NovelToon NovelToon
Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Wanita Hamil Di Rumah Mertuaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zemima dan Arsyad sudah menikah selama dua tahun. Selama itu pula pernikahan mereka baik-baik saja. Apalagi Arsyad juga selalu bersikap baik dan lembut sebagai suami.

Selama itu pula mereka belum di karuniai anak, dan Arsyad tak mempermasalahkan hal itu. Tapi berbeda dengan sang ibu yang menginginkan cucu dengan alasan Arsyad sudah mapan dan memiliki pekerjaan bagus. dia sudah harus punya keturunan.

Namun beberapa bulan terakhir, suaminya sering sekali ke rumah ibunya tanpa mengajak Zemima. Namun suatu hari, saat Arsyad tengah malam pergi diam-diam, Zemima mengikutinya. ternyata Arsyad pulang ke rumah ibunya dan di sambut wanita hamil.

Apa Zemima akan menghancurkan keluarga Arsyad yang sudah membohonginya? padahal pekerjaan bagus yang di dapat Arsyad tak lepas dari bantuan Zemima. Mereka tidak tahu kalau Zemima adalah pewaris tunggal perusahaan besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zemima 9

Arsyad terdiam kaku mendengar ucapan tajam istrinya. Kalimat Zemima tentang token listrik dan sindiran soal kebiasaan saudara-saudaranya memeras uangnya menghantam tepat di pusat harga dirinya. Namun, kali ini tidak ada bantahan, bentakan, atau ancaman yang keluar dari mulut pria itu. Hanya ada keheningan di antara mereka, diselimuti rasa bersalah yang teramat sangat.

Zemima tidak menunggu balasan Arsyad. Tanpa menatap suaminya lagi, ia menyendok makannya sendiri dengan tenang, menghabiskannya dalam keheningan, lalu beranjak menuju kamarnya untuk istirahat. Arsyad yang ditinggalkan di dapur hanya bisa menatap makanan dingin di meja dengan selera yang telah lenyap sepenuhnya.

Hari-hari berlalu. Kejadian malam itu seolah menjadi titik balik besar dalam rumah tangga mereka.

Arsyad benar-benar membuktikan ucapannya. Keesokan harinya, pria itu mengantarkan Bu Rahmi pulang ke rumah pribadinya secara baik-baik. Ketika Siska dan Rika mencoba menelepon untuk meminta uang belanja atau mengadu soal kejadian malam itu, Arsyad menolaknya dengan tegas. Ia memblokir akses kartu kredit tambahan, memotong jatah transfer bulanan untuk saudara-saudaranya, dan mengalihkan fokusnya sepenuhnya pada rumah tangganya bersama Zemima.

Sikap Arsyad pun berubah drastis. Pria yang dulunya selalu menuntut dilayani, kini kerap pulang lebih awal, membantu merapikan rumah, membawakan camilan kesukaan Zemima, dan menyapa istrinya dengan kehangatan yang sudah lama hilang.

Melihat iktikad baik dan perubahan nyata dari suaminya, perlahan-lahan es di hati Zemima melunak. Hubungan mereka yang tadinya dingin dan kaku kembali menghangat, seolah menemukan kembali benih-benih keharmonisan di masa awal pernikahan.

Tiga minggu kemudian. Suasana malam di kamar utama begitu hangat dan tenang. Suara gerimis halus menetes di luar jendela, beradu dengan pendar lampu kamar yang redup dan nyaman.

Zemima sedang bersandar di kepala tempat tidur seraya membaca buku, sementara Arsyad berbaring di sampingnya, meletakkan kepalanya di atas pangkuan Zemima. Jemari lentik Zemima bergerak perlahan, mengelus rambut suaminya yang lembut.

"Mas..." panggil Zemima pelan, suaranya mengalun lembut memecah keheningan.

Arsyad memejamkan mata, menikmati usapan tangan istrinya seraya tersenyum tipis.

"Ya, Sayang? Ada apa?"

"Aku mau tanya sesuatu, tapi Mas harus jawab jujur ya."

Arsyad membuka matanya, menengadah menatap wajah cantik Zemima dari bawah.

"Tanya apa? Tentu saja Mas jawab jujur. Nggak ada lagi yang Mas tutup-tutupi dari kamu."

Zemima menghentikan belaannya sejenak, menatap lurus ke dalam manik mata Arsyad.

"Waktu Ibu sakit kemarin, sebelum Mas dan saudara-saudara Mas datang mengacak-acak rumah, Ibu sempat bicara sama aku."

Kening Arsyad berkerut halus. "Ibu bicara apa, Dek?"

"Ibu tanya... kapan kita berencana kasih Ibu cucu," ujar Zemima lirih.

"Ibu bilang rumah ini terasa terlalu sepi. Ibu makin tua, dan Ibu ingin sekali menimang anak dari kita berdua."

Arsyad tertegun sejenak. Sorot matanya menunjukkan keterkejutan kecil sebelum ia menghela napas panjang dan kembali menatap Zemima dengan lembut.

"Terus... kamu jawab apa ke Ibu?" tanya Arsyad pelan.

"Aku jawab kalau kita masih menata banyak hal," Zemima menyunggingkan senyum tipis.

"Tapi sebenarnya... pertanyaan itu buat aku kepikiran, Mas. Selama ini kan kita memang selalu menunda. Lebih tepatnya... Mas yang selalu minta supaya kita jangan punya anak dulu."

Zemima memperbaiki posisi duduknya, menatap Arsyad dengan raut serius namun hangat.

"Dulu, Mas bilang kita tunda karena Mas mau fokus karier dan belum siap secara finansial. Sekarang, Mas sudah jadi manajer. Keuangan kita juga jauh lebih tertata setelah Mas membatasi aliran uang ke saudara-saudara Mas," lanjut Zemima lembut.

"Jadi aku mau tanya... gimana kesiapan Mas sekarang? Apa Mas sudah siap kalau kita program punya anak?"

Arsyad meraih jemari Zemima yang ada di dada istrinya, lalu menggenggamnya erat dan mengecup punggung tangan itu berulang kali.

"Dek... dengar Mas ya," ucap Arsyad dengan suara dalam dan penuh kesungguhan. Ia mengubah posisinya menjadi duduk menghadap Zemima, memegang kedua bahu istrinya.

"Dulu Mas memang takut. Mas gengsi, Mas merasa finansial Mas belum cukup stabil untuk menopang kamu dan calon anak kita, apalagi waktu itu Mas masih harus nanggung beban saudara-saudara Mas yang nggak tahu diri itu," aku Arsyad jujur, ada nada penyesalan yang terselip dalam suaranya.

"Tapi sekarang?" tanya Zemima menuntut kepastian.

Arsyad tersenyum sangat manis, menatap Zemima dengan pendar cinta yang membuncah.

"Sekarang beda, Sayang. Setelah Mas sadar dan lepas dari benalu-benalu itu, Mas merasa pikiran Mas jauh lebih jernih. Mas sadar, hal terpenting dalam hidup Mas itu kamu dan keluarga kecil yang mau kita bangun."

"Jadi... Mas siap?" rekah senyum mulai muncul di wajah Zemima.

"Bukan cuma siap, Dek. Mas sangat, sangat siap!" jawab Arsyad antusias. Ia mendekatkan wajahnya, menempelkan dahi mereka berdua.

"Mas mau kita punya anak. Mas mau lihat ada bayi kecil yang wajahnya mirip kamu lari-lari di rumah ini. Mas janji, Mas akan jadi ayah yang bertanggung jawab dan nggak akan membiarkan siapa pun mengganggu keluarga kecil kita lagi."

Zemima tertawa pelan, merasakan kehangatan yang menjalar di seluruh tubuhnya. Rengkuhan Arsyad di pinggangnya makin erat, disusul kecupan-kecupan hangat di pipi dan dahi Zemima.

"Terima kasih ya, Mas... karena sudah mau berubah," bisik Zemima tulus, membalas pelukan suaminya dengan erat.

"Mas yang harusnya terima kasih sama kamu, Dek... karena sudah sabar menghadapi Mas yang bodoh ini," balas Arsyad manja, menyandarkan kepalanya di dada Zemima.

Malam itu berakhir dengan kehangatan dan kebahagiaan yang sempurna di antara mereka. Zemima merasa harapannya yang sempat mati kini kembali memancar terang. Pria yang dipeluknya malam ini benar-benar terasa seperti suami ideal yang selalu ia impikan.

"Lusa kita konsultasi ke dokter. Karena aku juga terlalu lama mengunakan alat kontrasepsi," jawab Zemima.

"Tapi sayang, kita bisa tunda beberapa bulan lagi kan? Mas baru ingat kalau di kantor ada proyek baru, dan sepertinya mulai minggu depan Mas akan mulai sibuk dan sering dinas ke luar kota mengontrol proyek. Kalau proyek ini berhasil, Mas akan di angkat untuk menjadi pimpinan perusahaan cabang. Dan sepertinya itu adalah moment yang bagus untuk kita melakukan program kehamilan..."

"Baiklah, kita tunda beberapa bulan lagi sampai Mas benar-benar punya waktu..."

"Terima kasih, sayang..." Arsyad memeluk Zemima dengan erat.

Zemima memang tahu ada proyek baru di perusahaan cabang yang di tempati oleh Arsyad. Tapi dia tak mengira kalau proyek itu di pegang oleh Arsyad. Dan juga rupanya Arsyad mengincar jabatan yang jauh lebih tinggi lagi, jabatan sebagai pimpinan perusahaan di sana. Baiklah, dia akan memberi kesempatan dan kejutan siapa jati dirinya akan dia buka saat nanti dia hamil.

1
Ma Em
Arsyad bodoh dia kira sdh sukses dgn karirnya dan Arsyad kira Zemima cuma staf biasa bkn orang penting di perusahaan holding ga taunya Zemima pemilik saham terbesar di perusahaan tempat Arsyad bekerja , selamat menyesal Arsyad dan pasti menangis darah dan minta ampun pada Zemima .
Adinda
jijik aku lihat benalu mokondo pula ditambah tukang selingkuh,gak nafkahi zemima kayak punya kuasa aja
nely_48
blm jg zemima beneran selingkuh km suami dajjal udh kebakaran jenggot,, apa kabar nya diri km sendiri yg udh jelas n nyata selingkuh sm s dina n lg hamil pula tuh s gundik nya
nely_48
pria n suami yg mulia hati nya s Arsyad ini,, sampe² semua anggota keluarga nya D gundik nya D kasih makan n foya-foya pake uang haram dr hasil korupsi D kantor istri nya
Fitria Syafei
emang enak..rasain ..rasain... mati berdiri nti kau kalau kau tau siapa sesungguhnya Zamima ntuh Arsyad 😏 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Arieee
kebakaran jenggot tuhhhhhh🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
wkwkwkkwk.. siap2 arsyad sbentar lagi kamu kembali ke setelan awall 🤭🤭🤭
Yam_zhie: sabar ya
total 1 replies
Ilfa Yarni
kelamaan thor ah bosan munggunya terlalu diulur2
Yam_zhie: ya mau gimana Bun nanti aku kena sentil Edi kalau dari awal lambat terus cepet. gak dapat duit othor 🙈🙈🙈😭😭
total 1 replies
Aretha Shanum
sat set lah jangan ditunda2
Yam_zhie: kalau kecepatan hukumannya enak dong 🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
syukurin semakin di gin kan istrimu Arsyad ...😏 KK cantik pinisirin 🙄
ryuka
senin adalah hari kehancuran mu arsen 🤭🤭🤭
Yam_zhie: biar dia pusing dulu 🙈🙈🙈
total 1 replies
Ilfa Yarni
aduuuh msh Lama bomnya iih aku yg gregetan jadinya
Yam_zhie: sabar ya maaaakkk🤣🤣🤣
total 1 replies
Ma Em
Mampus Arsyad kamu tdk akan menjadi kepala cabang malah kamu akan dipecat mungkin setelah Zemima tau tau semua kebusukan Arsyad juga keluarganya , selamat menyesal dan jadi gembel Arsyad .
Irsyad layla
jgn diundur terus deh ini mergokin nya malah bosen bacanya jadinya
nely_48
otak udang kau Arsyad,, nilep uang kantor buat foya-foya,, dasar org miskin d angkat derajat oleh istri bukanya bersyukur mlah makin menjadi korupsi
nely_48
josjis ath zemima,, jgn d ulur² trs
Fitria Syafei
hahahah baru jadi simpanan aja deh pengeretan apalagi jadi bini kedua ..ntuh laki orang lagi kelojotan ntuh kalau benar bini sah nya CEO di tendang deh kalian 😏 KK cantik kereen 🥰 terimakasih 🥰
ryuka
diihhh ada yg halu udah di nikahin 🤭🤭🤭🤭🤣
Oma Gavin
wkwkwk belum apa" sudah pusing arsyad baguslah nanti saat tau kebenarannya jadi stroke 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
aduh zemima kpn km Skalkmat ini orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!