Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Jatuhnya Tetua Agung
Seluruh halaman Aula Utama Klan Lin membeku dalam keheningan yang mencekam.
Hanya dalam dua pertukaran jurus, Lin Tianhao—sang jenius yang baru saja dipuji setinggi langit oleh Utusan Sekte Awan Biru—telah rebah tak berdaya di bawah kaki Lin Xuan bagaikan anjing mati!
"Tianhao!!"
Di atas panggung kehormatan, mata Tetua Agung Lin Zhen langsung memerah semerah darah. Melihat cucu kebanggaannya hancur dan seluruh rencana lima tahunnya runtuh menjadi debu, pria tua itu kehilangan seluruh akal sehatnya.
"Lin Xuan! Aku akan mencabik-cabik tubuhmu menjadi sepuluh ribu bagian!"
BOOOOM!
Aura Alam Pembukaan Meridian Lapis Enam meledak dahsyat dari tubuh Lin Zhen. Enam lingkaran Qi berwarna merah kehitaman—gabungan antara teknik klan dan seni rahasia Sekte Darah Langit—membumbung tinggi di belakang punggungnya. Tanpa memedulikan aturan duel lagi, Lin Zhen melompat turun dari panggung kehormatan sambil menghantamkan telapak tangannya yang berubah menjadi cakar darah raksasa ke arah kepala Lin Xuan!
"Telapak Darah Penghancur Jiwa!"
Tekanan angin dari serangan kultivator Pembukaan Meridian Lapis Enam itu membuat ubin batu di panggung duel hancur berterbangan!
Di barisan penonton, Lin Wan'er menjerit cemas, "Kakak Xuan, awas!"
Namun di tengah badai tekanan maut tersebut, Lin Xuan justru berdiri tegak tanpa mundur selangkah pun.
Begitu Esensi Asal Akar Spiritual Emas yang baru saja ia cabut kembali dari tubuh Lin Tianhao masuk ke dalam Tungku Abu Takdir, tungku kuno di dalam Dantian-nya langsung melebur esensi emas tersebut menjadi gelombang Abu Asal Emas yang luar biasa murni dan masif!
KRAK! KRAK!
Di dalam tubuh Lin Xuan, dua gerbang meridian utama berikutnya hancur terbuka secara beruntun dalam satu tarikan napas!
Alam Pembukaan Meridian — Lapis Tiga!
Lapis Tiga Puncak!
Tiga jalur meridian utama yang lebarnya tiga kali lipat dari kultivator biasa kini memompa Qi Abu Nirwana bercampur kilau emas kuno ke seluruh tubuh Lin Xuan!
"Lin Zhen," suara Lin Xuan menggema bagaikan guntur dari sembilan lapisan langit, matanya menyala kelabu keemasan saat ia menggenggam gagang Pedang Abu Hitam dengan kedua tangannya. "Peti mati di belakangku itu kuukur khusus untuk tubuhmu. Masuklah ke dalamnya sekarang!"
Untuk pertama kalinya, Lin Xuan mengerahkan jurus keempat dari bab pertama Kitab Pedang Abu Nirwana—jurus pamungkas yang membakar separuh Qi di meridiannya dalam satu tebasan tunggal!
"Jurus Keempat Pedang Abu: Nirwana Tanpa Sisa!"
SWINGGG — BOOOOM!
Langit di atas Aula Utama Klan Lin seolah meredup selama satu detik.
Seberkas cahaya pedang berwarna abu-abu keemasan sepanjang tiga tombak melesat naik dari ujung Pedang Abu Hitam, membawa keheningan mutlak yang melapukkan segala sesuatu yang dilewatinya!
Ketika cahaya pedang itu beradu dengan Telapak Darah Penghancur Jiwa milik Lin Zhen—
KRAAAK!
Senyum kejam di wajah Lin Zhen membeku menjadi ketakutan yang tak terlukiskan. Pertahanan Qi Lapis Enam yang sangat ia banggakan terbelah dua bagaikan kain lapuk! Cahaya pedang abu-abu itu terus menebas melewati telapak tangannya, membelah dada sang Tetua Agung, dan menghempaskan tubuh tuanya terbang mundur sejauh dua puluh tombak!
BLARRR!
Di hadapan tatapan ngeri ratusan pasang mata, tubuh Lin Zhen yang telah kehilangan nyawa jatuh menghantam masuk tepat ke dalam peti mati kayu hitam yang berdiri terbuka di tengah halaman, lalu tutup peti mati itu terbanting menutup dengan sendirinya oleh hembusan angin pedang!
Hening.
Begitu heningnya halaman Klan Lin hingga suara tetesan darah dari ujung Pedang Abu Hitam milik Lin Xuan terdengar jelas oleh setiap orang yang hadir.
Tetua Agung Klan Lin, seorang kultivator Alam Pembukaan Meridian Lapis Enam... tewas tertebas masuk ke dalam peti mati hanya dalam satu ayunan pedang dari pemuda berusia enam belas tahun!