NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Keluarga Nelson.

...~•Happy Reading•~...

Ya, gak banyak, Ma. Cuma..." Nelson tidak melanjutkan, tapi yang ada di pikirannya membuat dia tersenyum.

"Godaan seperti apa yang membuatmu tersenyum, tapi sekaligus mengusik hati dan pikiranmu, hingga terbelah?" Bu Weny makin penasaran.

"Sudah, Ma. Gak usah dibahas cara anak muda jaman now merai cita dan cinta. Mereka sangat kreatif walau itu memalukan." Nelson menggerakan tangan agar Mamanya berhenti bertanya.

"Kau memadamkan api semangat ingin tahu Mama yang baru menyala. Walau memalukan, semoga itu pertanda baik bagimu."

"Pertanda baik, gimana, Ma? Memalukan ya, memalukan. Apanya yang baik dari tindakan itu?" Nelson heran dengan harapan Mamanya.

"Dia rela melakukan sesuatu yang memalukan, agar bisa menarik perhatianmu. Dia mau menunjukan padamu, dia ada dan suka padamu. Kalau dia gak lakukan itu, apa hatimu gatal dan kau pikirkan dia?" Bu Weny tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya, mengetahui Nelson mulai terusik oleh wanita.

Nelson tersentak, karena tidak memikirkan seperti yang dikatakan Mamanya. "Ok, deal, ya, Ma. Mama ijinin aku ke gunung temui Kakek." Nelson mengalihkan topik pembicaraan, lalu menghabiskan minuman dan menutup wadah plastik tempat terigu goreng yang masih tersisa.

Bu Weny jadi fokus pada permintaan Nelson, sebab dia menunjukan niatnya serius mau ke gunung. "Kapan mau ke sana?"

"Rencananya besok pagi-pagi, Ma. Supaya gak terlalu panas di jalan. Kasihan kulitku, bisa seperti ikan dipanggang dalam oven." Nelson mengusap lengannya yang gampang terbakar sinar matahari langsung di siang hari.

"Kau mau naik motor?" Bu Weny terkejut dan panik mengetahui niat Nelson yang mau naik motor ke gunung pagi-pagi.

"Iya, Ma. Supaya lebih mudah bawa bawaanku dan bisa digunakan kalau mau ke mana-mana di atas..." Nelson menjelaskan alasan dia mau membawa motor.

"Tunggu Papa pulang kerja, baru kita bicarakan lagi." Bu Weny tidak bisa langsung memutuskan, karena Nelson mau memakai motor ke gunung.

"Ayolah, Ma. Kalau Mama sudah ok, Papa ok." Nelson terus mendesak, sebab dia yakin Papanya setuju. Karena yang akan ditemui Kakek dari Papanya. Jadi Papanya pasti mengizinkan.

"Bukan begitu, kau akan pakai motor ke atas. Itu yang harus tunggu persetujuan Papa." Bu Weny agak ragu, karena Nelson anak mereka satu-satunya, setelah beberapa kali alami keguguran.

"Gadis mana saja yang tiba-tiba mengganggumu, hingga harus segera ke tempat Kakek?" Bu Weny kembali bertanya tentang penyebab anaknya menuntut mau menyepi.

"Gadis mana saja?" Nelson jadi berpikir. "Gadis kampus atau gadis mana, ya?" Nelson jadi bingung menjawab.

"Kau belum tahu siapa mereka?" Mamanya terkejut.

"Belum tahu asal usulnya, Ma. Lagian baru ketemu mereka di kampus." Nelson jadi serba salah. Terganggu pada wanita yang belum jelas.

"Apa selama ini, mereka tidak tahu, kau layak diperebutkan?"

"Mama, apa, sih. Memangnya aku piala yang harus direbut?"

"Mama heran saja. Selama ini mereka kemana saja, sampai gak lihat anak Mama ini?"

"Selama ini, aku transparan, Ma. Yang bisa lihat cuma Angga, Monce dan Evie, karna aku kasih akses." Nelson menjawab asal, agar terhindar dari interogasi Mamanya.

Mata Mamanya membulat. "Jangan diperpanjang, Ma. Ini sesuatu yang baru pernah terjadi. Aku cuma mau fokus, karna bertepatan mau ujian. Mama mau aku gagal ujian, karna gak bisa konsentrasi?" Ancam Nelson. Bu Weny terdiam sambil menatapnya.

Nelson berkata demikian karena selama ini teman kuliah, adik atau kakak tingkat hanya menggoda dengan ajak senyum, menyapa, tanpa melakukan tindakan ekstrim. Berbeda yang dilakukan Alena dan Lisa yang langsung berinteraksi dengannya.

"Sudah kejawab, ya, Ma? Sambil tunggu Papa pulang, aku mau siapin perlengkapan tempur di gunung." Nelson berdiri, menghindari pertanyaan lanjutan Mamanya.

Namun ketika hendak melangkah, dia teringat sesuatu dari pertanyaan Mamanya yang membuat dia tersadar. "Oh, iya, Ma. Jadi aku sudah boleh pacaran, ya?"

Bu Weny terkejut dengan pertanyaan Nelson. "Jadi selama ini, kau bikin dirimu transparan karna ancaman Mama yang dulu itu?" Bu Weny ingat yang dikatakan kepada Nelson saat masih remaja untuk fokus belajar, jangan ikut-ikutan pacaran seperti teman-temannya. Hingga tidak berprestasi bahkan tidak naik kelas.

"Ya, di antaranya, itu. Pokoknya sudah boleh pacaran dan pergi ke gunung, ya? Sudah deal, ya, Ma." Nelson mengangkat tangan senang, sebagai isyarat telah terjadi kesepakatan.

"Duduk di sini lagi. Mama mau bicara." Bu Weny mencegah Nelson keluar dari ruang makan.

Nelson kembali duduk sambil menggaruk kepala yang tidak gatal, karena terjebak oleh pertanyaannya sendiri. Dia tadi hanya mau memastikan, supaya yang dilakukan direstui oleh Mamanya.

"Begini, Nel. Bukan boleh dan tidak boleh. Sekarang kau sudah dewasa. Kalau ada yang pas di hati, pacaran dulu, kenali dengan benar. Supaya saat menikah tidak jadi beban, dan bisa jalani fase berikutnya dengan baik dan tidak banyak terjadi benturan."

"Kalau tidak pacaran dulu, bagaimana kau tahu sifatnya bisa sesuai denganmu?" Bu Weny bertanya serius.

"Apa dia bisa seiring sejalan denganmu yang lebih sering di rumah? Apa dia bisa terima kau yang kutu buku, sering lakukan penelitian sana, sini. Atau kumpul dengan keluarga dan teman yang cuma segelintir?"

"Bagaimana kalau pasanganmu suka berada di luar rumah? Bagaimana kalau dia lebih utamakan teman-temannya dari padamu? Hubungan kalian bisa Ambyar sebelum hitungan jari habis." Bu Weny pergunakan kesempatan untuk membuka cakrawala pikiran Nelson untuk cari pasangan hidup.

"Trims, Ma, sudah ingatkan. Tapi sepertinya aku baru singgung ada yang mengganggu, deh. Kalau untuk menikah, jauuuuu.... Kuliah saja belum selesai. Jauuuuu..." Nelson menggerakan tangan seperti tokoh dalam film super hero.

"Pokoknya, Mama sudah setuju aku pacaran dan ke gunung, ya." Nelson mendekat dan memeluk Mamanya dari belakang dengan sayang.

"Hati-hati saja. Mama bukan mau cerewet..." Nelson langsung mencium pipi Mamanya. "Aku mengerti, Ma." Mamanya berhenti bicara dan mengangguk.

Nelson melepaskan pelukan. "Aku mau turunin backpacker." Ucap Nelson riang. Bu Weny hanya bisa menggeleng.

"Nel, ganti baju. Mama habis mandi, kita keluar." Teriak Bu Weny sambil berdiri.

"Keluar? Kita mau kemana, Ma?" Nelson tidak jadi masuk ke kamar.

"Cari sesuatu yang diperlukan Kakekmu. Kau mau Mama dibilang mantu tidak peduli sama Mertua?" Bu Weny mendorong Nelson masuk kamar sambil lewat ke kamarnya.

"Mamaku, emang the best." Nelson mengangkat dua jempol sambil tersenyum girang.

"Jangan lupa kirim pesan buat Papa, kunci di tempat biasa dan tempat Mama simpan tegor." Bu Weny ingatkan sebelum masuk ke kamar.

"Siap, Ma." Nelson sangat senang, Mamanya sudah mengizinkan dia ke gunung.

Ketika dia hendak mengambil ponsel untuk menghubungi Papanya, alis Nelson bertaut melihat misscall dari nomor yang tidak dikenal.

Nelson menggenggam ponsel dalam tangan sambil berpikir. Dia tidak telpon balik, tapi nomornya disave dengan nama Hantu. Karena pemilik nomor tidak kirim pesan untuk memperkenalkan diri dan agak mencurigakan.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah Nelson lulus dengan nilai bagus, untung teman-teman Nelson langsung menariknya keluar dari situ sehingga si Alena tidak bisa mendekatinya dan berbuat macam-macam, kamu itu seperti penguntit saja Alena selalu membuntuti Nelson dimanapun dia berada padahal Nelson sudah berusaha menghindari mu
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Keluarga yg mana Alena yg sedang kau kunjungi, atau kamu lagi curi-curi kesempatan untuk bertemu dengan Nelson, pakai acara suruh nganterin ke dermaga, memang nya kamu sampai ketempat itu naik apa kok minta diantar balik
Rahmawati
selamat Nelson, lulus dengan predikat summa cumlaude
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
Selamat dan sukses babang nelson. semoga jadi pados yang membanggakan juga ❣️
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jelas beda dnk, circle Nelson tulus sdgkn Alena pny circle ...
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku udah mulai paham nih. ternyata alena hanya bergaya punya banyak uang ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau numpang sama saudara emang begini sih. ga enak rasanya. mendingan kost
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
marah2 aja nih mamanya. apa mama dan papa alena sdh berpisah ya
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Huaaa itu salah satu taktik & strategi Alena spy bisa deket dgmu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena sadis. berubah cuma buat menarik hati babang nelson. semua cara ditempuh. wanita begini menyeramkan 🙊🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hilihh Alena itu cuma pencitraan biar terlihat berubah baik dihadapan Nelson lagian udah kayak penguntit aja sich tau segala kegiatan Nelson di luar 😒😒🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk kasih tau dulu Evi takut jatah buatnya dihabiskan sama Angga 🤭🤣🤣
Rahmawati
ikut terharu liat kasih sayang kakek pada nelson🥰
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Walaupun tidak punya pohon durian Nelson dapat jatah durian super yg banyak namanya juga rezeki tak terduga malah bisa berbagi sama teman-teman Nelson malah jadi ajang barter oleh-oleh dari hasil pulang kampung walaupun Nelson sendiri yg pulang ke kampung kakeknya
🍁🐰Avrily❤🔍🌐
persahabatan sudah jarang ditemukan saat ini. semoga bisa jadi inspirasi 👍👍💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
senang baca persahabatan dan cara pertemanan babang nelson angga dan monce ❣️
Rahmawati
angga harus tutup mulut biar liurnya gk netes😂
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
persahabatan antara Nelson Angga dan Monce benar benar sudah seperti saudara kandung aja saling berbagi saling support satu sama lainnya keren
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Angga, kita samaaa, mau dua²ny 🤣👍🥳
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Kalau pas loncat kunjungi kakek mu Nelson biar beliau tidak merasa kesepian walaupun ada Tine bersamanya tetaplah orang tua itu mendambakan cucu-cucu nya yg lain untuk berkunjung walaupun sebentar ❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!