Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.
Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.
Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Mencapai Target
Marwa dan Rayyan berdiri diatas pelaminan menghadap kearah para tamu yang datang atau hadir secara bergantian.
Dalam pernikahan Rayyan kali ini, Para tamu dilarang membawa apapun. Baik itu barang, Uang, Atau bisa yang lainnya.
Akan tetapi jangan lupa, Meski dilarang membawa apapun bukan berarti par tamu tidak boleh makan dan mencoba makanan yang telah tersedia..
Justru dipernikahan Rayyan dan Marwa ini dibuat dengan sangat spesial. Selain dilarang membawa barang atau uang, Saat keluar dari hotel tersebut para tamu tidak keluar dengan tangan kosong.
Ada sebuah souvenir berupa jam tangan mewah dari Tuan rumah. Tentu saja jam tangan itu punya model yang berbeda antara pria dan wanita.
"Kamu suka?" Marwa menoleh pada sang suami yang bertanya. Gadis itu tersenyum tipis lalu mengangguk.
"Iya.. Aku suka Mas.." Jawab Marwa seraya menunduk malu. Pertanyaan Rayyan padanya sungguh sangat lembut sekali.
Tatapan dari pria itu juga sangat sendu seperti penuh dengan tatapan kasih dan sayang. Sangat jauh berbeda dengan sikap Rayyan yang saat diapartemen kemarin itu..
Tidak tahu saja Marwa kalau sikap Rayyan yang diapartemen itu hanya pura-pura. Rayyan mana bisa bersikap datar dan dingin pada orang yang ia cintai.
Gadis itu menarik nafas panjang. Resepsi pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sama sekali. Sebuah hotel yang disulap seperti tempat dinegeri dongeng.
Dengan dia yang duduk dengan penampilan yang sangat memukau sekali. Gaun mewah, Wajah yang cantik bak putri kayangan bersanding dengan seorang pangeran tampan yang begitu mencintainya. Wanita mana yang tidak bahagia.
Sayang kedua orangtuanya sudah tidak ada. Andai masih ada mungkin mereka ikut bahagia melihat putrinya cantik seperti ini.
Marwa hanya berdoa saja, Ini adalah awal dari kebahagiaannya. Awal dari senyum tulus dari keluarga yang belum lama Marwa jumpai.
"Selamat menempuh hidup baru.." Marwa mengalihkan perhatiannya terhadap seseorang yang suaranya tidak asing baginya.
Marwa yang lebih banyak duduk karena kondisi kakinya yang sebelah kurang normal itu langsung berdiri begitu melihat siapa yang datang.
"Nina!!
"Wawaaaa...
"Aaaaa... Kangen..." Dua gadis itu saling berpelukan. Rasa rindu dan haru muncul dalam diri mereka yang terpisah selama kurang dari waktu satu bulan ini.
"Selamat Ya Wa..." Nina menangis. Bukan menangis bukan sedih, Adik dari Haidar itu ikut merasa bahagia. Keputusan Marwa pergi ke ibu kota ini adalah keputusan yang sangat kuat sekali.
Bukan untuk mencari kerja atau bekerja. Kedatangan Marwa ke kota ini adalah untuk menjadi istri dari Tuan Rayyan.
Untuk Marwa sendiri, Dia sudah punya niat kalau setelah ini, Marwa tidak akan menjadi wanita yang lemah lagi. Marwa akan berusaha menjadi wanita yang kuat. Menjadi istri tangguh seorang Tuan Rayyan.
"Kamu bohong.. Katanya kamu gak bakalan datang.. " Nina terkekeh, Dia genggam tangan Marwa.
"Pas kamu bilang kalau akan nikah, Itu sebenarnya aku udah tahu kalau kamu mau nikah sama Tuan Rayyan.. Cuma aku pura-pura gak tahu aja.." Hubungan Marwa dan Nina memang tidak putus. Hanya saja selama beberapa hari ini Marwa memang tidak menghubungi Nina sama sekali.
Hingga tiga hari sebelum menikah Marwa menghubungi Nina dan memberitahu kalau dia akan menikah dengan Tuan Rayyan.
Nina dengan kepura-puraannya itu hanya bisa sok kaget saja. Berkata kalau tidak bisa datang karena ada sesuatu yang penting.
"Tante kok gak ikut?
"Bunda lagi gak enak badan.. Makanya gak ikut.." Nina menatap sang sahabat dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.
"Selamat ya, Wa...Semoga setelah ini kamu bahagia. Gak akan ada lagi orang yang menyakiti kamu.. " Marwa mengangguk..
"Ya.. Aku pasti akan bahagia.." Keduanya kembali berpelukan dengan erat. Rayyan yang melihat itu berjanji dalam hati kalau kebahagiaan untuk Marwa sudah berada dalam rencananya.
Pria itu mengangkat salah satu sudut bibirnya ketika matanya melihat para karyawan kantornya datang dan menikmati hari pernikahannya ini. Termasuk karyawan kantor cabang yang Rayyan undang dengan sangat istimewa.
"Dihari pernikahan ini saja, Kalian sudah kubuat kalah sekalah kalahnya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih dihari yang sama namun dikota yang berbeda. Hari pernikahan yang digelar secara mewah dihotel bintang lima oleh Papa Damian untuk sang putra sulung sungguh sangat memukau.
Resepsi pernikahan yang disulap bak seperti negeri dongeng itu juga siarkan langsung diacara televisi nasional. Mungkin berita ini sebentar lagi akan menjadi tranding topik yang viral sejagat raya.
Jauh berbeda dengan pernikahan Raski dan Tania yang dilaksanakan hari ini juga. Acara sakral tersebut digelar diaula paling besar oleh kedua orangtua Raski.
Keluarga Raski memang termasuk orang berada namun tidak sekaya keluarga Pangestu yang sangat mampu menyewa hotel dengan dekorasi yang mewah.
Sejak pagi, Dartik dan Haris tidak lepas dengan senyumnya. Hari ini, Akhirnya sang putri resmi menikah dengan pria yang menjadi menantu idamannya.
Karena keluarga Raski punya banyak usaha sementara Raski sendiri adalah seorang manager dikantor besar yang berada dikota ini. Tentu saja Dartik dan Haris bangga. Sepasang suami dan istri itu sangat senang karena sebentar lagi Tania pasti akan hidup bahagia hidup dengan keluarga barunya.
"Yah..
"Ya, Bu.. Ada apa?
"Perasaan Tania ngundang banyak orang. Teman kantornya pun juga ikut diundang semuanya.. Kok belum ada yang datang ya.." Ucap Dartik pada suaminya. Sejak tadi, Dia juga menantikan kedatangan para teman kantor Tania dan Raski namun sampai sore hari pun belum ada yang datang satupun.
"Iya ya bu.. Mana yang datang cuma dikit banget lagi.. " Haris pun juga heran, Kemana para teman kantor Putrinya itu. Harusnya kan kalau diundang ke acara nikahan temannya mereka selalu datang dengan berbondong-bondong dengan membawa hadiah. Tapi ini?
Tak hanya Dartik dan Haris saja, Tania pun juga terlihat kesal sekali. Karyawan dikantor tempatnya ia bekerja cukup banyak, Namun tak ada satupun yang hadir. Kemana sih mereka?
"Kamu kenapa?
"Mas.. Perasaan aku ngundang anak-anak kantor kan? Tapi ini udah sore loh.. Kok dari mereka tidak ada satupun yang datang.." Raski hanya diam. Pria itu menghela nafas panjang, Ia sudah yakin kalau kalau anak-anak kantor yang sebut itu tidak akan datang ke acaranya melainkan pasti berada ditempat pernikahan Rayyan..
"Kan aku udah bilang.. Tanggal pernikahannya di ubah aja. Kamu sih ngeyel.. Mereka itu tidak akan datang.." Tania memutar bola matanya malas.
"Apanya yang gak datang sih Mas.. Tunggu aja sebentar lagi. Mereka pasti datang kok.." Raski menggaruk rambutnya, Dia paling benci dengan orang yang ngeyel seperti Tania ini.
"Raski.." Muna datang, Wanita paruh baya itu mendekati sang putra.
"Ada apa Ma..
"Mana teman-teman kantor kamu? Kok dari tadi gak ada satupun yang datang. Kamu lihat itu.. Mama udah sedia souvenir yang mahal buat mereka.. Kalau gak datang gimana?
Tak lama, Sebuah mobil pik up datang. Mobil pik up itu membawa beberapa barang dibelakangnya. Dan sepertinya barang-barangnya sudah dibungkus dengan rapi.
Seorang supir turun kemudian masuk kedalam aula tempat diadakannya acara..
"Benar ini tempat resepsi Mas Raski dan mbak Tania?" Tanya supir itu.
"Ya benar Mas.. Ada apa?
"Begini Mas.. Itu dibelakang mobil saya ada kado titipan, Katanya sih dari anak-anak kantor gitu.. Katanya mereka semua minta maaf tidak bisa datang karena sedang menghadiri acara lain.." Jelas Supir tersebut. Mendengar kata supir pik up itu, Tania langsung mengepalkan kedua tangannya.
"Aaaaarrrrggghh.." Tania yang langsung menangis berteriak membuat para yang datang terkejut.
•
•
•
TBC
...Alhamdulillah acara 7hari Almh. Ibu mertua Othor udah selesai.. Untuk hari ini Othor up sekali dulu ya.. Insya Allah untuk besok akan kembali efektif kembali..🥰
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,