NovelToon NovelToon
SI IMUT MAFIA

SI IMUT MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Saerin853

Di dunia ini, ada aturan yang tidak tertulis namun absolut: Terang tidak akan pernah bisa bersatu dengan gelap, dan nyawa seorang mafia tidak akan pernah bisa terlepas dari belenggu keluarganya.

Bagi Kaelan, aturan itu adalah kutukan.

Di dalam ruang rapat utama kediaman klan, yang dihiasi lampu gantung kristal senilai ratusan juta, udara terasa mencekik. Lima pria tua dengan jas rapi duduk mengelilingi meja mahoni panjang. Mereka adalah para Tetua—urat nadi dari bisnis gelap yang Kaelan pimpin. Di atas meja, tergeletak sebuah foto wanita bergaun sutra merah dengan senyum anggun yang memuakkan.

"Isabella dari klan Vivaldi. Cantik, penurut, dan yang paling penting... dia akan memperkuat aliansi bisnis senjata kita di Eropa, Kaelan," ucap salah satu Tetua dengan suara seraknya yang penuh tuntutan. "Pernikahan kalian akan dilangsungkan bulan depan. Tidak ada penolakan."

Kaelan bersandar di kursi kebesarannya. Mata elangnya menatap foto itu d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saerin853, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

"Astaga, Anya! Pori-porimu menjerit minta tolong! Si Kaku itu benar-benar tidak tahu cara merawat istri, ya?!"

Anya duduk kaku seperti papan selancar di kursi teras vila. Wajahnya kini tertutup masker lembaran (sheet mask) beraroma green tea yang dingin dan lengket. Di depannya, Milo—Kaelan versi berbaju merah muda—sedang memegang penjepit kecil, merapikan tepi masker di dahi Anya dengan sangat telaten.

Gadis tomboy itu hanya bisa mendengus dari balik maskernya. Sejak sarapan, Milo tidak berhenti mengoceh. Ia mengkritik rambut wolf-cut Anya yang kurang volume, protes soal celana pendek bunga-bunganya yang dianggap "merusak estetika warna", dan akhirnya memaksa Anya melakukan rutinitas skincare pagi.

Anya yang terbiasa mencuci muka hanya dengan sabun mandi batangan, tentu saja merasa seperti sedang disiksa. Namun, anehnya... ia tidak bisa marah. Bagaimana bisa ia memukul wajah garang Kaelan yang kini sedang tersenyum manis dengan mata berbinar-binar seperti anak anjing?

"Selesai! Diam selama lima belas menit, oke? Aku mau ke taman belakang dulu, Ragas bilang bunga kembang sepatunya sedang mekar! Aku mau memetik beberapa untuk hiasan meja!" Milo bertepuk tangan girang, lalu melangkah riang—nyaris melompat-lompat kecil—meninggalkan teras.

Anya menatap kepergian pria bertubuh kekar dengan kemeja hot pink itu hingga hilang di balik pintu kaca. Ia lalu menghela napas panjang, melepas masker dari wajahnya, dan menoleh ke arah Ragas yang sedang mengelap meja tak jauh darinya.

"Oke, Ragas. Waktu bermain selesai," ucap Anya serius, bangkit dari kursinya dan menghampiri pelayan tua itu. "Jelaskan padaku. Sekarang. Sebelum aku memutuskan untuk berenang kembali ke kota."

Ragas menghentikan pekerjaannya. Ia tersenyum sendu, lalu menunjuk sebuah kursi rotan di sudut teras. "Silakan duduk, Nyonya. Saya akan membuatkan teh chamomile kesukaan Tuan Milo. Cerita ini... mungkin butuh waktu."

Beberapa menit kemudian, mereka duduk berhadapan. Suara debur ombak menjadi latar belakang yang menenangkan bagi percakapan yang berat ini.

"Seperti yang Nyonya lihat," Ragas memulai dengan suara tenang, "Tuan Kaelan mengidap Dissociative Identity Disorder (Kepribadian Ganda). Sebuah kondisi medis yang muncul akibat trauma psikologis yang sangat ekstrem di masa kecilnya."

Anya menyandarkan punggungnya, menyilangkan lengan. "Trauma? Maksudmu kejadian dua puluh tahun lalu? Kaelan pernah bilang ibunya dibunuh oleh klan musuh."

Ragas mengangguk pelan, matanya menerawang jauh. "Benar. Tapi beliau tidak menceritakan detailnya pada Anda, kan? Tuan Kaelan, yang saat itu baru berusia delapan tahun, berada di dalam mobil yang sama. Beliau melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ibunya... diberondong peluru untuk melindunginya."

Anya terdiam. Tenggorokannya mendadak terasa kering.

"Nyonya Besar—ibu Tuan Kaelan—adalah wanita yang sangat lembut, ceria, dan penuh kasih sayang," lanjut Ragas. "Beliau sangat menyukai bunga, gemar membuat kue, dan warna favoritnya adalah merah muda. Setelah kejadian itu, Tuan Kaelan kecil dipaksa masuk ke dalam dunia mafia yang kejam oleh Kakeknya. Ia dilatih untuk tidak menangis, dilatih untuk membunuh, dan dilarang menunjukkan kelemahan."

Ragas menyesap tehnya perlahan. "Pikiran anak kecil itu tidak sanggup menanggung beban kekejaman dan rasa kehilangannya. Jadi, pikirannya terpecah. Ia menciptakan 'Milo'. Milo adalah manifestasi dari semua kelembutan, keceriaan, dan kepolosan ibunya yang direnggut paksa dari hidup Kaelan. Milo adalah cara Kaelan kecil bertahan hidup agar kewarasannya tidak hancur lebur."

Dada Anya terasa sesak. Bayangan Kaelan yang dingin, kejam, dan tak tersentuh mendadak runtuh, digantikan oleh gambaran seorang anak laki-laki berusia delapan tahun yang ketakutan, bersembunyi di balik cangkang monster untuk melindungi dirinya sendiri.

"Kaelan minum obat penenang dosis tinggi setiap hari untuk menekan Milo agar tidak muncul," Ragas menatap Anya lekat. "Karena di dunia mafia, memiliki alter ego yang feminin dan lembut seperti Milo adalah sebuah kelemahan fatal. Jika Paman Arthur atau para Tetua tahu, Kaelan akan dilengserkan, bahkan mungkin dibunuh."

"Lalu kenapa Milo muncul hari ini?" tanya Anya pelan.

"Karena obatnya tertinggal. Dan pemicunya... adalah kejadian penembakan kemarin sore, Nyonya." Ragas tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh arti. "Tuan Kaelan sangat ketakutan kehilangan Anda. Ketakutan itu memicu memori trauma kehilangan ibunya. Otaknya merasa terancam, dan karena obatnya tidak ada, Milo mengambil alih untuk meredam stres yang bisa membunuh Kaelan."

Anya menunduk, menatap pantulan wajahnya di cangkir teh. Preman pasar yang biasanya tidak peduli pada siapa pun ini mendadak merasakan matanya memanas. Bos mafia yang menyebalkan itu... ternyata diam-diam menyimpan luka yang begitu dalam, dan luka itu robek kembali karena Kaelan berusaha melindunginya.

"Ta-daaa!"

Suara ceria membuyarkan lamunan Anya. Milo muncul dari taman, membawa sebuket bunga kembang sepatu berwarna merah terang. Ia berlari menghampiri Anya dan menyodorkan seuntai bunga yang sudah ia rangkai kecil.

"Ini untukmu, Anya! Bunga ini sangat cocok dengan kulitmu yang glowing setelah pakai masker tadi!" seru Milo dengan mata berbinar-binar.

Anya menatap bunga merah di tangan pria bertubuh kekar itu. Jika ini kemarin, Anya pasti sudah menepisnya dan mengatai pria itu sinting. Ia sangat benci hal-hal berbau feminin. Ia lebih suka memegang tongkat bisbol daripada bunga.

Namun, menatap senyum tulus dan polos di wajah Kaelan—wajah Milo—Anya menghela napas panjang. Senyum tipis yang hangat terukir di bibir gadis tomboy itu.

"Sini," ucap Anya, mencondongkan kepalanya sedikit.

Milo memekik girang. Dengan sangat hati-hati, tangan besar yang biasanya memegang pistol Glock 19 itu kini menyelipkan setangkai bunga kembang sepatu di sela-sela rambut wolf-cut Anya.

"Wah! Kau cantik sekali, Anya! Benar-benar seperti ratu pulau tropis!" puji Milo sambil menepuk tangannya kegirangan.

"Ya, ya, terserah kau saja," gumam Anya, wajahnya sedikit bersemu merah. Ia membuang muka, berpura-pura meminum tehnya, meski hatinya terasa menghangat. "Oh ya, Milo. Tadi kau bilang mau menghias kuku, kan? Ayo lakukan. Tapi jangan pakai warna merah muda, aku mau warna hitam."

Milo terbelalak, lalu memeluk leher Anya dari belakang dengan kegirangan yang meledak-ledak. "AAA! Kau sahabat terbaikku, Anya! Ayo ke dalam! Aku punya koleksi kuteks warna hitam matte yang super edgy untukmu!"

Dari sudut teras, Ragas menatap interaksi keduanya dengan mata berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya sejak Nyonya Besar meninggal, ada seseorang yang bisa menerima kedua sisi jiwa Kaelan tanpa rasa takut maupun jijik.

Gadis tomboy dan preman pasar itu... mungkin adalah malaikat penyembuh yang selama ini ditunggu oleh sang Ketua Mafia.

1
supermine
💪
supermine
🤭
supermine
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!