REMINDER !! ADA Beberapa Adegan D3w4s4
Rendy dan Linda
Dua manusia yang bersatu atas dasar perjodohan. Tidak ada yang tahu cerita itu, bahkan sampai mereka tidak jadi menikah pun ceritanya di tutup rapat.
tapi kilat putih dimalam itu membawa cerita yang berbeda -----
#mohon maaf masih pemula 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Sumartini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback II
"Damian.. Menurut lo kira2 Rendy suka gue gak sih?" tanya Linda dengan wajah bersemu merah.
Setelah mereka kembali dari rumah besar keluarga Angkasa, Damian dan Ayahnya Deon ikut berkunjung kerumah Vito. Saat ini Damian sedang duduk di ruang tamu menonton film horor bersama Linda dan Bagas.
Damian yang tengah menikmati kue kering yang diberikan Merry melirik Bagas, lalu mereka berdua menatap Linda.
"Apa sih? Tinggal jawab aja lo." ucap Linda sedikit manyun.
"Kak... Kakak beneran suka sama Kak Rendy?" tanya Bagas dengan rasa penasaran.
"Aku cinta.." Jawab Linda menggantung karena ia sangat malu.
"Gue rasa Rendy suka elo deh Lin.. Maybe ya. Meskipun kita temenan dari kecil tapi susah banget buat nebak perasaan Rendy." kata Damian sembari memakan camilannya.
"Gue cuma seneng aja. Awalnya gue sedih pas tau Rendy mau dijodohin sama Diana. Tapi di satu sisi gue senang Diana menolak. Tapi...." Linda terdiam seperti dia ingat sesuatu.
"Tapi apa?" tanya Damian dan Bagas dengan serempak.
"Gue gak tau respon Rendy. Kan pasti dia udah tau sama perubahan calonnya. Apa gue akan di terima?" ujar Linda sedikit murung.
Rendy, Linda, Damian adalah tiga manusia yang sudah saling kenal dan bersahabat sejak sekolah dasar. Orang tua mereka juga memiliki hubungan yang erat. Terutama hubungan Dion dan Vito sudah seperti saudara sedarah. Sedangkan Deon kenal dengan Dion melalui Vito.
"Tapi bukannya kalian udah akrab? Aku rasa Kak Rendy pun gak masalah kalau itu calonnya tiba - tiba jadi Kak Linda." sahut Bagas yang menghibur Kakaknya.
"Oh adikku sayang. Kamu memang kesayangan Kakak." jawab Linda menarik gemas pipi Bagas yang membuat anak itu melayangkan protes.
Sementara itu di rumah Rio Angkasa...
"Ayah kenapa sih menghalangi aku? Lagi pula Kakek itu kenapa lebih sayang Linda daripada aku Ayah?" keluh Diana kesal mengekori Rio yang juga terlihat lelah dengan tingkah putri semata wayangnya.
"Diana.. Linda itu selalu patuh sama Kakekmu. Kalau saja kamu menerima keputusan Kakek, apa pun yang kamu mau pasti Kakek akan berikan." kata Rio yang duduk di sofa ruang tamu.
"Tapi aku tidak mau dijodohkan sama orang yang gak aku kenal. Aku yakin Rendy itu orangnya jelek Ayah, gak pantas bersanding sama aku." ucap Diana dengan kesal.
"Satu minggu lagi kamu akan lihat Rendy, calon tunangan yang kamu tolak. Saat itu kalau kamu jatuh cinta jangan pernah berpikir untuk merebut tunangan sepupumu. Ayah tidak suka itu. Kalau kamu mengacau, Ayah tidak punya muka untuk bertemu dengan Om Vito dan Kakek mu." kata Rio yang sudah berulang kali menghela nafas lelah.
"Sayang.. Jangan terlalu keras sama Diana. Bagaimana pun dia itu putrimu." ucap Leony membelai rambut putrinya Diana.
Rio menghembuskan nafas gusar, dia melangkah pergi menuju ruang kerja miliknya meninggalkan istri dan anaknya yang masih berada di ruang tamu.
"Jangan terlalu di pikirkan Diana. Ayah hanya lelah karena banyak kerjaan. Kamu istirahat ya ke kamar." ucap Leony dengan lembut.
...****************...
Waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa hari pertunangan sudah tiba. Acara pertunangan ini diselenggarakan di Ballroom mewah di dalam Hotel milik keluarga Chandra. Hanya ada keluarga dari Chandra dan Angkasa serta beberapa tamu kolega penting yang menyaksikan acara tersebut.
"Sungguh suatu kehormatan Anda sudah mau menerima perjodohan yang diatur dalam wasiat Ayah saya. Terimakasih Pak Badra." sambut Dion menyalami sahabat mendiang Ayahnya.
"Hahahaha.. Jangan seperti itu Dion. Ayah mu dan aku memang sudah sejak lama ingin menjodohkan cucu kita. Ternyata aku diberi kesempatan untuk menyaksikan perjodohan ini secara langsung, namun aku juga yakin Ayah mu pasti senang disana." kata Kakek Badra menepuk pelan pundak anak sahabatnya.
"Terimakasih Pak Badra anda sungguh sangat mulia seperti yang di katakan Ayah saya." jawab Dion tersenyum lembut.
"Ah perkenalkan ini adalah istri saya Viona, dan ini adalah putra pertama saya Jean dan putra bungsu saya Devan." sambung Dion memperkenalkan keluarganya.
Badra tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Sepertinya ini pertama kalinya kamu bertemu denganku ya. Aku yakin kamu pasti sudah lebih dulu mengenal putra - putraku."
Dion tersenyum, "Saya sangat mengenal Vito dan Deon. Hanya saja saya belum pernah bertemu dengan Rio Angkasa." jawab Dion.
"Hahahaha.. Putra saya yang kedua memang sudah lama tinggal di luar negeri, jadi nanti kamu pasti bertemu dengannya. Aku rasa dia juga akan datang ke sini. Apa Rendy tidak marah saat dia mendengar calonnya menjadi Linda dan bukan Diana?" kata Kakek Badra merasa tidak enak dengan keluarga Chandra.
Kepala keluarga Chandra itu tersenyum lebar, " Anak saya Rendy hanya mau bertunangan dengan Linda. Jika bukan Linda, dia memilih mundur dan tidak mau muncul hari ini."
Sekali lagi Kakek Badra tertawa lebar " Aku sangat menyukai berita bagus ini." ucapnya begitu bersemangat yang juga membuat Dion tertawa lebar.
xxxxxXXXxxx
Rendy terlihat akan memasuki ruangan ballroom tersebut tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang gadis yang juga ada di luar ruangan itu.
"Aduh.. Siapa sih.." keluh Diana yang terlihat sedikit oleng karena seseorang menabraknya.
"Ah maaf nona. Mari saya bantu, apa ada yang terluka?" tanya Rendy.
Diana mematung menatap pemuda tampan di depannya, tinggi tubuh pemuda ini berkisar 185 cm, wajahnya sangat tampan, netra elang dengan bola mata hitam itu sangat tegas. Rambut hitamnya ditata belah samping membuat dia terlihat semakin tampan dan dewasa. Kemeja hitam dengan lengannya yang di gulung serta celana panjang berwarna senada menjadikan dia semakin terlihat tampan di mata Diana.
"Ah.. Aku.. Aku-"
Belum sempat Diana menyelesaikan ucapannya, seseorang dari belakang menepuk bahu Rendy.
"Ren.. Astaga ngapain lo masih disini? Elo bintangnya malam ini, telat lo? Kemana? Beli bunga?" ledek Damian yang baru saja datang dan melihat sahabatnya bersama Diana.
"Siapa yang bilang gue telat. Acaranya kan belum di mulai." bela Rendy.
Damian merangkul bahu sahabatnya dan mengajaknya melangkah masuk meninggalkan Diana yang terlihat kesal dengan Damian.
Jadi itu Rendy? Dia tampan sekali. Kenapa tidak ada yang bilang kalau Rendy setampan itu? Ucap Diana dalam hati, merasa menyesal menolak perjodohannya.
Di dalam ruangan yang besar itu, Rendy terkesima dengan penampilan Linda.
Saat ini gadis itu mengenakan one sleeve off shoulder dress berwarna maroon, dress itu membentuk lekukan pinggang ramping Linda dan menampilkan satu bahunya yang seputih porselen. Rambut hitamnya yang panjang di sanggul keatas, menampilkan leher jenjang yang di balut berlian mewah. Make up tipis semakin meninggalkan kesan cantik di wajah Linda yang memang sudah sangat cantik.
Rendy menelan ludahnya berusaha menyadarkan dirinya bahwa gadis yang dia incar kini akan menjadi tunangannya. Seperti mimpi tapi ini sangat nyata.