NovelToon NovelToon
Saat Mantan Gendutku Berubah Tampan

Saat Mantan Gendutku Berubah Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:166.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun, Dara bertemu lagi dengan Luth, mantan pacarnya saat SMA yang dulu koma karenanya. Bukan hanya fisik sang mantan yang berubah jadi tampan, tapi ternyata, Luth juga tak mengenalinya.
"Kamu benar-benar tidak mengenaliku?" Dara menatap tak percaya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Luth terlihat bingung.
Dara semakin merasa bersalah, karena kemungkinan Luth hilang ingatan karena benturan keras yang sampai membuat dia koma 8 tahun lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RIBUT

Menjelang waktu makan siang, Dara masih berkutat dengan laptopnya. Beberapa jam lagi ada meeting dengan klien, dan ia harus mempersiapkan semuanya. Sesekali ia berhenti sejenak untuk menyeruput kopi tanpa gulanya karena mata yang terasa sangat berat.

Ia berdecak mendengar interkom di atas mejanya berbunyi. Entah siapalah yang mengganggunya di saat banyak pekerjaan seperti ini.

"Hallo."

"Bu Dara, ada yang ingin bertemu dengan Ibu. Ibu ditunggu di lobi sekarang," ujar receptionist.

"Bertemu?" Ulang Dara. "Siapa?" Ia merasa tidak sedang ada janji dengan siapa pun.

"Nanti Ibu juga tahu. Beliau meminta Ibu segera turun sekarang."

Dara tak menjawab, sibuk mengira-ngira siapakah yang ingin bertemu dengannya? Mana sok misterius, tak mau menyebutkan nama.

"Bu, Bu Dara," panggil receptionist.

"Ah iya."

"Ibu bisa kesini sekarang kan?"

"Baiklah." Dara membuang nafas berat lalu meletakkan gagang telepon ke tempatnya. Setelah menyelesaikan sedikit pekerjaan yang tanggung untuk ditinggalkan, ia turun ke lobi.

Sesampai di lobi, Dara melihat Valerie duduk di sebuah sofa. Hanya ada dia seorang disana. Mungkinkah Valerie yang ingin bertemu dengannya? Jika iya, untuk apa?

Melihat kedatangan Dara, Valerie langsung bangkit dari sofa. Sambil tersenyum, ia melangkah menghampiri Dara. Dan tiba-tiba,

"Awww!" Dara menjerit saat rambutnya dijambak Valerie.

"Dasar pelakor, murahan!" maki Valerie.

Dara kaget kenapa Valerie melakukan itu padanya.

"Luth itu sudah punya pacar, bisa-bisanya lo godain dia!" Suara Valerie melengking di lobi hingga menarik perhatian orang, termasuk receptionist dan seorang vendor yang baru keluar dari lift.

"Apa maksud kamu? Aku gak ngerti! Lepasin!" Dara berusaha melepas tangan Valerie dari rambutnya. Kulit kepalanya terasa panas dan perih gara-gara kelakuan brutal pacar Luth itu.

"Gak usah pura-pura gak ngerti!" bentak Valerie tepat di depan muka Dara. "Sabtu malam lo nonton konser dengan dia kan?"

Dara akhirnya berhasil melepaskan rambutnya dari jambakan Valerie. Ia bernafas lega sambil merapikan rambutnya. Ia tak menyangka jika Valerie yang keliatan berkelas itu, bisa melakukan hal memalukan seperti ini. Apa tidak bisa mengajaknya bicara berdua saja daripada seperti ini? Bar-bar sekali kelakuannya.

"Dasar perempuan gatel!" Valerie mendorong bahu Dara.

"Aku bisa jelasin. Kami cuma nonton, gak ada sesuatu yang spesial. Itu juga karena ka_"

"BOHONG!" potong Valerie cepat. Nafasnya terlihat naik turun, wajahnya merah padam. "Aku punya bukti, kalau disana kalian pelukan dan ciuman."

Mata Dara membelalak lebar. "Enggak, itu gak bener." Ia menggeleng cepat.

"Aku punya bukti." Valerie mengambil ponsel di dalam tas slempangnya, menunjukkan beberapa foto pada Dara. "Mau ngelak gimana lagi lo hah! Semua sudah jelas."

Dara kaget melihat foto-foto tersebut. Entah siapa yang mengambil foto itu. Selain foto Luth memeluknya dari belakang, ada juga foto seperti mereka sedang ciuman, padahal tidak demikian.

"Kami tidak berciuman. Itu cuma karena sudut pengambilan fotonya saja yang membuat kami terlihat berciuman. Sumpah, kami gak ciuman."

Valerie tersenyum miring. "Gak ada maling yang ngaku. Lo emang murahan, Dara." Ia sekali lagi mendorong bahu Dara, bahkan kali ini lebih kuat dari yang pertama tadi.

"Kamu salah faham Valerie. Kami tidak seperti yang kamu fikirkan!" Dara masih berusaha menjelaskan.

Beberapa orang mulai keluar dari lift, rupanya sudah masuk jam makan siang. Lobi yang tadinya sepi, mulai agak rame.

"Udahlah Dara, gak usah membela diri terus. Gue udah tahu seperti apa lo sebenernya." Valerie menunjuk muka Dara. "Gue tahu lo sering menggoda Luth dengan menarik rok ke atas untuk nunjukin paha lo."

Dara menggeleng cepat. "Enggak, itu gak bener." Ia mulai gelisah, takut orang-orang disana mengira hal itu benar.

"Dan lo juga beberapa kali membuka kancing baju saat kalian hanya berdua di ruangan."

"Itu fitnah!" teriak Dara yang mulai kehabisan kesabaran.

Orang-orang disana mulai bisik-bisik sambil menatap Dara sinis. Meski tak mendengar apa yang mereka katakan, Dara bisa tahu apa yang ada di kepala mereka.

"Lo juga pernah nawarin diri lo buat ditidurin Luth."

PLAK

Dara melayangkan sebuah tamparan keras ke pipi Valerie. Kali ini, wanita itu sudah sangat keterlaluan.

"Beraninya lo nampar gue."

Wajah Valerie merah padam karena marah sekaligus malu. Ia memegangi pipinya yang terasa panas. Tangannya mengayun ke atas, hendak menampar Dara, tapi sayangnya Dara berhasil menangkap tangannya.

Dengan nafas naik turun, Dara mencengkeram erat tangan Valerie, lalu mendorongnya hingga hampir terjatuh.

"Semua yang lo katakan itu fitnah!" bentak Dara.

Valerie tersenyum miring, tak mau dianggap kalah, ia langsung maju dan menyerang Dara.

Keduanya saling dorong, jambak, dan mengumpat.

Bukannya melerai, satpam malah ikutan nonton seperti yang lainnya. Beberapa orang bahkan tak hanya menonton, tapi juga memvideokan.

Sumpah serapah dan nama hewan se kebun binatang keluar dari mulut Valerie maupun Dara. Keduanya tak ada yang mau kalah.

"Awww!" Dara menjerit saat Valerie mencakar pipi hingga lehernya. Bukan hanya masalah perihnya, tapi ia takut meninggalkan bekas di wajahnya. Ia dengan sekuat tenaga, membalas dengan menginjak kaki Valerie dengan ujung stilettonya.

"Aaa!' Valerie menjerit kesakitan sambil mengangkat kakinya. Kakinya sampai berdarah gara-gara ujung lancip stiletto Dara. "Sialan lo!" Ia menarik gelang di pergelangan dara hingga putus lalu mendorongnya sampai jatuh.

"Gelangku." Dara menyentuh pergelangan tangannya.

Melihat gelang Dara jatuh di dekat kakinya, Valerie langsung mengambil benda tersebut, lalu menunjukkan pada Dara.

"Kembalikan gelangku!" Dara bangun dan berusaha merebut gelangnya.

Valerie mengangkat gelang itu tinggi-tinggi saat Dara berusaha meraihnya. Sekali lagi, ia mendorong Dara, lalu berjalan cepat menuju pintu keluar.

"Valerie!" teriak Dara sambil mengejarnya.

Mengetahui Dara mengejar, Valerie tak lagi jalan cepat, ia berlari hingga halaman kantor. Dara rupanya masih mengejarnya. Melihat kolam ikan koi, ia langsung kepikiran sesuatu.

"Ambil kalau bisa!" Valerie melempar gelang tersebut ke dalam kolam ikan.

Plung

"Gelangku!" Dara syok melihat bagaimana gelang tersebut jatuh ke dalam kolam ikan.

Valerie tertawa puas melihat wajah pias Dara. "Ambil sana kalau bisa!" Ia pergi dengan wajah penuh kemenangan.

1
Eli herlina
takutnya si diego di suruh sam si luth buat balas dendam lewat foto sama video nya si dara
SasSya
Alkhamdulilah🤲
Abinaya Albab
setelah mommy Daddy nya kakak²nya skg giliran Luth ,pasti mengurus jiwa raga & air mata ini karena Luth 11 12 dg Daddy nya 🙈
Abinaya Albab
nahhhhh kn bener Luth jadi kejam kaya' Daddy Yusuf sama Sani dlu 🙈
Sugiharti Rusli
nah kan akhirnya setelah kejadian kemaren si Dara baru notice kalo si Luth tahu kejadian dulu saat dia dihajar si Diego hingga koma, berarti si Luth sudah ga amnesia dia yah,,,
Sastri Dalila
/Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sugiharti Rusli
dan sayangnya si Dara ga berpikir saat kemaren membersihkan seharusnya dia visum dulu yah,,,
Sugiharti Rusli
apalagi saat Luth mau komplain ke manajemen hotel ternyata cctv depan kamar Dara rusak, entah betulan atau alasan mereka saja
Sastri Dalila
😅🤭🤭
Sugiharti Rusli
apalagi sejatinya si Diego mantan napi, jadi kalo dia dengan mudah memiliki akses di hotel yang milik kerabatnya itu sih
Sugiharti Rusli
kalo dari hasil penelusuran hotel itu masih milik kerabat dekat si Diego, bisa jadi memang ada yang melindunginya yah
Sastri Dalila
🤣🤣🥺🥺
Abinaya Albab
bener ih kata kak otor yg bakal 11 12 dg Daddy Yusuf Luth
Sugiharti Rusli
apalagi Dara merasa jijik karena Diego sudah berhasil melucuti pakaian dan sempat menjamahnya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi setelah melihat sendiri betapa Dara trauma berat saat hampir direnggut kehormatannya oleh si Diego,,,
Sugiharti Rusli
karena ternyata cintanya lebih besar ke Dara daripada rasa dendamnya sih
Sugiharti Rusli
sepertinya dengan kejadian ini si Luth pasti berpikir ulang tentang misinya buat bikin Dara merana nanti,,,
*Septi*
saking cemasnya Luth lupa sedang l pura pura amnesia
*Septi*
ampun lah anak nya pak Yusuf🤣
Patrick Khan
diego q tandai kau🔨🔨🔨😏nti yg kena pasti luth karna yg ngajak luth..siap2 perang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!