"Tidak akan, aku menyukai kamu sejak pandangan pertama." yakin Johan.
'Karena aku mirip ibu? Tuan, apakah kamu tidak tau bahwa aku ini adalah putrimu.'
Akhirnya aku bertemu orang yang sering disebut-sebut namanya di setiap pertengkaran ayah dan ibu, hah!
Karunia , 19 tahun.
*
Dewi pelangi, 28 tahun.
Selesai makan mereka duduk santai di ruang tengah menonton televisi. Dewi bersandar di dada Johan, dagu Johan di pucuk kepala istrinya.
"Mas, bagaimana kalau kita cari seorang perempuan yang mau dihamili." suara Dewi tiba-tiba mendongak pada Johan.
"Maksudnya apa sayang?" tanya Johan merasa aneh dengan perkataan istrinya, Dewi.
*
Kedua perempuan diatas adalah isteri Johan Alamsyah 37 tahun, Pria matang itu berniat poligami agar terhindar dari masksiat.
Apakah niatnya akan tercapai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sadar T'mora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Di meja kerjanya Shopie kesal bukan main, Johan benar benar menganggap dirinya jalang.
Tega teganya Johan memintanya, menelan semua spermanya dan tidak boleh dimuntahkan. Kalau sampai ada yang terbuang walau setetes, Johan mengancam akan melempar nya ke jalanan jadi gelandangan.
Shopie baru tahu bahwa dia telah dibohongi selama ini, surat rumah atas nama dirinya hanya pura pura. Karena percaya pada Johan, ia tidak memeriksa nya lagi.
"Bedebah kau, Johan." geram Shopie.
Seperti kata Devan, aku hanya jalang jadi berpikirlah seperti jalang. Berpikir Shopie berpikir, jangan diam saja. Sementara kau mengalah dulu, terima saja diapain sama Johan. Asalkan masih bisa tinggal di Apart dan dapat uang bulanan. Waktumu ada satu tahun, kali ini kau harus membiarkan anak itu lahir.
Shopie bermonolog sendiri. Karena kemaren kemaren setiap kali Dewi dikabarkan hamil, Shopie akan berusaha menggugurkan kandungan nya dengan diam diam memberi Dewi masakan yang mengandung herbal perontok janin, hm
Sekali jalang tetaplah jalang.
Batin Shopie menyeringai.
*
Di mobil, Devan membawa Johan ke rumah sakit luar kota. "Johan, kenapa kamu masih memakai Shopie?"
"Aku tidak memakai nya, Devan. Hanya membantu ku c0li. Niah benar benar membuat ku sakit kepala, semakin sakit karena aku tidak boleh menyentuh nya." jelas Johan, matanya terpejam. Masih terasa manisnya bibir Karunia, Johan menjilat bibir bawahnya.
Devan melihat dari spion. "Jangan terlalu sedih Johan mungkin dia hanya jual mahal pura pura jaim, siapa yang bisa menolak pesona Johan. Dari jaman sekolah selalu perempuan yang mengejar ngejar kamu jadi kalau masih ada satu perempuan yang menolak, itu wajar artinya kamu masih manusia biasa Johan."
"Sialan kau, baru kali ini aku ditampar perempuan namun tidak membuat ku marah. Malah aku semakin bernafsu ingin memiliki nya." Johan mengusap pipinya.
"Johan! Di tampar?" seru Devan nada tak percaya.
"Aku jadi penasaran, kamu baru kesambet setan cabul atau memang sudah dari dulu cuma kamu menahan nya?" tanya Devan penasaran.
"Kamu ingat Devan, ada saat aku ingin cepat pulang masa kita sekolah dulu, hanya ingin melihat pembantu baru di rumah Mama mandi."
"Astaga, apa kalian melakukan nya?" tanya Devan.
"Tidak, dia hanya membantuku c0li. Hanya tiga bulan di rumah dia pun pergi, kau tau aku hampir gila. Bisa dikatakan dia cinta pertama ku, aku mencintai pembantuku judul nya." kenang Johan teringat pada mbaknya yang ternyata ibu kandung Karunia yang sudah meninggal.
"Setelah bertemu Dewi aku benar benar terpuaskan. Pada dasarnya Dewi bisa mengimbangi ku, hanya saja kandungan nya yang lemah sehingga kami belum punya keturunan. Mama mendesak nya jadilah huru hara." lanjut Devan suara lemah.
Hm, Devan memandang Johan. Lama berteman dia baru tau rahasia Johan yang satu ini, Devan tersenyum devil. Setelah satu jam mobil yang dikendarai Devan masuk kawasan rumah sakit mengambil parkir sesuai arahan dokter Bagus.
*
Dewi dan Niah dalam perjalanan, Sopir membawa mereka lewat jalan berbeda. "Sudah sampai Nyonya." ujar Sopir.
Lewat jalan samping rumah sakit, mereka disambut oleh dokter dan dua orang perawat, "Selamat datang Nyonya, saya dokter Bagus. Mari silahkan, suami anda sudah menunggu." ujar nya.
"Terima kasih." ucap Dewi.
"Ayo Niah." Dewi mengajak Karunia, mereka mengikuti kemana dokter Bagus membawa mereka
Di dalam ruangan dokter kandungan, Johan telah menunggu ditemani Devan. "Silahkan Nyonya!" ujar Bagus, perawat bantu membukakan pintu.
Kelihatan suaminya Johan. "Sayang." sapa Johan tersenyum lembut pada istrinya.
Johan menahan diri untuk tidak memandang Karunia, walaupun hanya melirik dengan ekor matanya saja sudah membuat jatuh air liurnya.
Pantes saja putra pengusaha Mall terkaya di malaysia menikahi nya, lalu kenapa bercerai.
"Sini, duduk sayang."
Johan membawa Dewi duduk di sampingnya, Devan dan Karunia menunggu di luar.
"Baiklah Johan, dokter akan memeriksa kalian apakah layak menjalani program." jelas Bagus.
Johan dan Dewi mengangguk, setelah beberapa saat mereka berdua selesai. Gantian Karunia yang diperiksa, Johan dan Dewi ikut menemani nya.
Dengan perasaan malu Karunia berbaring di Brankar ruang pemeriksaan dokter dengan kaki diangkat keatas dan terbuka. Hanya sebentar dokter wanita itu melihat, langsung berdiri dari duduknya.
Hm, "Nona, boleh kenakan kembali pakaian dalam anda." ujar dokter.
Ha! Karunia terbengong.
Belum diapa apain sudah selesai. Sentuh aja tidak, cuma dilihat doang.
Batin Karunia lega, ternyata tidak sesakit dan semenakutkan perkiraan nya.
Dokter menghampiri Johan dan Dewi, mereka hadap hadapan. "Maaf Tuan dan Nyonya, saudari Karunia masih perawan apakah anda berdua mengetahui nya?" tanya dokter.
Johan dan Dewi terperangah mendengar nya, tidak terkecuali dokter Bagus.
"Tidak dokter, kami sudah periksa dia memang janda tapi kalau masih perawan kami tidak tau." jelas Johan.
Anak itu masih perawan? Jangan jangan ciuman ku tadi yang pertama baginya.
Batin Johan masih terbayang wajah kaget Karunia saat ia mencium nya benar benar kelihatan natural.
****♥️
Jumpa lagi, jangan lupa like ya gaess, 👍
kemana sofinya Thor