NovelToon NovelToon
ME | Possessive BadBoy

ME | Possessive BadBoy

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Fantasi Isekai / Nikahmuda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Smarrr

Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"Kalian harus bisa membebaskan wanita itu tanpa lecet sedikitpun. Dan tangkap dalangnya hidup-hidup!" Titah Arnold pada anak buahnya dengan badan yang besar-besar.

"Ada apaan sih?" Tanya Arga yang baru saja datang ke markas.

"Ada missi dari juragan, sahabat istrinya di tangkap oleh orang yang mungkin itu adalah mantanya Nadia. Mencoba menggaet Nadia lagi dengan mengancam dan menc ulik sahabat Nadia.

Berharap Nadia datang dan balik ke sisi cowok itu, kayaknya sih gitu."

Arga hanya mengangguk. la mengerti dengan maksud yang Arnold katakan.

"Temenin gue ya nangkep si dalang, kita jeblosin langsung ke penjara, belum tau dia bermasalah sama siapa."

"Boleh," jawab Arga singkat dan masuk ke dalam mobil bersama Arnold.

"Jessica nggak ikut?" Tanya Arga tak melihat Jesica sejak awal masuk markas.

"Emang lo tega liat Jesica ngeliat kita gebukin orang? Ntar dia trauma lagi, ya kali aja gue ngajak dia ahh, jangan dong, nanyi ayank gue lecet. Jangan!"

"Cih.. bucin!" Cibir Arga.

"Awas lo ya kalau nanti lo ketemu sama cewekyang lo suka, bucin akut baru tahu rasa lo!"

Arga hanya terdiam dan tak menjawab ocehan Arnold. Tapi sepintas terbayang wajah Mela yang manis dengan rambut pendeknya. Bahkan Arga menarik sudut bibirnya, membuat Arnold yanv kala itu duduk di sampingnya bergidik ngeri.

"Harus cepet - cepet punya pasangan lo, takut stres akut kan bahaya."

"Lambemu bahaya, nyetir aja yang bener!"

Tak lama kemudian mobil Arnold dan yang beberapa mobil dengan anak buah Arnold menepi dari kejauhan, agar kedatangan mereka tak di ketahui.

"Jalan ni kita?" Tanya Arga yang membuat Arnold naik darah.

"Ngesot, ya iyalah jalan, pelan-pelan tapi anjir, biar nggak ketahuan kita." Pekik Arnold pada Arga. "Kalian jalan di depan!" Titah Arnold kemudian pada anak buahnya.

Perlahan mereka berjalan, menghampir gudang kosong yang sudah laam tak berpenghuni. Mereka menata barisan dengan rapi dan berpencar untuk mengepung orang yang ada di dalam.

Sementara Arnold dan Arga di bagian belakang, karena mereka tahu jika orang yang di dalam akan kabur akan lewat pintu belakang.

Bugh... Bugh... Bugh...

Brak! Kedupak pak.. prank...

Jegur jegur....

"Lagi maenan apa sih di dalem? Kok bunyinya begitu ya?" Heran Arnold bertanya pada Arga.

"Maim kuda lumping kali." Kan malah ngaco jawabannya.

Terdengar teriakan saat penangkapan yang di lakukan oleh anak buah Arnold. Tak lama kemudian polisi datang yang sengaja Arga hubungi untuk berjaga-jaga.

"Pinter banget sih ayank gue yang satu ini, kan jadi kita nggak perlu repot-repot ngotorin tangan kita."

Arnold masuk ke dalam bersama Arga. Melihat beberapa orang berpakaian preman itu sudah tumbang, dan seorang masih saja berontak dengan ikatan tali di tangannya.

"Kamu." Ucap Arga saat melihat Mela yang sudah lemas di atas kursi.

"Om.. tolongin aku om," suara Mela bahkan sudah lemah.

Arga bergegas menghampiri Mela, dan melepas ikatan yang mengikat kedua tangannya dan juga badanya.

"Kok bisa kamu yang ada di sini?" Belim sempat Mela menjawab, Mela sudah lebih dulu pingsan.

"Salah pilih lawan bro." Cobir Arnold pada Kevin yang tengkurap dengan ikatan di tangan.

Para polisi segera masuk dan memborgol semua orang tersangka.

"Mana Nadia??!!!" Teriak Kevin tak terima jika dirinya kalah dan akan masuk ke dalam penjara.

"Sama suaminya lah, jadi mending kamu nikmati akhir-akhir hidup kamu di dalam sisi gelapnya penjara," Arnold kembali mencibir saat polisi membawa Kevin masuk ke dalam mobil polisi.

Sedangkan Arga sibuk menggendong Mela dan masuk ke mobil Arnold. Bahkn Arnold sendiri tak sadar jika Arga gelah meninggalkan dirinya.

"Eh.. itu mobil gue kok pergi duluan sih, wweeiii tungguin gue...!!" Teriak Arnold tapi tak di dengar oleh Arga. Pria itu fokus pada Mela yang masih pingsan.

Arnold menghentikan mobil anak buahnya dan nebeng di sana. "Anterin ke rumah Jay." Titah Arnold yang langsung di laksanakan.

Mobil Arga tiba di rumah sakit. Pria itu bergegas mengendong Mela masiknke dalam rumah sakit agar cepat mendapatkan penanganan.

"Tolong di bantu ya sus," kata Arga terlihat panik.

Pria segera masuk ke dalam kamar yang sudah di siapkan oleh suster.

"Makasih sus," ucapnya kemudian menangani Mela yang masih pingsan.

Arga menatap Mela yang terbaring lemas di atas brankar, pria itu mendekati Mela setelah ia memasangkan infus.

Terlihat Arga kembalu menarik sudut bibirnya. Pertemuan kedua kalinya dan lagi-lagi Mela terluka.

***

Di kediaman Jayden.

"Siapa dalangnya?" Tanya Jay serius.

Arnold melirik sekilas ke arah Nadia sebelum ia menjawab.

Arnold memberikan data yang ia terima melalui ponselnya dari polisi. "Semuanya disitu, dari polisi," sahut Arnold takut jika Nadia akan kecewa saat mengetahui siapa pelakunya.

"Trus Mela gimana?" Tanya Nadia yang khawatir dengan kondisi Mela.

"Mela baik-baik aja, dia di bawa ke rumah sakit sama Arga. Sia lanya gue di tinggal pake mobil gue anjir." Kelepasan kan Arnold. "Ehh... Sorry kelepasan ngomongnya lo gue, hehe."

"Nggak apa-apa, kamu bisa bawa aku ke rumah sakit nggak? Aku pengen ketemu Mela."

"Sama aku sayang, jangn sama dia, dia itu bukan lagi buaya, ntar kaku di lahap sama dia."

diri. "Gue udah insaf ya anjir," prites Arnold membela

"Terus pelakunya gimana? Kamu kan harus ngurusin dia."

"Pelakunya udah di kantor polisi, nanti aja kesana sama kamu sekalian, tumben kamu nggak cepet soal cowok jelek ini? Biasanya juga gercep."

"Apaan sih? Kan udah kamu yang ganteng paripurna."

"Uhukk... Uhuk... Duh kayaknya gue tepat deh di sini sekarang."

"Nggak usah Bacot! Mau ikut ke rumah sakit nggak ambil mobil lo?" Tukas Jay sedikit ketus.

"Ohh.. pasti ikut dong, kalau Nadia nggak keberatan," Arnold menjadi segan pada Nadia karena kini Nadia tahu jika Arnold dan Jesica kemarin bersandiwara.

Jay mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit dimana Mela di rawat.

Sampainya di sana, Nadia tak sabar ingin bertemu dengan Mela. Sampai-sampai ia tak menghiraukan Jay yang berjalan di belakangnya.

"Mel," panggil Nadia saat cewek itu baru saja membuka pintu.

"Hemmm...." Sahut Mela masih lemas.

Nadia berlari dan menghambur memeluk Mela. "Sorry, ini semua gara-gara gue," Nadia menyesal.

"Bukan salah lo kok Nad, emang mantan lo aja yang kek guguk. Rasanya pengen gue tabok yang kenceng kalau ketemu nanti."

"Sabar sabar, dia udah di kantor polisi sekarang, gue juga nggak nyangka dia ngelakuin itu sama lo cuma gara-gara gue."

"Hustt... Nggak boleh ngomong gitu, jangan nyalahin diri sendiri," tukas Mela dan Nadia kemblj memeluk Mela dengan erat.

"Lo emang sahabat gue yang paling baik."

"Ehhh.. Mela tadi kan ada cowok yang bawa kamu kesini, sekarang dia kemana? Kok nggak keliatan?" Tanya Arnold yang melihat Mela hanya seorang saja di dalam ruangan.

Mela tertegun saat ada cowok yang datang bersama Nadia tapi sudah tahu namanya. "Dia siapa? Kok tahu nama gue?" heran Mela.

"Dia asistenya Jay, lo nggak usah takut kalau sama dia," Nadia menjelaskan.

Mela mengangguk mengerti, " Ohhh... iya iya gue paham."

"Ehhh... di tanya malah ngobrol aja," tukas Arnold kesal.

"Aku nggak tahu Om, dari tadi aku senidrian aja kok di kamar setelah sadar, belum ngeliat siapapun masuk ke ruangan ini selain kalian."

"Om? muke gue udah tua banget kah? masa dia manggil lo Jay manggil gue Om sih? nggak adil banget." protes Arnold sedangkan Jay hanya cuek bebek.

"Kaya nggak punya hp aja sih lo? tinggal telepon kali,"

"Oh iya ya, gue lupa hehe..."

Arnold keluar ruangan guna menelepon Arga unutk mengambil kunci mobilnya yang ia bawa begitu saja.

"Thanks ya Jay, gue tahu ini pasti karena lo kan? makanya gue bisa selamat, awalnya gue mikir gue bisa ngalahin Kevin sendirian, nggak tahunya dia malah bayar orang lagi buat nyulik gue biar Nadiabalik lagi ke dia."

"Its ay, semua gue lakuin juga demi Nadia kok, Dan gue juga makasih sama lo karena lo tulus temanan sama Nadia."

"Nggak tulus tulus banget sih, lo berdua harus traktir gue habis gue keluar dari rumah sakit ini ya,"

"Otak lo pikiranya makanan mulu ya," cibir Nadia dan mereka berdua tertawa.

"bais gue laper anjir, habis pingsan ni gue, kalian kesini bukanya bawa makanan, malah dateng dengan tangan kosong."

"Astaga!!! gue khawatir ya sama lo, mkanya boro- boro mikirin makanan."

Saat Nadia dan Mela masih saja beradu mulut, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan masuklah Arnold dan Arga.

Seketika jantung Mela seolah berhenti berdetak saat itu juga.

Mela terbalalak karena kaget, ia tak menyangka bisa bertemu dengan cowok yang baru saja membuat hatinya berbunga bunga.

"Heh! lo kenapa anjir?" tanya Nadia panik lagi.

"Sorry ya aku tinggal tadi, habis beli makanan, karena makanan rumah sakit pasti nggak akan nyaman di mulut kamu," Arga mendekat dengan satu sebuah paper bag berisi makanan.

1
S.Marrr
Halloweeww gGuysss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!