Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Janji yang hampir terlupakan.
"Tentu saja yang mulia, apapun yang anda minta akan saya kabulkan."
"Baiklah! kita akan membicarakan itu di istana dan panggil seluruh rakyat dari kerajaan ini,"
"Baik!"
Tak lama kemudian Igris kembali ke istana kerajaan dengan di dampingi pangeran Zean. Dia berdiri di tempat yang seharusnya di duduki sang raja. Igris duduk di singgasana raja Ornebic dengan angkuh.
Sikap nya yang selalu berubah itu lagi-lagi membuat kebingungan.
Danji sang penasehat kerajaan pun merasa bingung. Dia duduk tepat di samping raja Hermes dan berbisik.
"Apa sebenarnya yang diinginkan tuan putri?"
Raja Hermes hanya tersenyum dan terkekeh kecil, "Entahlah. Satu-satunya orang yang tak bisa ku tebak jalan pikirannya adalah dia, putri mahkota kerajaan Neuzella. "
"Baginda raja, putrimu sudah mendapatkan hati rakyat Ornebic. Bahkan patung dirinya menjadi ikon kerajaan. Kira-kira apalagi yang akan di pinta nya?"
"Kita akan tau saat dia bicara." jelas singkat raja Hermes menutup seluruh percakapan.
Disaksikan oleh ribuan mata penduduk yang berkumpul, Igrisia dengan wajah tegasnya menyungging licik. Raja Ornebic terpaksa berdiri di bawah tangga singgasana. Dia maju lalu bertanya,
"Tuan putri, katakan apa keinginan anda?"
"Raja Ornebic, mungkin keinginan yang akan ku minta adalah sesuatu yang tidak akan kau setujui." ucap tegas dewi alam itu.
"Katakan saja yang mulia, kami kerajaan Ornebic sudah berjanji tidak akan menolak apapun permintaan tuan putri." Sambung raja Ornebic melas.
"Pertama, aku ingin meminta pangeran Zain dinobatkan sebagai putra mahkota kerajaan ini." ujar Igrisia lantang.
Seketika kerajaan Ornebic menjadi ramai. Suara gaduh membising di ruangan itu. Zean terkejut mendengar permintaan igris yang secara tiba-tiba mengagetkan semua orang.
"Yang mulia, aku tidak bermaksud untuk menolak permintaan anda. Tapi, kami sudah mempunyai putra mahkota dari kerajaan ini. Dia, (menunjuk ke arah lelaki di sebelah atas aula kerajaan) adalah pangeran Amzi, kakak tertua dari pangeran Zean." jawab raja Ornebic dengan suara panik.
"Ouh ... Apa kau baru saja mengatakan kalau yang berhak menjadi putra mahkota adalah putra pertama, Raja Ornebic?"
" Tidak! bukan begitu yang mulia, tapi Pangeran Zain adalah anak dari selir, sedangkan pangeran Amzi adalah putra sah dari kerajaan Ornebic yang lahir dari ratu kerajaan ini. Garis keturunan itu harus dipertahankan." sahut raja Ornebic menantang.
"Tuan Putri, itu adalah peraturan yang dibuat oleh kerajaan Ornebic sejak turun-temurun, sudah ratusan tahun yang lalu dan itu selalu menjadi kebiasaan kami. Setiap raja dari kerajaan harus terlahir dari seorang Ratu bukan dari seorang selir." potong panglima kerajaan yang ternyata adalah paman sang ratu.
Igris lalu mengeluarkan simbol perjanjian darah yang sebelumnya dia lakukan sebagai tanda perjanjian tingkat tinggi kepada raja Ornebic sebelum menghidupkan kembali Pohon Suci.
" Apa maksudmu kau akan menghianati perjanjian ini hanya karena faktor keturunan? Di dalam perjanjian darah ini, kau sudah mengatakan, apapun yang aku minta kau tidak akan pernah menolaknya sekalipun aku meminta nyawamu. Hanya karena faktor keturunan terlahir dari ratu dan terlahir dari selir kau berani menentang keinginanku, Raja Ornebic?"
Pertanyaan tegas yang dilontarkan sang dewi alam itu penuh dengan aura penekanan. Seketika ruangan itu bergetar dan plafon dari ruang istana retak berjatuhan. Igris menahan amarahnya dengan menggenggam ujung dari kursi singgasana raja hingga tangan kursi itu tercabut dari sana.
" Tuan Putri, aku mohon sabarlah! Ayah tidak bermaksud melanggar perjanjian. Kedudukan dari putra mahkota itu bukan milikku, dia adalah milik kakak. Karena memang benar, aku adalah putra dari selir. Aku tidak berhak mendapatkan posisi sebagai putra mahkota dan menjadi raja kerajaan Ornebic."
Zean berusaha membujuk Igris yang dipenuhi amarah. Pangeran harimau itu pun mencoba menenangkan tuan putrinya itu, namun amarah Igris sudah terlanjur membara.
Braaaaakkkkk. Igris menghancurkan singgasana raja. sontak Hal itu membuat kegaduhan dan rakyat Ornebic lagi-lagi berlutut, bersujud memohon ampun. Termasuk raja Ornebic yang kini berlutut di bawah kaki tangga singgasana. Dengan mulut yang bergetar dia tak berani berbicara, keringatnya mengalir deras takut kalau kemurkaan Dewi itu akan kembali membuat kerajaannya seperti semula.
" Ampuni kami yang mulia! Aku tak bermaksud melanggar perjanjian, tapi kenapa harus Pangeran Zean yang menjadi putra mahkota? Aku ingin tahu alasannya," Tanya raja Ornebic dengan kepala tertunduk.
Igris pun mencoba untuk kembali tenang. Setelah beberapa detik, akhirnya dia kembali duduk ke singgasana yang telah hancur itu. Zean berdiri di sampingnya sambil memegang bahu tuan Putri kesayangannya tersebut untuk memberikan rasa aman. Igris menatap kosong wajah Zean dan menghela nafas.
"Pangeran Zain adalah satu-satunya pangeran yang memiliki kualitas dan hati yang sangat lembut. Dia sangat pantas menjadi raja. Sedangkan pangeran Amzi,sekalipun dia terlahir dari rahim seorang ratu, apa keahliannya? Apakah dia memiliki kekuatan spiritual tingkat ketiga? Tidak! Dia hanyalah seorang kultivator biasa yang hanya memiliki tubuh fana dengan kualitas spiritual tingkat paling rendah. Bahkan pada saat berjuang melawan monster Jurak di depan pohon suci, apakah putra mahkota kesayanganmu itu hadir disana raja Ornebic? Tidak! putra mahkota yang seharusnya menunjukkan wibawa sebagai seseorang yang akan menjadi raja, malah bersembunyi ketakutan di belakang seorang pengawal. Apa mental pengecut seperti itu pantas menjadi raja?"
Igris menghantamkan kakinya ke lantai dan mengguncang seluruh istana kerajaan. Dinding tembok aula kerajaan seketika runtuh. Kekesalannya dengan jawaban dari Raja Ornebic membuat hatinya terpengaruh. Dia sangat membenci keputusan dari peraturan kerajaan yang tidak memandang bakat seseorang melainkan dari faktor keturunan.
"Hanya karena dia terlahir dari seorang ratu, kau mengangkatnya menjadi seorang putra mahkota. Apa itu adil? Coba tanyakan kepada penduduk kerajaan, apa mereka puas dengan keputusan mu ini raja?"
Serentak rakyat kerajaan Ornebic yang hadir di aula kerajaan tersebut berteriak lantang.
"Ya kami setuju dengan keputusan dewi!! Pangeran Zain memang pantas menjadi putra mahkota, bukan pangeran Amzi."
"Hidup pangeran Zain! Hidup pangeran Zaen!"
"Bahkan pangeran Zaen telah banyak berkorban untuk kerajaan ini, tapi statusnya hanya naik menjadi pangeran tingkat keempat. Sedangkan pangeran putra mahkota tidak melakukan apapun." sela seorang pengawal kerajaan.
"Pada saat penyerangan dari pasukan hantu bermata satu, putra mahkota malah lebih dulu mengungsi. Orang lemah seperti itu tidak pantas menjadi raja kami. Kami hanya ingin seseorang yang ramah yang berarti lembut dan menyayangi rakyatnya. Hanya dia yang pantas menjadi raja kami."
"Bahkan sekarang pangeran Zean jauh lebih pantas daripada pangeran manapun. Karena sang dewi alam sudah terikat kontrak darah dengannya. Jika raja tidak menyetujui perjanjian ini maka kami akan meminta dewi menghancurkan seluruh keturunan kerajaan dan menjadikan kerajaan ini menjadi kerajaan baru."
Sorak sorai perkataan dari para prajurit dan rakyat Ornebic membuat sang raja harimau itu tertunduk lemas. Akhirnya dengan telinganya sendiri dia mendengar isi hati dari rakyatnya. Selama ini pangeran Zean hanya dijadikan sebagai alat, karena memiliki kekuatan dari kristal jiwa dan ruh suci harimau putih. Sedangkan Putra sulungnya yang tidak memiliki kekuatan sebanding, malah dicalonkan menjadi raja, sungguh keputusan yang sangat Ironi.
Kepala Raja Ornebic kini dipenuhi oleh perkataan dari rakyatnya sendiri. Otaknya hampir meledak. Keputusan yang diambilnya bagai pisau bermata dua. Di sisi lain, jika dia menyetujui permintaan Igris maka akan terjadi pemberontakan dalam silsilah kerajaan.
Permaisuri kerajaan Ornebic akan memberontak karena Putra mahkotanya dilengserkan. Sedangkan keluarga dari permaisuri adalah keluarga terpandang. Sekelompok keluarga bangsawan yang selama ini mendukung penuh kerajaan Ornebic saat terjadinya krisis. Dalam hal keuangan, keluarga permaisuri lah yang paling banyak membantu.
Namun di sisi lain, jika perjanjian darah itu tidak ditepati, maka akibat yang akan ditanggung oleh kerajaan Ornebic jauh lebih buruk dari pemberontakan. Setelah beberapa detik berpikir keras akhirnya Raja organik dengan lantang memberanikan diri menjawab.
"Baiklah tuan putri, aku akan menuruti perjanjian yang telah kita buat. Bagaimanapun perjanjian darah tidak bisa dipungkiri, aku memilih masa depan kerajaan yang lebih baik." ucap lemas raja Ornebic.
Mendengar ucapan tersebut Sang Dewi alam itu menyunggingkan senyumnya menunjukkan kepuasan yang sangat dalam. Sementara permaisuri kerajaan Ornebic dan putra mahkotanya hanya bisa tertunduk dan mengepalkan tangan menyimpan dendam yang sangat menggerogoti jiwanya saat ini.
"Maka dengan ini atas perintah raja, mulai sekarang kerajaan Ornebic akan berada di bawah kendali dewi Igrisia Devalona Bharata Hermes!" Teriakan lantang dari suara penasehat kerajaan.