saja ini uang untuk kompensasi atas ulah kakakku, setidaknya kau bisa gunakan untuk berada di penginapan sementara waktu " ucap Tian memberikan uang cukup besar lalu pergi ke arah mobilnya.
Ester terdiam, dirinya memang membutuhkan uang saat ini.. gengsinya tinggi tapi kebutuhan hidupnya lebih utama saat ini.
Setelah Tian pergi, Ester terdiam beberapa saat... ia berjalan di sebuah bangku yang ada di trotoar.
" Aku harus kemana? aku tidak memiliki siapa-siapa " gumam Ester
Ia terdiam dan melihat uang di tangannya, ia merasa sebatang kara, tapi memang ini jauh lebih baik.. tapi rasa emosi dan sakit hati untuk keluarga Moretti begitu tinggi.
" aku akan membuatmu tak bisa meremehkan aku Tommy, tunggu saja pembalasan dendamku.. sosok yang mempermainkan cinta pada wanita.. aku akan membuatmu benar-benar merasakan apa itu cinta, cinta yang akan membuatmu gila " ucap Ester dengan mengepalkan tangannya kuat.
Lalu ia pergi dari sana, ia berjalan begitu saja tak tentu arah, hingga ia melihat sebuah Mall besar yang ada berada di seberang jalan.
Ester berjalan dengan buru-buru ingin menyeberang jalan tanpa ia lihat kanan dan kiri, ternyata ada sebuah mobil mewah yang telah melaju dengan kencang hingga ia tak sempat untuk berlari.
BRAKKK
" Aaaaaaaa " Teriak Ester.
Mobil mewah itu mengerem mendadak, Seorang pria terkejut karena telah menabrak seorang perempuan, Ia langsung turun dari mobil tersebut dan melihat apa yang terjadi di depannya matanya membulat sempurna saat melihat seorang wanita yang tergeletak di depan mobilnya. Dia langsung mengangkatnya dan membawanya ke dalam mobil menuju Rumah Sakit terdekat, sepanjang jalan ia merasa gelisah dan takut ada sesuatu yang terjadi pada wanita yang ia tabrak tadi.
Hingga sampai di rumah sakit, ia langsung turun dan menggendong Ester menuju ke dalam rumah sakit, seorang dokter dan beberapa perawat datang membantu pria tersebut untuk meletakkan Ester di atas brankar.
Ester langsung ditangani oleh dokter dan melihat beberapa luka yang dialami Ester, pria itu mondar-mandir merasa gelisah takut akan kondisi wanita yang ia tabrak tadi begitu parah.
Hingga beberapa menit kemudian seorang dokter keluar dari ruangan tindakan ia menemui sang pria.
" Bagaimana kondisinya dok? " pria itu bertanya karena khawatir kondisi wanita tadi baik-baik saja atau tidak.
Sang dokter menjawab
" Untung saja kondisi pasien tidaklah dalam kondisi yang parah, pasien tidak perlu rawat inap, lukanya juga sudah ditangani, Pasien juga sudah siuman, silahkan jika ingin melihatnya " ucap Dokter tersebut.
Pria itu langsung bergegas menuju ruangan tersebut.
" bagaimana keadaanmu ? Apakah ada yang masih merasa sakit ? maafkan aku karena aku tidak melihat jalan dengan begitu jelas !! "
" kamu siapa? "
" aku yang tadi menabrakmu karena aku tidak melihat kau menyeberang begitu saja secara tiba-tiba, dimana rumahmu? aku antar "
Ester tidak menjawabnya tetapi ia malah menangis, air matanya terus keluar, ia tak tahu rasa hatinya merasa perih dan sedih saat ini, Karena ia merasa musibah terus menimpanya, bukan menjawab pertanyaan pria tadi, Ester malah terus menangis semakin menjadi-jadi.
" Ada apa denganmu? Apakah aku salah sesuatu? kenapa kamu semakin menangis ? "
" Kamu tidak perlu mengantarku pulang karena Percuma saja aku tidak mempunyai rumah, aku memaafkanmu karena menabrakku. kamu boleh pergi " jawab Ester
Pria itu kaget mendengar jawaban Ester, Ia juga penasaran dengan wanita yang ada di depannya karena penampilannya begitu cantik, kulitnya begitu putih bola matanya begitu indah, ia menarik perhatian pria tersebut hingga ia memberanikan diri untuk menanyakan ke mana Wanita itu ingin pergi jika tidak memiliki rumah.
" Jika kamu tidak mempunyai rumah lalu Kemanakah tujuanmu ? "
" Aku tidak tahu, aku sudah muak dengan hidupku, aku juga tidak tahu seperti apa takdirku yang akan berjalan ke depannya "
" Siapa namamu? "
" Namaku Ester, Ester Castello "
" Esther Castello ? kau berarti saudara dengan seorang Menteri Amir Castello, keluarganya sekarang sudah meninggal "
" Aku anak tidak sahnya, semua orang membenciku, semua orang tidak suka denganku"
" aku Devano, kamu bisa ikut denganku jika kamu mau, aku bukan orang jahat tapi aku tulus ingin membantumu, karena aku melihatmu begitu sembarangan di jalan, Jika kamu tidak mempunyai tempat tinggal, aku bisa membantu sementara sebagai bentuk tanggung jawab, dunia ini begitu keras lalu Jika kamu tidak punya tempat tinggal takutnya akan ada seseorang yang berniat jahat padamu di jalanan "
" Hikss Hikss... aku tidak tahu aku tidak punya arah tujuan saat ini, aku juga tidak tahu bisa percaya dengan siapa lagi "
" Ikutlah denganku aku akan membantumu jika kamu membutuhkan bantuan tidak perlu sungkan "
" Bagaimana bisa aku percaya padamu? "
" kamu akan tahu siapa Devano Aldros, Aku adalah salah satu pemilik rumah agency model ternama, kamu bisa mengecek namaku di situs internet aku tidak akan pernah lari jika aku berbuat yang tidak baik denganmu "
Ester terdiam ia tampak berpikir, jika ia menolak Ia juga tidak tahu ke mana dia akan pergi, dia tidak punya tempat tinggal dan dia juga sebatang kara saat ini, oleh karena itu ia menerima penawaran dari seorang Devano Aldros.
" Baiklah aku ikut denganmu " keputusan Ester dengan final.