NovelToon NovelToon
Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Ayo Kabur Dari Ayahmu, Nak! (Benih Rahasia Sang Mafia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Lari Saat Hamil
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Dia seorang pria tua, Elena. Tapi dia sangat kaya dan royal. Tugasmu hanya melayaninya satu malam dengan mata tertutup."

Setelah kabur dari rumah tanpa uang dan tanpa tujuan, Elena menerima tawaran yang seharusnya tidak pernah ia ambil. Satu malam dan bayaran yang cukup untuk menyelamatkan hidupnya.

Namun malam itu meninggalkan sesuatu yang tidak pernah Elena duga.

Elena Hamil.

Demi melindungi bayinya, Elena melarikan diri ke Indonesia.

Tujuh tahun kemudian, takdir membawanya bekerja di sebuah perkebunan teh yang ternyata adalah milik Leonard—miliarder misterius yang selalu bersembunyi di balik topeng dan penampilan seorang pria tua yang rapuh.

Sementara itu, Leonard masih terus mencari keberadaan Elena, satu-satunya wanita yang sentuhannya tidak memicu penyakit alergi langka yang selama ini membuatnya menjauhi semua orang.

Saat kebenaran mulai terkuak, mampukah Elena menjaga rahasianya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

Elena berdiri di dekat jendela dengan melipat tangan di dada, sementara Xander duduk di sofa sambil mengetuk-ngetukkan jari ke atas meja kerja.

"Sebenarnya Kakek mau bicara apa, sih? Katakan sekarang! Aku sibuk, tidak punya waktu untuk melihat Kakek melamun!" ketus Elena, matanya menatap tajam ke arah Xander.

Entah kenapa, setelah melihat Noah memanggil pria tua ini dengan sebutan papa Elena mendadak merasa risih.

Bulu kuduknya merinding ngeri setiap kali membayangkan malam tujuh tahun lalu di hotel mewah bersama pria yang kini sudah keriput dan berambut putih di hadapannya.

"Sial, apa benar aku se-putus asa itu sampai mau tidur dengan lansia jompo ini?" batin Elena bergidik sendiri.

Xander berdeham pelan, membetulkan letak kacamatanya.

"Begini, Nona Elena..."

"Begini apalagi sih, Kek? Ya Tuhan! Apa Kakek sekarang sedang memutar otak untuk mengelak dan berencana tidak mengakui Noah sebagai putramu?!" potong Elena beruntun, tidak memberikan kesempatan bagi Xander untuk menyelesaikan kalimatnya.

"Bukan begitu, dengarkan aku dulu."

"Lalu apa?! Kenapa bicaranya bertele-tele sekali seperti birokrasi kelurahan! Katakan saja langsung kalau Kakek mau lepas tanggung jawab!" geram Elena, melangkah maju dan menggebrak meja Xander untuk kesekian kalinya.

Xander menghela napas panjang, lalu menegakkan punggungnya. Tatapan matanya mendadak berubah serius dan tegas.

"Noah bukan anakku! Tujuh tahun lalu, aku sama sekali tidak merasa pernah tidur denganmu, Nona!"

Deg!

Elena melotot sempurna. Rahangnya mengeras, napasnya mendadak memburu mendengar kalimat yang keluar dari mulut pria tua itu.

"Apa Kakek bilang?! Bukan anakmu?!" seru Elena. "Lihatlah pria tua ini sekarang! Bahkan setelah melihat dengan mata kepala sendiri kalau wajah Noah itu fotokopi wajahmu, Kakek masih tega tidak mengakui darah daging sendiri?! Memang ya, orang kaya itu selalu bersikap semaunya! Mau enaknya saja tapi tidak mau menanggung risikonya!"

"Aku ini pria terhormat! Tujuh tahun lalu aku sudah tua, mana mungkin bisa kelayapan di hotel mewah dan melakukan hal sejauh itu dengan gadis sekecil kamu!"

"Halah! Alasan klasik! Lalu bagaimana Kakek menjelaskan kemiripan struktural wajah Noah yang luar biasa mirip dengan Kakek, hah? Apa Noah hasil pembelahan sel tanaman teh di perkebunan ini?!"

Xander memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut pening menghadapi keras kepalanya Elena.

"Dengar dulu, dasar wanita sumbu pendek! Pria tua yang tidur denganmu tujuh tahun lalu di hotel itu sebenarnya adalah cucuku!"

Elena mengerutkan keningnya dalam-dalam, menatap Xander seolah pria itu baru saja bicara menggunakan bahasa alien.

"Cucumu? Apa hubungannya dengan cucumu?!"

"Cucuku yang bernama Leonard! Dia itu pria kurang kerjaan yang sengaja memakai topeng silikon tingkat tinggi yang meniru persis wajah mudaku demi penyamaran!" tegas Xander, membongkar rahasia sang cucu. "Jadi, pria tua bertenaga kuda yang kamu maksud itu sebenarnya adalah dia! Pemilik asli perkebunan teh ini!"

Elena terdiam selama tiga detik, sebelum akhirnya ia meledakkan tawa yang sangat renyah sekaligus sarat akan penghinaan.

"Hahaha! Astaga, Kakek Tua! Kreativitasmu dalam mengarang cerita patut diacungi jempol! Topeng silikon wajah Kakek? Memangnya cucumu itu aktor film aksi hollywood sampai harus pakai topeng keriput untuk tidur dengan wanita? Skenario macam apa ini?!" cemooh Elena, menghapus air mata imajiner di sudut matanya.

"Aku tidak berbohong! Sayangnya, saat ini aku memang belum punya bukti fisik. Tapi nanti, aku pasti akan membuktikannya padamu!" ucap Xander gemas, wajahnya memerah karena kesal tidak dipercaya.

Senyum di wajah Elena seketika lenyap, digantikan oleh tatapan muak yang amat kentara.

Ia menyindir Xander dengan pandangan super sinis.

"Sudahlah, Kek. Aku benar-benar muak dengan drama murahan yang Kakek buat ini," ujar Elena dingin sembari membalikkan badannya.

"Katakan saja sejujurnya kalau Kakek itu takut kehilangan setengah dari aset perusahaanmu ini, kan? Kakek takut uang seratus miliarmu melayang untuk nafkah Noah, makanya Kakek sampai tega menuduh cucu sendiri sebagai pelakunya!"

"Heh! Malah menuduhku pelit!" seru Xander, ikut berdiri menunjuk Elena dengan tongkatnya.

"Memang begitu kenyataannya! Orang kaya kalau sudah urusan harta mendadak amnesia! Aku tidak peduli dengan dongeng topeng silikon atau cucumu itu! Besok, setelah hasil tes DNA yang asistenmu lakukan tadi keluar, aku akan pastikan Kakek tidak bisa mengelak lagi dari status sebagai papa dari Noah!" Elena melangkah menuju pintu, memegang gagang pintu dengan erat lalu menoleh ke belakang.

Brak!

Elena keluar dari ruangan dan membanting pintu dengan keras, meninggalkan Xander yang hanya bisa mengelus dada sabar, bersiap menuntut balas pada cucunya yang telah membuat masa tuanya sekusut ini.

"Leonard! Awas kamu! Tunggu pembalasan kakekmu ini!" geramnya tertahan.

*

*

Sementara itu, suasana di kantin eksekutif lantai bawah benar-benar jauh dari bayangan Joni.

Alih-alih melihat Noah duduk manis menikmati es krim vanila bertabur emas seorang diri, Joni kini hanya bisa berdiri mematung di sudut ruangan dengan dompet terbuka dan wajah yang pucat pasi.

Di tengah-tengah meja panjang eksekutif, Noah duduk dengan tenang layaknya seorang bos besar. Di sebelah kanan dan kirinya, sudah duduk Tejo dan lima anak kampung lainnya yang entah bagaimana caranya bisa diselundupkan oleh Noah masuk ke gedung sekuritas tinggi ini.

"Ayo, Tejo, makan yang banyak. Mumpung ada investor baru yang mendanai konsumsi kita hari ini," ucap Noah dengan wajah datar seraya menunjuk Joni memakai sendoknya.

"Wah, Noah! Paman ini baik sekali ya! Ini daging apa sih? Empuk banget kayak kasur!" seru Tejo kegirangan sambil mengunyah steik daging wagyu premium dengan mulut belepotan saus.

"Itu daging sapi premium, Tejo. Rasanya memang berbeda dengan daging di kampung kita," jawab Noah santai.

Joni melangkah mendekati meja dengan senyum yang dipaksakan, tangannya sedikit bergetar menunjuk tumpukan piring kosong.

"Tuan Muda, mohon maaf, Paman pikir tadi kita cuma mau makan es krim. Kenapa teman-teman Tuan Muda sekarang malah memesan menu porsi koki utama? Bahkan ada yang minta dibungkus untuk orang tuanya di rumah?"

Noah mendongak, menatap Joni dengan pandangan polos namun sangat mematikan. "Paman Joni, bukankah tadi Paman sendiri yang bilang kalau batas pengeluaran kartu emas ini tidak terbatas?"

"Ya, memang tidak terbatas, tapi maksud Paman—"

"Dalam dunia kesepakatan, Paman tidak memberi bintang atau catatan kaki kecil di bawah kalimat Paman tadi," potong Noah dengan sangat teliti.

"Paman bilang aku boleh menikmati fasilitas di sini. Sebagai calon pemimpin masa depan, aku tidak boleh egois. Berbagi makanan dengan mitra bisnis lokal seperti Tejo adalah bagian dari membangun jaringan. Jadi, aku rasa nggak ada yang salah," lanjut Noah.

Joni menepuk jidatnya, rasanya mau menangis di tempat. "Tapi Tuan Muda, tagihan ini kalau ditotal bisa membuat gaji Paman bulan ini menangis darah."

Tejo yang sedang mengunyah tiba-tiba mendongak.

"Paman, aku mau tambah spageti yang ada udang gedenya itu dong satu lagi! Buat adikku di rumah!"

"Tapi—"

"Aku setuju dengan Tejo, Paman. Tolong pesankan satu lagi. Masukkan saja ke tagihan kartumu," tambah Noah, tersenyum super manis yang membuat Joni langsung lemas di tempat.

"Baik, Tuan Muda. Paman pesankan sekarang," pasrah Joni, berjalan gontai menuju kasir sambil meratapi nasib apesnya karena telah bertemu kembaran Leonard.

1
Sarinah Quinn
makin seruu nih ceritanya gak sabar nunggu lanjutannya thor 😍 🙏
Sarinah Quinn
pokoknya alur ceritanya bagus sekali dan sangat seru pokoknya. gak ngebosenin tiap part nya. remended banget deh untuk dibaca 👍👍❤️❤️❤️❤️❤️
Senja: Makasih kakakk😘
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣bella mana
tinie
sabar noaah
kamu belum bertemu semua anggota keluargamu yang di luar negri
semuanya sombong🤣🤣
tinie
jiwa matre meronta ronta
🤣🤣🤔🤔
tinie
hahah Noah jika tau
bukan hanya mengerjai
TPI akan menjadi musuh bebuyutanmu
sebab sedari awal bertemu
kalian sudah saling bertengkar🤣🤣🤣
Sri Rahayu
Leon bakalan hbs dikerjain Elena yg bekerjasama dgn Xander dan Naomi...bahkan Noah jg akan ngerjain Leon juga nih...lanjut Thorr kepo nih 😘😘😘
Kinara Widya
betul Noah...kamu masuk dalam keluarga yg kurang waras semua...🤣🤣🤣🤣
Keysha Aurelie
wah Elena kapan lagi bermanja manja sama suami orang apalagi udah lansia dan di saksikan istri sah nya pula hahaha🤣🤣
asik nih gak sabar menunggu kelanjutannya
Oma Naomi saya mengagumi anda🤣
MamDeyh
😂😂😂
Nice1808
elena mata duitan demi uang dia akan bermanja2 dgn xander buat leonard cemburu🤭🤣🤣🤣
Dede Maesaroh
bener noah keluarga ayah mu emang aneh termasuk ibu mu🤣
Pawon Ana
ayo kita lihat dan nikmati ketika para tetua mengerjai cucu singa-nya....🤣
tinie
🤣🤣 kakek nenek mau balas dendam
tetang bagaimana jadinya ada anak kecil yng mirip
Dew666
Lanjuttttt
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus kau opa🤣🤣🤣🤣🤣🤣ciap oma jd singa
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
hahhah xander bego bukannyz menjelaskan dr awal klo elena salah tebak klo xander yg tdr di hotel itu, krna topeng leon yg mirip xander, mampus kau xander kena amukan naomi🤣🤣
Nice1808: 🤣🤣🤣🤣iya betul
total 2 replies
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣segera jelasin ke istrimu Xander...sebelum terjadi perang dunia...🤣🤣🤣
Sri Rahayu
wkwkwkkk....kaget Naomi denger Noah panggil Xander PAPA.bukan kakek buyut 🤩🤩🤩...lanjut Thott kepo nih 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!