Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ais gundah
Semenjak hari itu Ais semakin pendiam.
Kalaupun dia berangkat kerja selalu menghindar untuk tidak bertemu dengan orang orang.
Yah yang namanya kerja di ladang sawit itu membuat dia harus bisa menjaga diri.
"Ais , esok hari gajian ," ucap Roby penghuni Sebelah kamarnya.
" Iya " jawab Ais singkat sambil berlalu pergi.
" Ais kenapa Roby?" Tanya teman satu kamarnya.
"Entah, sejak beberapa hari terakhir Ais nampak murung, mungkin dia rindu pada keluarga nya. " Jawab Robi
Hari tak terasa sudah hampir sore. Semua orang bersiap untuk mandi .
Seperti biasa mereka berangkat mandi dengan menumpang lory ( truk pengangkut buah sawit). Tapi tidak dengan Ais. Dia memilih jalan kaki dan mandi di sungai yang lain . Tapi harapan Ais Kali ini salah. Ingin hati tidak ingin bertemu dengan Alex , namun itu hanya dalam benak Ais saja.
Tanpa diduga ditempat Ais tuju Kali ini ada Alex disana sedang mandi dan mencuci pakaian. Ais terdiam , hening , ,
Tiba tiba Alex berucap " jom Ais mandi , hari sudah hampir gelap "
" Ummm tidak jadi , maaf menggangu" ucap Ais dan bersiap untuk pergi dari tempat itu.
" Ais tunggu, kenapa Ais takut sangat dengan saya." ? Tanya Alex sambil mencekal tangan Ais.
Plak. "
Ais secara refleks menampar Alex sambil berucap
" Saya bukan takut denganmu Alex, tapi sikapmu yang seperti ini membuat ku menghindarimu." Jawab Ais dengan tegas.
" Maafkan saya Ais. Maaf kan atas sifatku yang tidak sopan padamu Ais. Saya janji tidak akan menggangu Ais lagi. Tapi ijinkan aku mengatakan perasaan ini , aku suka sama Ais sejak hari itu. "
Ais diam membisu . Antara takut dan syok dengan apa yang dia dengar.
' apa ini , kenapa hati ini seperti ,,, ahk sudahlah ' pikir Ais dalam hati.
" Saya tau Ais dekat dengan Heri, jadi biarkan saya mengucapkan isi hati ini Ais. " Alex menambahkan. " Ais tidak usah takut , saya tidak akan menggangu Ais lagi, atau memaksa Ais suka dengan saya. Tapi ijinkan saya sayang sama Ais dalam diam. Biar bagaimanapun saya sahabat Dengan Heri. Bahkan kami sekampung. "
Ais diam saja tidak menanggapi apa yang di ucapkan Alex saat itu .
Ais pergi begitu saja tanpa menoleh ke arah Alex.
******
Sampai di kamar nya Ais diam .
' gila itu orang. Huffttt bikin hati ini seperti ahk jadi bingung ...' guman Ais dalam hati.
Tok tok tok tok tok
Tiba tiba Ais di kagetkan denga ketukan di pintu kamarnya.
" Tunggu sebentar , siapa yang datang malam malam begini yah. ? Ganggu aja . " Gerutu Ais " siapa?" Tanya Ais
" Ini kakak Ais . Maaf ganggu istirahat Ais. Boleh kakak masuk,? " Tanya Heri.
" Oh boleh kak, masuk Ais juga belum tidur kok. " Ucap Ais sambil membuka pintu dan mempersilahkan Heri masuk.
" Ada apa kak , tumben kesini malam malam" ? Tanya Ais lagi.
" Besok kan hari gajian Ais , mau ikut kakak ke bandar ( kota ) ? " Tanya Heri lagi.
" Ummm tengok besok saja kak. Ais lagi malas jalan. Paling cuma titip saja untuk kirim uang di Indonesia nanti . "
" Kenapa , nanti kakak temani . Apapun yang ingin Ais beli kakak belikan . , Bagaimana?"
Tanya Heri lagi.
" Malas kak. Ais lelah , Ais ingin istirahat dulu . "
" Ais marah sama kakak ? "
" Tidak Kak Ais hanya malas dan ingin istirahat ,itu saja. "
" Oke. Kalau Ais tidak mau jalan . Ais nanti titip apa ,? Nanti kakak belikan. "
" Tidak usah repot-repot kak. Ais juga punya gaji sendiri kok. Ais titip kiriman uang nanti untuk orang tua Ais di kampung . ,"
" Yah sudah , kakak pulang dulu yah. "
" Iya kak. " Jawab Ais singkat lalu menutup pintu .
*********
Sementara di tempat lain .
" Andai waktu itu aku tidak berlaku kurang ajar sama Ais , mungkin saat ini Ais sudah dekat denganku" ucap Alex pada diri sendiri. Sambil menatap langit malam . Malam itu terlihat langit begitu indah penuh dengan bintang . Namun tidak untuk Alex.
Malam itu begitu sepi dan sunyi. Alex merutuki dirinya sendiri atas kesalahanya.
Tiba Heri datang " kamu kenapa Lex" ? Tanya Heri sambil duduk di samping Alex .
" Tidak ada Heri. Kamu kenapa ,kenapa muka kamu kusut begitu ?" .Alek belok bertanya.
" Galau , Ais mulai menjauhiku Lex,"
" Memang kalian bertengkar ? "Tanya Alex.
" Tidak, hanya beberapa hari ini dia menghindari ku. Dan seolah mau menjauhiku. "Ucap Heri sendu.
." Memang sebelumya kalian bertengkar gitu ? "
" Ada sedikit salah paham ."
" Ohhh "
" Alex , saya mau tanya ," ucap Heri sambil beranjak ke dapur untuk mengambil air mineral.
" Apa ? "
" Apa yang kau buat dekat blok hari itu ?"
Alex sedikit gugup ketika Heri bertanya padanya .
" Um um tidak ada ." Jawabnya dengan sedikit terbata.
" Jangan bohong Alex , karena sejak hari itu Ais semakin pendiam"
" Huuufftttt" Alex menghela nafas panjang dan berkata.
" Saya pikir Ais sama dengan orang-orang itu. Saya pun mengikutinya sampai di tempat kerja. Dan saya ,,,,," Alex berhenti berucap.
Diam dan hening sejenak.
" Apa yang kau buat pada Ais hah ?" Bentak Heri dangan geram.. " kau pikir Ais perempuan apa hah ? " Heri benar benar marah dan tak tau harus bagaimana lagi.
" Heri dengarkan aku dulu , " Alex menggenggam tangan Heri . " Tidak terjadi apa apa antara aku dan Ais. Dia gadis yang baik. Saya bahkan malu bertemu dia lagi. "
Heri pun langsung duduk dan berkata kepada Alex lagi. " Pantas saja Ais menjauhiku dia tau kamu kawanku. "
" Maafkan aku Heri " hanya itu yang mampu Alex ucapkan.
*********
Disisi lain.
" Kok aku tidak tenang yah malam ini " ucap Ais pada diri sendiri.
Dia bingung harus apa . Mau mencurahkan isi hati , dia bingung harus bagaimana. Dia tidak punya teman. Bahkan sebagian orang sengaja menjauhinya.
" Ya ampun ,, gimana ini" ucapnya lagi.
Sambil berjalan mondar mandir .
Kesal Dengan hati nya . Dia marah sama Alex, tapi hatinya seakan tidak mau jauh darinya.
Rindu dengan sapaan Alex . Tapi perasaan itu di tepis. Dia masih ingat waktu itu. Apa yang di katakan oleh Alex mebuatnya tersinggung dan merasa malu . Sebagai wanita Ais merasa seakan-akan dianggap rendah.
Memang Alex tidak melakukan apa-apa. Tapi kata kata yang diucapkan Alex sangatlah frontal.
Itulah dia sangat kesal bila melihat Alex. Itulah alasan Ais menjauhi Alex maupun Heri.
*****
Keesokan harinya.
" Akhirnya gajian lagi. ," Ucap Ais .
"Mudah mudahan gaji bulan ini cukup untuk orang tuaku nanti di kampung. " Ucap Ais pada diri sendiri.
Tak lama handphone Ais berkedip-kedip tanda ada pesan masuk.
Di aplikasi hijau dia membuka obrolan.
Kakakku
( Ais , ayah sakit , kakak minta dikirim kan uang untuk ayah berobat. )
Itu bunyi pesan sang kakak yang berada di Indonesia saat ini.
Aku
( Oke Kak. Hari ini Ais sudah gajian. In sya Allah besok Ais kirim uang nya)
Kakakku
( Oh iya Ais jangan lupa kakak minta pulsa. )
Aku.
( Berapa kakak mau)
Kakak
( Seratus ribu saja )
Aku
( Oke. Besok kak Ais kirim .)
********